NovelToon NovelToon
Milik Bos Mafia: Benci Tapi Harus Jadi Istrinya

Milik Bos Mafia: Benci Tapi Harus Jadi Istrinya

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Cinta Seiring Waktu / Cintapertama
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Jumling

Rayya, seorang perawat yang terperangkap dalam permainan cinta dan kekuasaan Marsel, seorang ketua Mafia yang sangat di takuti.
Marsel tidak mau melepaskan nya, Rayya sudah memiliki pacar dan akan segera menikah, akan tetapi Marsel menyatakan kepemilikan terhadap Rayya.

Marsel membuat Rayya tidak bisa menikah selain dengan nya. Ciuman di pertemuan pertama mereka membuat Marsel tidak bisa tenang memikirkan Rayya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jumling, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Riko? Tidak Mungkin!

"Nona, saya tidak main-main."

Marsel langsung bangkit dan menarik lembut tangan Rayya menjauh dari Alex. Walau dalam keadaan marah, Rayya bahkan belum pernah menghampiri dirinya, kenapa malah Alex yang mendapatkan kesempatan itu.

"Aku akan membunuhmu!" kata Marsel dingin menatap tajam Alex

'Hah, apa salah ku?' bingung Alex tidak mengerti dengan suami istri, Marsel dan Rayya. Pantas saja mereka bisa menikah, ternyata ada sedikit kesamaan.

Tapi Alex tidak berani mengeluh, Ia hanya bisa menerima dua kemarahan yang bahkan tidak ada kesalahan yang Alex lakukan.

"Rayya, tenanglah."

Marsel membawa Rayya dalam pelukan dan ternyata wanita itu tidak menolak sedikit pun.

"Bagaimana aku bisa tenang? Dia mengatai Papaku mati!" tunjuk Rayya marah pada Alex dan kini Dia bahkan sudah menangis.

Selama ini Rayya selalu bisa menahan air mata saat berselisih dengan Marsel, tapi kali ini menyangkut Rio, Papa nya. Bagaimana bisa hati Rayya tetap tegar mendengar sebuah kenyataan pahit tersebut.

"Tenanglah, apa yang Alex katakan adalah benar," ucap Marsel sambil mengelus kepala Rayya yang di ikat ekor kuda.

Rayya langsung mendorong tubuh Marsel dan menatap pria itu dengan nyalang.

"Apa jangan-jangan sebenarnya kalian yang membunuh Papa ku," kata Rayya dingin. Alex yang mendengar perkataan Rayya sampai melongo di buatnya dan langsung angkat tangan. Orang seperti dirinya nampak tidak cocok tetap berada di tempat itu.

"Bos, saya izin keluar. Kalian bicarakan baik-baik."

Alex segera melarikan diri karena Ia memprediksi situasi di dalam sudah tidak stabil.

Tanpa menunggu persetujuan, Alex langsung berlari pergi.

"Rayya, dengarkan aku baik-baik dan cerna lagi ucapan Alex tadi. Ini memang berat untuk mu."

Marsel berusaha sabar menangani Rayya yang sepertinya enggan untuk mendengarkan perkataan Marsel.

"Seperti yang sudah Alex katakan, bukan kami yang pertama kali melukai adik mu Liam. Kamu harus percaya itu. Ya walau memang kami Cosa Nostra yang membunuhnya"

Marsel menekankan kata-katanya, Rayya harus terima dengan kenyataan tersebut. Wanita itu terlihat menutup mata rapat-rapat, hatinya sakit setiap Alex dan Marsel mengatakan mereka yang membunuh Liam.

"Dan untuk Rio, Papamu. Dia memang hilang dan itu di makam Liam, kami sudah ke sana dan melihat tanda-tanda pembunuhan namun itu belum jelas, apakah benar-benar mati atau masih hidup," lanjut Marsel sambil menatap lekat Rayya yang masih enggan untuk percaya.

Karena Marsel melihat masih ada keraguan di wajah Rayya, akhirnya Marsel mengambil laptop dan menunjukkan apa yang tadi Alex perlihatkan padanya.

"Lihat. Itu Papa mu yang pergi ke pemakaman. Waktunya juga masih terbilang pagi, sebelum kamu pulang dari rumah sakit."

Rayya awalnya ragu, tapi dalam video itu memang Rio dan bahkan mobilnya juga Rayya kenal milik Rio.

"Tapi lebih dari itu, kamu harus lihat ini juga."

Selanjutnya Marsel menunjukkan Riko yang juga berada di sekitar pemakaman tidak lama setelah Rio juga masuk.

"Riko. Apa yang dia lakukan di sana, bukan kah dia masih di rumah sakit?" tanya Rayya.

"Dari kemarin dia sudah keluar," kata Marsel.

Sepertinya kaki Riko memang belum sembuh sepenuhnya, pria itu berjalan juga masih sedikit pincang.

"Harus nya kamu sudah tahu apa yang orang itu lakukan di sana," ujar Marsel.

"Membunuh Papa? Tidak mungkin, Riko tidak akan melakukan itu!"

Wajah Rayya kembali tidak percaya dan Marsel menatap nyalang wanita itu karena masih saja membela pria lain walaupun Riko sudah jelas-jelas ada di sana juga.

Rayya mengenal lama Riko, Ia sangat memperlakukan Rayya dengan lembut dan baik. Walau Carla merusak semua hubungan yang ada di antara mereka, tapi bagi Rayya Riko adalah sosok pria baik.

"Kamu tidak percaya? Pernahkan terpikirkan oleh mu Riko baik padamu karena suatu alasan?"

Nampaknya Marsel sudah bisa menebak semuanya. Ia juga mulai bisa membaca cinta Riko pada Rayya adalah bentuk rasa bersalah Riko pada Liam. Ya, Marsel menyimpulkan bahwa Riko lah yang sudah membuat Liam tertembak pertama kali di kamp dulu.

"Alasan apa maksudmu. Kami saling mencintai."

Tiba-tiba wajah Marsel jadi dingin menatap Rayya. Wanita itu sadar dengan ucapannya dan dengan cepat memperbaiki.

"Dulu. Itu dulu. Jika tidak mana mungkin kami hampir menikah."

Walau tidak mau memperbaiki, tapi Rayya sadar hanya Marsel yang bisa memecahkan masalah ini. Dirinya bahkan tidak sampai terpikirkan ke arah sana.

"Sekali lagi kamu menyebut cinta pada orang lain. Aku akan benar-benar membunuh mereka," kata Marsel menakutkan.

Rayya tidak tahu harus menanggapi seperti apa. Sekarang Marsel seperti benar-benar marah.

"Maaf, aku tidak bermaksud _"

Ddrrttt....

Tiba-tiba ponsel Marsel yang terletak di atas meja berdering, membuat Rayya tidak melanjutkan ucapannya.

"Apa kau sedang mencari keberadaan Ayah mertua mu."

Tiba-tiba dari balik telepon terdengar suara yang sedikit mengancam dan mengintimidasi.

"Apa maksud mu?" tanya Marsel dingin.

"Bukankah sudah ku bilang? Urusan di antara kita belum akan selesai. Cepat sekali kau melupakannya, Marsel."

Orang di balik telepon dengan santai memanas-manasi Marsel.

Tangan Marsel mengepal kuat menahan marah mendengar lelucon di balik telepon.

"Hendrik, harusnya aku langsung membunuhmu!"

Suara dingin Marsel malah menciptakan tawa di sebrang telepon, tampaknya Marsel bisa menebak siapa yang menelepon nya, kata-kata nya yang marah juga seperti tidak berarti apa-apa bagi orang di balik telepon.

"Hahahaha, salahkan saja dirimu yang bodoh!"

Amarah Marsel menggebu, berani sekali Hendrik mengincar orang-orang di sekitarnya. Apakah orang itu sudah tidak sayang nyawa lagi.

"Kali ini aku tidak akan memberimu ampun."

Ancam Marsel.

"Sudahlah Marsel, aku tahu kamu peduli dengan mayat orang yang ada di tangan ku. Jangan berlagak sombong. Hahahaha."

Ingin rasanya Marsel segera menghabisi Hendrik yang malah berani menambahkan api di antara mereka.

Hendrik adalah ketua Mafia yang bermasalah dengan Marsel baru-baru ini. Marsel kira urusan di antara mereka akan berakhir dan Hendrik sudah menyerah, tapi ternyata bedebah itu bergerak dengan cepat.

Nampaknya Hendrik sudah lama mengintai orang-orang Marsel, baru saja urusan di antara mereka selesai. Marsel juga sampai membiarkan Rayya sendiri di rumah sakit tanpa dirinya karena menangani bedebah Hendrik.

Tapi Hendrik malah kembali ingin melanjutkan permainan di antara mereka. Kali ini jangan salahkan Marsel kalau tidak akan memberi ampun lagi.

"Baiklah Marsel, jangan jadi pengecut. Cepat serahkan semua senjata yang ada di tangan mu jika ingin masalah ini selesai dengan mudah," kata Hendrik lagi namun Marsel tidak mengatakan apa-apa.

"Lakukan dengan baik, Marsel. Kamu tentu tahu konsekuensinya jika berani main-main dengan ku. Hahahaha."

Hendrik mengakhiri obrolan dengan tawa penuh kemenangan. Laba besar sudah menanti di depan mata, Hendrik memiliki senjata untuk melawan Marsel.

"Ma_Marsel?"

Rayya sedikit takut menyapa Marsel, saat ini pria itu terlihat sangat menyeramkan. Apa sebenarnya yang terjadi di obrolan mereka dan siapa yang menelpon tadi.

'Siapa Hendrik itu sampai membuat Marsel semenakutkan ini' batin Rayya dan menelan ludah dengan susah payah melihat kemarahan Marsel.

1
Ruth Berliana
bagus ceritanya tp msh sepi yg baca nya
Jumli: Terimakasih sudah mampir, kak. Saya sangat senang jika cerita nya kakak suka🥰

mungkin sepi karena tidak ada yang tahu kalau ceritanya bagus😁😁😅
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!