NovelToon NovelToon
Kontrak Nikah Boss Dody : Demi Nafas Nonik

Kontrak Nikah Boss Dody : Demi Nafas Nonik

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Mafia
Popularitas:967
Nilai: 5
Nama Author: Alya Senja

Demi nafas Nonik, Santi OB miskin rela jual harga diri.
Demi warisan triliunan Opa Darwis, Dody CEO dingin butuh istri kontrak.

Satu tanda tangan di UGD, satu cap jempol Nonik yg sekarat.
Kontrak nikah 250 juta resmi dibuat.

Dia istri di atas kertas. Dia suami yg membeku.
Di antara mereka ada Nonik, bocah 5 tahun yang nyawanya jadi taruhan.

Bisakah hati sedingin es Dody luluh oleh tangis Santi?
Sementara Wati sang HRD dan Wandy sang tunangan siap menikam dari belakang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alya Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

JUAL JAM TANGAN DEMI NAFAS NONIK

BIP... BIP... BIP...

Suara monitor ICU seperti menghitung mundur. Setiap detik, nyawa Nonik bergantung dengan angka di layar. Saturasi 89. Naik-turun. Anaknya tertidur tetapi yang merawatnya yang khawatir dan bingung dengan kondisinya yang kritis itu. Apalagi untuk perawatannya membutuhkan biaya ratusan juta. Itu tidak ditanggung kartu Kesehatan. Kartu Kesehatan hanya menanggung penyakit-penyakit yang sudah masuk daftar yang ditanggung kartu itu. Untuk operasi besar seperti asma akut dan jantung tidak masuk dalam daftarnya.

Dody duduk di lantai, menyandar di dinding ICU. Jasnya sudah dia lepas, kemeja putihnya kusut. Di tangannya ada HP. Layarnya menyala. Isinya m-banking.

Saldo: Rp 3.742.501

Itu sisa uangnya, setelah 250 juta habis buat deposit ICU dua hari lalu. Setelah rekening pribadinya diblokir Opa Darwis karena Dody bersikeras untuk tetap mempertahankan pernikahan sirinya dengan Santi. Opa Darwis lebih mementingkan merger kontrak kerjasama dengan perusahaan milik keluarga Wandy di negara S. keuntungannya sangatlah besar dibandingkan dengan pernikahan sirinya dan dapat cicit dadakan. Benar, opa Darwis menginginkan cicit untuk meneruskan perusahaan. Tetapi jika merger batal maka perusahaan merugi. Untuk menutup kerugian itu susah. Perlu menggelontorkan puluhan trilyun untuk menutup kerugian. Ini yang mungkin menjadi pertimbangan dari opa Darwis. Tetapi Dody adalah Dody. Dia tidak perhitungan dengan untung rugi. Baginya dia ingin supaya pernikahan sirinya bertahan paling tidak sampai 1 tahun sesuai dengan kesepakatan walaupun sepihak dari dirinya. Dia ingin lebih mengenal lagi Santi.

"Kamu pilih OB itu? Bagus. Hidup sendiri."

Itu chat terakhir Opa sebelum nomor Dody diblokir dari semua akses keluarga Gumilang. Walaupun dia pewaris satu-satunya keluarga Gumilang, perlakuan opa Darwis itu benar-benar tidak terpikirkan olehnya. Sejak dia kecil sudah tahu kalau opa Darwis hanya mementingkan bisnis saja, keluarga nomer sekian. Bisnis lebih penting. Kontrak kerjasama  lebih penting. Kadang dody berpikir jikalau opa Darwis kehilangan seluruh keluarganya asal bisnisnya tetap jalan maka opa Darwis tidak akan pernah perduli.

Santi keluar dari toilet ICU. Mukanya pucat. Dia habis muntah. Kelelahan dan tidak makan dari kemarin.

"Pak..."

Santi ragu-ragu memanggil. Dia amat segan kepada pak Dody karena dia atasannya. Bahkan pada waktu sebelum kontrak nikah itu, pak Dody bagaikan bayangan yang tidak terjangkau. Perbedaan antara dirinya dengan pak dody terlalu besar. Ada celah yang lebar sekali sehingga tidak mungkin dia dapat sebrangi. Celah itu tidak tersebrangi walaupun dia selalu mencoba menyebranginya.

"Bapak pulang aja. Biar saya yang jaga Nonik. Bapak pasti banyak kerjaan..."

Dody mengangkat muka. Matanya merah tetapi tajam.

"Kerjaanku di sini. Jagain anakku."

Anakku.

Santi terkejut. Dadanya terasa sesak. Dua kata itu lebih menyakitkan dari kata-kata yang menusuk dari Wandi di HP tadi. Karena dia tahu... itu hanya status kontrak.

TOK…..TOK…..TOK…….

Pintu ICU diketuk, keamanan rumah sakit masuk.

"Maaf Pak Dody, ada tamu. Katanya dari PT Gumilang. Mau ketemu di lobi."

Dody mengernyit. Ini jam 5 pagi. Siapa? Aneh siapa yang mau menemuinya pada jam sepagi ini.

Dia menuruni lobby. Di sana sudah berdiri Tante Wati. Daster merah, rambut dicepol, tapi bibirnya merah. Di sampingnya, 2 orang keamanan badannya besar-besar. Tante Wati merasa perlu dijaga keamanan karena takut kalau Dody lupa diri.

Tante Wati tersenyum aneh.

"Denger-denger rekening kamu diblokir Opa, Dod? Kasihan ya. CEO jadi tidak berpunya."

Dody diam. Tangannya mengepal. Dia yang sejak kecil diperlakukan kurang menyenangkan dari tante Wati ingin ambil balas dari segala perbuatan tantenya itu apalagi saat dia jadi Ceo 8 tahun yang lalu. Saat dia baru saja pulang dari luar negeri dengan predikat cum laude. Opa Darwis segera mempercayakan Ceo di cabang perusahaan PT gumilang Perkasa di kota S.

Tante Wati mengeluarkan cek dari tas mahal tetapi kw.

"Nih. Cek 300 juta. Lebih dari cukup buat operasi anak OB itu ke kota P. Tanda tangan di sini."

Dia menyodorkan map.

Dody membaca. Surat pernyataan cerai.

"Kamu ceraikan OB itu sekarang. Pulang ke Jakarta. Nikahin Wandy minggu depan. Terus 300 juta ini cair. Nonik selamat. Kamu balik jadi CEO. Simpel kan?"

Tante Wati tertawa pelan.

 "Atau... biarin aja anak OB itu tumbang saja di ICU. Toh bukan anak kandung kamu juga."

JLEB.

Dody mengangkat muka. Dingin. Beku. Seperti es kutub. Hatinya terasa sakit. Perkataan tante Wati menghantam dadanya. “Bukan anak kandung kamu.” Itu kedengaran perih dihatinya.

Dia mengambil cek 300 juta itu. Santi yang mengintip dari balik tembok lobby langsung lemas. Jantungnya mau copot dari tangkainya.

Dody melirik Santi sekilas. Terus...

KRRRKKKK!

Dia menyobek cek 300 juta itu menjadi 4 bagian. Tepat di depan muka Tante Wati.

"Anak itu,"

Suara Dody rendah, bergetar menahan marah,

"manggil aku papa. Dia genggam jari aku takut gelap. Harga nyawa dia tidak bisa kau beli pake 300 juta, Tante."

Tante Wati melongo. Keamanannya maju.

Dody menyopot jam tangan mahal yang terbuat dari emas murni dari pergelangan tangannya. Jam tangan hadiah ulang tahun ke-25 dari opa Darwis. Itu karena dia berhasil pulang dari menyelesaikan Pendidikan di luar negeri dengan status cum laude. Bahkan kemudian menjadi Ceo.

BRAAAK!

Dia membanting jam itu ke lantai lobby. Kacanya pecah.

"Gade ini! Kau tau kan harganya 180 juta second?! Ambil! Tapi anak itu anakku. Keluargaku. Nggak ada yangg bisa misahin. Termasuk opa!"

Satu lobby rumah sakit K terdiam semua. Suster, keamanan, pasien, semua melihatnya. Adegan itu mirip seperti mini seri drama televisi lokal yang laku ditonton oleh banyak orang saentero negeri.

Tante Wati mukanya merah padam.

"Kamu... kamu bakal nyesel, Dody! Opa nggak akan maafin kamu!"

"Waktu Sony, suami OB itu, tumbang di gudang kalian, Opa juga nggak maafin kan?"

Dody maju selangkah.

"Tapi aku maafin. Karena sekarang aku ngerti rasanya. Rasanya punya keluarga yang nggak bisa kamu lindungin pake uang."

Tante Wati terdiam. Kena mental. Sony. Nama yang sudah 2 tahun dikubur oleh ingatannya. Itu sudah dia tutup tetapi kini Dody membukanya kembali ingatan itu. Berdesir hati Tante Wati mendengar itu.

Dody memungut pecahan jam mahalnya.

"Keamanan, tolong panggilkan penaksir gadai. Sekarang."

Dia membalikkan badan, meninggalkan Tante Wati yang gemetar. Pada waktu melewati Santi yang masih bersembunyi, dia tidak menoleh. Hanya berbisik pelan.

"Urus surat ke kota P. Kita berangkat kalau Nonik udah kuat terbang. Uangnya biar aku yang cari."

Santi jatuh terduduk di lantai lobby. Menangis. Bukan sedih. Tetapi... lega. Dia sekarang sudah punya suami walau statusnya hanya siri. Dia perhatian kepada dirinya dan juga pada anaknya yang sakit keras. Mau menerima anaknya itu walaupun kondisinya memprihatinkan.

Untuk pertama kalinya, dia merasakan punya "suami". Bukan CEO. Bukan boss. Tetapi laki-laki yang rela menjual harta terakhirnya buat anak yang bukan anak kandungnya sendiri.

Di ICU lantai 3, Nonik tidur. Tangannya masih menggenggam udara. Bibirnya komat-kamit lagi.

"Papa... jangan... pergi..."

Bersambung

1
gendiz
semangat ya
Alya Senja: Terima kasih kak sudah mampir
total 1 replies
MayAyunda
keren
Alya Senja: Makasih kak sudah mampir 🙏
total 1 replies
Alya Senja
ya terima kasih mau mampir kak. Kita langsung ya kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!