NovelToon NovelToon
NIKAH KONTRAK 9 BULAN

NIKAH KONTRAK 9 BULAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Cinta Seiring Waktu / Bad Boy
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ningsih Hada

Dunia Sarah Wijaya jungkir balik setelah mendapat pelecehan dari seorang pria yang begitu ia segani dan hormati.Sebanyak asa yang mebumbung angan seakan sirna menjadi sebuah kemalangn. “Pergi! Menjauhlah dari hidupku selamanya”.Sarah wijaya “Jangan membenci takdir,maaf,kalau aku hanya singgah bukan untuk menetap”.Lingga Pratama. Tiada tebusan yang paling berharga atas rasa sakit tidak dianggap oleh seorang yang begitu diharapakn kehadirannya.Waktu telah merubah segalanya,membawa Lingga dalam penyesalan tam berujung.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ningsih Hada, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

Lingga keluar kamar setelah ibunya menyeru. Setiap hari libur ada acara khusus olahraga bersama ayahnya.kalau tidak d luar rumah joging, di ruang fitnes yang ada di slah satu ruang rumahnya.

“Susunya Ga,” seru mama Alice pada puteranya.

Pemuda itu mengambil tempat duduk tepat segaris dengan ibunya. Tak berselang lama ayah Regan yang baru selesai dari ruang fitnes ikut bergabung ke meja makan.

“Udah selesai,Pa?” tanya Lingga sembari meraih susu dimeja.

“Kamu tumben kesiangan,” ujar ayah Re memualai sarapan.

Lingga tidak menyahut, ia sibuk memulai sarapan. Sebenarnya ia sangat penasaran dengan keberadaan Sarah sekarang. Ibunya masih terlihat santai-santai saja menyiapkan sarapan pagi ini. Apakah tidak ada yang tahu kejadian semalam. Lingga berharap begitu, dan gadis itu tidak harus mengatakan apapun setelah nya. Semuanya aman terkendali tentunya.

“Syukurlah!” Celetuk Lingga begitu saja. Membuat ayah dan ibunya menatap aneh pada putranya.

“Apanya yang syukur, Ga?” tanya mama Alice penuh selidik.

“ Eh ,ini Ma, pengen ngucapin syukur aja. Pagi ini rasanya tubuh ku begitu bugar,” jawab Lingga benar adanya. Tanpa tahu pasti baru saja merubah kehidupan seorang gadis menjadi suram.

“Bersyukur itu memang harus setiap hari sayang,” timpal ibu dari dua anak itu tersenyum lembut.

“Mbok, setelah sarapan, tolong pangil Sarah ya?” Ujar mama Alice berseru menyebut nama gadis itu.

Uhuks!

Lingga sampai tersedak minumannya sendri. Ada apa dengan ibunya. Kenapa gemar sekali menyuruh anak dari pembantunya itu.

“Iya Bu,” sahut Bu Maryam mengiyakan.Namun, kali ini untuk urusan apa kurang tahu. Sarah memang sering di mintai tolong oleh Mama Alice.

“pelan-pelan sayang ,” ucap mama Alice memperingatkan putranya.

“Lingga ke kamar dulu Ma,sudah kenyang,”pamit pria itu berjalan cepat sebelum sempat menyelesaikan sarapannya. Hatinya mendadak tidak tenang hanya mendengar namanya.

Sementara Bu Maryam setelah selesai membereskan meja makan ia menemui putrinya di rumah. Perempuan paruh baya itu agak aneh kalah menemukan Sarah yang masih tiduran. Biasanya pagi-pagi sekali sudah bangun. Untuka hari libur juga tidak sampai siang begini.

Buk Maryam mengetuk pintu kamar putrinya,lalu masuk menemukan Sarah masih berselimut di atas ranjang.

“Nak, tumben masih tiduran, kamu sakit?” tanya perempuan itu mendekat. Lalu menempelkan punggung tangannya pada keningnya.

“Tidak enak badan Bu, maaf belum mengerjakan tugas rumah,” jawab Sarah merapatkan selimutnya.

“ Minum obat Nak, wajah kamu pucet.” Bu Maryam mengamati wajah putrinya yang kuyu dengan mata sembab. Tumben sekali tidur tanpa melepas hijab.

“Nanti Bu, aku tidak pusing,” ujarnya malas. Tubunya sakit semua. Tentu saja ia tidak minat melakukan apapun pagi ini. Untuk berjalan saj rasanya sakit, sehancur persaannya saat ini.

“Kaku kenapa Nak? Kok nangis?” tanya Bu Maryam kebingungan.Sarah menggeleng pelan, lalu setengah bangkit memeluk ibunya. Menumpahkan dalam tangis walau mulutnya diam.

Sarah ingin sekali mengatakan tentang kejadian semalam. Namun, ia masih belum sanggup membuka suaranya.

“Kalau ada sesuatu cerita sma Ibuk? Kamu putus cinta?” tanya Bu Maryam mengira putrinya sedang patah hati. Sarah tidak pernah terlihat sekacau ini.

Lebih tepatnya jauh lebih tragis dari sekedar purus cinta. Sarah merasa putus semua harapan dan cita-citanya.Hancur sudah masa depanya yang cerah.

Gadis itu hanya menggeleng sambil menangis. Mengetahui putrinya tidk baik-baik saja membuat perempuan yang sudah mengabdi pada keluarga Pak Regan belasan tahun itu menatap curiga.

“Kamu istirahat saja, kalau sudah tenang boleh cerita sama ibuk,” ujarnya lembut. Masih mencari tau dalam diam, walau tak ingin memaksa, berharap putri semata wayangnya itu mau berbagi apa yang dirahasiakan hingga menyebabkan begitu sedih.

Sarah mengangguk, ia hanya butuh keberanian untuk meraih keadilan dengan apa yang telah menimpa dirinya. Seharusnya gadis itu pergi ke kantor polisi,lalu melaporkan perbuatan bejat anak majikan ibunya.

1
Sabil illah
bagus kak ceritanya.... semangat update kak
Ningsih Hada: Terima kasih ya😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!