Kiara adalah definisi dari wanita modern yang ambisius. Cantik, cerdas, dan gila kerja. Baginya, satu-satunya hal yang lebih seksi daripada pria tampan adalah saldo rekening yang terus bertambah.
Hingga dia bertemu mengenal Kenan Xequel.
Kenan adalah seorang CEO yang sombong menyebalkan dan sialnya sangat tampan. Dia mewarisi kerajaan bisnis Xequel Group dan terbiasa mendapatkan apa pun yang diinginkannya dengan jentikan jari.
Kiara memutuskan untuk menaklukkan hati pria sialan itu berstatus bosnya, bukan karena cinta saja tapi karena dia menginginkan segalanya.. Love and Money.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Momy ji ji, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 6.
Kiara memperhatikan piring Kenan yang masih bersih mengilat. Pria itu benar-benar hanya memperhatikannya makan seolah sedang menonton konten mukbang.
"Pak kenan benar tidak mau makan?" ucap Kiara sambil menyeka mulutnya dengan serbet.
"Sudah kenyang melihat kamu," jawab Kenan datar.
Kiara mendengus. "Melihat orang makan mana bisa bikin kenyang Pak. dasar aneh."
Kiara kemudian mengangkat tangannya, memanggil pelayan yang sedang berjaga di dekat area rooftop.
"Mas, saya mau pesan dibungkus ya. empat porsi menu yang sama seperti tadi. tapi tolong satu porsinya dipisahkan di kantong yang berbeda."
Kenan menaikkan alisnya, memperhatikan Kiara yang memesan dengan sangat santai.
Dalam benaknya, Kenan berpikir satu bungkus terpisah itu pasti untuknya.
'Mungkin dia merasa tidak enak karena aku tidak makan di sini,' pikir Kenan dalam hati.
Ada sedikit rasa hangat yang menjalar di dadanya melihat perhatian kecil itu.
Beberapa menit kemudian, pelayan datang membawa dua kantong plastik besar. satu berisi tiga porsi dan satu lagi berisi satu porsi sendirian.
"Ini pesanannya kak. totalnya jadi lima juta seratus ribu rupiah termasuk makan di tempat tadi."
Kiara tersenyum manis pada pelayan itu, lalu dia menoleh ke arah Kenan.
Dia tidak mengeluarkan dompet, malah menyandarkan punggungnya ke kursi sambil menatap Kenan dengan tatapan polos yang dibuat-buat.
Kenan balik menatapnya sambil bertanya-tanya.
"Silakan Pak," ucap Kiara pendek.
Kenan terpaku.
"Apa?"
"Bayar pak. pakai kartu pak Kenan yang warna hitam ada kan?" Kiara menunjuk saku celana Kenan.
"Kamu yang mengajak." Kenan menatap Kiara tidak percaya.
"Memang aku yang mengajak, tapi kan semua ada persetujuan Pak Kenan. Pak Kenan juga yang ke ruangan saya lebih dulu kan," Kiara membela diri dengan wajah tanpa dosa.
"Lagipula, Bapak kan tahu aku sedang mengumpulkan uang buat tebus penthouse. Gaji bulan ini saja belum masuk. masa tega menyuruh asistennya yang sedang krisis finansial ini membayar makan malam dengan CEO kayak pak kenan?"
Kenan menghela napas panjang. mengeluarkan dompetnya dan menyerahkan kartu kreditnya pada pelayan tanpa berkata-kata lagi. dia merasa baru saja dirampok di depan umum oleh asistennya sendiri.
Setelah urusan pembayaran selesai, mereka berjalan menuju parkiran. Kiara menenteng kantong plastiknya dengan riang.
"Pak Kenan," panggil Kiara saat mereka sampai di depan mobil.
Kenan berhenti, tangannya dimasukan di saku celana. sebenarnya dia menunggu Kiara menyerahkan bungkus makanan yang dipisah tadi.... dan dia sudah bersiap untuk menolaknya dengan dingin. meski sebenarnya hatinya sedikit tersentuh.
"Pak Kenan bisa antar saya ke parkiran?" tanya Kiara.
Kenan mengernyit. "Masuk." Titahnya.
Sopir yang sudah menunggu mereka di dalam segera melajukan mobil meninggalkan kawasan itu.
"Ini," Kiara mengangkat kantong plastik yang berisi satu porsi tadi.
"Ini untuk bapak, kasihan sudah menunggu lama di bawah tadi pasti bapak lapar kan. Ini porsi khusus, aku minta bumbunya dipisah biar tidak pedas." Ucap Kiara sudah turun karena memang sudah sampai.
Dia menyerahkan bungkusan itu ke sopir Kenan dii pintu mobil depan.
Kenan yang berniat keluar terdiam mematung. tangannya membeku di gagang pintu. jadi... satu bungkus yang dipisah itu bukan untuknya?
"Untuk Sopirku?!" Kenan mengulang kalimat dalam hatinya itu dengan nada yang sedikit lebih tinggi dari biasanya.
"kenapa Pak Kenan? bapak mau juga? tadi kan ditawari tidak mau," Kiara menatap Kenan dengan bingung lalu sopir kini menerimanya dengan suasana canggung setelah mendengar ucapan Kenan.
"Masa Bapak cemburu sama sopir sendiri?"
Kenan tidak menjawab. dia langsung membanting pintunya sedikit lebih keras dari biasanya.
"Cepat jalan."
Kiara tertawa terpingkal-pingkal menatap mobil Kenan menjauh dari pandangannya.
Di sepanjang jalan pulang, Kenan hanya diam seribu bahasa. matanya menatap lurus ke depan dengan rahang yang mengeras.
Kiara di sisi lain, sibuk mengirim pesan singkat ke Ibunya bahwa dia akan membawa makanan enak untuk mereka di rumah.
Kenan mengatami satu bungkus makanan di kursi depan dengan tidak suka.
"Ehemmmmm." panggil Kenan dingin.
"Iya Pak Kenan?" Sopir itu menjawab sambil melirik dari spion tengah.
"Kembalikan makanan itu."
Sang sopir mengerem mendadak karena kaget.
"Lho, tapi Nona Kiara bilang"
"Kembalikan."
Dengan wajah bingung dan sedikit kecewa, Ia menyerahkan kantong itu ke belakang. Kenan menerimanya dengan wajah datar. tak lama kemudian sebuah notifikasi masuk ke ponsel pria di depannya.
M-Banking: Transfer masuk Rp2.000.000 dari Kenan Xequel.
"Itu bonus. beli makan yang lain," ucap Kenan singkat.
Sang sopir melongo. harga makanan di kantong itu mungkin tidak sampai lima ratus ribu dilihat dari kelas gedungnya, tapi bosnya rela membayar dua juta hanya untuk merebut kembali sebuah bungkusan.
"Terima kasih banyak, Pak!"
Kenan menyandarkan punggung. menatap kantong makanan di pangkuannya. akhirnya makanan ini kembali menjadi miliknya.
'Hanya milikku.' batinnya posesif tanpa sadar.
Di sisi lain kota, Kiara melangkah riang memasuki sebuah rumah kontrakan sederhana namun sangat rapi. begitu pintu dibuka. aroma minyak kayu putih dan kehangatan keluarga menyambutnya.
"Ibu! Ayah! Nenek! Kiara pulang bawa sesuatu!" seru Kiara sambil mengangkat tinggi-tinggi kantong makanannya.
Seorang wanita paruh baya dengan wajah teduh keluar dari kamar. "Sst, Ayahmu baru saja tidur setelah minum obat, kamu bawa apa?" Ibu Kiara menyahut pelan.
"Makanan enak dari restoran mewah Bu! bonus dari bos Ice Man ku itu," Kiara menarik Ibunya ke meja makan kecil.
Neneknya yang sedang merajut di sudut ruangan pun ikut mendekat dengan senyum lebar.
Mereka makan bertiga dalam kesederhanaan. Kiara menceritakan betapa menyebalkannya Kenan, tapi dia juga bercerita bagaimana dia berhasil membuat CEO beku itu membayar makan malam mereka.
"Kamu ini Kiara... jangan terlalu nakal sama atasan," ujar Ibunya sambil mengelus rambut Kiara.
"Tapi Ibu senang melihatmu semangat begini."
"Tenang saja Bu. Kiara Theodora tidak akan menyerah." ucap Kiara mantap, meski hatinya sedikit bergetar melihat wajah Ibu dan neneknya.
Ting!
Ponsel Kiara bergetar di atas meja. sebuah pesan dari nomor yang dinamainya Ice Man keberuntungan.
Kenan: Ke apartemen sekarang. berkas luar negeri darimu bermasalah.
Kiara mendengus keras. dia sudah menduga Kenan tidak akan melepaskannya begitu saja.
"Baru juga mau selonjoran!"
"Siapa Kiara?" tanya Nenek.
"Ice Man tanpa hati Nek. dia mau aku lembur lagi di apartemennya," jawab Kiara sambil bangkit berdiri dan mencium pipi Ibu serta Neneknya.
"Aku pergi dulu ya. jangan tunggu aku, mungkin aku menginap lagi malam ini, aku mencintai kalian." Pamitnya.
Setelah kepergian Kiara.
"Semangatnya seperti anakku." Ucap Nenek.
"Aku percaya padanya, dia pasti menjaga batasan." Ucap Ibu.
Bersambung...
tetap semangat berkarya 💪💪💪👍👍👍🥰🥰🥰
maafkan daku kak..salah ketik 🤣🤣😭