NovelToon NovelToon
Nano Machine Girl

Nano Machine Girl

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Sistem / Anak Genius
Popularitas:262
Nilai: 5
Nama Author: [ Fx ] Ryz

Novelette

Di tengah keputusasaan, harapan datang dari masa yang belum terjadi.

Iris Astridewi, seorang siswi sekolah menengah atas yang hidup dalam keterbatasan di Makassar, harus menelan pil pahit kehidupan.

Di usianya yang baru menginjak 17 tahun, takdir memaksanya menjadi sebatang kara setelah sang ayah meninggal dunia, meninggalkan beban hidup dan hutang yang mengancam masa depannya.

Seorang pria tampan dengan penampilan yang tidak wajar bernama Kim, tiba-tiba muncul di hadapan Iris.

Ia mengaku sebagai Humandroid tipe RK800, ciptaan tahun 2109 yang dikirim melintasi dimensi waktu.

Kim membawa pesan yang sulit dipercaya

Di masa depan, dunia akan hancur oleh tangan Iris sendiri. Bisakah Iris merubah masa depan ataukah hancur di tangan nya sendiri.

Ini kisah Iris bersama Humanoid bernama Kim

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon [ Fx ] Ryz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11 | Pecahan Kegelapan

...■▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎■...

Langit malam itu tampak sedikit mendung, tiba-tiba sebuah kilatan petir kecil menyambar di udara, tidak cukup besar untuk menggelegar, namun cukup untuk menerangi langit yang gelap. Bersamaan dengan itu, sebuah portal berukuran kecil terbuka sesaat di angkasa. Dari dalam pusaran energi itu, jatuhlah sebuah benda berbentuk bola kecil berwarna hitam pekat yang berputar perlahan. Benda itu sebenarnya adalah sisa pecahan energi dan material dari percobaan portal Stella yang sebelumnya gagal dan tidak stabil.

Bola kecil itu melayang turun perlahan seolah memiliki berat yang ringan, hingga akhirnya jatuh tepat di atas kursi kayu di sebuah taman kota yang sepi.

Di kursi yang sama, Siska sedang duduk membungkuk dengan wajah yang basah oleh air mata. Tubuhnya terguncang hebat menahan tangis. Sejak kejadian di belakang sekolah tadi siang, rasa malu, marah, dan frustrasi menumpuk di dalam dadanya. Ia tidak menyangka bahwa Iris yang dulunya dianggapnya sampah, tiba-tiba berubah menjadi sosok yang kuat dan menakutkan. Semua rencananya gagal total, dan Faisal pun kini menjauhinya.

"Apa masalahnya dengan Iris itu? Kenapa dia berubah jadi begitu? Apa hebatnya dia sampai semua orang jadi memihak padanya?" gerutu Siska dengan nada tinggi di sela-sela isak tangisnya.

Saat ia sedang meluapkan kekesalannya, matanya tiba-tiba menangkap sesuatu yang asing di sebelahnya. Di atas sandaran kursi tempat ia duduk, terlihat sebuah bola kecil berwarna hitam pekat yang memancarkan aura dingin yang samar. Benda itu terlihat mengkilap dan aneh, seolah bukan berasal dari bumi.

"Eh? Benda apa itu? Sejak kapan ada di sini?" gumam Siska penasaran.

Karena rasa penasaran mengalahkan rasa takutnya, Siska perlahan mengulurkan tangannya dan menyentuh permukaan bola hitam itu.

Namun, saat ujung jarinya menyentuh benda itu, kejadian yang tidak terduga terjadi. Bola hitam itu tiba-tiba bergerak sendiri seolah memiliki nyawa. Dengan cepat, bola itu pecah menjadi partikel-partikel hitam halus yang menyerupai asap tebal, lalu seketika itu juga masuk melalui pori-pori kulit dan hidung Siska sebelum ia sempat berteriak atau menghindar.

"Arghhh! Apa ini?! Lepaskan! Lepaskan!" teriak Siska panik sambil mencoba mengibaskan tubuhnya, namun sia-sia. Partikel hitam itu sudah masuk ke dalam aliran darah dan sarafnya.

Rasa sakit yang luar biasa seketika menyerang seluruh tubuh Siska. Ia merasakan seolah-olah ribuan jarum panas sedang menusuk-nusuk dari dalam. Tubuhnya bergetar hebat, matanya membelalak lebar menatap kosong ke depan, mulutnya terbuka lebar namun tidak ada suara yang keluar. Perlahan, tubuhnya terkulai lemas di kursi taman itu. Napasnya terhenti, detak jantungnya berhenti berdetak. Siska meninggal dunia di tempat itu.

Namun, suasana hening itu tidak berlangsung lama. Tiba-tiba, tubuh Siska yang terkulai itu bergerak lagi. Perlahan, ia bangkit duduk tegak di kursinya. Matanya yang tadinya berair dan sedih kini terbuka lebar menatap lurus ke depan dengan tatapan yang sangat dingin, kosong, dan tajam. Tidak ada sedikitpun emosi yang tergambar di wajahnya.

Sebuah suara mekanis terdengar samar di dalam kepalanya.

[Sistem Inokulasi Selesai.]

[Mengunduh Memori dan Basis Data Inang...]

[Integrasi Pengetahuan Berhasil.]

[Konfirmasi: Inang Berhasil Diambil Alih.]

Siska, atau sosok yang kini menguasai tubuh Siska itu, berdiri perlahan. Ia merapikan pakaiannya dengan gerakan yang luwes namun kaku. Tatapannya mengamati sekelilingnya dengan analisis yang cepat dan tajam.

"Jadi, ini dunia di masa kini... Dan ingatan inang ini... Sangat menarik," gumam Siska dengan nada bicara yang sama persis seperti nada bicara aslinya, namun terdengar jauh lebih datar, dingin, dan berwibawa. Tanpa menoleh ke kiri atau kanan, ia berjalan meninggalkan taman itu menuju rumahnya.

................

Di tempat yang berbeda, jauh di permukaan Bulan, di dalam fasilitas latihan canggih milik Shelter, Iris sedang berkeringat deras namun wajahnya terlihat bersemangat. Saat ini, ia sedang mempraktikkan berbagai jurus bela diri yang baru saja ia pelajari menggunakan fitur 'Salin & Tempel'.

Di depannya, hologram Kim menampilkan gerakan-gerakan standar bela diri karate, taekwondo, hingga gulat dengan sangat jelas. Iris menirukannya satu per satu dengan gerakan yang semakin hari semakin sempurna.

Sret! Bugh! Dwess!

Suara hantaman dan gesekan udara terdengar di ruangan itu. Iris melakukan gerakan tendangan memutar khas taekwondo, lalu beralih ke teknik kuncian tangan ala gulat, diakhiri dengan pukulan presisi khas karate. Gerakannya terlihat sangat luwes, kuat, dan indah.

"Bagus sekali, Nona Iris. Gerakan Anda semakin akurat dan tenaga yang dikeluarkan sudah terukur dengan baik. Anda telah menguasai dasar ketiga jenis bela diri itu dengan sempurna," puji Kim yang sedang mengawasi dari layar kontrol.

"Hahaha, terima kasih, Paman Kim. Rasanya tubuhku semakin terasa ringan dan kuat setiap kali aku berlatih. Aku jadi tidak sabar ingin mencoba kemampuan ini di dunia nyata lagi," jawab Iris dengan napas yang sedikit terengah namun tersenyum puas.

"Latihan hari ini sudah cukup. Nona Iris diizinkan untuk beristirahat terlebih dahulu di Ruang Istirahat Utama," ujar Kim.

Mendengar itu, wajah Iris bersinar gembira. "Wah, akhirnya aku bisa masuk ke ruangan itu juga. Selama ini aku hanya melihatnya dari jauh saja."

Iris pun berjalan menuju Ruang Istirahat Utama yang terletak di bagian tengah Shelter. Saat pintu otomatis terbuka, Iris terpukau melihat pemandangan di dalamnya. Ruangan itu sangat luas, bersih, dan dirancang dengan teknologi yang sangat maju namun tetap memberikan kenyamanan. Dinding-dindingnya terbuat dari bahan transparan yang bisa menampilkan pemandangan alam buatan atau pemandangan luar angkasa yang indah. Perabotannya terbuat dari bahan yang terlihat mewah namun lembut.

"Ruangan ini benar-benar luar biasa indah," gumam Iris takjub.

Belum sempat Iris duduk, tiba-tiba sebuah meja makan otomatis muncul dari lantai dengan sendirinya, diikuti oleh hidangan makanan yang terlihat sangat lezat dan menggugah selera yang dihidangkan oleh robot pelayan atau perintah sistem Kim. Baik itu makanan Barat, Timur, hingga makanan tradisional Indonesia lengkap tersedia di sana.

"Wah, Paman Kim, kamu benar-benar memanjakanku ya," ucap Iris terkekeh.

"Sesuatu yang pantas Anda dapatkan setelah bekerja keras berlatih, Nona. Silakan dinikmati," jawab Kim ramah.

Saat sedang asyik menyantap makanannya, mata Iris tertuju pada sebuah rak pajangan atau bingkai foto yang kosong di atas meja kecil di sudut ruangan. Ia teringat bahwa selama berada di tempat ini, ia belum pernah menemukan sedikitpun foto atau benda peninggalan yang berhubungan dengan keluarganya atau dirinya di masa depan.

"Paman Kim... Aku ingin bertanya," ucap Iris tiba-tiba.

"Apa itu, Nona Iris?" tanya Kim.

"Apakah di sini tidak ada foto atau barang peninggalan dari keluargaku di masa depan? Aku sudah melihat ke sana ke mari, tapi tidak menemukan satupun foto atau barang pribadi yang bisa menjelaskan siapa keluargaku atau bagaimana kehidupanku di masa depan," tanya Iris dengan nada penasaran sekaligus sedikit sedih.

Kim terdiam sesaat seolah sedang memproses pertanyaan itu.

(Mohon maaf, Nona Iris. Data-data mengenai itu masih disimpan di dalam arsip pusat yang memiliki tingkat keamanan sangat tinggi dan terkunci. Sejauh ini, akses Anda belum cukup untuk membuka data-data tersebut. Namun, percayalah, saat waktunya tepat, Anda pasti akan mengetahuinya.)

Mendengar penjelasan itu, Iris mengangguk pelan meski rasa penasarannya belum terpuaskan. "Begitu ya... Baiklah, aku akan bersabar menunggu saat itu tiba."

................

Sementara itu, di kediaman keluarga Siska, suasana malam itu terasa sedikit berbeda dari biasanya.

Siska baru saja tiba di rumah. Saat masuk ke ruang tamu, ibunya dan adik perempuannya sedang menonton televisi. Begitu melihat kedatangan Siska, mereka menyapa seperti biasa.

"Eh, sudah pulang, Siska? Kok wajahmu lemas sekali? Apa habis dari les?" tanya ibunya ramah.

Namun, Siska hanya menatap ibunya sekilas dengan tatapan dingin tanpa ekspresi, lalu berjalan melewati mereka begitu saja menuju ruang kerja ayahnya.

"Eh, kok diam saja sih dia? Biasanya kalau pulang-pulang pasti banyak cerita atau curhat ini itu. Apa dia lagi marah atau sakit ya?" gumam ibunya bingung.

Di ruang kerja, ayah Siska sedang duduk di depannya laptop dengan wajah kusut. Ia baru saja menerima laporan bahwa investasi saham yang ia tanamkan mengalami penurunan drastis dan merugikan keuangannya.

"Ah, sial. Kalau begini terus, modal kita bisa habis," gerutu ayah Siska frustrasi.

Tiba-tiba, Siska masuk ke dalam ruangan itu dan berdiri di belakang kursi ayahnya.

"Ayah sedang mengalami masalah dengan investasi saham 'Perusahaan Maju' dan 'Cipta Karya', bukan?" tanya Siska dengan nada bicara yang tenang namun sangat dingin dan tajam.

Ayah Siska menoleh kaget. "Eh, Siska? Kok kamu tahu?"

"Ayah harus segera menjual saham 'Cipta Karya' sebelum nilainya jatuh lebih parah, dan alihkan dananya untuk membeli saham 'Aegis Corporation' yang saat ini sedang mulai naik grafiknya. Dalam waktu 1x24 jam, saham itu akan melonjak tinggi drastis," ujar Siska dengan nada yakin seolah-olah dia ahli di bidang itu.

Ayah Siska mengerutkan kening bingung. "Maksud kamu apa, Siska? Kamu kan tidak mengerti soal saham-sahaman begini."

"Percayalah. Lakukan apa yang aku katakan. Atau ayah mau rugi lebih besar lagi?" jawab Siska tegas.

Melihat tatapan mata anak perempuannya yang terlihat sangat meyakinkan dan berbeda dari biasanya, ayah Siska akhirnya memberanikan diri untuk mengikuti saran itu meski ragu. Ia segera mengoperasikan laptopnya dan melakukan transaksi sesuai perintah Siska.

Benar saja, keesokan paginya, ayah Siska bangun dengan wajah berseri-seri. Ternyata, seperti prediksi Siska, saham yang ia beli mengalami kenaikan drastis dalam semalam, memberikan keuntungan yang sangat besar bagi keluarganya.

"Wah, hebat sekali anakku ini! Ternyata kamu punya bakat di bidang bisnis dan investasi ya, Siska. Ayah jadi bangga sekali padamu," ujar ayah Siska dengan wajah sumringah saat sarapan pagi itu. Ia bahkan langsung memutuskan untuk membelikan sebuah mobil pribadi terbaru untuk Siska sebagai hadiah.

Namun, di sisi lain, ibu dan adik perempuan Siska justru merasa tidak nyaman dengan perubahan sikap Siska yang drastis. Siska yang dulunya ceria, manja, dan banyak bicara, kini berubah menjadi sosok yang dingin, pendiam, jarang tersenyum, dan bicara seperlunya saja.

"Aneh sekali Siska sekarang. Dia jadi kaku dan menyeramkan ya," bisik adiknya kepada ibunya.

"Iya, Ibu juga merasakannya. Entah kenapa rasanya dia bukan Siska yang kita kenal dulu lagi," jawab ibunya dengan nada khawatir, meski di sisi lain mereka senang dengan keuntungan finansial yang didapatkan.

Sementara itu, Siska hanya duduk di kursinya sambil memegang gelas susu, menatap kosong ke depan dengan tatapan yang penuh perhitungan dan ambisi yang tersembunyi di balik wajah dinginnya.

...■▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎■...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!