Calypsa, seorang freelance video editor biasa di siang hari dan editor video deep web khusus geng mafia untuk menghikangkan bukti di malam hari. Ia ketahuan oleh clientnya, Cyrus ketua geng terbesar di Aethelgard. Namun, Cyrus bukan melenyapkannya, terapi merekrutnua untuk sebuah misi. Misi untuk membalas dendam kematian kakak laki-lakinya sekaligus misi cintanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amila FM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Laporan Lanjutan
Minggu pertama bekerja di dalam markas Wraithgate mengajarkan Calypsa beberapa hal yang tidak ada di dalam instruksi apapun yang Voss berikan.
Yang pertama, setiap orang di ruangan itu punya cara tersendiri dalam menjaga jarak. Operator-operator yang bekerja di workstation lain tidak pernah menyapanya terlebih dahulu, tapi juga tidak pernah terlihat memusuhinya. Mereka cukup terlatih untuk memperlakukan kehadiran orang baru dengan netralitas yang terasa seperti profesionalisme tapi mungkin juga merupakan bentuk kewaspadaan yang dibalut sopan santun.
Yang kedua, Voss lebih banyak mengamati daripada yang terlihat. Calypsa menyadari ini pada hari keempat ketika ia secara tidak sengaja menangkap pantulan Voss di permukaan layar salah satu monitor di sisinya, dan pria itu sedang menatap ke arahnya dengan ekspresi yang tidak bisa langsung ia baca.
Bukan ekspresi bermusuhan. Lebih seperti seseorang yang sedang menilai sesuatu dan belum selesai menilainya.
Yang ketiga, dan ini yang paling relevan, Cyrus sangat jarang hadir secara fisik di ruang kendali utama. Ia ada di gedung ini hampir setiap malam, tapi di ruangannya sendiri atau di lokasi lain di dalam kompleks gudang yang Calypsa belum sepenuhnya ia jelajahi. Interaksi mereka terbatas pada pertemuan singkat yang Calypsa inisiasi sendiri ketika ada informasi yang perlu disampaikan, atau ketika Cyrus sesekali masuk ke ruang kendali untuk hal-hal yang tampaknya hanya ia yang bisa memutuskan.
Pada hari kelima, Calypsa menemukan ujung pertama dari jalur komunikasi tersembunyi yang ia lacak.
Jalur itu tidak mengarah ke luar kota seperti yang ia perkirakan. Ia mengarah ke sebuah alamat IP yang terdaftar di distrik tengah Aethelgard, kawasan residensial yang cukup padat dengan bangunan-bangunan apartemen tua yang masih berfungsi. IP itu disamarkan dengan baik menggunakan beberapa lapisan proxy, tapi Calypsa sudah cukup lama bekerja dengan jenis penyamaran seperti ini untuk mengenali cara membongkarnya.
Ia belum bisa mengidentifikasi penggunanya. Tapi ia tahu bahwa dari alamat IP itu, sinyal tersebut pernah tiga kali terhubung ke jalur yang sama dengan jalur yang digunakan Dragan dalam lapisan komunikasi keduanya.
Bukan bukti langsung. Tapi bukan juga kebetulan.
Calypsa menyimpan temuannya, keluar dari sistem dengan bersih, dan melanjutkan pekerjaan utamanya melacak jaringan Dragan seolah tidak ada yang terjadi.
Pada hari keenam, Voss duduk di kursi di sebelahnya saat jam kerja sudah melewati tengah malam dan sebagian besar operator sudah pergi.
"Kamu tidak pernah tanya tentang geng ini." ujar Voss, tanpa pembuka apapun.
Calypsa tidak mengalihkan matanya dari layar. "Saya tidak perlu tahu hal-hal yang tidak relevan dengan pekerjaan saya."
"Kebanyakan orang yang baru masuk ke sini sangat ingin tahu." lanjut Voss.
"Saya bukan kebanyakan orang."
Voss diam selama beberapa detik. Calypsa bisa mendengar suara pulpennya yang diputar pelan di antara jari-jarinya.
"Laporan pertamamu membuat beberapa orang di sini tidak tidur nyenyak." ujar Voss akhirnya.
"Itu bukan tujuannya." jawab Calypsa. "Itu hanya fakta yang ditemukan."
"Fakta yang menunjukkan ada masalah di dalam." Voss berhenti memuter pulpennya. "Apakah kamu sudah menemukan sesuatu yang lebih konkret?"
Calypsa akhirnya menoleh ke arah Voss. Pria itu menatapnya dengan ekspresi yang terbuka dan langsung, berbeda dari pengamatan diam-diam yang Calypsa tangkap di hari-hari sebelumnya. Ia sedang bertanya secara terang-terangan sekarang.
Calypsa mengingat instruksi Cyrus. Jangan beritahu siapapun. Termasuk Voss.
"Masih dalam proses." jawabnya dengan nada yang tidak menutup percakapan secara kasar tapi juga tidak membuka lebih jauh.
Voss mengangguk pelan. Ia berdiri, mengambil cangkir kopinya yang sudah kosong, dan berjalan kembali ke workstationnya. Berhenti sejenak di tengah jalan.
"Hati-hati." ujarnya tanpa menoleh. "Bukan ancaman. Hanya saran."
Calypsa memandang punggung Voss sampai pria itu duduk kembali di depan layarnya. Kemudian ia menoleh kembali ke layarnya sendiri.
Hati-hati.
Sebuah saran yang terlalu umum untuk tidak mengandung makna yang lebih spesifik.
Malam itu, ketika Calypsa keluar dari gudang Wraithgate dan berjalan menuju halte bus di ujung jalan, ia memperhatikan sesuatu yang kecil tapi membuatnya memperlambat langkah sebentar. Sebuah mobil hitam yang diparkir di tepi jalan sekitar seratus meter dari pintu belakang gudang, yang tadi tidak ada ketika ia tiba. Mesinnya mati, lampunya mati, dan dari jauh tidak terlihat ada yang di dalamnya.
Calypsa tidak berhenti. Ia melanjutkan jalannya dengan ritme yang sama, melewati mobil itu tanpa menoleh secara langsung, hanya menggunakan pantulan di kaca pertokoan yang sudah tutup di sebelahnya untuk melihat sekilas ke arah mobil.
Kaca depan mobil itu sedikit beruap dari dalam.
Ada seseorang di dalamnya.
Calypsa mencatat plat nomor mobil itu dalam ingatannya, tiga digit pertama cukup untuk penelusuran awal, dan terus berjalan tanpa mengubah langkah sedikit pun.
Keesokan harinya, sebelum memulai pekerjaan rutinnya, Calypsa menjalankan pencarian singkat terhadap plat nomor tersebut melalui database yang ia miliki sendiri. Hasilnya muncul dalam tujuh menit. Kendaraan terdaftar atas nama sebuah perusahaan jasa pengiriman kecil di distrik pelabuhan.
Perusahaan yang sama yang muncul sebagai salah satu lapisan luar dalam jaringan komunikasi Dragan.
Calypsa menyimpan informasi itu, menutup jendela pencarian, dan menghapus log-nya.
Kemudian ia mengetuk pintu ruangan Cyrus.
"Masuk."
Cyrus sedang duduk di mejanya ketika Calypsa masuk, beberapa lembar dokumen fisik tersebar di depannya yang langsung ia tutup begitu ia melihat siapa yang datang. Bukan gerakan menyembunyikan, lebih seperti gerakan seseorang yang terbiasa memisahkan konteks kerja dengan sangat ketat.
"Ada update." ujar Calypsa, menutup pintu.
Ia menyampaikan dua hal, temuan tentang alamat IP dan koneksinya dengan jaringan Dragan, serta mobil yang semalam diparkir di dekat gudang.
Cyrus mendengarkan semua itu tanpa menyela, ekspresinya tidak banyak berubah tapi kualitas perhatiannya terasa sangat penuh, jenis perhatian yang membuat orang yang berbicara merasa setiap kata yang ia ucapkan sedang dicatat dengan sangat teliti.
Setelah Calypsa selesai, Cyrus diam selama beberapa saat.
"Alamat IP itu." ujarnya akhirnya. "Berapa lama kamu butuhkan untuk sampai ke identitas penggunanya?"
"Tergantung seberapa pintar orang itu menyembunyikan dirinya." jawab Calypsa. "Paling cepat dua hari. Paling lama seminggu."
"Prioritaskan itu." ujar Cyrus. "Jaringan Dragan bisa menunggu dua hari. Ini tidak bisa."
Calypsa mengangguk dan berbalik menuju pintu.
"Calypsa."
Ia menoleh. Cyrus menatapnya dari balik mejanya dengan ekspresi yang tidak mudah Calypsa baca, bukan karena tidak ada ekspresi di sana, tapi karena ekspresi itu terlalu banyak lapisannya untuk dibaca sekilas.
"Kamu tahu tentang mobil itu malam ini bukan karena kebetulan." ujar Cyrus. "Kamu memperhatikan lingkungan sekitarmu bahkan ketika pulang kerja. Itu kebiasaan yang bagus." berhenti sejenak. "Jaga kebiasaan itu."
Calypsa tidak menjawab. Ia membuka pintu dan keluar, membawa serta rasa hangat yang tidak terduga di dadanya yang langsung ia tekan dan ia simpan di tempat paling tersembunyi yang ada di dalam dirinya.
Ini bukan waktu yang tepat untuk perasaan yang tidak membantu pekerjaannya.
Belum.