"Jangan nona,kami takut tuan akan memarahi kami."ucap pria itu yang memohon pada Nonanya untuk tidak pergi.
"Sudahlah, biarkan aku pergi sekarang.Lebih baik kalian diam saja."jawab wanita itu dengan nada marah.
Wanita itu langsung pergi dengan membawa sepeda motor jadulnya menuju lokasi tempat tinggal sementara dirinya.
Dibalik semua itu ternyata dia sedang menutupi identitasnya dan mencoba berbaur dengan orang lain , apalagi dibalik dia melakukan itu ada maksud tertentu tentang misi yang sedang dia lakukan untuk mencari informasi penting.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ArsyaNendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 3
"Lakukan semuanya dengan rapi,jangan sampai ada orang lain mencurigai hal ini."Nina mencoba mengingat pria itu untuk berhati-hati.
"Iya Nona,saya akan berhati-hati." jawab pria itu yang begitu tunduk dengan Nonanya.
"Mulai sekarang panggil namaku Nina,jangan pernah menyebut namaku yang aslinya." Nina mulai memerintahkan untuk tidak menyebut nama sebenarnya.
"Baik Nona Nina."Pria itu langsung pergi dan melakukan pekerjaan yang diberikan oleh Nona Nina.
Beberapa menit kemudian
"Terimakasih semuanya sudah berkumpul,ada informasi penting yang harus saya sampaikan pada kalian semua.Hari ini kita kedatangan teman baru,dia akan bekerja dengan kalian." Pak manager memperkenalkan langsung pada mereka.
"Saya harap kalian bisa membantunya." ucap Pak manager yang secara langsung memperkenalkan pada mereka.
"Perkenalkan nama saya Nina." Ia langsung memperkenalkan diri,Nina diam-diam mengawasi satu-persatu dari mereka.
Tanggapan mereka terlihat begitu baik-baik dengan kehadiran Nina di tempat itu,setelah selesai berkenalan Nina langsung bekerja di hari itu juga.
Baru saja Nina bekerja,ia langsung mendapatkan beberapa teman.Masih sama seperti yang diawal ,Nina masih saja bersandiwara.
Sore hari
Waktu kerja Nina sudah habis,ia segera mengambil tas miliknya yang ada di loker khusus karyawan.Tidak sengaja Nina mendengar percakapan 2 orang pria yang sedang membicarakan seseorang.
"Benar-benar kasihan ya,hanya karena tidak sengaja menjatuhkan gelas Andika sampai di pecat hanya masalah sepele lho." ucap salah satu dari mereka.
"Tahu sendiri, kalau sudah menyinggung Nyonya Bagaskara habislah riwayat kita.Memang sih Andika tidak sengaja ,tapi mau bagaimana lagi kita tak bisa berbuat apa-apa."Mendengar nama itu di sebut,Nina merespon dengan senyuman sinis.
"Ternyata dengan orang lain pun wanita gila itu sering membuat onar di luar sampai merugikan orang lain." batin Nina yang tahu betul siapa Nyonya Bagaskara.
Nina segera pergi dari tempat itu,Kini posisi Nina baru sampai di kost.Suasana terlihat begitu sepi,ia bergegas mandi dan duduk santai sembari mengecek laptop miliknya.
Nina diam-diam menghubungi seseorang,"Apa kamu sudah mendapatkan informasi orang itu?" tanya Nina pada seseorang yang baru saja ia hubungi.
"Sudah Nona, semuanya sudah lengkap." jawab Milano yang sudah menyelesaikan tugasnya.
"Baiklah,besok aku akan mengeceknya sendiri." jawab Nina yang segera memutuskan sambungan teleponnya.
Nina duduk terdiam seperti sedang menyusun sesuatu yang akan ia lakukan besok,"Besok aku akan mendatangi lokasi itu." gumam Nina yang mulai mengatur strategi untuk mencari informasi itu.
Malam hari
Nina bergegas mengambil jaket dibelakang pintu,ia mulai mencari makanan untuk makan malamnya.
Nina akhirnya membeli makanan di pinggir jalan,ia sengaja membeli makanan nasi goreng yang tidak jauh dari tempat kostnya.
Tiba-tiba saja dari arah sampai ada sosok pria yang menyapa dirinya,"Maaf mbak." Nina langsung menoleh ke samping yang dimana ada sosok pria berdiri disampingnya.
"Ada apa?" tanya Nina dengan tatapan dingin ke arah pria itu.
"Bukannya mbaknya yang kemarin saya temui di Minimarket itu kan." mendengar penjelasan itu Nina terdiam melihat wajah pria itu.
"Pria itu lagi." batin Nina yang baru menyadari ada pria yang ada di sampingnya.
"Maaf kalau saya menganggu,saya datang hanya ingin minta maaf,tidak sengaja saya menjatuhkan belanjaan mbak."Mendengar ucapan itu, Nina hanya membalasnya dengan menganggukkan kepala.
Pria yang ada didepan Nina adalah Andra penghuni kost yang ada didepan kost Nina.
Matanya terus mengawasi pria itu,"Maaf mbak,ini nasi goreng sudah jadi." Nina langsung berdiri dan membayarnya, tiba-tiba saja Andra maju mendekati Nina.
"Biar saya bang,yang bayar." Nina menoleh kesamping melihat pria itu membayar makanannya.
Andra melirik kearah Nina,"Ini sebagai ucapan permintaan saya pada mbak." Nina terdiam tak terlalu menanggapi perkataan pria itu.
Nina langsung pergi meninggalkan pria itu,tanpa mengucapkan sepatah kata apapun.Nina lebih memilih untuk menghindari,ia pun berada disini hanya untuk melakukan misi pentingnya.
Andra menatapnya dari jauh,"Ternyata sikapnya lebih dingin.Tapi jika di lihat wajah itu persis dengan wanita yang di kost depan itu." gumam Andra yang masih penasaran.
Sedangkan di lokasi Nina saat ini,ia menikmati makan malamnya dengan nasi goreng hanya masih hangat.Seketika pikirannya teralihkan pada sosok pria yang ia temui.
"Untuk apa pria itu minta maaf padaku,apa mungkin pria itu apa sengaja ingin mendekatiku." gumam Nina yang sebenarnya ia sedikit berhati-hati jika mana pria itu musuhnya sendiri.Apalagi ia pergi dari rumah karena misi rahasia yang harus ia lakukan.
Tiba-tiba saja terdengar suara ketukan dari arah pintu kamarnya," Hai Nin." Terlihat sosok Lina berdiri didepan kamarnya.
"Ini untuk kamu." Lina memberikan sesuatu pada Nina.
"Ini apa?" tanya Nina pada Lina.
"Ini martabak manis untuk kamu." jawab Lina dengan senyuman.
"Martabak manis?"
"Iya, cepetan dimakan ,keburu dingin nanti." Lina segera kembali ke kamarnya,dan Nina menatap isi dalam kotak itu.
"Apa dia sengaja ingin membuat aku gemuk, malam-malam aku disuruh makan makanan super manis seperti ini." Ucap Nina yang menilai temannya itu memiliki kebiasaan mengemil setiap malam hari.
Nina meletakkan makanan itu diatas meja,ia sebenarnya sudah kenyang yang baru saja selesai makan nasi goreng.
Tak terasa matahari mulai menampakkan cahaya, seperti pagi biasa Nina segera bersiap pergi.Sebelum ia pergi ke tempat kerjanya ia sengaja pergi ke suatu tempat untuk mencari sesuatu.
"Pagi-pagi kamu mau pergi kemana?"tanya Airin yang baru saja keluar ke warung membeli sabun.
"Biasa ada pekerjaan mendadak." jawab Nina yang saat itu mengambil helm diatas sepeda motornya.
"Memangnya kamu kerja dimana?" tanya Airin yang penasaran dimana Nina bekerja, setelah Nina menjelaskan di mana lokasi kerjanya.Airin tampak terkejut.
"Bukannya itu restoran bintang lima." Airin nampak terkejut,baru mengetahui jika Nina bekerja di tempat itu.
"Iya ,memang benar itu." jawab Nina yang sudah siap berangkat bekerja.
"Hati-hati dijalan." pesan Airin pada Nina,reaksi Nina hanya menganggukkan kepala dan bergegas keluar dari tempat kostnya.
Dia langsung meluncur ke lokasi pertama,bukan dia pergi ke tempat kerja tapi ia pergi ke lokasi pengintaian pertama .Pertama Nina mengawasi sekitar lokasi yang dimana rumah itu adalah target utama.
Dari belakang ada seseorang yang sama menunggu kedatangan Nina dari lokasi itu."Nona." pria itu langsung menundukkan kepala kearah Nonanya.
"Bagaimana dengan pergerakan mereka?" tanya Nina yang terlihat cukup serius dengan apa yang sedang mereka berdua awasi dari kejauhan.