NovelToon NovelToon
Ku Rebut Kembali Semua Milikku

Ku Rebut Kembali Semua Milikku

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Diam-Diam Cinta / Mengubah Takdir
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Alisha Chanel

Tamara, seorang gadis muda berusia 19 tahun rela menjadi pelayan demi membalas dendam pada orang-orang yang telah menyakiti keluarganya.

Namun saat sedang menjalankan misi, hal yang tak terduga terjadi. Tamara terlibat cinta segitiga dengan suami majikannya.

Akankah misi Tamara untuk balas dendam berhasil? ikutin terus kisahnya ya🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alisha Chanel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Suara aneh

Sesampainya di kamar kecilnya, Tamara segera mengeluarkan salep khusus yang ia simpan. Ia harus mengobati luka-luka di kulitnya akibat pecahan kaca tadi agar tidak meninggalkan bekas yang jelek.

"Ukh... Aww..." rintih Tamara pelan. Ia kesulitan mengoleskan obat ke bagian kulit di lengannya yang sulit dijangkau. Rasa perih membuat wajah gadis itu mengerut.

Tiba-tiba...

"Biar aku bantu."

Suara berat dan dalam seorang pria membuat Tamara tersentak hebat. Jantungnya seakan berhenti berdetak saat ia menoleh dan mendapati Tuan Dion sedang berdiri tegak di ambang pintu yang ternyata tidak terkunci rapat.

"Tuan?!" mata Tamara terbelalak, "Kenapa Anda ada di sini? Bukankah tadi Anda dan Nyonya sedang...?"

Tamara tak sanggup melanjutkan kalimatnya. Melihat kemesraan mereka tadi, Tamara yakin Dion dan Giyandra pasti akan menghabiskan malam yang panas di kamar utama. Kenapa pria ini malah ada di kamarnya yang sempit dan pengap ini sekarang?

"Sedang apa?" tanya Dion santai, seolah ia pemilik tempat ini. Tanpa meminta izin, pria itu mengambil alih wadah salep dari tangan Tamara dan mulai mengoleskan obat itu dengan jari-jarinya yang kekar ke atas luka di kulit gadis itu. Sentuhannya aneh, terasa lembut, namun tatapannya tajam.

"Tidak usah, Tuan! Saya bisa sendiri!" Tamara panik dan berusaha menarik tangannya kembali. Namun gerakannya terlalu lambat. Kakinya tersandung, tubuhnya kehilangan keseimbangan, dan ia malah terjatuh tepat ke dalam pangkuan Dion yang luas dan kokoh.

Wajah mereka kini hanya berjarak beberapa senti saja. Hembusan napas mereka bercampur, dan pandangan mata keduanya terkunci dalam diam yang mencekam.

"Kenapa kau tidak datang ke kamarku?" suara Dion memecah keheningan, rendah dan penuh tuntutan. "Apa kau sudah lupa dengan janjimu?"

"Janji? Janji apa?" Tamara berpura-pura bodoh, mencoba melepaskan diri namun pinggangnya terpegang erat.

Dion terkekeh pelan, nada suaranya terdengar meremangkan bulu kuduk. "Kau berjanji akan datang ke kamarku sebagai ganti karena aku sudah menutup mulutku dan tidak memberitahu Giyandra kalau kau berani merayuku."

"Tidak, Tuan! Itu semua salah paham!" Tamara membantah dengan cepat. "Malam itu hanyalah sebuah kecelakaan. Saya sama sekali tidak berniat menggoda Anda!"

"Benarkah?" Dion mendekatkan wajahnya, jarak mereka nyaris tak bersisa. "Kalau begitu, kau adalah pembohong. Aku sudah menolongmu agar tidak dipecat, tapi kau malah ingkar janji."

Belum sempat Tamara menjawab atau membela diri, bibirnya tiba-tiba dibungkam. Dion menciumnya dengan dahsyat, penuh gairah dan tuntutan yang tak bisa ditolak. Tamara berusaha mendorong dada bidang pria itu, mencoba melawan, namun tenaganya jauh lebih lemah dibandingkan kekuatan Dion. Pertahanannya runtuh seketika.

Setelah beberapa saat yang terasa seperti abad, Tamara berhasil menghela napas. "Jangan seperti ini, Tuan! Nyonya bisa masuk kapan saja! Dia akan melihat kita!"

"Jadi... kalau Giyandra tidak melihat, kau mau?" Dion tersenyum miring, tatapannya penuh godaan nakal.

"Bukan itu maksudku, Tuan..."

Ucapan Tamara kembali terputus. Dion kembali menyambar bibirnya, kali ini bahkan lebih rakus dan membara. Pria itu mendorong tubuh Tamara perlahan hingga gadis itu terbaring di atas kasur tipis di kamarnya.

"Aku sudah menyelidiki latar belakangmu, Tamara," bisik Dion di sela-sela ciuman mereka, tangan pria itu mulai bebas menjelajah. "Aku tahu kau sangat butuh uang. Layani aku malam ini... dan harganya, kau yang tentukan sendiri."

***

Sementara itu, Giyandra terlihat berjalan mondar-mandir di koridor dengan wajah bingung dan sedikit kesal. Ia kehilangan jejak suaminya.

"Kemana sih Dion sebenarnya? Tadi aku lihat dia berjalan ke arah sini..." gumam Giyandra sambil mengusap perutnya yang besar.

Matanya tertuju pada satu pintu kayu tua di ujung koridor. Pintu kamar Tamara.

"Tidak mungkin kan... Dion masuk ke kamar pelayan kotor itu?" Giyandra mendengus jijik. Namun, rasa curiga mulai menggerogoti hatinya. Ia melangkah mendekat dan mencoba memutar handel pintu.

Terkunci.

"Kenapa dikunci dari dalam?" batin Giyandra mulai was-was. Ia mencoba memutarnya lagi dengan keras, namun pintu itu tetap tak terbuka.

"Ah, sudahlah. Mana mungkin Dion mau masuk ke tempat kumuh begini," Giyandra berusaha menenangkan diri dan berpikir positif. Ia berbalik badan hendak pergi, berniat mencari suaminya di tempat lain.

Namun...

Ahhh...

Suara aneh, seperti erangan tertahan, terdengar samar-samar memecah keheningan malam dari balik pintu kamar Tamara.

Darah Giyandra seketika mendidih.

Bersambung...

1
Dewi
jijik sama orangnya tapi minta dibikinin jus sama orang itu
Dewi
katanya orang kaya, tapi gak bisa bedain barang asli sama palsu
Dewi
ah, Pasti tamara pura-pura jatuh supaya bisa dekat dengan Dion
Dew666
👄👄👄
Dew666
🩵🩵🩵
Dew666
💄💄
Dew666
🔥🔥🔥
Dewi
fokus saja dengan misimu tamara, jangan terkecoh sama Dion
Dewi
Dion udh suka sama tamara, makanya nolak giandra
Dewi
Dion suka sekali bermain api
Dew666
💃💃
Jengendah Aja Dech
❤️
Dew666
🥰🥰
Dew666
🥰🥰
Dewi
kayaknya tamara mau balas dendam karena dion atau istrinya sudah menghancurkan keluarganya
Dewi
misi apa tuh?
Dew666
👑👑
Dew666
💜💜
Dew666
🌹🌹
Dew666
💎💎
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!