_
When npc fallin love?
Gadis remaja cantik kini terduduk menggaruk keningnya yang tak gatal, pikirannya selalu berkhayal jika npc seperti dia jatuh cinta pada pemain utama di dunia nyata?
Ah, pasti seru!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sapiluv Mprits, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Anak Anjing
Usai bel pulang berbunyi, para murid bergegas keluar kelas. ada yang berebut jalan, berlari desak desakan di Koridor.
Kelas atas pun pada antri menuruni anak tangga, tak terkecuali ayya yang memilih menunggu di depan kelas agar tak berdesakan dengan siswa lainnya.
Setelah dirasa cukup sepi, ayya langsung bergegas turun, namun di ujung tangga sudah ada Louis yang berkacak pinggang menunggunya.
" Woy ayudya! Ditunggu di bawah ternyata masih nangkring di kelas, betah amat?"
Ayya dengan malas turun ke arah louis.
" Kenapa nungguin aku? Ada kepentingan apa?" Tanyanya.
Tanpa basa-basi Louis langsung menyodorkan ponselnya pada ayya, ayya pun tersenyum girang.
" Buat aku??? ga perlu Lou, iphone ku masih ada tiga di rumah.."
Plak!
Louis menepuk jidat. " Siapa juga yang mau kasih iphone ayya azzaleaaa?"
" Tadi hapenya disodorin ke aku." Peringat ayya membuat Louis mendesis menahan sabar.
" Hemm, untung cantik.. tapi lupain deh, gue sodorin hape biar lo tulis nomor lo disini.." Tunjuk Louis pada ponselnya.
Ayya pun ber oh ria sembari mengambil alih ponsel Louis.
" Jangan disebarin loh!" peringat ayya.
" Siapa juga yang mau sebarin, biar usaha sendiri lah kalo ada yang mau nomer lo.. Cowo tuh harus effort, bener gue kaga, ayy?" Kekeh Louis menahan tawa.
Tanpa ba-bi-bu ayya menyetujui ucapan louis sebelum akhirnya mengajak Louis untuk segera turun ke lantai satu.
_
Sesampainya di rumah, ayya bersalaman pada sang ayah dan langsung beralih menaiki anak tangga menuju kamarnya.
" Loh, ayya mana yah? tadi perasaan ada suara ayya disini." ucap Ibu ayya.
Radit pun terkekeh dan menunjuk pada lantai dua.
" Baru aja naik ke atas, biasalah temu kangen sama kasurnya. anak jaman sekarang raga aja di rumah, tapi jiwanya udah berkeliaran di sosmed.
Sesekali ajak ayya keluar yuk nda!" ajak radit antusias.
" Justru itu tujuan aku nyariin ayya, mau ngajak ayya ke rumah eyang anna. beliau ngundang kita buat ke monthversary pernikahan sama pak Gilang, lucu kan yah? Udah cukup berumur tapi cintanya ga habis-habis."
Sela begitu sumringah menceritakannya, sedangkan radit berusaha antusias meresponnya, meski jujur dirinya tengah chaos dengan perusahaannya sendiri.
_
Skip, sore harinya-
Ayya berusaha untuk menolak ajakan ke rumah eyang anna di samping, namun kedua orang tuanya begitu gencar mengajaknya keluar.
hmmm, terpaksa ayya mau menuruti ajakan mereka. kini ayya sudah bersiap, ia Nampak anggun bak gadis remaja yang feminin.
" Ga lupa bawa bingkisan nih?" Goda Raditya pada sang putri.
" Ayo ah, jangan becanda mulu ayah.." Peringat sela sembari menggandeng tangan ayya.
Mereka bertiga pun berjalan kaki menuju pintu masuk rumah elit milik eyang anna yang hanya berjarak beberapa langkah.
" Selamat malam eyang,.." Ucap ayya di depan pintu.
Anna langsung menyambut dan memeluk ayya dengan erat.
" Ayya cantik sekali.." Puji anna.
Sembari mengambil duduk di kursi, radit pun menimpali.
" Memang cantik kalau ayya tidak suka insecure.."
" Ayah jangan bilang, siapa juga yang insecure, aku pede aja kok." Ucap ayya pembelaan.
Mereka pun tertawa bersama, ngobrol hangat dengan pembukaan ramah tamah dari Gilang.
" Oh iya, maaf ya cucu pertama kita belum dateng, ayya sudah ketemu kan kemarin? Eyang sengaja suruh leo buat anter langsung ke rumah ayya." Ucap anna membuat ayya seketika diam.
" Loh, kenapa ayya ga bilang kalo cucu pak Gilang dateng kemarin?" tanya sela.
ayya pun menggaruk tengkuknya yang tak gatal itu.
" Ayya kenal, kan? kalian masih satu sekolah katanya.."
Hmm, katanya? kata siapa? batin ayya heran.
" Ayya kenal ga? kakak kelasmu itu." Ucap sela.
Ayya pun mengangguk dan menjawab. " kenal eyang, kak Galih ketua OSIS yang bulan kemarin mimpin MPLS ayya di sekolah."
" Oh iya kah? wah baru tau bunda.." Ucap sela antusias, pastinya sambil menyiapkan makan ke dalam mulutnya.
Membicarakan Galih terus menerus membuat ayya awkward, lantas ia langsung meminta izin pada semua untuk pergi ke kamar mandi tamu sejenak.
Fyuuh, begitu sampai di kamar mandi ayya langsung berdiri di depan wastafel, memperhatikan pantulan wajahnya di cermin. Nampak jelas raut gugup di wajahnya.
" Ah tenang aja ayya, kak Galih ga mungkin inget sama kamu. Inget kamu tuh NPC! dan moment ini cuma kebetulan aja, relasi ortu doang.. bener kan ayya?"
ayya berusaha meyakinkan dirinya untuk hal-hal yang tak diinginkan nanti.
Oke, everything's gonna be okay!
Kepercayaan diri ayya meningkat setelah keluar dari dalam kamar mandi tamu itu.
Ayya berjalan dengan santai namun terkesan cepat, hingga pada saat ia memasuki dining room ayya terperanjat kaget.
" K-kak Galih??" Ucapnya lirih.
Galih pun menoleh pada ayya seusai bersalim tangan pada radit dan sela, namun menyadari sesuatu saat memperhatikan ayya membuat Galih langsung mengernyit tak santai.
' Bener juga dugaan ku, ternyata dia anaknya?'
' Mampus banget bisa-bisanya kak Galih dateng? Kenapa ga tepat banget sih? Aku takut kak Galih risih sama kehadiranku..'
" Ayya, ngapain masih ditengah jalan? sini gabung, cucu eyang anna baru aja dateng, namanya leo, kakak kelasmu yang kayanya ketos itu.."
Haissshhh! ayya menunduk menahan malu mendengar pernyataan sang bunda.
Dengan langkah berat ayya pun melangkah menuju area meja makan, semakin dekat ayya semakin kecil pula langkahnya agar tak dekat dengan Galih.
Namun jengah, Galih pun melangkah mendekati ayya seraya menjulurkan tangan untuk diajaknya berjabat tangan.
" Ternyata kamu putri om radit itu, ya?"
Ayya mengangguk, kemudian membalas jabatan tangan Galih yang begitu dingin, Galih pun mulai meremat tangan ayya sedikit lebih erat, bahkan terkesan kasar hingga membuat ayya terlonjak kaget.
" Nice to meet you, ayya.."
W-what? ayya mendelik tak percaya saat Galih masih ingat dengan nama panggilannya.
Ada sedikit rasa senang, namun itu hanya awalnya saja karena setelah itu dan seterusnya Galih tak pernah menolehnya, sepertinya ia risih dengan kehadiran ayya.
_
" Huaaa... Malu banget! Ga suka moment tadi, rasanya pengen hilang aja aku dari muka bumi. Kak Galih jadi makin tau betapa bodohnya aku jadi orang!"
Ayya merutuki kejadian tadi, sepulang dari rumah anna ayya langsung mengunci kamarnya.
Bukan tanpa alasan ayya merasa kesal dengan pertemuan ini, namun ternyata Galih masih ingat pertemuan pertama dengan ayya saat baru pindahan.
_
Flashback-
Mobil box truck silih berganti datang memenuhi area jalan rumah elit nomor 30, dengan membawa banyak barang-barang perabotan rumah yang sudah dibawa langsung dari Surabaya menuju bandung.
Di hari senin yang cukup padat dengan kegiatan berat, Galih pulang dari rapat OSIS dengan cukup lelah.
Dan sialnya begitu sampai di depan rumah eyang nya, salah satu anjing peliharaan milik keluarga baru itu datang menyerang Galih yang hendak berbelok.
Woof-Woof.!
" Sial! Hey anjing! stop gigitin tas ku! hus-hus pergi gak!?!"
Woof-woof!
Galih cukup trauma dengan anjing, meski anjing itu sangat lucu nan kecil namun mampu merusak tas ransel galih saat itu juga.
Dengan Galih yang masih mengendarai motor retro klasiknya itu. jelas membuatnya panik kalau sampai anjing itu membuatnya jatuh.
" Astaga anjing! malah gigit tas gue, anjing sial! lepas gak?!!"
Gigitan anjing puddle itu sangat kuat hingga mampu merobek tas galih dan membuat berkas-berkas hasil rapatnya menjadi berceceran di jalan.
" Anjing bego'! itu buku ringkasan penting acara minggu depan ya anjing! owner mu mana sih?!"
Galih kesal ingin menendang anjing itu agar pergi dari menggigit tas nya, namun gadis remaja berlari memanggil anjingnya.
" Yayaaa jangan nakal!" seru gadis itu.
Melihat tas Galih yang sudah rusak akibat anjingnya, gadis itu pun membungkuk berkali-kali untuk meminta maaf padanya.
" Jaga anjingmu, punya peliharaan kalau sampe ga dijaga apalagi sampe ngerusak begini bisa kena tuntut kamu." Peringat Galih.
Gadis yang ternyata ayya itupun menjadi tak enak sendiri, sebisa mungkin ia memberi ganti rugi pada Galih namun Galih menolak.
" Bukan karena itu ulah anjingmu terus kamu berganti rugi, dia cuma seekor anjing, tanggung jawab kamu sebagai owner untuk lebih menjaganya lagi..
Ga usah khawatirin aku, tas ini urusan kecil, yang penting semua catatan hasil rapat ku ga ada yang hilang sedikitpun.."
" Maaf ya kak, sekali lagi dengan penyesalan mendalam saya sebagai owner yaya sangat meminta maaf.. Jika nanti ada yang perlu diganti rugi, tinggal hubungi saya di rumah samping itu.."
Tanpa menjawab, galih hanya diam melihat rumah yang baru ditempati ayya, namun sayang pandangan Galih sudah kepalang kesal gara-gara anjingnya.
Dan ayya beru menyadari alasan Galih tadi acuh padanya.
" Oh Tuhan, apakah kak Galih masih dendam sama yaya dan aku? uh cerobohnya aku!"