Dimasa lalu..
Lelaki berbaju kokoh merah maroon itu berusaha menarik tangan perempuan yang baru saja melompat dari gedung lantai dua.tatapan pria itu tajam menatap perempuan yang berusaha melepaskan genggaman tangannya.
Pria itu seharusnya menjaga tatapannya,menjaga diri agar tidak menyentuh wanita yang bukan muhrimnya.tapi ia harus melakukan ini.ini semua darurat.ia tidak bisa begitu saja membiarkan seorang wanita melompat dihadapannya begitu saja.
" Lepaskan saya lebih baik saya mati."
" Sadarlah nona bunuh diri itu perbuatan dosa,anda tidak akan diterima dibumi maupun dilangit.arwah anda akan mengantung diantaranya."
Wanita itu tetap kekeh,ia berusaha melepaskan tangan laki laki itu.keringat menetes didahi pria tampan itu.ia menatap perempuan itu terjatuh dihadapannya.adnan Al Fahri putra dari kiay Husen pemilik pondok pesantren yang sangat dihormati dikota ini.
Untuk pertama kalinya dalam hidupnya ia menatap perempuan dengan begitu dalam.dan untuk pertama kali
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aqilaarumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab12
Ayla mengeleng lemah memegangi pipinya yang masih terasa perih.
" Ayla bisa menjelaskannya papi,ini tidak seperti yang papi fikirkan.kami belum melakukan apa apa."
" Belum? Tapi akan! Begitu kan maksud kamu ayla dan papi tidak bisa membayangkan apa yang dilakukan laki laki ini jika papi tidak datang.kalian pasti akan berzina."
" Maafkan saya om tapi saya tidak bermaksud menodai Ayla kami hanya ingin berciuman,itu saja" jawab Kay jujur.
" Janganlah kamu mendekati zina, ciuman bibir pintu mendekati zina" Al isra 32
Namun ciuman yang dianggap Kay biasa saja membuat papi hazan semakin marah.
" Mulai sekarang jangan pernah bertemu dengan anak saya lagi."
" Papi Ayla mohon jangan lakukan itu,Ayla sangat mencintai Kay,Kay dunianya Ayla pi.kami berdua tidak pernah melakukan sentuhan fisik yang berlebih kecuali cium pipi,kening dan pelukan saja."
" Astagfirullah Al adzim."
Papi hazan mengusap wajahnya kasar.
" Saya minta kamu nikahi anak saya sekarang juga."
Deggggghhhhjj
Siapakah jantung yang berdetak lebih kencang saat mendengarkan permintaan papi hazan,apakah Ayla,Kay atau mungkin devan?Ayla yang memang ingin segera menikah dengan Kay karna takut dijodohkan dengan laki laki lain, Kay yang notabenenya Begitu takut dengan yang namanya pernikahan karna pernikahan kedua orang tuanya yang begitu hancur dan Devan yang begitu sangat menginginkan untuk menghalalkan Ayla karna hampir tiap malam wajah ayla mengangu tidurnya.
Ayla menatap Kay berharap Kay segera memngiyyakan permintaan papinya bukankah Kay berjanji untuk menikahinya.
Namun Kay hanya diam bayangan bayangan papa Lucas bermain main dengan jalanya dan tidak segan segan memukuli mama Bella dan desahan desahan mamanya yang bercinta dengan laki laki lain begitu terdengar menyakitkan ditelinga ya membuat Kay tidak bisa menjawab pertanyaan papi hazan.
Hazan tersenyum kecut.
" Saya sudah banyak tahu tentang laki laki seperti kamu didunia ini." Ucapnya lalu menarik tangan putrinya menjauh dari laki laki itu.
Kay tersungkur lemah,matanya berkaca kaca ia mencekram lututnya erat.
" Ia sangat mencintai ayla tapi kata menikah.kehidupan pernikahan seperti neraka baginya."
Devan ada disana melihat kefrustasian laki laki itu.lalu berlalu pergi dari tempat itu.
Hazan membuka pintu mobilnya dengan gerakan cepat dan memaksa Ayla duduk disamping kursi kemudi.
" Papi aku mohon jangan seperti ini.kay bukan laki laki seperti apa yang papi fikirkan."
" Cukup Ayla papi tidak mau mendengar kan apapun yang kamu katakan.sudah cukup apa yang papi lihat tadi adalah bukti apa yang selama ini kamu lakukan dengan pacar kamu itu.papi salah telah memberikan kebebasan untukmu."
Ayla diam tidak menjawab atau membantah hazan lagi.
Disepanjang perjalanan Ayla diam dan lebih memilih melihat pemandangan malam dengan lampu jalan kota yang berkelip kelip.
" Apa kamu fikir ayah tidak akan mendapatkan dosa jika kamu berbuat zina ayla.diakhirat papi juga akan mempertanggungjawabkan karna lalai dalam mendidik kamu."
" Tolonglah ayla jangan perberat papi diakhirat."
Namun sepanjang papi hazan menasehati Ayla,Ayla hanya diam membuat hazan mengeleng.
"Kalau pacar kamu itu tidak mau menikah dengan kamu.papi akan menerima lamaran putra kiay Adnan dan kamu harus menerimanya."
Ayla sontak menoleh kearah papinya .
" Tidak papi.ayla hanya akan menikah dengan Kay."
" Lalu laki laki itu apakah mau menikah dengan kamu.?kamu lihatkan tadi laki laki itu bahkan dia diam.sudah cukup kamu berbuat dosa Ayla.!"
Ayla terdiam ia mengusap wajahnya lalu menyadarkan punggungnya pada kursi mobil.
Dalam kisah ini Kalian mau Ayla menikah dengan siapa?
Apakah dengan Kay,agar Kay bisa mengerti kalau kehidupan pernikahan tidak seburuk apa yang dia fikirkan.
Ataukah kalian mau kisah Ayla yang menikah dengan Devan? Mengobati luka hati Devan yang selalu menjadi pelampiasan dendam dari ummi Nadya.
Jawab dicomen guys.....