NovelToon NovelToon
Olaf & Cyntaf

Olaf & Cyntaf

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Cinta Seiring Waktu / Romantis
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

"Orang lama menang karena sejarah, tapi orang baru menang karena masa depan."

Azeant Apolo-valerio kehilangan cintanya, namun menemukan kembali harga dirinya. Kata "Putus" dari Claudia Astor seharusnya menjadi akhir, namun bagi pewaris tunggal keluarga Valerio ini, itu hanyalah sebuah awal dari pembebasan.

Apolo adalah pria yang hidup dalam presisi rumus teknik, namun ia gagal menghitung variabel ego seorang wanita yang hanya haus akan validasi.

Segalanya berubah saat sebuah notifikasi dari aplikasi kencan masuk, membawa nama Veronica Brooklyn.
Gadis itu adalah anomali; dia tidak memuja ketampanan Apolo, malah menantangnya dengan kejujuran yang Brutal.

Veronica hadir bukan untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Claudia, melainkan untuk menciptakan standar baru yang tak pernah Azeant Apolo-valerio bayangkan sebelumnya.

Apolo belajar bahwa terkadang, orang yang datang paling akhir adalah satu-satunya yang layak menjadi yang pertama.

🦋
Selamat Membaca 🌷

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#18

Waktu bergulir seperti pasir yang jatuh di jam kaca—tak terasa namun pasti mengubah segalanya.

Satu tahun telah berlalu sejak malam pertama di apartemen Tribeca, sejak aroma lavender pertama kali merusak pertahanan seorang Azeant Apolo-Valerio.

Di dalam kamar mewah itu, suasana masih sama. Gairah di antara mereka tidak pernah mendingin; justru semakin liar, semakin matang, seolah mereka sedang mencoba menabung setiap detik sentuhan untuk masa depan yang tidak pasti.

Di bawah temaram lampu nakas, napas mereka beradu, menciptakan ritme yang sudah sangat akrab.

Namun malam ini, Azeant menghentikan gerakannya sejenak. Ia menatap wajah Veronica yang tampak bersinar di bawah cahaya remang, jemarinya menelusuri garis rahang wanita itu dengan kecemasan yang tiba-tiba menyeruak.

"Kenapa kita tidak memakai pengaman saja malam ini, Vea?" tanya Azeant, suaranya berat dan serak.

Veronica membuka matanya, menatap pria di atasnya dengan kening berkerut. "Bukankah aku sudah rutin mengonsumsi pil kontrasepsi? Aku tidak butuh pengaman, Azeant. Kau tahu aku benci penghalang."

Azeant menghela napas, ia menarik diri dan duduk di tepi ranjang, menyugar rambutnya yang berantakan. "Aku khawatir rahimmu rusak, Sayang. Sudah setahun penuh kau terus mengonsumsi obat pencegah kehamilan itu tanpa jeda. Aku tidak ingin kau menanggung risikonya sendirian. Lebih baik aku saja yang memakai pengaman mulai sekarang."

Veronica terkekeh kecil, sebuah tawa yang terdengar merdu namun pahit. Ia ikut duduk, membiarkan selimut menutupi dadanya. "Tidak. Aku tidak yakin pengamanmu akan benar-benar aman. Aku lebih percaya pada kontrol yang aku pegang sendiri."

"Tapi sudah setahun kita melakukan ini, Vea!" Azeant berbalik, suaranya naik satu oktav karena frustrasi yang terpendam. "Aku tidak bisa membayangkan bagaimana kondisi tubuhmu di dalam sana jika terus-menerus terpapar hormon sintetis itu hanya agar aku bisa merasa nikmat. Aku peduli padamu."

"Tenanglah, Sayang. Aku baik-baik saja," jawab Veronica tenang, jemarinya mengelus punggung kokoh Azeant, mencoba meredakan ketegangan pria itu.

Keheningan menyelimuti mereka selama beberapa saat, hanya suara detak jam dinding yang mengisi kekosongan.

Tiba-tiba, Veronica memecah kesunyian dengan pertanyaan yang terdengar sangat biasa, namun memiliki bobot yang mematikan.

"Kapan kau wisuda, Azeant?"

Azeant menoleh, sedikit terkejut dengan perubahan topik yang tiba-tiba. "Dua bulan lagi. Persiapan proyek akhirku sudah hampir seratus persen. Kenapa? Kau mau memberiku hadiah?" tanya Apolo dengan nada menggoda, mencoba mengembalikan suasana manis di antara mereka.

Veronica menatap mata biru kelabu itu dalam-dalam. Senyumnya mengembang—senyum paling cantik yang pernah Azeant lihat selama setahun ini, namun entah mengapa, senyum itu membuat bulu kuduknya meremang.

"Aku akan menikah," ucap Veronica pelan.

Deg.

Dunia seolah berhenti berputar bagi Azeant. Oksigen di paru-parunya mendadak menguap. Ia menatap Veronica dengan tatapan kosong, berharap bahwa telinganya salah mendengar.

"M-Menikah?" suara Azeant bergetar. "Dengan siapa? Bukankah setahun lagi kau baru wisuda? Jangan bercanda seperti ini, Vea. Bukankah kau selalu bilang kau benci sebuah hubungan? Kau benci komitmen!"

Veronica mengangguk pelan, wajahnya kembali dingin, topeng yang selama setahun ini jarang ia pakai di depan Azeant kini kembali terpasang sempurna.

"Aku memang membencinya. Tapi aku punya hutang budi yang harus dibayar. Aku harus menikah dengan anak ibu panti yang membesarkanku. Dia sudah menungguku, dan ini adalah syarat agar beasiswaku tetap aman dan panti asuhanku mendapatkan donasi tetap."

"Tidak... kumohon jangan seperti ini," Azeant mencengkeram bahu Veronica, matanya memerah karena amarah dan keputusasaan yang bercampur jadi satu.

"Aku bisa menafkahimu! Aku bisa membayar semua hutang budimu! Aku bisa menyumbang sepuluh kali lipat untuk pantimu! Jangan jadikan dirimu sebagai alat transaksi, Vea!"

Veronica melepaskan tangan Azeant dari bahunya dengan gerakan halus namun tegas.

"Ingat kesepakatan kita dari awal, Azeant? Kita hanya sebatas teman ranjang. Tidak ada perasaan, tidak ada janji masa depan. Dan setelah kau wisuda, kontrak tidak tertulis kita ini berakhir. Aku akan menikah, dan kau akan menjadi pewaris tunggal Valerio yang agung."

Tiba-tiba, pemandangan yang tak pernah terbayangkan terjadi. Azeant Apolo-Valerio, sang Bangsawan yang tak pernah tunduk pada siapa pun, turun dari ranjang dan bersujud di depan kaki Veronica yang duduk di pinggiran tempat tidur.

"Sayang... kumohon," bisik Azeant, suaranya pecah. "Bukankah setahun ini kita sudah melalui segalanya? Tidak bisakah kau percaya padaku sedikit saja? Aku yakin kau dan aku bisa melewati ini. Kita bisa melawan tradisi keluargaku, kita bisa memulai sesuatu yang nyata. Jangan pergi kepada pria yang tidak kau cintai."

Air mata mulai menggenang di pelupuk mata Veronica, namun ia menahannya sekuat tenaga. Ia mengulurkan tangan, mengusap rambut pria yang bersujud di kakinya itu untuk terakhir kalinya.

"Azeant, lihat aku," ucap Veronica lembut.

Azeant mendongak dengan wajah yang hancur.

"Dari awal, kau tahu kita tidak akan pernah bisa bersama. Kau terlalu pintar untuk tidak menyadari jurang di antara kita. Lihatlah aku... aku hanya anak yatim piatu yang tidak jelas asal-usulnya, dibesarkan dengan belas kasihan orang. Dan kau? Kau adalah anak Valerio. Darah biru mengalir di nadimu. Aku tidak pantas bersanding denganmu di bawah cahaya lampu yang terang. Kita hanya cocok di dalam kegelapan apartemen ini."

Veronica bangkit, membelakangi Azeant yang masih terduduk lemas di lantai.

"Dua bulan lagi, saat kau memakai toga itu, anggaplah aku hanyalah aroma lavender yang pernah lewat di hidupmu. Jangan cari aku lagi."

Malam itu, di apartemen mewah Tribeca, gairah yang biasanya membara berganti menjadi abu yang dingin. Azeant menyadari bahwa meski ia bisa memiliki tubuh wanita itu selama satu tahun penuh, ia tak pernah benar-benar berhasil memiliki hatinya yang sudah terkunci rapat oleh kenyataan hidup yang pahit.

1
Xiao Ling Yi
Dia itu perwakilan perempuan paling nyebelin sedunia
Ros 🍂: hihi🤭
total 1 replies
ren_iren
semangatt kak nulisnya, ceritamu selalu tak tunggu 🤗
Ros 🍂: ma'aciww ya kak. author tunggu masukannya 🫶
total 1 replies
Wifasha
kok gk da,ngulang lg nih bca nya dri awal
Ros 🍂: Maaf ya kak 🫶 cerita nya sudah direvisi, Dan mulai dari awal lagi. dan dengan cerita yang berbeda 🙏🏼🥰
total 1 replies
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ
Bagus lh, ngaku sendiri 🤣🤣🤣
Ros 🍂: Reader silent Silent 🤣🤣🤭
total 3 replies
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ
B.... ehhh ini aja, Ade, lebih manis, Pemain 🤣🤣🤣
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ: Logan, 2 kali kena Karma ya, De 🤣🤣🤣
total 2 replies
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ
wkwkwk menang di 'card' juga sih 🤣🤣🤣
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ: 'Black', yg keluar, auto kalah smua y, De, temen² Apolo itu 🤣🤣🤣
total 2 replies
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ
Kiwww Kiwww Visual di lempar ke 'Arena' ini 🤣🤣🤣
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ: Hi hi Fav ya, De 🤣🤭🥳
total 2 replies
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ
Ht², jgn sampe hangus 🤣🤣🤣
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ: Hi hi 🤣🤣🤣
total 4 replies
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ
Biasaa, cwo msh kudu dgetok martil dulu baru sadar-sesadarny 🤦🤦🤦
Ros 🍂: Mari kita getok Bersama Kak 🤭🤣🤣🫣
total 1 replies
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ
Awas y, jgn nyesel udh putusin Apolo
Ros 🍂: iyaa kak 🫶🥰
total 3 replies
ren_iren
selalu menyukai debaran tulisan yg kau ciptakan kak.... serasa diriku masuk ke ceritanya liat adegan2 mereka yg malu2 meowwww... 😂🤣
Ros 🍂: ma'aciww ya kak 🫶😍 semoga suka cerita nya🥰
total 1 replies
ren_iren
gasssss bacaa bacaaa....... 🤗
ren_iren: always kak 🤗
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!