NovelToon NovelToon
SENTUHAN PAPA MERTUA

SENTUHAN PAPA MERTUA

Status: sedang berlangsung
Genre:Rumah Tangga / Balas Dendam
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Nuna_Pena

"Pa, Papa mau apa??" Adelia terkejut saat papa mertuanya tiba-tiba mendekat dan memeluknya dari belakang. la tak pernah membayangkan, kalau setelah menikah papa mertuanya itu justru berubah dan bersikap seolah ia adalah istrinya.

Apakah Adelia mampu mengendalikan diri dari papa mertuanya?

Atau ia justru ikut terjerumus juga?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nuna_Pena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ENAM

Lalu terdengar suara bruk!- gelas yang ia pegang terjatuh ke lantai dalam imajinasi itu.

Adelia memutar tubuhnya dan-

Tidak ada siapa-siapa.

Tidak ada lengan.

Tidak ada bisikan.

Tidak ada Bastian.

Hanya dapur yang sunyi dan dingin. Dan suara napasnya sendiri yang tersengal.

Adelia memegang dada, gemetar. Itu cuma pikiranmu, Del. Itu cuma bayangan. Bukan nyata... bukan nyata...

Namun, paniknya belum sempat hilang ketika ia mendengar langkah cepat dari ruang keluarga.

"Adel?!"

Suara Bastian terdengar nyata kali ini, penuh kekhawatiran. "Kamu kenapa? Tadi Papa dengar kamu teriak!"

Adelia terlonjak. Saat Bastian muncul di ambang pintu dapur, wajah pria itu benar-benar heran-tidak ada kesan seperti dalam pikirannya barusan.

Dengan gugup dan suara patah-patah, Adelia buru-buru menunduk. "A-ada... ada kecoa, Pa!"

Bastian berkedip. "Kecoa? Di jam segini?"

Adelia tahu betul itu alasan yang payah. Bahkan ia sendiri hampir tidak percaya ia mengatakannya. Tapi, itu satu-satunya hal yang bisa keluar dari mulutnya dalam keadaan panik.

"I-iya, Pa. Tadi ada yang... terbang. Saya kaget!"

jawab Adel gugup.

Bastian menatapnya lama, seolah mencoba membaca sesuatu yang lebih dari sekadar kata-kata.

Tapi, akhirnya ia mengangguk kecil.

"Kalau kamu takut kecoa, panggil Papa aja harusnya! Papa bisa bantu," ucap Bastian.

Adelia hanya tersenyum tipis, kaku. "Iya, Pa. Maaf kalau saya bikin Papa kaget."

"Tak apa," jawab Bastian, namun matanya menelusuri raut wajah Adelia dengan perhatian yang terlalu intens.

"Kamu kelihatan pucat. Kamu yakin nggak apa-apa?"

"Saya cuma capek dan... kaget." Adelia mencoba tersenyum lagi, berusaha menutup kegelisahan yang membuncah.

Bastian masih menatapnya, tatapannya tidak bergerak. Ada campuran khawatir dan rasa ingin tahu yang membuat Adelia ingin segera keluar dari dapur itu.

Akhirnya ia menunduk. "Pa, saya balik ke kamar dulu ya. Takut Mas Lukas kebangun nanti, terus heran kenapa saya gak ada."

Bastian mengangguk pelan. "Ya sudah, istirahat aja ya! Besok Papa masakkan sarapan buat kamu, biar kamu nggak kelihatan pucat begini."

Adelia tidak menjawab. Ia hanya memaksa tersenyum, lalu berjalan cepat meninggalkan dapur.Sebelum keluar, ia sempat melihat Bastian masih berdiri di tempat yang sama, menatap punggungnya dengan ekspresi sulit ditebak.

Koridor lantai atas tampak gelap, hanya diterangi satu lampu kecil. Ketika Adelia masuk kamar, Lukas masih tertidur pulas-wajahnya damai, jauh dari badai yang mengacaukan pikirannya sendiri.

Adelia menutup pintu perlahan, mengunci dari dalam. Ia kemudian naik ke ranjang dan langsung memeluk suaminya dari belakang, merapatkan tubuhnya seolah mencari perlindungan.

Aroma tubuh Lukas yang hangat dan familiar membuatnya sedikit tenang. Hanya di dekat Lukas ia merasa aman, hanya di dekat Lukas ia merasa tidak sendirian menghadapi ketidakpastian yang menghantuinya.

Namun, sebelum ia memejamkan mata, bayangan yang tadi ia lihat-bayangan yang belum tentu nyata tapi terasa sangat jelas-muncul lagi tanpa permisi.

Suara bisikan itu.

Langkah mendekat itu.

Pertanyaan yang menusuk itu.

Dan untuk pertama kalinya sejak Bastian tinggal di rumah itu, Adelia bertanya pada dirinya sendiri,

Apakah aku aman di dalam rumah ini?

Pelukan pada Lukas menguat, tapi Adelia tahu-tidurnya tidak akan benar-benar nyenyak malam itu.

Adelia terbangun oleh sentuhan lembut di bahunya.

Kelopak matanya terasa berat, tubuhnya seperti baru saja jatuh dari mimpi buruk yang dalam. Begitu matanya terbuka, ia langsung melihat wajah Lukas Ivander berada sangat dekat dengan wajahnya.

"Sayang..." suara Lukas pelan tetapi hangat. "Kamu peluk aku kayak mau patahin tulang aku. Kamu abis mimpi buruk, ya?"

Adelia terperanjat. Ia baru sadar kedua lengannya masih melingkar begitu erat di tubuh suaminya. Begitu kuat hingga Lukas harus membangunkannya.

"Ma-maaf, Mas... aku nggak sadar..." ucap Adelia buru-buru sambil melepaskan pelukannya.

Lukas tidak marah sedikit pun. Ia justru tersenyum kecil, menangkup wajah Adelia dengan kedua tangannya dan mengecup kening istrinya pelan.

"Pagi, sayang!" sapa Lukas.

Senyum itu-hangat, lembut, menenangkan-cukup untuk membuat Adelia merasakan sedikit cahaya di tengah kabut ketakutan yang menempel di dirinya sejak malam tadi.

"Selamat pagi, Mas..." balasnya lirih.

Saat Adelia melihat jam di nakas, ia kaget. "Loh, sudah jam setengah lima? Aku tadi tidur cepat, ya?"

"Kamu ketiduran lagi setelah tadi nangis kecil dalam tidur." Lukas menyentuh pipi Adelia lembut. "Aku kira kamu mimpi buruk, tapi kamu nggak bangun-bangun."

Adelia menelan ludah. Ia bahkan tidak ingat ia menangis, tapi tubuhnya memang terasa seperti melewati malam yang sangat panjang.

"Aku mandi dulu, ya?" kata Lukas sambil bangkit.

Saat ia berjalan menuju kamar mandi, Lukas sempat menoleh dan mengangkat alis nakal. "Atau... kamu mau ikut? Kan lebih cepat kalau kita mandi berdua."

Adelia mendengus kecil, memukul lengan suaminya pelan. "Mas ini kalau pagi-pagi goda aku terus! Nggak mau ah! Aku mau siapin sarapan dulu."

Lukas tertawa kecil, lalu masuk ke kamar mandi.

Suara air mengalir terdengar lembut di balik pintu.

Adelia menarik napas dalam, mencoba mengembalikan sisa ketenangan yang diberi suaminya.

Namun, perasaan tidak nyaman itu belum hilang.

Bayangan malam tadi, bisikan yang terasa begitu nyata, tatapan Bastian dari balik pintu dapur... semuanya masih mengendap di dalam kepalanya.

"Abaikan dulu... fokus dulu..." gumamnya sambil merapikan kamar.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!