NovelToon NovelToon
Demi Sumpah Dan Cinta Matiku

Demi Sumpah Dan Cinta Matiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Mafia / Cintapertama
Popularitas:63
Nilai: 5
Nama Author: Shelly Husein

Laki-laki hanya mencintai satu kali, sisanya hanya menjalani hidup. Ada yang mengatakan seperti itu. Damien tidak tau apakah itu benar, namun perjalanan hidupnya kali ini benar-benar diluar prediksi dan rencana.
Dia kehilangan istri dan keluarga kecilnya juga terancam pecah, namun di saat yang hampir bersamaan, ternyata semua bencana yang dia alami mengantarkan dia bertemu kembali ke sosok wanita yang dulu sangat dia idam-idamkan sepenuh jiwanya untuk menjadi pasangan hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shelly Husein, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Beda pandangan.

Bab 8

4 januari 2025.

Morin sudah bangun sejak pagi-pagi, sementara Bayu masih terlelap tidur.

Morin bangun dengan berat hati, masih mengantuk tapi hatinya resah. Ia duduk di tempat tidur lalu berdiam.

Ia ingin menemui mamanya, tapi mama masih belum ada juga dirumah. Lamat-lamat terdengar langkah kaki pelan menuju kearah kamar nya, lalu pintu kamar nya terbuka perlahan, dan masuk lah Nunuk menghampiri Morin. “sudah bangun dari tadi ya ?” Tanya Nunuk pelan-pelan kepada Morin.

Morin mengangguk, lalu bertanya “mama udah pulang belum, kak ?”, Nunuk menggelengkan kepala dengan berat. “yuk, mandi dulu... Hari ini kan mulai sekolah lagi, PR nya sudah di kerjakan atau belum ??” Tanya Nunuk lembut. ”Ga ada PR , kak... Cuma disuruh bawa makan siang.” Jawab Morin. “Oo... yawdah, nanti minta uang ke papa untuk beli nasi uduk di dekat sekolah yaa, kaka siapkan tempat makannya aja” jawab Nunuk kembali.

Morin hanya mengangguk, lalu berdiri dan berjalan bersama Nunuk keluar kamar untuk mandi pagi di kamar mandi yg terletak di luar kamar Morin.

Nunuk ikut masuk ke kamar mandi, membantu Morin untuk mandi pagi. Setelah mandi, morin mengambil air wudhu untuk shalat subuh, diawasi Nunuk. Lalu mereka keluar dari kamar mandi.

Nunuk menyiapkan mukena morin , yang di letakkan di ruangan sebelah kamar Morin, yang memang di peruntukkan untuk shalat di rumah itu.

Ternyata Damien sudah disana, baru saja menyelesaikan shalat subuh nya, yang kali ini tidak di lakukan di masjid sekitar perumahannya.

“Kaka mo shalat?”, Morin mengangguk menjawab pertanyaan Damien. “mama belum pulang ya pah ?”, “nanti papa telpon eyang Ling ya , biar mama pulang kesini “ jawab Damien. Morin mengangguk. Nunuk hanya diam, sambil ikut bersiap shalat subuh bersama Morin.

Damien berdiri, hendak beranjak pergi, ketika Nunuk langsung bersuara “pak, maaf..kata Morin tadi dia harus membawa makan siang disekolah nanti”, Damien diam  sejenak, lalu bertanya dengan lembut , “Kak Morin  mau bawa apa? “. Morin masih diam, hanya Nunuk yang menjawab ,“beli nasi uduk aja pak, dekat sekolah Morin ada warung nasi uduk, rasanya enak n tempatnya juga bersih,...”

Damien masih menatap Morin, “ kaka Mau nasi uduk ?”.

Akhirnya Morin menjawab, “Mau nya sih, Fried Chicken pah, tapi kayaknya belum buka ya ?”

Damien berpikir sejenak. “Nanti papa bawain ke sekolah kaka, kak Morin sekolah aja, Papa nanti antar jemput kaka sekalian, Mbak Nunuk temani  Bayu aja ya.“, Morin berseri-seri. “oke paah... jangan lupa anterin nasi ayamnya yaa”. Damian tersenyum sambil menjawab “ Siap, Untuk anak papa, pasti diantar. “. Morin tersenyum senang.

Damien lalu menghadap ke arah Nunuk.  “Morin saya antar saja , kamu yang jaga Bayu di rumah, jangan lupa dia harus sekolah juga hari ini, TK nya  juga hari ini sudah sekolah kan??” tanya Damian Damien langsung ke Nunuk.

“Iya pak...hari ini Bayu sudah masuk sekolah juga” jawab Nunuk.

Damien mengangguk sambil berbalik menghadap Morin. “ Kaka hari ini papa antar jemput yaa”. Kata Damien sambil tersenyum.

Morin langsung berseri-seri, diapun menjawab “oke paahh..!” lalu langsung memakai mukenanya.

Damien pun pergi berlalu, berjalan menuruni tangga untuk menuju kamar nya sendiri. Kamar tidur sekaligus kamar kerja nya .

Setelah masuk ke dalam kamar nya lalu menutup pintu kamar, Damien masih merenung.

Dia mengingat-ingat kembali peristiwa sebelum ibu mertua nya menelpon nya, lalu dia meraih hape yang tergeletak disamping laptop nya. Dia membuka layar hape lalu mulai menggerakkan jari-jarinya, menelusuri pesan chating an terakhir istrinya kepada nya.

Januari 1

Lidya 21.30 : Mama dapat di jam 22.05, pah. Batik air.

Papa 21.33 : oke, hati-hati.

Lidya 21.35 : Mama maunya langsung kerumah Eyang aja ya pah, biar lebih dekat ke kantor.

Papa 21.42 : jangan lupa minum obatnya, kalau bisa ke RS dulu. Baru ke kantor.

Lidya 21.44 : iya pah. Jaga anak-anak ya pah.

Damien masih merenung sambil melihat deretan pesan terakhir antara dia dan istrinya. Dia berpikir keras.

Pesan terakhir hanya sebelum dia sampai ke jakarta. Setelah itu tidak ada pesan lagi. Tapi Damien tidak memikirkan hal buruk mengenai itu.

Lalu dia kembali berpikir, mengurai lebih jauh lagi ke sebelum kepergian Lidya. Sebelumnya kami malah beradu argumen , kemudian Lidya menghampiri dan membujuk rayu untuk meredakan kemarahan Damien. Dia marah karena ada missed VC , tapi dari nomor pribadi... ??

 Damien mengerutkan kening, lalu jari tangannya bergerak menelusuri kolom missed call, dan benar tertera disitu missed call VC, dari private number. Ini siapa ya ? Pikir Damien. Lalu setelah menimbang beberapa saat akhirnya dia memutuskan untuk menelpon private number itu. Dan sudah dia duga, nomor itu tidak terhubung.

Damien menghela nafas kembali. Dia memikirkan kemungkinan lain, apakah Lidya punya selingkuhan?? Seketika itu juga Damien tersenyum sinis. Lidya sudah dibawah kontrol dia, bahkan teman-teman lawan jenisnya sudah lama tidak ada yang berani menghubungi dia.

 Damien sering terusik dengan telpon teman laki-laki istrinya, walaupun itu teman kantornya sendiri.

Damien tidak pernah mengkonfrontasi teman laki-laki Lidya, tapi dia terang-terangan mengatakan kepada Lidya untuk menyuruh teman laki-laki nya hanya menghubungi dia pada saat dikantor, tidak perlu menghubungi dia saat dia sudah dirumah. Dan ketika Lidya jadi sering telat pulang untuk mengejar lembur , itu sudah lebih dari cukup bagi Damien untuk memberikan  waktu berinteraksi dengan teman laki-laki nya.

Apakah karena Damien cemburu?. Damien terdiam. Lalu dia berpikir dengan perasaan pahit.

Bukan, dia tidak cemburu. Dia hanya ingin memastikan kalau dia punya seseorang untuk dimiliki. Yang bisa ia jadikan pengalihan saat sedang sakit hati.

Damien memandang keluar jendela, dia tahu hal yang menyebabkan sakit hatinya tidak pernah benar-benar hilang. Tapi diapun tidak ingin membahasnya kembali. Dia takut selama nya tidak bisa melepaskan kembali, dan dia juga tau dia tidak akan pernah bisa benar-benar mau melepaskan rasa sakit hatinya.

Dia bangkit dari tempat tidurnya, bersiap-siap mengantarkan putri kesayangan nya pergi ke sekolah .

Kali ini dia ingin sang pengasuh menunggu dirumah saja, dengan anak lelakinya. Dia hanya ingin sendiri setelah mengantarkan anaknya nanti.

Ada hal yang harus dikerjakan nya, yaitu menelusuri keberadaan istrinya sekarang.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!