NovelToon NovelToon
LUKA

LUKA

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Cintapertama / CEO
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: nia ayu

ketika sebuah pernikahan di awali dari sebuah kebohongan

jeon kinan gadis 19 th yang tinggal di panti asuhan tiba-tiba diajak menikah oleh seorang pengusaha sekaligus pemilik yayasan di tempatnya tinggal.

kim victor seorang pengusaha yang memiliki sifat dingin dan sangat susah didekati tanpa angin tanpa hujan mengajak menikah seorang gadis yatim piatu.

apakah pernikahan mereka baik-baik saja setelah kinan mengetahui fakta yang menghancurkan dirinya?

apakah victor bisa mendapatkan maaf dari sang istri setelah luka yang dia torehkan kepada kinan?

bagaimana kelanjutan pernikahan mereka??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nia ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Positif

Tengah malam Kinan terbangun saat mual itu tiba-tiba datang kembali, dengan perlahan Kinan menyingkirkan tangan suaminya yang memeluk pinggangnya dengan posesif lalu perlahan turun dan menuju kamar mandi.

Setelah pergulatan panas tadi Victor sudah membersihkan dirinya dan menyeka tubuh istrinya dan memakaikan Kinan piyama tidur yang nyaman.

Di dalam kamar mandi lagi-lagi Kinan muntah-muntah, dirinya sengaja menutup pintu kamar mandi rapat tetapi tidak menguncinya. Kinan tidak ingin mengganggu waktu istirahat Victor karena Kinan paham jika suaminya itu pasti lelah setelah perjalanan jauhnya.

Tetapi Victor adalah pria dewasa yang peka dan mudah terjaga dan saat dirinya menyadari jika sang istri tidak disebelahnya Victor bergegas bangun dan mencari sosok istrinya.

“Sayang", panggil Victor sambil berjalan menyusuri kamarnya untuk mencari sosok istrinya hingga netranya menatap ke arah pintu kamar mandi.

Victor mengetuk pintu pelan sambil memanggil nama istrinya.

"Sayang, kamu di dalamkah?” Tanya Victor tapi hanya hening yang menyapa.

Karena tak ada jawaban perlahan Victor memutar handle pintu dan  Kinan tidak menguncinya, Victor mengintip dari balik pintu dan betapa terkejutnya Victor saat mendapati tubuh Kinan yang terkulai lemas di lantai kamar mandi yang dingin.

Victor segera membuka pintu lebar-lebar dan melangkah mendekati Kinan yang sudah pucat dengan wajah paniknya.

Dengan sekali angkat Victor membawa Kinan ke tempat tidur mereka dan berusaha membangunkannya.

“Sayang bangun" panggil Victor dengan suara gemetar.

Tangannya menggenggam erat tangan Kinan yang terasa dingin, tanpa pikir panjang Victor langsung memanggil dokter pribadinya untuk datang ke mansion.

Victor berjalan mondar mandir di depan pintu kamarnya dengan perasaan cemas karena dokter tengah memeriksanya, tak beberapa lama terlihat pintu kamar yang terbuka dan dokter pun keluar.

"Bagaimana kondisinya?” Tanya Victor.

"Dia baik-baik saja hanya efek dari kehamilan muda”, ucap dokter sambil tersenyum.

Tubuh Victor membeku, "ha-hamil? Maksudnya istriku hamil?” Tanya Victor dan dokter pun mengangguk.

“Selamat untuk kabar baik ini tuan Kim, tapi untuk sementara saya harus memasangkan infus kepada istri anda karena kondisinya yang lemas karena dehidrasi, kandungannya masih sangat muda jadi jangan biarkan istri anda kelelahan" ucap sang dokter dan setelahnya meninggalkan mansion.

Victor masuk ke dalam kamar dan netra hazelnya terpaku kepada seorang wanita yang terlelap dengan infus yang terpasang di tangannya, perlahan Victor berjalan mendekat dan merebahkan diri di samping Kinan lalu memeluk tubuh mungil itu erat.

“Terima kasih sayang, terima kasih untuk hadiah terindahnya", ucap Victor lirih dengan air mata yang mengalir dari mata hazelnya.

Kehamilan Kinan adalah kabar yang menggembirakan tapi juga bencana untuk Victor, sebisa mungkin dirinya harus menutup rapat tentang kehamilan Kinan dari Irene.

Victor tidak ingin Irene tahu tentang kehamilan Kinan, jika itu terjadi maka bisa dipastikan Victor akan kehilangan istri kecilnya itu.

*****

Di sebuah apartemen.

Tepatnya di sebuah kamar apartemen terdengar suara desahan sejak tadi, seorang pria sedang bergerak liar di atas seorang wanita yang entah sudah berapa lama mereka melakukan aktivitas panas mereka. Hingga tak beberapa lama mereka berdua mencapai puncak mereka secara bersama.

Sang pria merebahkan diri di samping sang wanita dengan nafas yang terengah.

“Kamu selalu membuatku puas sayang", ucap sang pria.

“Dan kamu selalu bisa memuaskanku" ucap sang wanita dengan senyuman menggodanya.

“Kamu tidak takut suamimu akan tahu ini semua?", tanya sang pria.

"Dia saja bisa berhubungan dengan perempuan lain, lalu kenapa aku tidak bisa?” Ucap sang perempuan sambil mengelus dada sang pria sensual.

"Tapi bukankah itu juga kamu yang menyuruh dia melakukannya hmm” ucap sang pria lalu menarik lebih dekat sang wanita.

"Dia pria bodoh, terlalu cinta denganku sehingga mau menuruti apapun yang aku inginkan” ucap sang wanita.

"Dan bodohnya dia tidak tahu jika sekarang wanitanya sedang mendesah di bawah seorang pria", ucap pria itu lalu kembali mengungkung sang wanita dan kembali suara desaham terdengar di kamar apartemen yang luas tersebut

******

Keesokan paginya terlihat Victor yang terbangun lebih dulu dan setelahnya dirinya bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah selesai Victor bergegas turun ke bawah untuk memerintahkan pelayan membuatkan menu sarapan sehat untuk ibu hamil.

Sinar matahari menembus jendela dan masuk melalui celah tirai membuat si manis melenguh dan membuka matanya perlahan, tangannya yang terpasang infus sedikit nyeri dan Kinan berusaha memfokuskan pandangannya. Sesaat kemudian terlihat pintu terbuka dengan Victor yang membawa nampan berisi sarapan untuk istrinya.

Victor berjalan menuju tempat tidur dan meletakkan nampan tersebut di atas nakas di samping tempat tidur lalu duduk di sebelah Kinan dan mengelus surai istrinya pelan.

“Aku kenapa kak?" Tanya Kinan lirih saat menyadari jarum infus terpasang di pergelangan tangannya.

“Tidak apa-apa hanya mengalami dehidrasi semalam", ucap Victor lembut.

“Ayo kamu harus sarapan dulu, setelah itu ikut kakak ke rumah sakit”, ucap Victor pelan.

"Rumah sakit? Siapa yang sakit”, tanya Kinan lirih.

"Kakak ingin membawa kamu periksa ke rumah sakit” ucap Victor.

"Memang Kinan sakit apa kak? Kalau cuma asam lambung hanya minum obat nanti juga sembuh” ucap Kinan.

Tangan Victor mengelus pelan perut rata istrinya dengan senyuman tersungging di bibir Victor

"Di sini ada anak kita sayang”, ucap Victor lirih.

"Kinan hamil?” Tanya Kinan lirih dan Victor pun mengangguk.

Kinan merentangkan tangannya dan dengan segera Victor membawa tubuh mungil itu kedalam pelukannya, dapat Victor dengar suara isakan dari Kinan

"Ini bukan mimpi kan kak?” Tanya Kinan lirih dalam pelukan Victor.

"Tidak sayang, sebentar lagi kita akan menjadi orang tua" ucap Victor pelan.

Victor memberi jarak lalu menangkup pipi istrinya.

“Apapun yang terjadi jangan pernah punya pikiran untuk pergi dari hidup suamimu mengerti Kim Kinan" ucap Victor tegas dan diangguki Kinan.

“Aku sangat mencintaimu sayang, kamu percayakan", ucap Victor pelan dan Kinan pun mengangguk pelan.

Rumah Sakit.

"Usia kehamilan istri anda baru memasuki usia 4 minggu tuan, yang terpenting perhatikan asupan yang masuk ke dalam tubuh istri anda karena kehamilan istri anda sangat rentan”, ucap sang dokter menjelaskan dan Victor pun mengangguk.

Setelah menebus vitamin Kinan dan Victor berjalan menuju parkiran seseorang tidak sengaja menangkap atensi mereka berdua.

"Ada keperluan apa mereka berdua ke rumah sakit?” Monolog orang tersebut lalu berjalan mengendap-ngendap mengikuti mereka berdua.

Di depan mobil sebelum membukakan pintu Victor menatap istrinya.

"Kita mampir belanja dulu ya sayang”, ucap Victor lembut.

"Belanja apa kak? Bukankah baru kemarin kita belanja”, ucap Kinan pelan.

"Belanja susu ibu hamil dan berbagai camilan sehat untuk kamu, ingat tadi yang dikatakan dokter bukan kalau kamu perlu banyak nutrisi”, ucap Victor sambil mengusap surai istrinya.

Setelah beberapa saat mereka berdua masuk kedalam mobil dan Victor mulai melajukan mobilnya keluar parkiran rumah sakit.

Setelah beberapa saat orang yang bersembunyi tadi keluar dari tempat persembunyiannya.

“Ternyata dia hamil, bagus kalau begitu", ucap Irene sambil tersenyum, ya orang yang tidak sengaja melihat Victor dan Kinan adalah Irene.

"Kalau dilihat pintar juga Victor mencari wanita untuk dinikahi dan melahirkan anak untuknya”, monolog Irene lalu pergi meninggalkan rumah sakit.

Di Pusat Perbelanjaan terlihat Victor yang mendorong troli belanja dengan Kinan di sampingnya.

“Kak sudah penuh trolinya, kapan-kapan jika habis stok nya kita beli lagi”, ucap Kinan.

"Kita belum membeli buah sayang, kamu juga harus makan buah bukan”, ucap Victor.

"Buah di mansion masih banyak kak kemarin pelayan baru saja belanja, lagipula kakiku sedikit pegal kak”, ucap Kinan lirih seperti sebuah rengekan.

"Baiklah kita bayar ini dulu lalu setelah itu kita pulang ya”, ucap Victor sambil tersenyum.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!