NovelToon NovelToon
Wasiat Tanpa Cinta

Wasiat Tanpa Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Nikah Kontrak
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ndo' Anha

Demi menyelamatkan hak waris adiknya dari keserakahan sang kakak tiri, seorang CEO wanita yang berhati dingin terpaksa terjebak dalam pernikahan kontrak. Ia harus bersanding dengan pengacara mendiang ayahnya—pria yang memandangnya dengan kebencian, namun memegang kunci kekuatan hukum yang ia butuhkan.

Tempaan hidup yang keras telah membentuknya menjadi sosok yang tegas dan tak kenal lelah. Di bawah atap yang sama, tak ada ruang bagi cinta, hanya ada dendam yang membara di hati sang suami. Demi ambisi masing-masing, keduanya terpaksa memerankan sandiwara rumah tangga yang sempurna di mata dunia.

Akankah benih cinta tumbuh di sela-sela permusuhan mereka, ataukah perpisahan pahit yang menjadi akhir dari kesepakatan ini?

Mau tahu kelanjutan ceritanya? Jangan lupa baca di sini, ya. 🤗

Jangan lupa, like dan komentarnya sebagai penyemangat Author. Terima kasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ndo' Anha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

06. WATACI

Mobil sedan Mercedes-Benz perak melaju membelah padatnya jalanan. Nika dan Geby tampak santai duduk di kursi belakang. Sesekali Nika menatap ke luar jendela, matanya terpaku oleh guratan jingga yang menghiasi langit sore.

Setelah menempuh perjalanan sekitar 15 menit akhirnya mereka tiba di sebuah restoran berbintang. Nika langsung turun dan masuk ke dalam restoran.

Geby yang masih di dalam mobil menatap punggung atasanya dengan nanar. "Semoga semua berjalan lancar. Aku kadang kasihan melihat Bu Nika yang harus seperti ini."

Ia menggeleng pelan lalu, mobil melaju menuju ke arah parkiran.

Di dalam restoran, Nika duduk di meja yang memang sudah dipesankan atas namanya. Ruangan dengan gaya klasik mewah, interior yang semua terlihat sempurna.

Nika menunggu dengan tak sabar. Beberapa kali ia menatap layar ponselnya. Tangannya mengetuk-ngetuk permukaan meja dengan gelisah.

"Apa dia gak akan datang?" gumamnya, matanya terus menatap ke arah pintu.

Setelah waktu berlalu beberapa saat, pintu ruangan diketuk pelan. Adnan yang mengenakan setelan jas rapi masuk dengan langkah tenang namun terlihat ada guratan penasaran.

Ia yang harusnya bertemu klien terpaksa membatalkannya demi menemui Nika.

Punggung kursi ditarik dan ia duduk tepat di depan Nika yang sudah terlihat kesal.

"Saya kira Tuan Adnan orangnya disiplin dan tepat waktu, mengingat bagaimana sepak terjang Anda selama ini yang di kenal disiplin. Tapi ternyata saya salah," cecar Nika tajam.

"Apa hanya karena saya telat beberapa menit, sampai Bu Direktur menilai saya seperti itu," ujar Adnan.

"Tentu. Kepribadian seseorang bisa terlihat saat bagaimana ia menghormati seseorang. Dan Anda, membiarkan saya menunggu dari tadi. Anda tahu bukan waktu saya sangat berharga." Nika menaikkan nadanya sambil menyesap teh.

Adnan hanya tersenyum tipis. "Baiklah. Maafkan saya karena sudah membuat Anda menunggu."

Nika menepuk tangannya. Tak lama beberapa pelayan datang dan menyiapkan hidangan pembuka untuk mereka.

Tatapan Andan terkunci pada Nika yang terlihat begitu santai seolah mereka sudah biasa makan berdua.

"Ngomong-ngomong gak mungkin kan Bu Direktur ngajak saya makan tanpa ada sesuatu yang penting?" ucap Adnan sambil melahap sesuap direst manis yang telah disediakan.

Nika meletakan sendoknya dengan dentingan yang ringan. Ia memundurkan tubuhnya lalu bersandar dengan santai.

Ia mengambil selembar surat dan meletakkannya di atas meja. "Menikahlah denganku."

Uhuk! Uhuk!

Adnan seketika tersedak. Ia mengambil air dan meneguknya.

"Apa? Menikah?" sahut Adnan membelalak.

Nika hanya mengangguk pelan. "Iya menikah denganku."

"Heh, mana mungkin saya menikah dengan Anda. Apa ini tidak terlalu memaksakan. Kita bahkan tidak seakrab itu," ujar Adnan membelalak.

Adnan menatap penuh selidik ke arah Nika. Wanita yang bahkan tak pernah membutuhkan lelaki di sampingnya tiba-tiba saja mengajaknya menikah. Tentu itu bisa membuatnya terkejut.

Sementara Nika tetap dengan posisi yang tenang. "Ini bukan soal mau atau tidak. Kau memang harus menjadi suamiku. Lihat saja ini."

Nika menyodorkan selembar kertas itu ke arah Adnan.

Kertas itu ditarik dan dibaca oleh Adnan. Seketika ekspresi Adnan berubah. Ia bahkan tak bisa berkata-kata.

"Aku ... aku tidak tahu harus bicara apa?" ucap Adnan. Bahunya seketika merosot.

"Satu minggu lagi kita akan melangsungkan pernikahan. Jadi selesaikan semua urusanmu dengan kekasihmu, aku tidak mau kalau itu akan jadi masalah dikemudian hari," tutur Nika, tatapannya tajam dan mengintimidasi.

Adnan hanya bisa mengepal kuat tangannya di bawah meja. Ia tak ingin menikah namun, ia juga tak bisa menolak.

Amanat Tuan Wiguna bagai sebuah perintah untuknya. Semasa hidupnya, Tuan Wiguna sering membantunya dalam menempuh pendidikan. Hingga akhirnya dirinya bisa sampai seperti ini.

"Mana mungkin aku bisa meninggalkannya. Aku mencintai kekasihku, bahkan kami sudah bertunangan," pekik Adnan.

Nika hanya menyunggingkan bibir. "Aku tidak peduli. Mau tidak mau, kau harus mau. Apa kau lupa bagaimana ayahku membantumu, jangan jadi orang yang tak tahu balas budi ya, Tuan Adnan."

"Ini pemaksaan. Kenapa harus aku, hah!" serunya dengan nada tinggi.

Nika merasa sakit hati karena penolakan itu. Ia bangkit dengan menumpukan kedua tangan di atas meja.

"Ini adalah keputusan ayahku. Kau kira aku mau. Tapi tenang, saat semua urusan perusahaan terselesaikan, dan posisi pimpinan aman di tangan adikku kita akan bercerai. Tapi jika ingin menolak silakan bicarakan langsung dengan mendiang ayahku," sahut Nika sambil melangkah menuju pintu.

Sebelum ia benar-benar pergi, Nika berbalik dan menatap ke arah Adnan. "Ingat! Satu minggu lagi datang ke tempat yang akan aku kirimkan. Di sana kita akan melangsungkan pernikahan."

Tanpa menunggu jawaban Adnan. Nika segera melangkah keluar ruangan hilang di balik pintu.

Adnan yang awalnya berdiri tegak tiba-tiba merosot ke tempat duduknya. Tatapannya meredup, fikirannya berkecamuk.

"Kenapa ini terjadi padaku. Jika harus menikah kenapa harus dengan wanita kasar seperti dia, lalu bagaimana dengan Vivian? Apa yang harus aku katakan padanya," gumamnya dengan penuh frustasi.

1
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
mampuss luu🤣🤣
༄ℒ⃟ouಡ≛⃝⃕ʸᵢ✧꧂: bahagianya ibuk🤣
total 1 replies
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
wahh ada niat terselubung apa lagi si vivian ini
Resa05
novelnya keren thor, semoga makin rame semangat up terus!
༄ℒ⃟ouಡ≛⃝⃕ʸᵢ✧꧂: Aamiin,. makasih kak🙏
total 1 replies
༄ℒ⃟ouಡ≛⃝⃕ʸᵢ✧꧂
aduhh ibuk... 🤭
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
lahh kenapa nggak tidur bareng aja nika🤣🤣
Aldinakbar
bangun Elano jangan hanya berlindung dibalik kakakmu Bangun dan lindungi kakakmu selayaknya pria sejati
Aldinakbar
17 tahun udah bukan anak anak lagi harusnya udah ngerti,kebanyakan dimanja sih
༄ℒ⃟ouಡ≛⃝⃕ʸᵢ✧꧂: Iya kadang karena dia anak laki" perhatiannya dengan anak perempuan berbeda.
total 1 replies
Raine
nika yg badas kenapa jodohnya adnan sih, coba ceo kaya juga biar otaknya setara
༄ℒ⃟ouಡ≛⃝⃕ʸᵢ✧꧂: Jodoh gak ada yg tau ya kak🤭
total 1 replies
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
cieee udah mulai naksir🤣🤣
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐: wkwkwk iya yi🤣🤣
total 2 replies
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
iyalah.. nika istri nya, kmu cuma mantan/Tongue//Tongue//Tongue/
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
syukurin🤣🤣🤣
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
hayo lohh Adnan, kmu pilih siapa?
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐: harus nya istri lahh🤭🤭
total 4 replies
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©Violin≛⃝⃕|ℙ$☘𝓡𝓳
Astaga belum juga kering makamnya udah sibuk masalah warisan
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©иαвιℓℓαˢ⍣⃟ₛ☕︎⃝❥
wahhh salut sama Nika wanita yg gak gampang ditindas, tapii ituu yg kenaa vas siapaa yaa?🤔🤭
༄ℒ⃟ouಡ≛⃝⃕ʸᵢ✧꧂
Jawabannya ada di bab selanjutnya ya buk.. sumpah aku bener" keteteran ini buk nulisnya🤣
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
apa Adnan ya yg menyelamatkan nika?
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
kasian nika🥺🥺🥺
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
kasian nika
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
wkwkwkwk kesian adnan🤭🤭
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
jngn bilang gaby kenap2 ya thor🥺🥺
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!