NovelToon NovelToon
MY ELITE LOVER

MY ELITE LOVER

Status: sedang berlangsung
Genre:Raja Tentara/Dewa Perang / Menikahi tentara / Dokter / Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama / Cintapertama
Popularitas:8.9k
Nilai: 5
Nama Author: riniasyifa

Di balik tatapan dingin seorang Komandan Elite, tersimpan rasa rindu yang terpendam bertahun-tahun.

Saga Pratama Dirgantara menyimpan cinta rahasia untuk sang primadona sekolah, Renata Admajha, adik kelasnya saat SMA. Sosok Saga yang dingin, pendiam, dan tertutup membuatnya hanya berani mengagumi gadis itu dari jauh tanpa berani mengutarakan isi hati.

Hingga saat keberaniannya mulai muncul untuk menyatakan cinta, kabar mengejutkan justru datang menyambar. Sang pujaan hati ternyata telah dipinang oleh saingannya sendiri.

Mendengar hal itu, Sang Komandan patah hati sebelum sempat memiliki. Namun, sebagai lelaki terhormat, tak ada yang bisa ia lakukan selain mundur dengan teratur, mengubur perasaannya dalam-dalam, walau harus menelan pil pahit sendirian.

Namun, takdir cinta sang komandan punya rencana lain yang tak terduga.

Mampukah Saga menemukan Cintanya?
Mau tahu kisah selengkapnya yuk! langsung baca aja ya!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riniasyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6 My elite lover

Setelah suasana dramatis itu berlalu, ketiganya memutuskan untuk berjalan bersama menikmati udara sore hari. Mereka menyusuri jalan setapak di taman itu, di mana rerumputan hijau segar terpapar sinar matahari yang mulai meredup, menciptakan bayangan panjang yang bergoyang-goyang mengikuti langkah mereka. Suasana yang tadinya tegang dan canggung akibat insiden cup es krim yang tidak sengaja, perlahan mencair menjadi obrolan santai.

Kevin yang berjalan di belakang menyipitkan matanya, menatap punggung sosok pria di depannya dengan tatapan tak percaya. Badan Saga yang biasanya tegak lurus seperti tiang bendera, hari ini tampak sedikit rileks, bahkan langkahnya disesuaikan agar tidak terlalu cepat dari langkah Rena di sisinya.

Batin Kevin penuh tanda tanya. "Sumpah ... ini beneran Saga gak sih? Itu Saga Pratama Diragantara, kan? Komandan yang biasanya kaku kayak patung marmer, yang kalau ngomong cuma 'Ya', 'Tidak', atau 'Lapor!'? Bahkan tak jarang menggunakan bahasa kalbu yang sulit dimengerti! Tapi kok sekarang seperti orang yang berbeda? Saga yang ini terlihat lebih manusiawi di hadapan Rena?"

Benar saja. Saga yang biasanya dingin dan pendiam, yang jarang sekali memperhatikan hal-hal kecil di sekitarnya, hari ini seolah berubah menjadi pribadi yang sangat berbeda. Ia berjalan di sisi kiri Rena, posisi yang secara tidak sengaja menjadi perlindungan alami dari lalu lintas orang yang lewat di taman. Bak bodyguard pribadi yang siap siaga di samping Nona mudanya, matanya sering kali melirik ke arah Rena, mengawasi setiap langkahnya.

"Hati-hati, jalannya agak licin," peringat Saga lembut, penuh perhatian, saat melihat ada genangan air bekas siraman taman sebelumnya.

"Ah! Iya Kak, makasih," jawab Rena dengan senyum khasnya yang bisa melelehkan bongkahan es di hati seorang Saga.

"Sini aku bawa tasnya kamu," tawar Saga lagi, saat melihat tas ransel kecil yang tergantung di bahu Rena.

"Eh, gak usah kak! Aku bisa sendiri kok," sahut Rena cepat sedikit terkejut dengan perhatian yang diberikan Saga.

"Gue kok jadi ragu ya! Ini benaran Kak Saga bukan sih?" batin Rena merasa aneh dengan perubahan sikap Saga yang ia kenal selama ini.

"Kalau gitu nih minum dulu. Tadi kamu makan es krim banyak banget, nanti sakit perut tahu," cerewet Saga lagi, matanya mengawasi setiap gerak-gerik Rena dengan penuh perhatian.

"Gila ... ini mah udah level over protective tingkat dewa! Dari tadi ngomong mulu! Padahal biasanya dia diem aja kayak robot yang lupa di kasih baterai. Apa efek kena tipuk cup es krim Rena tadi ya? jadi bikin otak Saga meleleh dan mulutnya jadi longgar?" tebak Kevin dalam hati lalu terkekeh geli dengan isi pikirannya sendiri.

Sambil menggeleng-gelengkan kepala tak habis pikir.

Di depannya Rena tersenyum kecil sambil menerima botol air yang ditawarkan Saga. Entah kenapa, berada di dekat Saga yang cerewet seperti ini justru membuatnya merasa sedikit lebih tenang. Rasa kesal karena dikhianati oleh Sasa dan Rendy perlahan menguap digantikan oleh rasa nyaman yang tidak terduga.

"Rena ..." panggil Kevin tiba-tiba saat berhasil mensejajarkan langkahnya dengan Rena dan Saga.

"Iya Kak Kevin?" sahut Rena sedikit menoleh kesampingnya.

"Kamu kok di taman sendirian aja, Rendy nggak nemanin?" pancing Kevin yang penasaran, sekalian mewakili pertanyaan Saga yang sebenarnya juga ingin tahu namun terlalu pemalu untuk mengajukannya secara langsung. Mata Saga yang tadinya melihat ke depan, kini sedikit menyamping mendengar pertanyaan Kevin.

Rena menghentikan langkahnya di dekat sebuah bangku taman yang terbuat dari kayu dan besi, menghela napas panjang sebelum menjawabnya dengan nada yang tenang namun penuh beban. "Pernikahan kami batal, Kak. Lebih tepatnya aku membatalkan pernikahan itu sendiri beberapa hari yang lalu."

Kata-kata itu seperti petir yang menyambar dari langit yang cerah. Saga dan Kevin saling tatap dengan ekspresi terkejut, mata mereka membesar dan memberi kode satu sama lain bahwa mereka masih belum sepenuhnya paham dengan ucapan Rena barusan. Udara sekitar mereka tiba-tiba menjadi sejuk, bahkan suara-suara riuh anak-anak yang bermain di taman kejauhan pun seolah terdengar jauh.

"Tapi karena undangan sudah terlanjur di sebar Keluarga Wijaya tetap akan melakukan pernikahan demi menjaga citra keluarga, tapi dengan wanita pengganti tentunya," jelas Rena lebih lanjut.

"Batal!? Kok bisa apa yang terjadi?" tanya Kevin yang tak bisa menahan rasa ingin tahunya.

Sedangkan Saga diam-diam melafalkan doa dalam hati, bibirnya sedikit bergerak tanpa terdengar suara. "Semoga apa yang aku dengar barusan bukanlah hanyalan belaka. Semoga itu benar-benar terjadi. Aku sangat berharap itu kenyataan yang tak bisa diubah lagi." Jantungnya yang biasanya berdetak dengan ritme yang terkontrol, kini mulai berdebar lebih cepat dari biasanya.

"Ya Kak, Rendy ternyata berselingkuh dengan Sasa sahabat aku sendiri. Dan hasilnya Salsa hamil dan menuntut pertanggungjawaban dari Rendy!"

"DEG! YA ALLAH TERIMA KASIH! ATAS KESEMPATAN INI, AKU BERJANJI TIDAK AKAN MENYIA-NYIAKAN KESEMPATAN INI!" batin Saga berteriak kegirangan, seolah ada kembang api yang meledak di dalam hatinya.

Di dalam hati, Saga sedang melakukan tarian kemenangan, melompat-lompat kegirangan, dan hampir ingin menembakkan peluru suaranya ke langit karena bahagia yang luar biasa. Tapi ... di luarnya?

Wajahnya tetap datar, dingin, dan sedikit mengernyit seolah sedang memikirkan strategi perang yang rumit.

"Yang sabar Rena!" ujar Saga, suaranya dibuat serendah mungkin agar tidak terdengar kegirangan. Ia bahkan sengaja membuang muka sebentar untuk menyembunyikan ujung bibirnya yang naik ke atas membentuk senyum.

"Terus bagaimana perasaan kamu setelah membatalkan pernikahan itu?" pancing Saga ingin mengetahui perasaan gadis pujaannya itu.

"Cepat bilang kalau lo lega! Bilang kalau lo senang! Bilang kalau Tuhan nyelamatin lo dari si brengsek itu!" harap Saga dalam hati.

Rena menghela napas lagi, lalu tersenyum tipis, senyum yang terlihat lega namun juga sedikit getir.

"Awalnya kaget dan juga kecewa dan juga malu pastikan. Soalnya undangan udah nyebar, tapi ..." Rena menatap langit, "Tapi sekarang Rena merasa lega. Rena bersyukur tahu kebenarannya sebelum terlambat."

"Jadi benaran kamu gak jadi nikah sama Rendy. Dan si brengsek itu malah nikah sama cewek sahabat kamu!?" tanya Kevin memastikan.

Rena hanya mengangguk kecil mengiyakan pertanyaan dari Kevin.

"Itu baru keputusan bijak Rena! Lagian nggak semudah itu mengambil bidadari gue!" monolog Saga dalam hati, sambil berusaha keras mengontrol ekspresinya agar tetap terlihat dingin seperti biasanya. Ia menatap Rena dengan tatapan yang ia buat seserius mungkin, padahal di dalam hatinya bunga sedang bermekaran.

"BTW ... kamu gak sedih?" tanya Saga, berusaha membuat suaranya terdengar prihatin.

"Enggak lah, ngapain buang-buang energi buat para pengkhianat!" cetus Rena datar. "Kecewa sih iya, batal menikah bukan berarti kiamat kan!"

Mendengar jawaban itu, dada Saga terasa semakin lega, ia tak henti-henti mengucapkan rasa syukurnya, "Nikmat mana lagi yang kau dustakan Saga!"

"Itu baru bener Rena! Kamu tuh terlalu baik buat orang kayak dia. Harusnya kamu sama orang yang bisa bener-bener ngasih kamu rasa aman, orang yang bisa... bisa selalu ada buat kamu kayak aku misalnya?" Saga cuma bisa muter kata itu di dalam hati aja, meskipun sebenarnya sangat ingin mengutarakan langsung ke Rena betapa lama ia sudah menyukainya, tapi gengsinya yang selama ini membungkus dirinya masih setinggi angkasa dan membuatnya tak berani mengambil langkah lebih jauh.

"Oh begitu ya ..." Saga mengangguk-angguk pelan, lalu dengan refleks ia mengulurkan tangannya dan mengelus rambut Rena dengan lembut. "Udah lah, gak usah dipikirin. Aku yakin kamu gadis yang kuat!" lanjut Saga mencoba menyemangati.

Mata Kevin seketika melotot lebar setelah sebelumnya berkedip beberapa kali memastikan aksi langka di hadapannya saat ini.

"EH TUNGGU TUNGGU TUNGGU! ITU TANGAN SIAPA?! ITU BENERAN TANGAN KOMANDAN SAGA YANG BIASANYA CUMA PEGANG SENAPAN DAN DOKUMEN MISI, SEKARANG LAGI NGELUS-NGELUS KEPALA CEWEK?! DUNIA KIAMAT APA GIMANA SIH HARI INI?! Gue harus rekam ini buat bukti sejarah!" cerocos Kevin dalam hati.

"Ehm Saga ..." panggil Kevin ragu-ragu.

Saga dan Rena langsung menoleh ke arah Kevin, ekspresi wajah mereka berbeda jauh. Rena dengan wajah yang sedikit memerah akibat sentuhan Saga yang tiba-tiba, sedangkan Saga dengan wajah yang kembali cepat ke kondisi awalnya, dingin dan tegas.

"Hm!" Ketus Saga, kembali kesetelan awal, tapi matanya masih tetap lembut saat melirik sebentar Rena di sebelahnya sebelum kembali fokus ke arah Kevin. Tangan yang baru saja mengelus rambut Rena kini dengan cepat ditarik kembali dan masuk ke dalam saku jaketnya seolah ingin menyembunyikan apa yang baru saja dilakukannya.

"Enggak ... cuma mau mastiin ... lo sehat kan? Atau ada yang nyantol di kepala lo tadi pas kena cup es krim?" Atau mungkin lo salah minum obat atau sesuatu yang bikin lo jadi lebih ramah dari biasanya?" ceplos Kevin akhirnya gak tahan untuk tidak menggodanya, meskipun dalam hati ia sangat senang melihat sisi baru dari sang sahabatnya yang selama ini selalu tampak seperti mesin tanpa emosi.

Bersambung ....

 

1
Munas Tuti
aduuuh Sasa kok gak kapok yaa, bener2 gak tau diri ....gak tau apa siapa Sagav
Rahma Inayah
pasti orang suruhan. Sasa nnt klu rencana mu gagal dan km seblak nya yg ketangkap org saga ketar ketir mnt maaf .km Lp klu saga pasukan elite BKN tu aja mata dan telingaj nya ada dmn mn klu ada sinyal yg kurg baik lngsung terkoneksi ke saga
Elsa
makin seru aja nih ceritanya. lanjut baca lah
Elsa
wah gercep juga mommy Saga
Elsa
akhirnya bisa jujur juga saga/Shhh/
Elsa
Kevin sangat jahil ya/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Rahma Inayah
knp gk km aja yg ngantr Rena kerumh sakit saga hrs pake 2 mobil pulg nya BS km jmpt lgi dan bs jln2;walau hanya sbntr ngilngi penat
Munas Tuti
wouuuuw romantisnya Saga...pacar mau dines dikawal, semangat yaa Saga😍
Elsa
cerita yang seru untuk di ikuti
Elsa
lanjut Thor semangat ya
Elsa
sangat bagus😍😍💪💪💪💪💪💪
Elsa
awal baca sudah menarik dan penasaran aku suka
Surya
lanjut up kak, aku semakin penasaran bagaimana kelanjutannya/Smile//Smile/
Surya
rencana yang keren Saga/CoolGuy//CoolGuy//Kiss/
Munas Tuti
keren Saga BTL ke Rena, ternyata gayung bersambut.....buat Sasa kuapooook dehh, makanyajd org jangan sok
Rahma Inayah
good saga
sri hastuti
siipp Saga ,kasih pelajaran orang2 sombong itu , 👍👍👍
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ
Klo Rena tau ini, auto tmbh love² ama Saga 😎😍🤩
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ
Asiiikkk, kita tunggu drama mreka 🥳🥳🥳
Munas Tuti
akhirnya Saga bisa jujur juga tentang perasaannya....tinggal Rena jawab dwooong biar Saga gak galauu...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!