NovelToon NovelToon
FROZEN DAWN

FROZEN DAWN

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Romansa Fantasi / Kutukan
Popularitas:416
Nilai: 5
Nama Author: Noulmi

Krystal, reinkarnasi Naga Es yang melupakan 98 kehidupan lamanya, tumbuh menjadi putri terbuang Kekaisaran Aethermoor. Dibuang ke Istana Aquamarine sejak usia tiga tahun oleh ibu yang dimanipulasi sihir, ia ditemani Mira dan dilindungi Eros—Dewa Nafsu yang menjadikannya calon istrinya. Kecantikannya memikat, namun hatinya rapuh akibat trauma penolakan. Ia membangun Proyek LadyBug untuk menghancurkan Ratu Seraphina dari dalam, merekrut para jenius terbuang sebagai senjata rahasia. Ketika Eros menolaknya demi kesucian, egonya hancur; ia nekat memeluk Hyal hingga batuk darah, menyadari racun berkat sang kakaklah yang menyiksanya. Kini di tanah Herkimer, Krystal bangkit—lebih dingin, lebih licik, dan bertekad menggulingkan takhta dengan tangannya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noulmi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

     Krystal bangun dengan disambut suara ombak dan burung camar. Ia tidur di paling kecil dengan jendela menghadap laut. Setelah membersihkan diri, berkat pengalaman hidup yang terlalu panjang, Krystal dengan cepat beradaptasi dan berusaha melakukan semuanya sendiri dengan tubuh mungilnya.

     Kystal berdiri dipuncak menara pengawas. Melihat begitu ramai dan sibuknya para nelayan. "Aku lapar... " gumamnya. "Apakah ada sesuatu yang bisa dimakan?"

     Ia berjalan menuruni tangga menuju dapur. Meskipun ia sendirian, tapi persediaan bahan makanan penuh. Karena lantai satu adalah tempat penyimpanan cadangan untuk warga desa pesisir.

     Apa yang aku masak ya?. Krystal melihat bahan yang ada. Telur? Boleh juga. Dengan tangan mungilnya, ia memasukkan beberapa butir telur ke dalam panci kecil yang berisi air dan ia menaiki kursi agar bisa meletakkan panci kecil itu ke atas kompor.

     Kapan aku akan tumbuh. Tubuh ini terlalu kecil dan mudah lelah. gumamnya pada diri sendiri. Ia memakan telur rebus di ruang makan sembari menatap laut melalui jendela yang terbuka. Apa yang harus kulakukan dengan tubuh kecil ini...

     Krystal beranjak dengan membawa kantong uang yang diberikan pelayan kemarin malam. Ia berjalan menuruni anak tangga dan menyapa orang-orang yang berada di sekitar istana.

     "Halo paman. Halo bibi." Krystal menyapa dengan tersenyum cerah sembari berlari kecil menuju sebuah kedai. Di kedai itu tersedia berbagai macam makanan siap saji. Pemilik kedai bertanya, "Di mana orang tuamu, Nak?"

     "Tidak ada," jawab Krystal polos.

     Mereka merasa kasihan dan langsung memberinya makan. Setelah Krystal menceritakan bahwa dia tidak tahu alasan kenaoa dia diasingkan, Pemilik kedai memberikan sebuah kantong yang cukup besar untuknya.

      "Sepertinya kantong ini terlalu berat untuk kau bawa, Nak. Mira! Mira! Bawa kantong ini dan antar anak ini ke istana Aquamarine!" teriak pemilik kedai pada seorang gadis yang berusia sekitar 7 tahun.

     "Iya sebentar, Bu." Gadis itu buru-buru memakai sepatunya.

     Krystal pulang dengan diantar gadis itu. Sesampainya di dalam istana, gadis itu melihat sekeliling.

     "Kenapa tidak ada pelayan di sini? Bukankah kau seorang Putri?" tanya gadis itu polos.

     "Tidak ada pelayan. Tidak ada orang lain selain aku."

     "Kupikir semalam ada beberapa orang yang turun dari kereta kuda?"

     "Mereka semua sudah pergi... "

     "Ah iya, kenalkan, namaku Mira," menjulurkan tangan

     "Halo Mira, namaku Krystal." Krystal menjabat tangan Mira dengan senang.

...----------------...

     Hari demi hari berlalu, beberapa purnama telah dilewati. Krystal kini tinggal bersama Mira di istana Aquamarine. Mira meminta pada orang tuanya untuk mengizinkan. Mira adalah putri kedua dari tiga bersaudara. Pada siang hari, mereka berdua membantu di kedai. Sesekali membantu mengeringkan garam.

     Warga desa secara bergantian merawat Krystal dengan suka rela. Bahkan, Mira rela untuk merawat Krystal yang selalu mengalami demam purnama setiap bulan. Mereka memanggil nama Krystal dengan sebuah nama panggilan akrab yang hangat, Rys.

    Hingga tiba dihari ulang tahun Krystal dan Hyal yang ke empat tepat pada bulan purnama. Ia mendengar kabar bahwa pesta akan dilakukan pada malam hari. Ia meminta Mira untuk mengantarkannya ke Istana Utama Kekaisaran. Namun Mira menolak, karena ia belum pernah pergi berkuda sejauh itu.

     "Mira, aku mohon, temani aku pergi ke Istana Kekaisaran," ucap Krystal memohon.

     "Tidak bisa, Rys." jawab Mira sembari menggenggam tangannya.

     Krystal yang merasa gusar—berdiri di depan pintu—memandangi kapal-kapal besar yang bersandar. Kapal-kapal besar itu berasal dari wilayah kerajaan-kerajaan lain yang menampung para tamu Kekaisaran. Terbesit sebuah ide gila dibenak Krystal.

     Apa aku menyelinap masuk ke kereta kuda para tamu itu? Sepertinya mereka akan menggunakan portal sihir. Krystal menyeringai.

    Kapal yang mengangkut serombongan tamu Agung dari Kekaisaran Suci tiba. Krystal memulai rencana—gila—nya. Ia memakai pakaian terbaik yang ia punya dan menutupinya dengan jubah yang diberikan oleh Mira. Ia mengendap-endap keluar dari pintu samping agar tidak ketahuan oleh Mira yang sedang berada di dapur.

     Krystal menyelinap di gerobak barang, kereta paling belakang dari rombongan. Tumpukan kotak-kotak kayu berbagai ukuran disusun dengan begitu rapi. Ia bersembunyi di sela-sela kotak kayu yang paling besar. Kereta berjalan beberapa langkah lalu—Ziiiing! — mereka sampai di halaman paviliun tamu agung.

    Sebelum rombongan tamu itu turun, Krystal keluar diam-diam sesaat setelah kereta berhenti. Ia merapikan gaun yang sudah lusuh itu dengan senang. Akhirnya aku sampai juga. gumam Krystal dalam hati. Ia langsung berlari kecil menuju Aula Utama yang letaknya tak jauh dari tempat ia turun.

     Sesampainya di sana, Krystal tak sengaja mendengar pembicaraan seorang bangsawan tinggi yang wajahnya tak asing baginya—Grand Duke Biov—sedang berbicara dengan istrinya—Duchess Esther Biov.

     "Bukankah mereka keterlaluan? Bagaimana bisa mereka mengasingkan seorang putri yang bahkan masih sangat kecil?" ucap Duchess.

     "Aku sudah menanyakan padanya. Dan jawabannya membuatku ingin marah. Dia bilang dia menyesal telah melahirkan anak perempuannya."

     Krystal yang tak percaya langsung berlari menuju pintu utama menuju singgasana. Ratu Seraphina berjalan bersama Mantan Kaisar—Athanasius—dan Permaisuri Ceselestia dengan Felix dan Hyal berada di belakang mereka.

     Krystal dengan nekat menghadang mereka tepat sebelum pintu terbuka dengan pakaian lusuh dan rambut yang kusut; serta napas yang terengah-engah. "Ibu!" ucap Krystal dengan tatapan sedikit berharap bahwa apa yang ia dengar tadi adalah tidak benar.

     "Menyingkirlah. Kau tidak pernah diinginkan di sini. Dan jangan pernah menampakkan diri dihadapanku. Mungkin lebih baik kau mati saja di pengasingan," ucap Ratu Seraphina dengan datar dan tatapan dingin yang menusuk.

     Ayahnya—Mantan Kaisar Athanasius—, Permaisuri Celestia, kakaknya—Felix sang Putra Mahkota, bahkan saudara kembarnya... Hyal. Tidak ada yang memberikan kata-kata apapun, mereka hanya menatap Krystal dengan dingin.

     "Hyal," gumam Krystal sembari meraih tangan Hyal. Namun, Hyal malah mendorongnya hingga Krystal jatuh tersungkur.

     "Seret dia keluar dari sini." perintah Ratu pada penjaga yang berjaga di sekitar pintu.

    Seorang penjaga yang terlihat sudah cukup tua menggendong Krystal keluar. "Pergilah, Nak. Jaga dirimu, aku akan memberikan batu teleportasi ini untukmu kembali ke Istana Aquamarine," ucap penjaga itu. "Kuharap kau berumur panjang."

     Hari semakin malam, cahaya bulan purnama mulai menerangi taman di dekat gerbang keluar Istana. Krystal melupaka satu hal penting—demam purnama—demam yang membuat tertidur dalam kesakitan luar biasa, dan mimpi buruk yang panjang.

     Krystal menangis di semak-semak, ia menangis menahan sakit ditubuh dan hatinya. Ia meringkuk merintih kesakitan. Seseorang datang dan berdiri di depannya.

     "Apa kau sangat kesakitan?" ucap seorang anak laki-laki berusia sekitar sebelas tahun. Dengan rambut hitam berkilau terkena cahaya purnama, mata hitam seperti mutiara hitam yang indah.

"Tolong aku—aku sangat kesakitan," rintih Krytal.

Anak laki-laki itu mengulurkan tangan—menyentuh dahi Krystal—untuk mengobati Krystal menggunakan kekuatan pemurnian. Tiba-tiba—Ziiiiing! —mereka berada di kamar Krystal yang berada di Istana Aquamarine.

1
Jasa Curhat
waktu antara hyal memohon dan bulan purnama pertama tidak sinkron
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!