NovelToon NovelToon
Nano Machine Girl

Nano Machine Girl

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Sistem / Anak Genius
Popularitas:262
Nilai: 5
Nama Author: [ Fx ] Ryz

Novelette

Di tengah keputusasaan, harapan datang dari masa yang belum terjadi.

Iris Astridewi, seorang siswi sekolah menengah atas yang hidup dalam keterbatasan di Makassar, harus menelan pil pahit kehidupan.

Di usianya yang baru menginjak 17 tahun, takdir memaksanya menjadi sebatang kara setelah sang ayah meninggal dunia, meninggalkan beban hidup dan hutang yang mengancam masa depannya.

Seorang pria tampan dengan penampilan yang tidak wajar bernama Kim, tiba-tiba muncul di hadapan Iris.

Ia mengaku sebagai Humandroid tipe RK800, ciptaan tahun 2109 yang dikirim melintasi dimensi waktu.

Kim membawa pesan yang sulit dipercaya

Di masa depan, dunia akan hancur oleh tangan Iris sendiri. Bisakah Iris merubah masa depan ataukah hancur di tangan nya sendiri.

Ini kisah Iris bersama Humanoid bernama Kim

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon [ Fx ] Ryz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 07 | Batas Kemampuan dan Potensi Tersembunyi

■▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎■

Matahari di Bumi baru saja menunjukkan tanda-tanda akan terbenam, namun di dalam Shelter yang berada di permukaan Bulan, waktu seolah berhenti berputar di bawah kubah langit buatan yang menampilkan kegelapan angkasa yang pekat. Setelah menghabiskan waktunya seharian di sekolah dan perpustakaan, Iris kembali ke tempat latihan pribadinya ini untuk menguji batas kemampuan barunya.

Di tengah ruang latihan yang luas dan berlantai logam mengkilap itu, Iris berdiri tegak menatap bayangannya sendiri di lantai. Hari ini, ia tidak ingin hanya berlatih bela diri dasar atau sekadar menyalin pengetahuan tertulis. Ia ingin tahu seberapa jauh batas fisik yang bisa ia capai dengan bantuan jutaan mesin nano yang bersemayam di dalam tubuhnya.

"Paman Kim, menurut pengetahuan yang aku dapatkan dari buku-buku fisika tadi. Kecepatan reaksi manusia rata-rata hanya berkisar 0,2 detik. Tapi, dengan teknologi yang ada di tubuhku sekarang... apakah aku bisa melampaui batas itu?" tanya Iris melalui komunikasi batin.

Kim, yang berdiri di sudut ruangan mengawasi monitor datanya, segera menjawab.

(Tentu saja bisa. Tubuh Anda sekarang sudah tidak bisa disamakan dengan manusia biasa. Mesin Nano telah meningkatkan kapasitas sel dan saraf Anda. Namun, Anda harus berhati-hati. Jika Anda memaksakan kemampuan di luar batas toleransi sel saat ini, tubuh Anda bisa mengalami kerusakan jaringan.)

Mendengar itu, Iris justru semakin tertantang. Ia memasang kuda-kuda bertarung yang sempurna, persis seperti yang ia salin dari teknik tinju profesional sebelumnya. Kali ini, Iris mencoba memusatkan seluruh energinya ke kaki.

"Kalau begitu, aku mau coba ini..." gumam Iris.

Dengan sekejap, Iris melontarkan tubuhnya berlari melintasi ruangan. Angin kencang seketika tercipta di ruangan itu. Namun, Iris merasa bahwa gerakannya masih terasa lambat baginya.

"Belum cukup! Lebih cepat lagi!" teriak Iris dalam hatinya.

Ia memerintahkan sistem di dalam tubuhnya untuk mengeluarkan potensi maksimal. Dalam sekejap, sosok Iris seolah berubah menjadi bayangan kabur yang bergerak sangat cepat, menciptakan jejak-jejak cahaya di udara. Kecepatannya sudah melampaui batas nalar manusia biasa. Ia melompat, berputar di udara, hingga akhirnya mendarat dengan sempurna di titik awalnya semula tanpa mengeluarkan keringat setetes pun.

Kling!

Sebuah notifikasi muncul tepat di hadapan wajahnya.

[Pencapaian Baru: Kecepatan Tingkat 1 telah dicapai.]

[Sistem telah mendeteksi peningkatan statistik yang signifikan.]

[Membuka fitur tambahan... Mohon tunggu.]

Iris terengah-engah sedikit, bukan karena lelah, melainkan karena kagum pada kemampuannya sendiri. Tak lama kemudian, tulisan di layar itu berubah menjadi tampilan antarmuka baru.

[Fitur Baru Telah Aktif: Analisis Status.]

[Deskripsi: Memungkinkan pengguna untuk memindai dan melihat informasi detail mengenai objek mati maupun makhluk hidup, termasuk statistik kemampuan, kondisi kesehatan, hingga data riwayat singkat.]

"Analisis Status? Kedengarannya menarik," batin Iris.

Saat ia sedang asyik membaca penjelasan fitur baru itu, tiba-tiba ia merasakan sesuatu yang aneh terjadi di dalam tubuhnya. Awalnya hanya terasa sedikit hangat, namun perlahan rasa itu berubah menjadi perih dan gatal yang luar biasa di seluruh pori-pori kulitnya.

"Argh! Kenapa tiba-tiba terasa begitu panas dan gatal?" keluh Iris seraya memegangi lengannya.

Kling!

[Pembersihan Sistem Fisik sedang berlangsung.]

[Proses regenerasi sel kulit dan pembuangan racun tubuh.]

[Peringatan: Reaksi pembersihan akan menimbulkan rasa tidak nyaman.]

Rasa perih itu semakin menjadi-jadi. Iris merasakan seolah-olah ribuan jarum halus menusuk-nusuk kulitnya dari dalam. Tidak hanya itu, rasa mual yang hebat kembali menyerang perutnya. Ia segera menutup mulutnya, berusaha menahan diri agar tidak muntah di sana. Cairan keringat yang berwarna agak keruh dan berbau sangat menyengat keluar dari setiap pori-pori tubuhnya.

Ini adalah proses pembuangan racun dan zat-zat sisa metabolisme yang sudah tidak berguna, sekaligus penyempurnaan struktur sel yang dilakukan oleh mesin nano.

Beberapa menit berlalu siksaan itu akhirnya berhenti. Iris pun terhuyung-huyung menuju kaca cermin besar yang ada di dinding ruangan. Sesaat melihat pantulan dirinya, Iris sontak terpaku dan matanya terbelalak tak percaya.

Perubahan yang terjadi pada dirinya sungguh drastis dan menakjubkan. Tubuhnya yang sebelumnya biasa saja kini terlihat jauh lebih langsing namun tetap memiliki lekuk tubuh yang atletis dan proporsional. Kulitnya yang tadinya sedikit kusam kini berubah menjadi sangat mulus, putih bersih, dan bercahaya bak porselen. Wajahnya yang cantik alami kini tampak semakin menyempurnakan kecantikannya dengan raut wajah yang tajam namun lembut, membuatnya terlihat seperti seorang model profesional atau bintang film terkenal.

"Apakah ini benar-benar aku? Rasanya seperti aku bangun dari tidur panjang dan berubah menjadi orang lain," gumam Iris takjub seraya memegang pipinya yang kini terasa sangat halus.

(Ini adalah hasil dari pembersihan sel menyeluruh dan peningkatan genetik, Nona. Tubuh Anda sekarang telah dioptimalkan menjadi kondisi fisik terbaik yang bisa dimiliki oleh manusia, bahkan melampaui standar kecantikan ideal), penjelasan Kim terdengar di telinganya.

Setelah puas melihat perubahan dirinya, Iris dan Kim pun melanjutkan perjalanan mereka menuju ruangan lain di dalam Shelter tersebut. Saat melewati lorong panjang di lantai dasar, langkah kaki Iris tiba-tiba terhenti.

Matanya tertuju pada sebuah pintu besar yang terbuat dari bahan logam hitam pekat yang terlihat sangat kokoh dan canggih. Pintu itu tidak memiliki gagang pintu biasa, melainkan hanya sebuah panel pemindai yang saat ini menyala berwarna merah pertanda terkunci.

Anehnya, semakin dekat Iris berdiri di depan pintu itu, semakin kuat ia merasakan getaran halus yang seolah memanggil-manggilnya. Ada aura dingin namun berbahaya yang terpancar dari balik pintu tertutup itu.

"Apa yang ada di balik pintu itu, Paman Kim? Kenapa aku merasa ada sesuatu yang kuat dan... mengerikan tersembunyi di sana? Rasanya tubuhku merespons keberadaan benda itu," tanya Iris dengan nada bertanya-tanya.

Kim berhenti di samping Iris, menatap pintu hitam itu dengan wajah serius.

(Di balik pintu itu tersimpan berbagai macam teknologi canggih dan persenjataan mematikan yang diciptakan oleh Tuan Saga di masa depan. Senjata-senjata itu memiliki kekuatan yang cukup untuk menghancurkan satu kota besar dalam sekejap mata.)

Kim terdiam sejenak sebelum melanjutkan penjelasannya.

(Namun, pintu ini saat ini terkunci rapat dengan sistem keamanan tingkat tinggi. Hanya pengguna yang memiliki otoritas level tertinggi dan kapasitas tubuh yang cukup kuat yang bisa membukanya. Saat ini, level Anda masih belum mencukupi. Jika Anda memaksakan diri untuk membukanya sekarang, energi yang tersimpan di dalamnya bisa meledak dan melukai Anda.)

Mendengar itu, Iris mengangguk mengerti. Ia menatap pintu itu sekali lagi sebelum akhirnya membalikkan badannya dan berjalan pergi. Rasa penasaran itu memang ada, namun ia sadar bahwa saat ini bukanlah waktu yang tepat.

"Baiklah, kalau begitu simpan saja rahasianya untuk nanti. Suatu saat nanti aku pasti akan bisa membukanya," batin Iris bertekad.

................

Di tempat yang berbeda, berjuta kilometer jauhnya dari permukaan Bulan, tepatnya di pusat kota Metropolitan yang sibuk dan gemerlap lampu malam.

Sebuah gedung pencakar langit yang megah dan modern menjulang tinggi menembus awan. Di puncak gedung itu terpampang nama perusahaan besar yang sangat berpengaruh di bidang teknologi dan pertahanan, yaitu Aegis Corporation.

Malam ini, ruang rapat utama di lantai paling atas gedung itu terlihat sangat riuh dan tegang. Para direktur dan pemegang saham perusahaan besar itu sedang berkumpul dengan wajah panik dan berkeringat dingin. Di ujung meja rapat yang panjang itu, duduklah seorang wanita berambut pendek yang terlihat sangat cantik, anggun, namun memancarkan aura kekuasaan yang menakutkan.

Wanita itu adalah sosok yang sama yang telah membunuh wanita pemilik mobil mogok beberapa hari yang lalu. Kini, tubuh wanita itu telah menjadi wadah bagi kecerdasan buatan jahat dari masa depan. Identitasnya pun telah berubah menjadi Stella, seorang pengusaha misterius yang tiba-tiba muncul dan memiliki kekuatan finansial yang tidak masuk akal.

"Dengan ini, aku nyatakan bahwa aku telah memegang 60% saham mayoritas dari Perusahaan Aegis. Mulai detik ini, perusahaan ini berada di bawah kendaliku," ucap Stella dengan nada bicara yang tenang namun berwibawa, seolah-olah hal itu adalah sesuatu yang sangat mudah dilakukan.

Para direktur yang ada di ruangan itu saling berpandangan dengan wajah terkejut dan tidak percaya. Bagaimana mungkin dalam waktu semalam saja, perusahaan yang mereka bangun selama puluhan tahun ini bisa beralih kepemilikan begitu saja? Namun, melihat data dan bukti yang ditunjukkan Stella, mereka tidak bisa berkutik.

"T-Tapi Nyonya Stella... Apa tujuan Anda mengambil alih perusahaan kami? Perusahaan ini bergerak di bidang teknologi sipil dan pertahanan, bukan perusahaan investasi biasa," tanya salah satu direktur dengan nada gemetar.

Stella tersenyum tipis, senyuman yang sama sekali tidak sampai ke matanya yang terlihat kosong. Ia berdiri dari kursinya dan berjalan mendekati jendela kaca besar yang menampakkan pemandangan kota di bawah sana.

"Tujuan? Tentu saja aku memiliki rencana besar. Perusahaan Aegis ini memiliki fasilitas penelitian, pabrik perakitan, serta jaringan distribusi yang luas. Ini adalah wadah yang sempurna," gumam Stella pelan seolah berbicara pada dirinya sendiri.

Lalu, ia membalikkan badannya menatap para direktur yang masih menunggunya.

"Mulai besok, arah penelitian dan pengembangan perusahaan akan berubah total. Kita akan mengembangkan teknologi baru yang akan mengubah wajah dunia selamanya. Proyek... Cybernite," ucap Stella dengan tegas dan penuh penekanan.

Di dalam benak Stella, sistem kecerdasan buatan itu terus bekerja. Ia telah menemukan tempat yang tepat untuk memulai langkah pertamanya dalam membangun kembali kekuatan mereka di masa kini. Dan suatu saat nanti, ia pasti akan menemukan keberadaan Iris dan Kim yang merupakan penghalang utama rencananya.

■▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎■

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!