ig: @namemonarch
Di sebuah multiverse di mana para penguasa mengandalkan insting dan amarah, Ye Chen mendominasi dengan kalkulasi dingin. Ia adalah sosok yang memanipulasi keadaan dari balik layar, memandang konflik dunia layaknya bidak catur di papan raksasa.
"Kultivasi hanyalah proses penyempurnaan sirkulasi energi. Dan takdir? Itu hanyalah sekumpulan data yang belum dikendalikan oleh tangan yang tepat."
Inilah awal dari perjalanan lintas jagat raya. Sebuah jalan di mana hukum langit akan tunduk di bawah kendali seorang analis sistem yang memulai langkahnya dari titik terendah untuk mencapai puncak tertinggi multiverse.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nameless Monarch, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 7 — Tentang Persepsi Spiritual
Sisa-sisa embun pagi musim gugur masih menempel pekat di dedaunan ketika Ye Chen membuka matanya di dalam gudang kayu yang remang. Bulan kedua sejak kedatangannya yang tak terduga di Desa Kayu Hitam telah resmi dimulai. Ia menarik napas panjang, membiarkan udara pagi yang dingin mengisi paru-parunya, lalu menghembuskannya secara perlahan untuk menstabilkan sirkulasi darah.
Kekuatan fisik sebesar 2.500 jin yang ia capai di Alam Penempaan Tubuh Tahap Menengah membuat setiap pergerakannya terasa sangat ringan namun mematikan. Namun, sebagai seorang mantan analis sistem tingkat atas, Ye Chen tahu betul bahwa pertumbuhan linier berbasis biologis memiliki batas maksimal yang absolut. Mengandalkan kepadatan tulang dan volume otot semata tidak akan membawanya jauh di ekosistem kultivasi.
Sesuai dengan metode Jalur Kenaikan yang pernah dijabarkan oleh sistem, tahap Penempaan Tubuh pada dasarnya hanyalah proses menyiapkan wadah. Untuk bisa menyerap energi eksternal, mengubahnya menjadi kekuatan magis, dan melangkah ke Alam Kondensasi Qi, ada satu syarat fundamental yang harus dipenuhi terlebih dahulu.
"Sistem," panggil Ye Chen di dalam benaknya dengan fokus tajam. "Tampilkan kembali syarat utama untuk menembus Alam Kondensasi Qi. Aku butuh data spesifik mengenai transisi dari energi biologis murni ke energi spiritual."
[Permintaan diterima. Membuka arsip direktori Jalur Kenaikan...]
[Syarat Mutlak Transisi: Tuan Rumah harus berhasil membuka 'Persepsi Spiritual'.]
[Deskripsi: Kemampuan jiwa dan jaringan saraf pusat untuk mendeteksi, merasakan, dan beresonansi dengan partikel Qi bebas yang berada di luar tubuh biologis.]
"Jika aku gagal membuka Persepsi Spiritual, namun memaksakan diri menyerap Qi dengan cara bernapas secara ekstrem, apa probabilitas terburuknya?"
[Kalkulasi Risiko Kegagalan: 99.9% Berakibat Fatal.]
[Penjelasan: Partikel Qi adalah energi liar. Tanpa Persepsi Spiritual sebagai pemandu, Qi eksternal akan bergerak tak terkendali menghancurkan jaringan darah. Tubuh pengguna akan meledak dari dalam akibat pecahnya meridian fana secara serentak.]
Penjelasan sistem yang dingin dan logis itu sama sekali tidak membuat Ye Chen gentar. Sebaliknya, informasi itu memberikannya parameter batasan yang sangat jelas. Sebelum tubuh fisiknya mencapai tahap Puncak, ia harus mulai melatih kepekaan jiwanya untuk mendeteksi energi.
"Di mana aku bisa menemukan titik koordinat dengan kepadatan Qi tertinggi di sekitar wilayah ini?" tanya Ye Chen.
[Mendeteksi topografi energi regional...]
[Deteksi Selesai: Terdapat anomali kepadatan energi minor di kedalaman Hutan Kabut Purba. Koordinat berada sekitar tiga kilometer ke arah barat laut dari posisi saat ini.]
Ye Chen segera berdiri dan merapikan pakaian kain kasarnya. Ia mengambil Belati Malam Tanpa Suara dari dalam antarmuka Ruang Penyimpanan Sistem, menyembunyikannya di balik lengan baju, dan melangkah tenang memasuki batas Hutan Kabut Purba. Begitu ia melewati deretan pepohonan pertama dan memastikan tidak ada warga yang melihatnya, postur tubuhnya seketika berubah.
Ia memfokuskan pusat gravitasinya ke area panggul dan mengaktifkan teknik Jejak Bayangan Hantu. Dalam sekejap, tubuhnya melesat menembus kabut pagi layaknya hembusan angin badai yang tak kasat mata. Kecepatannya mengerikan, namun langkah kakinya di atas tumpukan dedaunan kering sama sekali tidak menimbulkan suara. Beberapa kali ia berpapasan dengan kawanan binatang buas tingkat rendah, namun hewan-hewan itu hanya sempat melihat kelebatan bayangan transparan.
Sekitar empat puluh menit melakukan pergerakan berkecepatan tinggi, Ye Chen akhirnya tiba di batas koordinat yang ditunjukkan oleh radar sistem. Tempat itu adalah sebuah lembah sempit yang tersembunyi, diapit oleh tebing-tebing batu curam yang ditumbuhi lumut tebal. Kabut yang melayang di dasar lembah ini memancarkan pendar putih kebiruan yang sangat redup. Udara di sekitarnya terasa jauh lebih sejuk dan membuat sistem saraf di kepala Ye Chen terasa luar biasa jernih.
Namun, insting analisnya yang tajam segera menangkap variabel ancaman. "Sistem, tinjau area lembah ini secara mendetail. Kepadatan energi sebesar ini secara logis pasti memiliki predator puncak pelindung teritori."
[Memperluas jangkauan pemindaian termal dan energi ke radius 150 meter...]
[Peringatan Kritis: Satu tanda kehidupan agresif dengan fluktuasi energi tinggi terdeteksi di dasar lembah.]
[Objek Teridentifikasi: Ular Sisik Tembaga (Binatang Buas Tingkat 1 Tahap Akhir). Estimasi Kekuatan Target: Kekuatan lilitan setara 3.500 jin. Memiliki racun korosif pelumpuh saraf. Sisik tembaganya kebal terhadap tebasan fana biasa.]
Mata Ye Chen menyipit tajam. Binatang buas di Tahap Akhir memiliki kekuatan murni seribu jin di atas kekuatan fisiknya. Jika ia mengandalkan pertarungan frontal, ia akan mati konyol.
"Sistem, proyeksikan Modul Optimalisasi Jalur. Evaluasi pola pergerakan anatomis ular itu dan cari titik buta serangannya," perintah Ye Chen tanpa menunjukkan kepanikan. Ia memanjat tebing berbatu tanpa suara, bersembunyi di balik celah sempit, lalu mengawasi ular raksasa sepanjang tujuh meter yang sedang melingkar di atas sebuah batu datar besar.
[Mengkalkulasi pola pergerakan dan struktur rangka reptil target...]
[Titik lemah struktural terdeteksi: Terdapat celah sepanjang lima sentimeter di bawah persendian rahang bawah, di mana sisik tembaganya belum sepenuhnya mengeras.]
[Taktik Optimal: Gunakan distraksi akustik untuk memancing respon insting target, lalu manfaatkan Jejak Bayangan Hantu untuk memotong jarak dari sudut vertikal atas.]
Mendapat data taktis tersebut, Ye Chen memungut sebongkah batu padat bersudut tajam. Ia menghitung sudut pantulan suara di dinding tebing, lalu melemparkan batu itu sekuat tenaga ke arah semak belukar di sisi berlawanan.
*Trangg!* *Ksak!*
Suara nyaring itu memecah keheningan lembah. Ular Sisik Tembaga itu seketika bereaksi. Tubuh raksasanya terangkat, mendesis marah. Kepalanya melesat menoleh ke arah sumber suara, memperlihatkan taring melengkung yang meneteskan cairan racun. Fokus predator itu sepenuhnya teralihkan.
Itulah momentum absolut yang dihitung oleh Ye Chen. Ia menolak dinding tebing dengan daya ledak 2.500 jin di otot kakinya dan mengaktifkan Jejak Bayangan Hantu. Ia melesat menembus udara, meninggalkan sebuah ilusi bayangan transparan yang berhasil mengecoh sensor hewan tersebut.
Ye Chen melayang tepat di titik buta, dua meter di atas kepala ular raksasa itu. Menggabungkan gaya gravitasi bumi, momentum lompatan, dan kekuatan penuhnya, ia menghunuskan belatinya vertikal ke bawah.
*Ces!*
Bilah hitam pekat itu menembus celah lunak di bawah rahang ular tanpa hambatan sisik sedikit pun. Ye Chen memutar pergelangan tangannya, memotong urat saraf utama dan sumsum tulang belakang reptil raksasa itu dalam satu gerakan mutlak.
Ular itu mengejang hebat, menghantamkan ekornya ke dinding tebing secara membabi buta. Namun kerusakan saraf pusatnya sudah fatal. Hanya dalam waktu kurang dari dua puluh detik, ular itu ambruk tak berdaya. Ye Chen mendarat mulus di tanah berbatu, menarik belatinya yang tetap bersih dari noda darah.
"Pertarungan yang efisien," gumam Ye Chen. "Sistem, konversikan seluruh bangkai ular tingkat tinggi ini beserta kantong bisanya menjadi Poin Kenaikan."
[Memproses konversi sumber daya material berenergi tinggi...]
[Bangkai Ular Sisik Tembaga (Tingkat 1 Tahap Akhir) diterima. Memperoleh 25 Poin Kenaikan.]
[Saldo saat ini diperbarui: 40 Poin Kenaikan.]
Ye Chen mengangguk pelan. Ia berjalan menuju titik tengah lembah, tepat di atas batu datar tempat ular tadi bersarang. Di sanalah pendar kabut putih kebiruan itu terasa paling tebal. Tanpa ragu, Ye Chen duduk bersila di atas batu datar tersebut. Ia memejamkan mata dan mencoba menyingkirkan segala bentuk perhitungan matematika, kode algoritma, maupun logika empiris dari kepalanya.
Bagi seorang analis, mematikan logika adalah hal yang sulit. Namun, ia mencoba menyelaraskan ritme napasnya dengan embusan angin di lembah tersebut melalui Seni Pernapasan Bintang Hampa. "Aku tidak menganalisis bentuknya. Aku tidak menghitung massa jenisnya," batin Ye Chen mengafirmasi diri. "Aku hanya merasakannya."
Dua jam berlalu dalam keheningan absolut. Perlahan, di tengah kegelapan total pandangan pikirannya, Ye Chen mulai melihat anomali. Titik-titik cahaya kecil mulai bermunculan, bersinar terang layaknya sekumpulan kunang-kunang mikroskopis yang menari-nari di udara. Titik energi itu menyentuh kulitnya dengan sensasi hangat. Itu adalah wujud nyata dari partikel Qi murni.
Sebuah senyum tipis yang sarat kepuasan muncul di bibir Ye Chen.
[Pemberitahuan Sistem: Gelombang frekuensi otak Tuan Rumah berhasil beresonansi dengan frekuensi alam semesta.]
[Selamat! Tuan Rumah berhasil membuka 'Persepsi Spiritual'.]
[Syarat utama untuk memulai proses kondensasi menuju Alam Kondensasi Qi telah terpenuhi secara absolut.]
Mendengar notifikasi itu, Ye Chen membuka matanya. Pandangannya kini berbeda; ia bisa merasakan letak untaian energi tipis yang mengelilingi benda-benda tersebut. Kunci gembok pertama menuju dunia kultivasi sejati kini telah diretasnya.
Namun, membuka persepsi hanyalah langkah awal. Untuk menarik partikel Qi itu ke dalam tubuhnya dan membentuk pusaran energi di Dantiannya, ia butuh panduan ekstra.
"Sistem, tampilkan antarmuka Modul Toko Sistem," perintah Ye Chen. "Buka tab Fitur Pendukung. Tampilkan layanan asisten AI yang tersedia untuk tahapanku saat ini dan tahap selanjutnya."
[Memuat Modul Toko Sistem - Tab Fitur Pendukung...]
[Menampilkan daftar layanan asisten kalkulasi untuk Tuan Rumah:]
[1. Analisis Cacat Teknik. Harga: 100 Poin Kenaikan/1x Pemindaian. Fungsi: Sistem membedah kesalahan sirkulasi energi, inefisiensi kuda-kuda, atau cacat gerakan dari teknik pengguna, lalu memberikan solusi komputasi presisi untuk mempercepat pencapaian Tingkat Kemahiran berikutnya secara akurat.]
Mata Ye Chen berbinar melihat fitur pertama ini. Teknik Jejak Bayangan Hantu miliknya masih stagnan di Tingkat Kemahiran Awal. Jika ia menggunakan fitur ini, ia tidak perlu membuang waktu bertahun-tahun meraba-raba kesalahannya sendiri.
"Saldoku saat ini 40 poin. Hanya butuh memburu beberapa kawanan binatang buas tingkat menengah lagi, fitur ini sudah bisa ku akses sepenuhnya," kalkulasi Ye Chen. Ia lalu menatap menu elit di bawahnya.
[2. Mode Pencerahan Absolut. Harga: 5.000 Poin Kenaikan/10 Menit. Fungsi: Meningkatkan kapasitas pemrosesan kognitif dan jiwa pengguna hingga 500%. Pengguna dapat memahami hukum alam terdalam, memecahkan formasi kuno, atau menciptakan modifikasi teknik tingkat tinggi hanya dengan sekilas pandang.]
Ye Chen menggeleng pelan melihat harganya. Fitur level dewa dengan harga dewa yang jelas bukan untuknya saat ini. Ia beralih menatap fitur ketiga.
[3. Ruang Simulasi Mental (Status: Terkunci). Syarat Pembukaan: Tuan Rumah harus berhasil menembus Alam Kondensasi Qi terlebih dahulu. Tarif Operasional Dasar: 50 Poin Kenaikan/1 Jam Waktu Nyata di luar. Fungsi: Memindahkan kesadaran pengguna ke ruang dimensi hampa virtual di mana distorsi waktu berlaku. Pengguna dapat melatih teknik, membedah pil, dan melakukan simulasi pertarungan berdarah hingga ribuan kali tanpa risiko cedera fisik di dunia nyata.]
"Sangat logis," batin Ye Chen menganalisis. "Ruang simulasi ber distorsi waktu pasti membutuhkan pasokan energi Qi murni untuk melindungi fungsi otak biologis dari beban komputasi berlebih. Wajar fitur ini masih digembok."
Biaya operasional 50 Poin per jam juga memastikan bahwa Ye Chen tidak akan pernah bisa bersantai. Ia dituntut untuk terus mengeksekusi perburuan guna membiayai fasilitas riset pribadinya ini.
"Tutup antarmuka Toko Sistem," perintah Ye Chen berdiri dari batu meditasinya. "Prioritas jangka pendekku adalah mengumpulkan sisa 60 poin secepat mungkin untuk membeli Analisis Cacat Teknik, sebelum aku mencoba menyerap energi dan naik ke Alam Kondensasi Qi."
Dengan mengaktifkan Jejak Bayangan Hantu, Ye Chen kembali melesat menembus barisan pepohonan purba. Dengan bantuan Persepsi Spiritual barunya yang bisa mendeteksi energi kehidupan dari jarak jauh, ia siap mengubah seluruh pinggiran hutan ini menjadi ladang poin pribadinya.
ada usul tidak jelas