NovelToon NovelToon
Setelah 8 Tahun ( Ditinggal Nikah)

Setelah 8 Tahun ( Ditinggal Nikah)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:66k
Nilai: 5
Nama Author: Yutantia 10

Setelah 8 tahun pacaran, Nisa yang menunggu dilamar di hari anniversary, justru merima kenyataan pahit jika ia diputuskan oleh Sandi dengan alasan tak setara.

Tapi takdir seperti sedang mengajak bercanda, sebulan kemudian Sandi datang ke rumahnya untuk melamar. Namun bukan ia yang dilamar, melainkan Naina, sang adik yang lulusan S1 dan bekerja sebagai teler di salah satu bank swasta.

Disaat ia terpuruk, ada sosok yang tak sengaja hadir dalam kehidupannya. Sosok yang begitu baik dan humoris, tapi kadang menyebalkan. Dia adalah Januar, seoarang driver ojol.

"Kalau jodoh memang harus setara, kamu nikah sama aku aja, Mbak." Ajakan nikah Januar alias Ojan, hanya disenyumin saja oleh Nisa.

Tapi Ojan, pantang menyerah, ia terus mendekati Nisa, hingga akhirnya wanita itu luluh. Tapi satu kenyataan pahit, membuat Nisa kembali terpuruk. Ternyata selain seorang ojol, Ojan juga merupakan mahasiswa S2. Apakah sekali lagi, ia harus patah hati karena alasan kesetaraan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yutantia 10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7

Jika biasanya hari minggu di pakai untuk ngedate, 2 minggu ini, Nisa menyibukkan diri dengan mengeksplor halaman rumah. Hal terbaik untuk seorang yang patah hati, adalah menyibukkan diri.

Minggu lalu ia membeli beberapa pot, menanami dengan bunga, minggu ini, dia hanya menyirami bunga-bunganya dan menyapu halaman yang setiap pagi banyak sekali daun mangga yang gugur.

"Nis." Panggil Pak Bambang, Ayah Nisa. Laki-laki paruh baya yang baru keluar dari rumah itu, menghampiri Nisa yang menyapu di bawah pohon mangga.

"Ada apa, Yah? Tadi udah Nisa buatin kopi."

"Ayah kok lama gak lihat Sandi main kesini. Dua minggu ini, kamu juga di rumah saja."

Nisa mulai gelisah saat ditanya soal Sandi, tangannya mencengkram erat gagang sapu lidi.

"Hubungan kalian baik-baik sajakan?" Pak Bambang merasakan perubahan sikap Nisa akhir-akhir ini, anaknya itu terlihat murung.

Meski agak berat, Nisa mengangguk. "Kak Sandi sibuk akhir-akhir ini."

Pak Bambang menghela nafas panjang. Ia merasa seperti ada yang disembunyikan oleh Nisa, semoga saja firasatnya salah. "Nis, Ayah pengen bicara sama Sandi. Kalau bisa, minggu depan suruh kesini ya. Kalian sudah pacaran terlalu lama, Sandi harus segera ngasih kepastian. Teman-teman seusia kamu sudah banyak yang nikah, selain itu, gak enak juga sama tetangga."

Nisa mengangguk pelan, meski ia tahu tak mungkin meminta Sandi untuk datang.

Sepeninggal ayahnya, Nisa berjalan ke arah teras, menyandarkan sapu pada pilar, lalu duduk di tepian lantai sambil meluruskan kedua kaki. Ia menatap nanar jalan depan rumah yang lengang di Minggu pagi, tak seperti pas hari kerja.

Dulu, minggu seperti ini, dia pasti jalan dengan Sandi. Muter-muter dengan motor, makan di warung pinggir jalan atau pun nonton. Semua hal terasa menyenangkan saat dilakukan bersama orang yang dicinta.

Mencium aroma yang sangat wangi, Nisa menoleh. Naina baru keluar, gadis itu terlihat sangat cantik dengan celaan jeans dan kaos streets putihnya. Rambutnya yang di curly, tergerai indah hingga ke punggung, ditambah tas selempang bermerk yang melingkar melewati bahunya.

"Mau keluar, Nai?"

"Iya, Mbak." Naina mengambil sepatu kets putihnya dari rak lalu berjalan ke arah Nisa, duduk di sebelahnya sambil mengenakan sepatu. "Mbak."

"Iya." Nisa yang awalnya menatap ke depan, menoleh pada Naina.

"E...aku mau ngomong." Naina yang baru selesai memasang 1 sepatu, menatap Nisa serius.

"Ada apa sih, kayak serius gitu?"

Naina terlihat ragu, sebelah tangannya meraih tangan Nisa, menggenggamnya. "Mbak, kalau aku ngelangkahin kamu, kamu gak papa kan?"

Nisa terdiam beberapa detik. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan melangkahi, hanya saja bagi sebagian orang tua, dianggap kurang baik atau pamali. Menurut mereka, wanita yang dilangkahi, biasanya sulit jodoh. Dia sendiri, kalau boleh jujur, di sudut hati yang paling dalam, ada rasa sedih jika sampai hal itu kejadian. Ia buru-buru tersenyum, tak mau terlihat keberatan.

"Gak papalah. Kalau emang sudah ada jodohnya nikah aja."

"Beneran, Mbak gak papa aku langkahin?" Wajah Naina tampak sumringah.

"Emang sudah ada calonnya, Nai?"

Naina menangguk cepat.

"Siapa? Rafli?"

Naina menggeleng. "Bukan."

"Oh, Mbak kira kalian balikan."

"Enggak Mbak, Rafli udah punya pacar baru, denger-denger juga udah mau nikah."

"Eh, emang boleh ya, di perusahaan kamu nikah sebelum 2 tahun masa kerja?"

"Boleh. Larangan menikah cuma di tahun pertama kerja aja."

"Oh..."

Naina melanjutkan memakai satu lagi sepatunya. "Mbak, bantu aku bicara ke Ibu ya. Ibu pasti gak setuju aku nikah duluan, dia kan percaya banget dengan mitos."

"Iya, nanti Mbak bantu," Nisa mengangguk. "Emang kamu udah yakin banget sama calon kamu?"

"Udah. Kami berdua sudah sepakat ingin segera menikah."

"Alhamdulillah kalau gitu. Pacar kamu gentle banget ya, baru pacaran sebentar udah langsung ngajak serius." Dada Nisa terasa sesak, teringat hubungannya dengan Sandi yang hingga 8 tahun tapi bukan berakhir di pelaminan, tapi malah putus. Setahu dia, Naina dan Rafli baru putus kurang lebih setengah tahun, itu artinya dengan pacar yang sekarang masih terhitung baru pacarannya.

Ponsel Naina berdering, gadis itu membuka tas selempangnya, mengambil benda pipih yang layarnya menyala itu.

Sekilas, dari ekor matanya, Nisa melihat layar ponsel Naina. Foto profil orang yang menelepon, seperti tidak asing.

"Iya, Mas." Naina bangkit dari duduknya. "Udah di depan ya. Ya udah aku kesana." Ia mematikan sambungan setelah itu.

"Pacar kamu, Nai?"

"Iya Mbak. Dia udah nunggu di depan gang."

"Kok gak masuk?"

"Dia bawa mobil, jadi aku suruh nunggu disana aja. Disini terlalu sempit gangnya. Aku keluar dulu ya, gak enak kalau dia nunggu lama."

Nisa mengangguk, menatap adiknya yang berjalan menuju pagar, lalu keluar. Ia teringat ucapan Ibunya beberapa waktu lalu.

Naina itu gajinya besar, nyari suami juga pasti yang kaya, bisalah dia gaji ART.

Calon suami Naina bawa mobil, kemungkinan memang orang kaya. Seperti inikah yang namanya setara? Mata Nisa menghangat, keluar cairan bening dari sudut matanya. Naina gadis berpendidikan tinggi dan punya karier bagus, menikah dengan laki-laki kaya yang kariernya bagus pula. Lalu, bagaimana dengannya? Laki-laki seperti apa yang setara untuknya?

Tuk

Nisa kaget saat bahunya seperti kena lemparan kerikil. Mungkin hanya perasaannya.

Tuk

Sekali lagi, kali ini mengenai dadanya.

"Mbak, Mbak."

Nisa mengedarkan pandangan.

"Mbak." Ojan yang berdiri depan pagar rumahnya, tersenyum sambil melambaikan tangan.

1
Suradi Yogya
si Nissa ntar cocok sama bu Dewi. Nissa pinter masak, bu Dewi baru coba2 menu
Teh Qurrotha
cerita novel nya kereen
Nessa
asikkkk ngegass bgt jannnn mantep 😂😂😂😂😂
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
sweet bnget sih kalian. ga sabar liat kln jadian
Ari Atik
ngelamar niye.....?
🤣🤣🤣
Dew666
💝💝💝💝
olyv
diajak nikah sama ojan tu nis 🤣🤣🤣
Patrick Khan
aku suka😍😍
Patrick Khan
nyuk Jan nikah.. q mw kok😂😂asekkkkk
falea sezi
lanjut
Humaira
hayuuukk... 😂😂😂😂😂🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️
Humaira
😂😂😂😂😂
Humaira
suka drakor juga ya jan 😂😂😂😂
zhelfa_alfira
bagus
🌸 𝑥𝑢𝑎𝑛 🌸
durhakim kamu Jan ....😂😂😂
Rahmawati
tadi kirain ojan jongkok mau gendong nisa di punggung biar sweet gitu kayak drama Korea 😂
Yeni Fitriani
tp kelihatannya mama ojan orgnya baik hati gak bakalan terlalu menentang pilihan Ojan dia mh klihatan yg penting anakku senng dan bahagia.... lagiaan horang kaya harta berlimpah mah gak butuh menantu wanita karir yg mereka butuhkan tuh wanita yg bisa bikin nyaman adem tentrem....
Aidil Kenzie Zie
Ojan nggak tahan liat Nisa terus terpuruk karena masa lalunya dan dia mau membahagiakan Nisa
Mahendra Sari Anwar
mantappp jan..tp abis itu pusing dach jan🤣🤣🤣
Mahendra Sari Anwar
yg baca juga jan🤣🤣🤣🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!