NovelToon NovelToon
Queenara Sheva

Queenara Sheva

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Idola sekolah
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: Mayra Zahra

Alih-alih menikmati fasilitas orang tuanya Sheeva memilih menepi dan hidup di panti asuhan sejak duduk di bangku kelas 8 menengah atas. Banyak hal membuatnya memutuskan demikian
lantas apa yang mendorong gadis sekecil itu menjauh dari dekapan hangat keluarganya ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mayra Zahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rejeki di sore hari

 Sore ini Sheeva hanya berdua dengan Misya di toko miliknya. Andi dan Tia sedang di panti karena ada acara dan bunda Aya meminta mereka berdua untuk datang membantu.

  Awalnya Sheeva juga akan ikutan datang ke panti, namun ada zoom meeting dadakan dari perusaan tempat dia bekerja. Karena Sheeva tinggal di ruko maka Misya tak tega jika harus meninggalkan Sheeva seorang diri. Walhasil selama Sheeva mengiuti zoom meeting, Misya menjaga toko seorang diri.

  " Mbak kalau mau mandi sama sholat as'ar dulu nggak papa. Biar tokonya aku yang jaga " Ucap Sheeva.

  " Sudah selesai kamu ?" Sheeva mengangguk.

  " Ya udah mbak tinggal naik, nggak papakan kamu sendiri jaga tokonya "

  " Iya aman mbak "

 sembari menjaga toko aku membuak laptopku guna mempelajari desain yang diinginkan oleh perusahaan tadi. Karena baru kali ini aku diminta mendesai baju untuk pria. Biasanya hanya baju wanita dan desain perhiasan saja yang ku kerjakan. Semoga saja hasilnya seuai yang diinginkan perusahaan.

  Baru saja membuat sketsa sudah ada pembeli datang. Seorang wanita sepuh dengan diantar dua orang pengawal. Satu laki-laki dan satu lagi perempuan.

  " Selamat sore nak" Beliau menyapaku dengan suara lembut.

  " Selamat sore juga ibu, ada yang bisa saya bantu ?"

  " Saya itu mau membeli beberapa barang nak tapi, kalau muter buat milih sendiri kok rasanya capek banget ya "

  " Apa ibu sudah ada daftar belanjanya, jika sudah saya bisa bantu untuk menyiapkan barangnya "

  " Sudah nak. Susan tolong kasih cacatannya "

  " Baik nyonya "

  " Ibu silahkan duduk, sembari menunggu barangnya saya siapakan tapi, mohon maaf saya hanya punya kursi plastik "

  " Tidak apa nak. Terima kasih banyak sebelumnya ya " Sheeva mengangguk sembari tersenyum.

 " Mohon di tunggu sebentar ya ibu "

  Sheeva terkejut saat melihat begitu banyak daftar belanja yang dia pegang. Mungkin beliau sedang belanja bulanan. Sheeva tak mau mengulur waktu, dia bergegas mengambil belanjaan sesuai dengan list yang ada.

  " Mohon maaf biar saya yang angkat nona !" Sheeva terkejut saat akan mengangkat karung berisi beras. Pengawal nenek tadi turun tangan membantu.

  " Terima kasih ya pak "

  " Sama-sama nona." Lumayan bukan Sheeva tak perlu mengakat karung beras yang berisi 25 kg itu, mana di dalam list ada 4 karung sekaligus.

  Sheeva melanjutkan mengambil beberapa barang, yang hanya tinggal 10 item lagi saja.

   " Ada yang beli Sheev ?" Ucap Misya yang baru turun dari lantai atas.

  " Iya mbak, mbak di di kasir aja hitung barang yang udah aku siapin di sana "

  " Itu masih banyak nggak yang mau kamu ambil ?"

  " Tinggal ini kok mbak ?" Sheeva menunjukan list barang yang dia bawa.

  " kamu di depan saja, biar mbak yang selesain itu " Sheeva menganguk.

   " Banyak juga belanjaannya ya ?"

   " Iya mbak Alhamdulillah rejeki sore hari "

  Sheeva segera kembali ke Kasir. Bersiap menghitung belanjaan yang tadi dia ambil.

   " Sudah semua nak ?"

   '' Belum ibu, masih sedikit sedang di siapkan teman saya "

  " Ogh... Oya nak kalau ini semua tolong di bagi dua setiap jenisnya apa bisa ?" Sheeva tersenyum.

  " Tentu bisa bu."

  " Alhamdulillah karena ini rencana mau buat dua tempat nak. Satu ke panti jompo dan satu lagi ke panti asuhan. "

  " Pantas banyak belanjaannya, buat di sumbangkan ternyata " Ucap sheeva dalam hati.

   " Saya packing pakai dus saja ya bu. Khawatir jebol kalau pakai plastik "

  " Boleh nak, nanti kardusnya kamu hitung sekalian "

  " Tidak perlu bu. Kardusnya Free dari kami "

  " Sheev mau kemana ini udah semua kok ?" Misya terkejut Sheeva menyusulnya kebelakang.

  " Ambi kardus mbak buat packing belajaannya "

  " Ogh kirain aku kelamaan ambil barangnya " Sheeva tersenyum.

  Sheeva dengan cekatan menghitung belanjaan di mesin kasirnya, sementara Misya yang memasukan satu persatu ke dalam kardus. Dana sesusai permintaan mereka membagi masing-masing menjadi dua bagian.

  " Total semuanya menjadi Rp.8.728.000,00 ya ibu. Saya kurangi sedikit karena belanja ibu banyak jadi, ibu hanya harus membayar Rp.8.500.000,00 saja "

  " Lho kok begitu nak, jangan begitu nanti kamu nggak jadi untung ?"

  " Insya Allah masih untung ibu. Saya hanya ingin menumpang sedekah sedikit saja kok ibu "

  " Ya Allah, padahal ini lho nak, oma merasa sudah sangat murah. Oma biasa beli sembako dan lain-lain sama persis dengan ini tapi, habisnya selalu dia tas di atas sembilan juta."

  " Kemaren dapat rekomendasi dari teman oma yang rumahnya di komplek depan itu nak, katanya baru dua hari lalu belanja juga di sini. Katanya harganya lebih murah, makanya oma penasaran dan ternyata benar "

  " Apa teman ibu bernama ibu Rukmini ?"

  " Benar nak, kamu hafal juga nama pelangan kamu ?"

  " Kebetulan beliau yang belanja di sini pertama kali saat kami pertama buka bu "

  " Panggil oma saja sayang " Sheeva mengangguk.

  " Oya apa kalian juga sedia telur nak ?"

  " Ada oma, kebetulan sekali baru datang hari ini dari kandang. Jadi masih sanggat fres oma " jawab Misya.

  " Boleh sekalian timbangkan 20 kilo ya nak. Sama seperti tadi di bagi dua sekalian"

  " Baik oma "

  " Sekalian telurnya kamu hitung nak "

  " Baik oma "

  " Bayarnya apa bisa oma transfer nak ?"

  " Bisa oma "

  " Syukurlah "

  " Oma boleh tau siapa namamu nak ?" Sheeva tersenyum lalu menganguk.

  " Saya Sheeva oma dan yang tadi mbak Tia " Sheeva menyalami tangan kanan wanita tua itu.

  " Oma Lestari nduk, senang berkenalan dengan mu " SHeeva tersenyum

   Proses pembayaran telah selesai, barang pun satu persatu di masukan kedalam mobil bok yang ada di belakang mobil pribadi oma Lestari.

  Sheeva dan Misya yang mau membantu angkat barang dilarang sama oma Lestari karena sudah ada pegawai beliau yang mengangkat.

   " Oma salut sama kalian berdua. Sangat cekatan dalam melayani pelangan. Andai owner kalian ada di sini, sudah pasti oma akan sampaikan kepada beliau betapa beruntungnya beliau mempunyai pegawai yang begitu cekatan seperti kalian." Sheeva hanya menjawab dengan senyuman.

  " Mohon maaf oma. Sheeva inilah pemilik toko ini " Oma Lestari nampak terkejut.

  " Masya Allah , betul itu nak ?" Sheeva menjawab dengan anggukan.

  " kamu umur berapa nak, kok sudah kepikiran membuat usaha begini ?"

  " Saya 17 tahun oma "

  " Berarti masih sekolah menengah atas kan ?" Sheeva mengangguk.

  " Saya baru kelas 11 menengah atas oma "

  " Sekolah dimana kamu na ?"

  " Alhamdulilah saya mendapat beasiswa full di sekolah Harapan Bangsa oma "

 " Terus kalau kamu sedang sekolah Misya sendiri dong ?"

  " Tidak oma, biasanya kami berempat, hanya dua teman kami sedang menbantu di panti asusan tempat dulu kami pernah tinggal oma "

  " Kalian dari panti asuhan dulunya ?" Sheeva dan Misya kompak mengangguk.

  " Panti asuhan apa ?"

  " Panti asuhan KInasih oma " Jawab Misya.

  " Yang di asuh bu Wijayanti ?"

  " Betul oma "

  " Ya Allah oma tidak salah belanja di tempat kalian. Kalian benar-benar anak luar biasa. Alih-alih sibuk bergaul sana-sini, kalian lebih memilih sibuk mencari masa depan. Semangat terus ya kalian "

  " Iya oma, kami terima kasih banyak oma sudah belanja di tempat kami hari ini " Ucap Sheeva.

  '' Boleh oma minta nomer ponsel kamu nak. Mulai bulan depan oma percayakan kebutuhan oma untuk beberapa panti dan yayasan ke pada kamu." Sheeva dan Misya begitu terharu mendengar itu.

  " Alhamdulillah, terima kasih banyak oma. Ini nomer telfon Sheeva oma dan yang ini nomor telfon toko " Misya begitu bersemangat menyodorkan kartu nama Sheeva.

   " Susan tolong di simpan ya nomer ini " Ucap Oma Lestari pada Asistennya.

  " Baik nyonya "

" Oma sekali lagi terima kasih banyak ya sudah belanja di tempat kami "

" Sama- sama nak tapi, maaf ya oma langsung pamit ya soalnya sudah mau Maghrib "

" Iya oma silahkan, sekali lagi terima kasih banyak ya oma " Oma Lestari mengangguk.

1
Lisa
Puji Tuhan Sheeva udh sadar..cpt pulih y Sheeva & beraktivitas kembali juga utk Bunda Aya cpt pulih.
𝐈𝐬𝐭𝐲
bangun sheeva banyak yg menunggu dan menyayangi mu...
Lisa
Cepat sadar y Sheeva..banyak yg masih sayang sama kamu.
Lisa
Moga Sheeva cpt sadar kembali..
𝐈𝐬𝐭𝐲
semoga sheeva lekas bangun dan baik2 saja...
terlalu berat beban hidup sheeva..
Lisa
Bpk macam apa itu..udh Sheeva anggap kmu g punya bpk..semangat y msh byk yg menyayangimu..
Sustika Ekawati
iiisssshhh....bener² ya...bapak g ada akhlak....semangat neng sheva💪💪💪
𝐈𝐬𝐭𝐲
masa² remaja adl masa² paling indah😂
𝐈𝐬𝐭𝐲: iya jadi pingin balik lagi ke jaman muda yg bisanya cuma happy² aja belum mengenal beban hidup😂😂
total 2 replies
𝐈𝐬𝐭𝐲
Pepet terus si sheeva, Kay🤣🤣
𝐈𝐬𝐭𝐲
cieee Kay gak mau kalah dari Yongki😂😂
Lisa
Makin seru aj nih ceritanya 👍👍
Erni Kusumawati
cara berfikir sheeva bagus nih,harus di tiru☺
Lisa
Sukses terus y utk tokonya Sheeva..👍😊
𝐈𝐬𝐭𝐲
aku juga mau kok kalo di traktir 😂😂
𝐈𝐬𝐭𝐲
toko sheeva jadi makin laris manis nih😂😂
Lisa
Sukses y utk toko sembakonya Sheeva
Lisa
Puji Tuhan tokonya Sheeva laris manis👍👍 semangat y Sheeva..
𝐈𝐬𝐭𝐲
up yg banyak thor....
Mayra Zahra: siap kak
total 1 replies
𝐈𝐬𝐭𝐲
ceritanya bagus aku suka😍😍
𝐈𝐬𝐭𝐲
lanjuut thor ..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!