NovelToon NovelToon
Sistem Kenaikan Surgawi; Jalan Kultivasi Melintasi Multiverse

Sistem Kenaikan Surgawi; Jalan Kultivasi Melintasi Multiverse

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Fantasi Timur / Kultivasi
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nameless Monarch

ig: @namemonarch

Di sebuah multiverse di mana para penguasa mengandalkan insting dan amarah, Ye Chen mendominasi dengan kalkulasi dingin. Ia adalah sosok yang memanipulasi keadaan dari balik layar, memandang konflik dunia layaknya bidak catur di papan raksasa.

​"Kultivasi hanyalah proses penyempurnaan sirkulasi energi. Dan takdir? Itu hanyalah sekumpulan data yang belum dikendalikan oleh tangan yang tepat."

​Inilah awal dari perjalanan lintas jagat raya. Sebuah jalan di mana hukum langit akan tunduk di bawah kendali seorang analis sistem yang memulai langkahnya dari titik terendah untuk mencapai puncak tertinggi multiverse.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nameless Monarch, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 6 — Tingkatan Kemahiran

Cahaya pagi musim gugur menyusup menembus celah-celah dinding gudang kayu yang reyot, membawa hawa dingin yang cukup menusuk tulang. Namun, bagi Ye Chen yang tengah duduk bersila di atas tumpukan jerami, suhu udara itu sama sekali tidak mengganggunya. Ia membuka matanya perlahan. Sepasang bola mata hitam itu kini memancarkan ketajaman yang luar biasa, seolah mampu membedah setiap debu yang melayang di udara.

Terobosan ke Alam Penempaan Tubuh Tahap Menengah semalam benar-benar telah merombak struktur biologisnya secara fundamental. Ye Chen berdiri perlahan dan mulai melakukan gerakan peregangan dasar. Setiap kali ia memutar bahu atau menekuk lututnya, rentetan suara gemeretak nyaring terdengar dari dalam tubuhnya, seolah ada bongkahan-bongkahan baja yang saling bergesekan.

Ia mengepalkan tinju kanannya, lalu mengayunkannya ke depan dengan kecepatan sedang.

*Bum!*

Sebuah letupan udara kecil tercipta tepat di ujung kepalan tangannya, menghasilkan hembusan angin yang membuat jerami di sekitarnya beterbangan.

"Daya ledak murni di angka 2.500 jin," gumam Ye Chen, menganalisis tekanan kinetik yang baru saja ia hasilkan.

"Kepadatan serat ototku telah meningkat secara eksponensial. Jika aku menerima pukulan dari preman tempo hari, kulitku bahkan tidak akan memar. Namun, tenaga kasar tanpa sarana penyaluran yang presisi adalah sebuah inefisiensi yang fatal."

Sebagai seorang mantan analis sistem tingkat atas di Bintang Biru, Ye Chen tahu betul bahwa kekuatan besar yang tidak dikendalikan dengan kelincahan hanya akan menjadikannya samsak hidup bagi musuh yang lebih cepat.

Pertarungannya melawan kawanan Serigala Cakar Besi kemarin malam menyadarkannya akan satu kekurangan absolut: ia sama sekali tidak memiliki teknik pergerakan kaki yang taktis.

Ia kembali duduk bersila dan menutup matanya. "Sistem, buka Modul Toko Sistem," panggil Ye Chen di dalam benaknya dengan fokus penuh. "Filter pencarian khusus untuk teknik seni bela diri yang berfokus pada pergerakan kaki, kelincahan, atau manipulasi kecepatan. Batas harga maksimal adalah 165 Poin Kenaikan sesuai dengan total saldoku saat ini."

[Memproses filter pencarian sesuai parameter pengguna...]

[Pencarian selesai. Menampilkan daftar teknik pergerakan yang tersedia di rentang harga tersebut:]

[1. Langkah Angin Puyuh (Tingkat Fana Menengah) - Harga: 50 Poin Kenaikan.]

[2. Langkah Daun Gugur (Tingkat Fana Tinggi) - Harga: 100 Poin Kenaikan.]

[3. Jejak Bayangan Hantu (Tingkat Fana Puncak) - Harga: 150 Poin Kenaikan.]

Ye Chen mengabaikan dua pilihan pertama. Membeli barang setengah-setengah hanya akan memperlambat progresnya di masa depan. Perhatiannya langsung tertuju pada pilihan ketiga yang berada tepat di batas kemampuannya.

"Sistem, tampilkan spesifikasi, sejarah penciptaan, dan deskripsi fungsional secara komprehensif dari Jejak Bayangan Hantu."

[Membuka arsip data item...]

[Item: Jejak Bayangan Hantu

Tingkatan: Teknik Seni Bela Diri Tingkat Fana Puncak.

Sejarah: Diciptakan tiga ratus tahun lalu oleh seorang pembunuh legendaris tak bernama yang menghabiskan hidupnya mempelajari pola pergerakan ilusi. Teknik ini pada masanya digunakan untuk menyusup ke istana kekaisaran dan membunuh jenderal perang tanpa memicu satu pun alarm dari ribuan penjaga fana.

Deskripsi Fungsional: Teknik ini berfokus pada manipulasi titik tumpu gravitasi bumi dan kendali momentum tubuh yang ekstrem. Pengguna yang menguasainya mampu menciptakan ilusi bayangan tertinggal selama sepersekian detik di retina musuh untuk mengecoh visual dan memotong jarak dengan kecepatan di luar nalar.]

Ye Chen mengangguk puas di dalam pikirannya. Kemampuan memanipulasi titik gravitasi dan momentum sangat sesuai dengan logika fisika kuantum dan mekanika klasik yang ia pahami di kehidupan sebelumnya.

"Sistem, sebelum aku melakukan pembelian, ada satu variabel yang belum kau jelaskan. Bagaimana cara aku mengukur efisiensi penguasaanku terhadap teknik ini nantinya? Apakah ada tingkatan yang pasti?"

[Memberikan Tingkatan Pemahaman Teknik...]

[Sistem Klasifikasi Terkonfirmasi. Setiap Teknik Seni Bela Diri maupun Teknik Kultivasi di dunia ini memiliki 5 Tingkat Kemahiran absolut, yaitu:]

[1. Awal: Pengguna baru menghafal gerakan dasar, namun masih kaku dan menguras banyak stamina.]

[2. Menengah: Gerakan mulai mengalir secara natural dan refleks tubuh terbentuk.]

[3. Atas: Teknik dapat digunakan dalam kondisi terdesak dengan efisiensi tenaga maksimal.]

[4. Puncak: Pengguna menyatukan teknik dengan insting pertempuran, nyaris tanpa celah.]

[5. Kesempurnaan: Pengguna melampaui batasan pencipta teknik, mampu memodifikasi gerakan sesuka hati, dan mencapai resonansi absolut dengan alam.]

[Catatan Khusus: Teknik yang dibeli dan ditransmisikan langsung melalui Sistem akan secara otomatis memberikan memori otot pada pengguna di Tingkat Kemahiran 'Awal'.]

"Sistem penjenjangan yang sangat logis dan terukur," gumam Ye Chen memvalidasi informasi tersebut. "Beli teknik Jejak Bayangan Hantu dan transmisikan aliran datanya ke saraf pusat dan memori ototku sekarang."

[Transaksi berhasil. Saldo dikurangi 150 Poin Kenaikan.]

[Sisa Saldo: 15 Poin Kenaikan.]

[Mengekstrak paket data teknik... Mentransmisikan aliran memori...]

Seketika, rasa sakit yang tumpul namun menusuk menghantam pelipis Ye Chen. Gelombang informasi yang sangat padat membanjiri pusat saraf otaknya secara paksa. Berbagai diagram pergerakan holografik, simulasi sudut pijakan kaki, cara memutar engsel lutut, hingga ritme tarikan napas saat berlari tercetak jelas, membakar jalur-jalur neuron di dalam otaknya. Proses itu berlangsung selama tiga menit sebelum akhirnya rasa sakit itu memudar, menyisakan pemahaman utuh akan gerakan pembunuh legendaris tersebut.

Tanpa membuang waktu untuk bersantai, Ye Chen segera melangkah keluar dari desa dan menuju ke area Hutan Kabut Purba yang cukup sepi dan dipenuhi pepohonan rapat. Ia harus segera menguji teknik barunya ini ke dalam realitas. Teori informasi di otak tidak akan berguna jika perangkat keras tubuhnya—otot dan uratnya—tidak dioptimasi secara manual.

Ye Chen berdiri diam di tengah-tengah formasi pepohonan purba yang melingkar. Ia menarik napas panjang, menyingkirkan udara kotor dari paru-parunya. Otaknya mulai menghitung jarak pohon terdekat. Ia memfokuskan sebagian dari kekuatan 2.500 jin miliknya ke ujung telapak kakinya, lalu menolak tanah dengan sudut elevasi presisi tiga puluh derajat sesuai instruksi sistem.

*Wussh!*

Tubuh Ye Chen melesat ke depan layaknya anak panah yang terlepas dari busur baja. Namun, karena ini adalah percobaan pertamanya di Tingkat Kemahiran Awal, keseimbangannya sedikit goyah. Daya dorong ototnya terlalu besar untuk sudut pijakan yang sempit, membuat bahu kirinya hampir menabrak batang pohon ek raksasa di depannya.

Otaknya yang beroperasi layaknya superkomputer langsung menghitung kalkulasi koreksi di tengah udara. Ia memutar tumitnya secara mendadak ke arah kanan, menggunakan gaya sentrifugal paksa untuk mengalihkan laju kinetiknya. Gesekan keras terjadi antara sol sepatunya dan tanah berbatu, meninggalkan jejak sedalam dua sentimeter. Ia berhasil menghindari tabrakan, dan sebuah bayangan ilusi dirinya yang transparan sempat tertinggal di tempat asalnya selama setengah detik sebelum memudar.

Ye Chen mendarat dengan sedikit terhuyung di atas dahan pohon setinggi lima meter. Ia menatap ke bawah, menganalisis jejak pijakannya yang merusak tanah. "Inefisiensi yang sangat tinggi," evaluasinya secara objektif. "Sudut putaranku masih terlalu lebar. Banyak tenaga yang terbuang sia-sia. Aku harus menekan pusat gravitasi lebih rendah menuju area panggul untuk meminimalisir hambatan angin dan mencegah kerusakan pijakan."

Selama empat jam berikutnya, hutan itu menjadi ruang eksperimen pribadi Ye Chen. Ia terus melesat, berbelok, melompat, dan memantul di antara batang-batang pohon tanpa kenal lelah. Ia menjadikan barisan pepohonan rapat itu sebagai rintangan rute untuk menyempurnakan algoritma pergerakannya.

Setiap kali ia melakukan kesalahan, ia akan berhenti selama sepuluh detik untuk menghitung ulang momentum, sudut kemiringan, dan gaya gesek, lalu mengulanginya lagi.

Perlahan namun pasti, gerakannya yang kaku mulai menjadi selembut air yang mengalir. Suara pijakan kakinya yang awalnya merusak tanah kini berubah menjadi bisikan angin yang nyaris tak terdengar.

[Evaluasi Sistem: Sinkronisasi memori otot dengan tubuh fisik berjalan optimal.]

[Teknik Jejak Bayangan Hantu mulai stabil di Tingkat Kemahiran Awal. Akurasi pijakan meningkat sebesar 18%. Inefisiensi gerakan menurun ke angka 15%.]

[Progres menuju Tingkat Kemahiran Menengah: 12/100%.]

Matahari mulai bergerak naik ke puncaknya saat Ye Chen akhirnya menghentikan sesi latihannya setelah melihat laporan sistem tersebut. Peluh membasahi tubuhnya, namun kepuasan seorang analis yang berhasil menyempurnakan kodenya terpancar jelas di wajahnya.

Ia kemudian membuka antarmuka Ruang Penyimpanan Sistem dan mengeluarkan satu bangkai Serigala Cakar Besi utuh yang ia bunuh semalam. Serigala ini memiliki ukuran sebesar sapi muda dengan tekstur otot yang sangat padat. Ye Chen memanggul bangkai hewan buas seberat lebih dari seratus lima puluh kilogram itu di bahunya hanya dengan satu tangan, lalu berjalan santai menyusuri jalan setapak kembali menuju desa.

Kedatangan Ye Chen dengan bangkai serigala raksasa yang meneteskan sisa darah segar itu sontak membuat gempar seluruh Desa Kayu Hitam. Warga yang sedang bertani atau membelah kayu langsung menjatuhkan alat kerja mereka. Paman Zhao yang sedang merokok pipa di depan rumahnya nyaris menelan tembakaunya sendiri, sementara Kepala Desa segera berlari tertatih menghampiri Ye Chen dengan raut wajah perpaduan antara ketakutan dan rasa takjub yang ekstrem.

"Dewa Langit yang Agung... Bukankah itu Serigala Cakar Besi dari pedalaman kabut?!" seru Kepala Desa dengan suara bergetar, menatap luka irisan yang sangat bersih dan mematikan di leher bangkai tersebut. "Binatang Buas ini sering memangsa ternak warga bahkan membunuh para penebang kayu di awal musim dingin... dan kau... kau berhasil membunuhnya sendirian tanpa luka sedikit pun?"

Ye Chen menurunkan bangkai raksasa itu di tengah alun-alun desa tanah liat dengan gerakan yang sangat ringan, seolah benda itu tak memiliki berat. Debu mengepul tipis di sekitar kakinya.

"Aku kebetulan menemukan celah saat binatang ini sedang lengah beristirahat di pinggiran hutan, Kepala Desa," ucap Ye Chen merendah, menyembunyikan fakta bahwa ia membantai tiga ekor serigala sekaligus. "Daging serigala jenis ini sangat padat energi. Ini akan cukup untuk memberikan tambahan persediaan makan dan nutrisi bagi seluruh warga selama beberapa minggu ke depan sebelum badai salju pertama tiba."

Para ibu-ibu desa, termasuk Nenek Li yang berjalan dibantu tongkatnya, segera berkumpul mengelilingi hasil buruan itu dengan wajah yang dipenuhi senyum syukur yang tak terlukiskan.

Bagi desa pinggiran yang miskin, mendapatkan pasokan daging segar sebanyak ini adalah sebuah mukjizat turun dari langit. Warga desa tidak banyak bertanya lagi. Rasa kagum dan utang budi mereka kepada pemuda pendiam ini telah mencapai titik puncak. Mereka mulai sibuk memotong, menguliti, dan membagi daging serigala itu secara merata untuk setiap kepala keluarga.

Malam itu, Desa Kayu Hitam mengadakan pesta makan kecil-kecilan di alun-alun desa. Beberapa api unggun besar dinyalakan, menghalau hawa dingin musim gugur. Suara tawa anak-anak dan obrolan hangat orang dewasa memenuhi udara malam.

Ye Chen duduk diam di sudut teras rumah Paman Zhao yang sedikit gelap, mengamati keramaian itu seperti seorang pengamat dimensi lain. Di tangannya terdapat semangkuk kaldu daging serigala yang panas, disajikan khusus oleh Nenek Li dengan potongan daging terbaik.

Sambil meneguk kaldu gurih yang seketika menghangatkan perutnya, pikiran Ye Chen terus bekerja memetakan masa depannya di dunia kultivasi. Waktu adaptasinya di Desa Kayu Hitam ini sudah akan memasuki bulan kedua. Ia telah menguji fondasi sistemnya, menaikkan kekuatan fisiknya ke ambang batas fana, dan baru saja melengkapi dirinya dengan teknik pergerakan Jejak Bayangan Hantu. Logika hitungannya mengatakan bahwa fondasi awalnya sudah sangat kokoh.

Namun, Ye Chen sangat menyadari satu hal fundamental. Kepadatan otot dan tulang hanyalah wadah. Untuk melangkah menembus batas mortal menuju Ranah Kondensasi Qi, ia tidak bisa sekadar berlatih memukul pohon atau mengangkat batu. Ia membutuhkan pemicu energi spiritual yang nyata dari alam. Ia sadar, zona tutorial yang aman dan damai di desa kecil ini perlahan namun pasti telah mencapai batas nilai eksploitasinya. Sudah saatnya ia mulai mencari anomali energi di luar pagar kayu desa ini.

1
Adrian Ahmad
monoton kurang menarik
ada usul tidak jelas
Harman Loke
lanjuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuutt teruuuuuuuuuuuuuuuuuuuuusssssss author
Naevys
Wow, penulisan, dan pemilihan kata kata nya...
Nameless Monarch: Masih pemula bang, sama sekali gak ada wow nya:)
total 1 replies
Manusia Ikan 🫪
punya penulisan yang bagus, dan cerita yang mudah di ikuti. enak untuk di baca /CoolGuy/
Manusia Ikan 🫪: 😋hump
total 2 replies
Manusia Ikan 🫪
hmmmm masih tidak terbiasa dengan fantasi timur😅
Manusia Ikan 🫪
bagus nih, ruang simulasi mental
Manusia Ikan 🫪
sebagai mahasiswa arsitektur, aku pengen punya skill yang berhubungan dengan membangun ini😹
Manusia Ikan 🫪
hemmmm
Manusia Ikan 🫪
wah jarang jarang tuh ada sistem toko
Manusia Ikan 🫪
kenapa cerita fantasi timur, sangat mudah untuk mendapatkan kekuatan😅
Manusia Ikan 🫪: kwkawkoa masuk akal😹
total 2 replies
Manusia Ikan 🫪
bukan bumi kan!
Manusia Ikan 🫪
apakah ini urutan kekuatannya?
Manusia Ikan 🫪
😅mmmmm bro langsung tahu cara makenya?
Manusia Ikan 🫪: wkaowkaokwoa tapi lebih bagus kayak gini, dari pada gk tahu apa apa😹
total 2 replies
Manusia Ikan 🫪
yeeeeeey aku yang like pertama😹
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!