ig: @namemonarch
Di sebuah multiverse di mana para penguasa mengandalkan insting dan amarah, Ye Chen mendominasi dengan kalkulasi dingin. Ia adalah sosok yang memanipulasi keadaan dari balik layar, memandang konflik dunia layaknya bidak catur di papan raksasa.
"Kultivasi hanyalah proses penyempurnaan sirkulasi energi. Dan takdir? Itu hanyalah sekumpulan data yang belum dikendalikan oleh tangan yang tepat."
Inilah awal dari perjalanan lintas jagat raya. Sebuah jalan di mana hukum langit akan tunduk di bawah kendali seorang analis sistem yang memulai langkahnya dari titik terendah untuk mencapai puncak tertinggi multiverse.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nameless Monarch, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 27 — Konsolidasi Dalam Kegelapan
Dua belas hari telah berlalu sejak Tabib Hua Jue meninggalkan ruang bawah tanah kediaman Su Wenzhou. Di dalam ruangan yang hanya diterangi oleh pendaran api tungku alkimia yang dijaga tetap rendah, Ye Chen duduk bersila tanpa bergerak sedikit pun, menyerupai patung batu kuno yang telah menyatu dengan keheningan dan kelembapan bawah tanah.
Lengan kirinya masih terbungkus perban medis, namun aroma tajam dari ramuan hijau yang menyengat kini telah memudar, digantikan oleh aroma samar energi tanah yang stabil. Selama masa ini, Ye Chen benar-benar mengisolasi diri, memaksa Su Wenzhou untuk menjadi penjaga pintu yang tidak boleh membiarkan satu tikus pun lewat.
"Sistem, berikan laporan mendalam mengenai progres regenerasi seluler dan stabilitas meridian utama," batin Ye Chen.
[Memproses pemeriksaan internal secara menyeluruh...]
[Status Regenerasi Fisik: Tulang radius dan ulna telah menyatu kembali sebesar 88%. Jaringan otot yang robek mengalami pemulihan fungsional hingga 92%.]
[Status Meridian: Jahitan spiritual dari benang esensi teratai salju telah berasimilasi sempurna dengan jalur nadi alami. Kapasitas aliran Qi saat ini: 45% dari batas normal.]
[Peringatan: Meskipun struktur telah menyatu, kepadatan meridian masih rapuh. Hindari lonjakan energi mendadak melampaui 50% kapasitas Dantian untuk 72 jam ke depan atau jahitan spiritual akan terurai.]
Ye Chen menghembuskan napas perlahan, sebuah uap tipis keluar dari mulutnya. "Sesuai kalkulasi awal. Luka fisik memang lebih mudah ditangani dengan bantuan medis yang tepat daripada kerusakan fondasi jiwa."
Selama dua belas hari ini, Ye Chen tidak sekadar berdiam diri. Di bawah bimbingan simulasi sistem, ia memutar Teknik Pernapasan Arus Bumi dengan frekuensi yang sangat rendah—sebuah frekuensi yang secara teknis disebut sebagai 'Denyut Nadi Tanah'. Teknik ini menarik energi murni dari lapisan bumi yang terletak jauh di bawah fondasi rumah Su Wenzhou, menggunakannya sebagai "perekat" alami untuk memperkuat kembali meridiannya yang sempat hangus.
Ia perlahan membuka matanya. Pupilnya berkilat sesaat dengan cahaya keemasan sebelum kembali ke warna hitam pekat yang normal. Di depannya, Su Wenzhou tampak sedang tertidur di kursi kayunya, terlihat sangat lelah setelah dipaksa Ye Chen untuk terus-menerus memurnikan bahan pangan nutrisi tinggi dan obat-obatan setiap hari.
"Su Wenzhou," panggil Ye Chen. Suaranya tidak keras, namun mengandung tekanan otoritas yang langsung membuat pria tua itu tersentak bangun.
"Y-ya! Tuan Ye! Saya di sini! Apakah ada yang salah dengan perbannya?" Su Wenzhou segera berdiri, wajahnya menunjukkan campuran antara pengabdian dan ketakutan. Selama dua minggu ini, ia menyaksikan Ye Chen bermeditasi tanpa makan dan minum, sementara tekanan aura di sekitar pemuda itu terasa semakin berat dan tidak terbaca.
"Ambilkan aku informasi terbaru," perintah Ye Chen datar. "Aku butuh laporan presisi tentang situasi di Tambang Utara Keluarga Lin setelah insiden runtuhnya dinding sektor 404. Dan bagaimana reaksi resmi Serikat Gagak Hitam terhadap berita hilangnya salah satu pekerja mereka."
Su Wenzhou menelan ludah. "Tuan Ye, saya sudah mencaritahu melalui pasar gelap. Keluarga Lin melaporkan insiden itu sebagai kecelakaan kerja. Namun di balik layar, mereka sedang kacau besar. Sektor terdalam ditutup permanen. Kabarnya, 'monster' misterius telah menghisap kering seluruh nadi spiritual di sana hingga menjadi batu kusam. Para tetua klan Lin sedang panik karena hilangnya potensi pendapatan terbesar mereka."
Ye Chen menyeringai tipis. "Panik adalah variabel yang sangat menguntungkan. Itu membuat orang cerdas sekalipun menjadi ceroboh terhadap detail kecil."
"Lalu mengenai pihak Serikat," Su Wenzhou melanjutkan. "Pengawas Gao Meng sempat menanyakan Anda, tapi karena Anda terdaftar sebagai pekerja tambang yang 'hilang dan diduga tewas' di pembuangan limbah, mereka telah menutup berkas Anda. Anda secara resmi dianggap sudah menjadi mayat di perut anjing liar."
"Sempurna," ucap Ye Chen singkat.
Status 'mati' secara administratif adalah perlindungan terbaik. Ia kini bebas bergerak sepenuhnya di luar jangkauan radar faksi mana pun. Identitas Ye Chen yang lama telah dihapus oleh kecerobohan Keluarga Lin sendiri, meninggalkan sebuah kanvas kosong bagi langkah infiltrasinya yang berikutnya.
Ye Chen bangkit berdiri, merasakan otot-ototnya kembali melentur. Ia berjalan menuju meja kerja dan membuka antarmuka Toko Sistem di benaknya.
[Saldo: 146.700 Poin Kenaikan]
"Sekarang setelah wadah jasmaniku stabil, aku butuh instrumen pendukung untuk mengamankan posisiku di Kota Daun Gugur. Aku butuh identitas baru yang tak tersentuh," pikirnya. Ia mulai menyaring daftar barang di Toko Sistem.
[Opsi 1: Topeng Seribu Wajah (Tingkat: Bumi - Rendah)]
[Deskripsi: Artefak yang mampu mengubah struktur tulang wajah dan tekstur kulit secara fisik. Tidak bisa dibongkar oleh Persepsi Spiritual kecuali oleh kultivator dua alam di atas pengguna.]
[Harga: 20.000 Poin Kenaikan]
[Opsi 2: Set Jarum Penembus Jiwa (Tingkat: Bumi - Menengah)]
[Deskripsi: 36 jarum hitam tipis dari meteorit hitam. Memiliki properti pasif untuk menembus pelindung Qi dan merusak jalur meridian lawan dalam jarak dekat.]
[Harga: 25.000 Poin Kenaikan]
Ye Chen menimbang opsi tersebut. "Kualitas tingkat Bumi sudah cukup untuk tahap ini. Beli Topeng Seribu Wajah dan Set Jarum Penembus Jiwa. Simpan langsung ke dalam Inventaris."
[Transaksi Berhasil. Mengurangi 45.000 Poin Kenaikan.]
[Saldo Sisa: 101.700 Poin.]
Kilatan cahaya keemasan muncul sekejap, dan dua artefak baru tersebut kini telah tersimpan dengan aman di dalam ruang penyimpanannya.
Ia menatap Su Wenzhou. "Su, berapa banyak tabungan emas dan batu spiritual yang kau miliki selama ini?"
"A-apa? Tuan, saya hanya memiliki sedikit..."
"Jangan berbohong. Aku sudah memindai laci rahasia di balik rak alkimiamu," potong Ye Chen dingin. "Aku butuh modal fisik untuk membuka sebuah usaha kecil di Distrik Timur, dekat dengan penginapan 'Awan Merah' milik Tabib Hua Jue."
Su Wenzhou tertegun sejenak. "Sebuah usaha? Tuan ingin menjadi pedagang?"
"Bukan sekadar pedagang," jawab Ye Chen sambil melangkah menuju tangga kayu. "Aku akan membuka Toko Barang Antik dan Penilai Material. Sebuah tempat di mana informasi dan material langka mengalir masuk setiap harinya. Jika kau ingin tetap hidup, kau akan menjadi manajer resminya, sementara aku akan menjadi 'asisten' bisu yang cacat dan tidak mencolok."
Logika Ye Chen sederhana: Distrik Timur adalah pusat informasi bagi kultivator liar dan pedagang gelap. Dengan berperan sebagai penilai material, ia bisa menggunakan kemampuan pemindaian sistem untuk menemukan barang berharga yang tidak disadari pemiliknya, sekaligus memantau pergerakan faksi besar melalui barang yang mereka cari.
Ia akan membangun jaringan informasinya sendiri, tepat di jantung ekonomi kota, sambil menunggu variabel yang tepat untuk meruntuhkan Keluarga Lin dari dalam.
"Persiapkan semuanya dalam dua hari. Cari bangunan yang memiliki akses keluar-masuk rahasia," Ye Chen menoleh di tangga, mata kirinya berkilat tajam. "Variabel buangan ini sudah bosan dengan bau tanah tambang. Waktunya kita mulai bermain dengan struktur ekonomi kota ini."
Su Wenzhou hanya bisa membungkuk dalam-dalam. Di matanya, Ye Chen bukan lagi pemuda biasa; dia adalah entitas dingin yang setiap langkahnya telah ditulis dalam skenario besar yang mustahil untuk dihindari.
Langkah Ye Chen menaiki tangga kayu itu terdengar mantap. Perang yang sesungguhnya di mata Ye Chen bukan terjadi di medan tempur yang bising, melainkan di balik meja transaksi yang sunyi.
ada usul tidak jelas