Kebun jagung milik Bu Sarah selalu berbuah lebat setiap saat, dengan luas yang begitu luar biasa sehingga bila tidak tau jalan maka akan tersesat di dalam sana.
Namun kabar yang beredar mengatakan bahwa kebun jagung itu memang meminta tumbal nyawa manusia, kebun milik janda cantik itu memang sudah di jauhi oleh para warga karena Mereka sangat takut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7. Rencana
Arya datang tergesa-gesa kepada Purnama karena dia ingin menyampaikan apa yang telah dia temukan di kebun jagung itu, yang jelas dia memang ingin tahu apa yang telah terjadi sehingga sesuatu yang terasa tidak nyata mulai mendekati titik terang, mungkin sebelumnya mereka tidak berhasil mencari tahu tentang kebun jagung itu.
Tapi sekarang Digo malah menemukan sendiri bagaimana cincin milik Alia jatuh di kebun jagung tersebut, tidak mungkin cincin itu bisa datang ke sana bila Alia tidak tersesat di kebun jagung tersebut, sudah pasti sepupu Amir itu datang ke sana alias tersesat sehingga cincin emas yang ada di tangan biasa aja bisa sampai jatuh.
Mungkin saja mereka harus bergerak kembali untuk mendatangi kebun jagung itu agar bisa menemukan inti yang terbaik, sebab bila memang ada yang tidak beres maka pasti mereka berhasil menemukan salah satu barang bukti yang ada di kebun jagung itu, jadi Purnama dan Arya harus bergerak kembali kesana.
Arya sendiri agak kasihan bila harus kembali lagi ke sana untuk menemui Bu Sarah, sebab orang tersebut pasti akan merasa tidak enak dan merasa tertuduh atas apa yang telah terjadi, selama ini sudah banyak orang yang menyangka bahwa dia memiliki sesuatu tidak beres di kebun tersebut sehingga menimbulkan perasaan yang tidak enak.
"Tapi kalau memang Aliya dan selang suami tidak tersesat di sana maka cincin ini tidak akan jatuh." ujar Purnama.
"Nah itu yang aku pikirkan sejak tadi, Amir sendiri mengatakan dan sangat yakin bahwa ini memang cincin milik Alia." sahut Arya.
"Jika mereka memang sudah masuk ke dalam kebun itu maka pasti bisa keluar saat siang hari, kecuali memang ada sesuatu yang tidak beres sehingga terhalang oleh sesuatu dan mereka gagal keluar." jelas Purnama.
"Bagaimana bila nanti malam kita datangi saja kebun jagung itu dan selidiki dengan benar?" tawar Arya pada Purnama karena dia juga ingin tahu kepastian tentang kebun jagung itu.
Purnama nampak berpikir sesaat karena di sini mereka harus bergerak diam-diam saja tanpa pengetahuan dari Bu Sarah, kasihan wanita itu bila sampai mengetahui mereka kini bergerak kembali untuk mencari tahu tentang kebenaran kebun jagung tersebut, sementara kemarin mereka sudah mencari tahu dan tidak menemukan hasil yang memuaskan.
"Aku agak merasa tidak enak dan kasihan dengan dia." Purnama berkata jujur.
"Kalau dipikir ulang ya memang begitu tapi mau bagaimana lagi karena ini malah ada bukti." ujar Arya.
"Ya sudah bila memang begitu maka nanti malam kita bergerak saja untuk mencari tahu tentang kebun jagung tersebut." Purnama sudah memutuskan.
"Tidak usah terlalu ramai agar Bu Sarah tidak mengetahui bahwa kita datang lagi ke sana, aku merasa sangat sungkan dengan dia." jujur Arya.
"Ya sama juga, aku pun merasa sungkan dengan dia karena kemarin kita sudah datang dan sama sekali tidak menemukan hal yang aneh." Purnama berkata lirih mengingat bagaimana kemarin mereka menyelidiki tentang kebun jagung.
Tapi memang sama sekali tidak menemukan hal yang aneh di kebun milik Bu Sarah itu, jadi ini ketika akan datang lagi untuk mencari tahu jelas ada rasa tidak enak di dalam hati ini, namun cincin milik Alia masih perlu diselidiki terlebih dahulu karena Digo juga menemukan cincin tersebut ada di kebun jagung.
"Jadi sepupu Amir ini apa memang tidak ada kabar sama sekali?" Purnama bertanya kepada Arya.
"Apa tidak sebaiknya dicari tahu dulu di tempat lain agar tidak menimbulkan salah paham pada Bu Sarah." usul Zidan.
"Ponsel mereka mati dan tidak bisa untuk dihubungi sama sekali." jawab Arya.
Ratu ular cantik jelita ini menarik nafas panjang karena masalah mereka tertutup sampai di sini, salah satu jalan yang harus mereka pilih adalah mendatang dulu kebun milik Bu Sarah itu, agar semua lebih jelas dan kemungkinan besar malam ini mereka akan keliling di kebun jagung.
Selamat malam Besti, othor sedih ih yang MIRASIH enggak dapat 20 bab terbaik, padahal retensi nya lebih banyak.
siap2 aj di bantai duluan sama sang kakak...
belum tau dia kekuatan sang ratu burung hantu....
ternyata banyak toh hantunya yang ada di kebun jagung itu ya...
ta kira cuma 2 satu di kebun 1 lagi di gudang...
oh iya ma gimana keadaannnya Clara...