NovelToon NovelToon
Princess Anna

Princess Anna

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Anak Yatim Piatu / Spiritual / Cinta Terlarang / Cinta Seiring Waktu / Cintapertama
Popularitas:372
Nilai: 5
Nama Author: Diyah_ell

Namanya Anna.. Dia anak yang polos namun tangguh, berjiwa bebas dan baik hati.. ia terlahir di sebuah gubuk sederhana di dalam hutan yang jauh dari pemukiman warga, meski hidup sederhana, ia merasa hari harinya selalu dipenuhi kebahagiaan.
Hingga sampai suatu waktu, tragedi menimpa keluarga kecilnya dengan tragis.. Ternyata ayahnya adalah seorang putra mahkota, dan Anna pun tiba tiba menjadi seorang Putri.
bisakah Anna beradaptasi di kehidupan barunya??
Lika liku percintaannya dimulai..inilah kisah Princess Anna..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diyah_ell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Maria Rebecca Hayden Maximilian

Masih di pagi hari yang cerah..

Anna duduk di samping jendela besar sambil menatap lesu makanan di hadapannya, meja kecil di dalam kamar itu di penuhi oleh berbagai hidangan, hidangan yang bagi Anna terlihat sangat mewah namun sangat tidak menarik karena ia duduk sendirian, tidak ada Ibunya yang akan memotongkan daging dipiringnya, meniup sup yang masih panas dan lain sebagainya.

Namun ia kembali teringat, sebelum Ibunya meninggal ia bilang agar Anna hidup bahagia, maka ia bertekad untuk berusaha memenuhi keinginan terakhir Ibunya.

Anna mulai mengambil sendok, menyeruput sup kemudian mengambil pisau dan garpu lalu memotong daging.

Tak.. Tak.. Terdengar suara keras pisau bergesekan dengan piring.

Tiba tiba seorang wanita cantik dengan pakaian mewah masuk begitu saja ke kamar Anna yang pintunya terbuka.

Wanita itu mengernyitkan dahinya, ekspresinya terlihat tak senang seraya menatap Anna yang duduk sendirian.

"Siapa ya?" tanya Anna yang kebingungan.

"Haa!!.. Perilaku tak sopan macam apa ini anak kecil?" ucap wanita itu dengan raut wajah angkuh.

"Kenapa saya tidak sopan? Saya diam saja kan?"

"Kau diam saja makanya itu tidak sopan! Seharusnya kau memberi salam padaku yang seorang Putri ini!"

"Oh.. Anda Putri? Apakah anda adik Ayah saya?"

"Itu benar!"

"Halo bibi.. perkenalkan nama saya Silvanna, siapa nama Bibi?"

"Bibi? kenapa cara bicara dan caramu makan seperti rakyat jelata? Wah.. Ini tidak bisa dibiarkan! Jika orang luar tahu ada seorang Putri seperti ini kau akan mencemarkan nama baik keluarga raja.. Astagaaa!" cibirnya.

Mendengar ucapannya membuat Anna terdiam karena merasa bingung dan rendah diri.

"Maaf Tuan putri"

"Yah.. lagian salahku sendiri, apa yang kuharapkan dari anak yang di besarkan di pinggir hutan!"cemoohnya.

"Jaga bicaramu Maria!" teriak Nicholas dari belakang Maria.

"Ahhh! Kenapa Kakak tiba tiba teriak di belakangku sih!! Bikin kaget saja deh!" protes Maria begitu menoleh kebelakang.

"Kenapa pagi pagi kau mengganggu Anna yang sedang sarapan? Apa kepentinganmu datang kesini?" ucap Nic yang sedang emosi.

"Aku kan cuma penasaran sama anak ini, anak yang kakak sembunyikan selama 10 tahun lamanya..wajahnya sih lumayan cantik, tapi cara bicara, gestur dan caranya makan sangat buruk dan memalukan"

"Cukup Maria! Kau kan tahu Anna baru datang kesini, tata Krama atau apalah itu semuanya tak penting! Yang paling penting adalah Putriku merasa nyaman tinggal disini! Jangan sekali kali kau mengganggunya!!"

"Hah... Kakak bodoh!"

"Apa kamu bilang? Kau mengatai seorang Putra Mahkota bodoh? Mau mati ya?!"

"Iya Kak! Aku benar benar ingin mati! Tolong bunuh saja aku kak!! Dengan begitu aku tak perlu lagi pergi ke negeri asing yang dipenuhi orang-orang bar bar!!" tiba-tiba Maria meluapkan amarahnya dengan raut wajah menyedihkan sampai Nicholas kehabisan kata kata.

Melihat adik kakak saling berdebat membuat Anna merasa tidak nyaman.

"Ayah.." ucap Anna dengan hati-hati.

"Kenapa Tuan Putri?" ucap sembari mendekati putrinya.

"Tolong jangan bertengkar dengan Bibi" ucap lirih Anna.

"Jangan panggil aku dengan panggilan rakyat jelata! Dasar kampungan!" sahut Maria.

"Maria.. Enyahlah sana! Tenangkan dirimu sendiri! Jangan melampiaskan kemarahanmu kepada orang yang tak ada hubungannya" Nicholas mengusir Maria.

Maria pun meninggalkan ruang sambil mengomel mengucapkan kata kata kasar kepada putra mahkota.

Nicholas mengelus kepala Anna dengan lembut.

"Jangan dengarkan omong kosongnya, kau hanya perlu melakukan apapun yang kau mau disini, mengerti?"

Anna masih menunduk

"Ayah.. Sepertinya aku tidak cocok menjadi seorang Putri"

"Jangan bicara begitu.. Kau Putri Ayah, bagaimanapun dirimu kau tetaplah seorang Putri, Maria memang selalu bicara seenaknya, jangan dipikirkan yaa"

"Ayah.. Aku tidak bisa mengabaikannya, sepertinya aku terlihat aneh Dimata orang orang istana, aku tidak mau jadi orang aneh ayah.. Tolong ajari aku agar aku bisa hidup sebagai seorang Putri sesungguhnya"

"Baiklah.. Jika keadanmu sudah jauh lebih sehat, ayah akan datangkan seorang guru etiket, lalu kau memang harus belajar cara hidup sebagai anggota keluarga raja, kau harus mulai belajar ini dan itu tetapi ayah tidak akan memaksa jika kau tak menginginkannya"

"Aku akan lakukan semua itu ayah, agar aku tak membuat ayah malu di hadapan para bangsawan"

"Iya putriku, tapi dimana pelayanmu?"

"Tadi Daisy bilang mau mengambilkan ku air minum, tapi dia masih belum kembali"

"Haruskah ayah Carikan pengasuh? Kau butuh seseorang untuk menemanimu setiap saat kan?"

"Maksud ayah? Pengganti Ibu?"

"Bukan.. Putriku.. Tidak akan ada yang menjadi pengganti Ibu, kau tak perlu khawatir, pengasuh adalah seorang yang akan menjagamu lebih baik dari seorang pelayan"

"Tidak ayah.. Daisy saja sudah cukup"

"Baiklah kalau begitu, ayo makan lagi.. Ayah akan bantu potong dagingnya"

"Baik Ayah.."

.

Saat Maria terburu buru pergi karena diusir oleh Nicholas ia bertabrakan dengan Daisy yang membawa segelas air putih. Air itu tumpah mengenai gaun Maria, gelas terjatuh dan pecah.

Maria yang sedang emosi menjadi semakin marah karenanya, Daisy yang sudah berlutut ketakutan pun ditamparnya habis habisan seolah menjadi tempat pelampiasan semua amarahnya hari ini.

"Dasar pelayan bodoh! Kau mau mati ya! Hei! Pelayan! Bawakan aku air untuk mengguyur kotoran ini! Cepat!" teriaknya sambil terus menampar Daisy.

"Maaf Yang Mulia..!" ucap Daisy seraya terus menunduk.

Situasi menjadi kacau karena Maria berteriak teriak dan membuat keributan sampai mengundang perhatian orang orang yang sedang berlalu lalang.

Anna mengikuti Nicholas yang baru saja mendengar laporan keributan itu dari ajudannya yaitu Deryl.

"Keributan apa lagi ini Maria!!" teriak Nicholas.

Sedangkan Anna langsung berlari menghampiri Daisy yang tertunduk dengan wajah babak belur dan basah kuyup.

"Daisy..Kamu baik baik saja?" Anna menatap Daisy dengan iba.

"Hei kau bocah kecil!! Jangan mencampuri urusanku! kau juga kakak enyahlah!!" teriak Maria kepada Anna dan Nicholas.

"Cukup!! pengawal!! Seret Putri Maria!" ucap Nicholas.

"Tidak mau!! Jangan berani beraninya kalian orang orang rendahan menyentuhku!!" teriak Maria kepada para ksatria pengawal yang mendekatinya.

"Maaf yang mulia, ini adalah perintah Putra Mahkota" ucap salah satu ksatria.

"Hahhh!! Sialan! Lepas! Lepas! Akan kubunuh kalian semua!!" Maria terus meronta ronta.

"Anna.. Ayah pergi dulu, kau istirahatlah di kamarmu" ucap Nic.

"Baik Ayah.."

Anna menuntun Daisy meninggalkan tempat keributan itu, sementara para pelayan yang menyaksikan keributan itu mulai berbisik bisik.

"Putri Maria selalu membuat keributan setiap hari sejak ada tawaran pernikahan dari kekaisaran Razz.. Mungkin dia pikir bisa menghindari pernikahan jika terus membuat keributan seperti ini kan?" bisik seorang pelayan.

"Benar.. Apalagi sekarang ada Tuan putri baru, posisinya menjadi semakin tak penting kan?"

"Iyaa.. sepertinya Putri Maria menjadi depresi karena akan dinikahkan dengan orang bar bar"

Bisik bisik pelayan itu terdengar keras oleh Anna membuat Anna semakin memahami situasi istana saat ini.

Anna merasa hari pertama tinggal di istana itu.. rasanya aneh, orang yang memiliki kekuasaan bisa melakukan apapun semaunya kepada orang lain yang statusnya lebih rendah, lalu orang yang statusnya lebih rendah bisa dengan mudah mencaci maki orang lain sebagai hiburannya.

Inilah tempat tinggalnya sekaran, tempat yang dari jauh terlihat berkilauan namun sebenarnya adalah sebuah medan perang.

Bersambung

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!