NovelToon NovelToon
Kisah Sang Penguasa

Kisah Sang Penguasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Spiritual / Misteri
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Blueria

Dengan kecerdasan aku menantang jalan ku sendiri. Aku bukanlah pahlawan atau penjahat besar tapi aku ada untuk keluargaku sendiri.

Dengan segala yang kumiliki aku menantang takdir, langit dan bumi dan menjadi penguasa dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blueria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7 — Xiao Mei Lin

Begitu punggung Wang Yan menghilang di balik pintu besar paviliun, Xiao Li tidak membuang waktu. Ia segera memberikan instruksi singkat kepada pelayan lain untuk menjaga konter, sementara dirinya bergegas menaiki tangga kayu hitam menuju lantai tiga.

Langkah kakinya tidak terlalu terburu-buru berhenti di depan sebuah pintu kayu jati berukir yang dijaga oleh dua pengawal bertubuh tegap.

Xiao Li membungkuk rendah, memberikan kode khusus sebelum diizinkan masuk ke dalam ruangan yang hanya diperuntukkan bagi tamu penting dan petinggi paviliun.

Di balik jendela besar yang tertutup tirai sutra tipis, seorang wanita berdiri membelakangi pintu. Ia baru saja melepaskan pandangannya dari sosok Wang Yan yang berjalan menjauh di kejauhan jalan raya.

“Nona Mei Lin... Sarjana Wang baru saja pergi,” lapor Xiao Li dengan nafas yang sedikit tidak teratur.

Wanita itu berbalik perlahan. Ia adalah Xiao Mei Lin, Kepala Cabang Paviliun Mahkota Xiong untuk Kota Qingshi. Di usianya yang baru menginjak 21 tahun, ia sudah memegang otoritas penuh atas bisnis besar ini.

Xiao Mei Lin memiliki kecantikan yang mencolok namun berbahaya. Wajahnya berbentuk oval sempurna dengan bibir merah merekah yang selalu tampak menyimpan rahasia. Jubah merah marun yang ia kenakan melekat ketat, menonjolkan lekuk tubuhnya yang sangat berisi dan dewasa untuk wanita seusianya.

Kulitnya putih bersih, kontras dengan rambut hitamnya yang disanggul rapi menggunakan tusuk konde emas berbentuk naga.

“Aku melihatnya, Xiao Li. Kau tidak perlu khawatir tentang itu.” suara Xiao Mei Lin terdengar rendah dan serak, namun penuh wibawa. “Dia memberikan koin emas, bukan?”

Xiao Li segera mengeluarkan koin-koin emas yang baru saja ia terima dan meletakkannya di atas meja kerja Xiao Mei Lin. “Benar, Nona. Lima koin emas untuk seikat Daun Keberuntungan Maple. Ia juga membeli dua botol Pil Pengembali Stamina.”

Xiao Mei Lin melangkah mendekati meja, jemarinya yang lentik menyentuh salah satu koin emas tersebut. Sejak lama, pihak paviliun memang sudah tertarik dengan kecerdasan Wang Yan.

Reputasinya sebagai ahli strategi di antara para pedagang telah sampai ke telinga Xiao Mei Lin. Namun, selama ini Xiao Mei Lin belum merasa perlu turun tangan langsung untuk merekrutnya karena menganggap Wang Yan hanyalah seorang sarjana fana yang berguna untuk urusan logistik dan administrasi belaka.

“Daun Keberuntungan Maple...” Xiao Mei Lin bergumam pelan.

“Satu-satunya kegunaan herbal itu dalam jumlah satu ikat adalah sebagai katalis penyeimbang energi spiritual saat seseorang baru akan membuka meridian untuk pertama kalinya.”

Xiao Mei Lin berjalan kembali ke arah jendela, menatap jalanan yang kini kosong dari sosok Wang Yan.

“Jadi, sarjana kecil itu akhirnya memutuskan untuk masuk ke jalan kultivator?”

Xiao Mei Lin menarik napas panjang, membuat bagian depan jubahnya yang ketat semakin menonjol. “Menarik. Tapi juga sangat terlambat.”

Xiao Mei Lin mengetuk-ngetukkan kuku jarinya yang dicat merah ke atas meja kayu hitam. Bunyinya teratur, seirama dengan detak jantung Xiao Li yang masih sedikit tegang di hadapannya.

“Daun Keberuntungan Maple dalam jumlah satu ikat… Itu bukan dosis untuk pemeliharaan energi, Xiao Li. Itu dosis untuk penyeimbang fondasi awal bagi mereka yang baru akan menyentuh gerbang kultivasi,” ucap Xiao Mei Lin pelan, suaranya terdengar berat dan berwibawa.

Matanya yang tajam menyipit menatap koin emas di meja. “Katakan padaku, berapa usia Sarjana Wang saat ini?”

Xiao Li membungkuk lebih dalam, mencoba mengingat-ingat catatan kependudukan yang pernah ia baca di arsip paviliun. “Jika saya tidak salah ingat, usianya saat ini tujuh belas tahun, dalam satu bulan lagi ia akan genap berusia delapan belas tahun, Nona Mei Lin.”

“Delapan belas?” Xiao Mei Lin mengulangi angka itu dengan nada meremehkan.

Sebuah tawa kecil yang merdu namun dingin lolos dari bibirnya yang merah merekah. Ia menyandarkan tubuhnya yang montok ke kursi kebesarannya, membuat jubah sutra ketat yang ia kenakan semakin menonjolkan lekuk dadanya yang berisi.

“Jadi, sarjana kesayangan kota ini benar-benar berniat masuk ke jalan kultivator di usia delapan belas tahun? Benar-benar sebuah lelucon yang mahal.”

Xiao Mei Lin mengambil salah satu koin emas, memutar-mutarnya di antara jemarinya yang lentik. Kilatan emas itu terpantul di matanya yang indah.

“Di Dinasti Zhou, standar emas untuk memulai kultivasi adalah usia dua belas hingga empat belas tahun. Di usia delapan belas, tulang-tulangnya sudah mulai mengeras dan meridiannya sudah terlalu banyak terpapar kotoran dunia fana. Memulai sekarang hanya akan membuatnya menjadi kultivator kelas bawah yang menghabiskan sisa hidupnya hanya untuk menembus tingkatan Lautan Spiritual lapisan pertengahan.”

Ia menarik napas panjang, membuat bagian depan jubahnya yang ketat naik-turun dengan jelas, seolah sedang membuang rasa tertariknya pada potensi Wang Yan.

“Apakah dia akan menjadi seekor ikan emas yang melompat melewati gerbang naga? Aku sangat meragukannya. Langit tidak semurah hati itu pada orang yang terlambat memulai,” gumamnya seraya melempar kembali koin itu ke meja dengan bunyi klenting yang nyaring.

Meskipun Paviliun Mahkota Xiong sempat tertarik untuk merekrut Wang Yan karena otak strategisnya, Xiao Mei Lin kini justru merasa sedikit kecewa. Baginya, seorang jenius yang mencoba menjadi kultivator di usia senja adalah pemborosan bakat. Namun, tatapan matanya segera berubah menjadi kilatan pragmatis khas seorang pedagang ulung.

“Tapi… aku tidak peduli seberapa jauh dia bisa melangkah sebagai kultivator,” Xiao Mei Lin tersenyum tipis, sebuah senyum yang hanya ditujukan pada keuntungan materi.

“Selama dia memiliki emas sebanyak ini untuk dibelanjakan di sini, dia tetaplah tamu istimewa bagiku. Lima koin emas untuk seikat herbal? Itu adalah keuntungan yang sangat manis untuk pagi yang membosankan.”

Ia kembali menatap jendela, tidak lagi melihat Wang Yan sebagai calon naga, melainkan hanya sebagai sumber koin emas yang menarik untuk terus diperas.

“Biarkan dia bermimpi, Xiao Li. Tugas kita hanya memastikan emasnya terus mengalir ke pundi-pundi paviliun ini. Terus awasi dia, aku ingin tahu seberapa banyak lagi simpanan emas yang dimiliki oleh sarjana ambisius kita itu.”

Xiao Li mengangguk mantap, sorot matanya kini penuh kepatuhan. “Tentu, Nona. Saya akan mengawasinya tanpa menarik perhatian. Transaksi sekecil apa pun darinya akan langsung sampai ke meja Anda.”

...

1
BlueHeaven
*Seharusnya Hukum Dinasti
Ajipengestu
Lanjut💪
Author Lover's
Belum ngontrak ni thor?
BlueHeaven: makasih ya💪👋
total 3 replies
Nanik S
Wang Bo... apa lupa Ingatan
BlueHeaven: Bisa dikatakan seperti itu bang, ingatannya Feng Bo terpecah karena suatu hal yang akan di ceritakan alasannya dalam Arc besar.
total 1 replies
Nanik S
Hadir
BlueHeaven: Absen terus💪
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!