Lin Feng, seorang Kaisar Abadi yang tak tertandingi di generasinya, yang dikenal sebagai "Penguasa Abadi," tewas dalam sebuah pengkhianatan keji. Murid terdekat dan wanita yang paling dicintainya bersekongkol untuk merebut Kitab Suci Kekacauan Abadi miliknya, sebuah teknik kultivasi tertinggi, tepat saat ia mencoba naik ke Alam Dewa. Meskipun raganya hancur, seutas jiwa ilahinya berhasil lolos dan bereinkarnasi ke dalam tubuh seorang pemuda yang baru saja mati di dunia fana yang terpencil.
Tubuh baru ini, yang juga bernama Lin Feng, dianggap sebagai "sampah" dengan meridian yang hancur, dikucilkan oleh klannya sendiri, dan dihina oleh tunangannya. Berbekal ingatan dan pengetahuan dari kehidupan masa lalunya yang gemilang, Lin Feng harus memulai segalanya dari nol. Dia akan menggunakan pemahamannya yang tak tertandingi tentang Dao agung untuk menempa kembali takdirnya, menantang langit, dan menapaki jalan menuju puncak kekuasaan sekali lagi, sambil merencanakan balas dendam yang akan m
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12: Kultivasi Gila di Balik Air Terjun
Liu Xue'er berdiri terpaku di puncak yang sunyi itu untuk waktu yang lama. Hawa dingin dari tekniknya sendiri terasa tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan dinginnya tatapan Lin Feng yang terakhir.
"Siapa dia...?" bisiknya pada angin.
Dia mencoba menenangkan pikirannya dan menganalisis apa yang baru saja terjadi. Gerakan secepat hantu itu... bahkan para tetua di Alam Yayasan Roh pun mungkin tidak bisa melakukannya dengan begitu mudah. Dan menghancurkan serangannya dengan sehelai daun... itu adalah tingkat kontrol energi yang berada di luar pemahamannya.
"Harta karun... pasti ada harta karun pelindung yang sangat kuat padanya," dia mencoba meyakinkan dirinya sendiri. Itu adalah satu-satunya penjelasan yang logis. Mungkin Lin Feng secara kebetulan menemukan warisan kuno, memberinya beberapa item sekali pakai yang kuat.
Namun, bahkan jika itu benar, sikap dan tatapan matanya... itu bukanlah sesuatu yang bisa dipalsukan oleh harta karun. Tatapan itu adalah milik seorang penguasa yang telah melihat pasang surutnya dunia, bukan milik seorang pemuda putus asa.
Ancaman terakhirnya terus bergema di benaknya. "Jangan salahkan aku jika wajah cantikmu itu terluka."
Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, Liu Xue'er merasakan sedikit ketidakpastian. Sebuah benih keraguan telah ditanam di dalam hatinya yang selalu sombong. Pertemuan ini tanpa sadar telah menciptakan "iblis hati" kecil yang akan menghambat jalur kultivasinya jika tidak segera diatasi. Dengan pikiran yang kacau, dia tidak lagi berminat untuk berlatih dan pergi dengan langkah yang berat.
---
Sementara itu, Lin Feng telah menjauh dari Puncak Bambu Hijau.
"Tempat ini sudah tidak aman lagi," gumamnya pada diri sendiri. Dia tahu bahwa dengan status Liu Xue'er, dia mungkin akan kembali, atau bahkan membawa orang lain. Dia membutuhkan tempat yang benar-benar terisolasi.
Pikirannya dengan cepat menyaring ingatan pemilik tubuh ini. Tiba-tiba, sebuah lokasi muncul. Sebuah tempat yang dianggap sebagai area terlarang oleh para murid biasa karena berbahaya dan sulit dijangkau: sebuah gua di balik air terjun tempat dia berlatih.
Dulu, pemilik tubuh ini pernah tersesat dan tanpa sengaja menemukannya. Dia terlalu takut untuk masuk lebih jauh karena kegelapan dan suara gemuruh air yang menakutkan. Tapi bagi Lin Feng sekarang, itu adalah benteng alami yang sempurna.
Dengan cepat, dia kembali ke air terjun kecil itu. Dia tidak ragu-ragu dan langsung melompat melewati tirai air yang deras.
"Splash!"
Seperti yang dia duga, ada sebuah gua tersembunyi di baliknya. Gua itu tidak terlalu besar, tetapi cukup kering dan benar-benar terisolasi dari dunia luar. Suara gemuruh air terjun akan menutupi suara apa pun dari dalam, dan tidak ada yang akan berpikir untuk mencarinya di sini.
Hal yang paling mengejutkannya adalah energi spiritual di dalam gua ini bahkan lebih padat daripada di Puncak Bambu Hijau. Uap air yang kaya akan energi dari air terjun terperangkap di sini, menjadikannya lokasi kultivasi yang ideal.
"Sempurna."
Lin Feng duduk di tengah gua. Kali ini, tidak akan ada gangguan.
Dia mengeluarkan tiga Pil Pengumpul Roh yang tersisa untuk hari itu. Tanpa jeda, dia menelan semuanya sekaligus.
BOOM!
Gelombang energi yang tiga kali lebih kuat meledak di tubuhnya. Murid biasa yang melakukan ini akan meledak meridiannya karena tidak mampu menahan gelombang energi yang begitu besar dan tiba-tiba.
Tapi bagi Lin Feng, ini bukan apa-apa.
Meridian Naga-nya yang baru ditempa bergetar karena kegembiraan, dengan mudah menampung gelombang energi tersebut. Kitab Suci Kekacauan Abadi berjalan dengan kekuatan penuh. Pusaran di Dantiannya berputar seperti lubang hitam mini, dengan rakus melahap, memurnikan, dan mengubah semua energi itu menjadi Qi Kekacauan.
Proses yang tadinya membutuhkan waktu lima belas menit untuk satu pil, kini selesai dalam waktu kurang dari setengah jam untuk tiga pil.
Energi yang sangat besar mengalir ke Dantiannya. Qi Kekacauan miliknya tumbuh secara signifikan.
Setelah energi sepenuhnya diserap, mata Lin Feng terbuka. Dia merasakan kekuatan baru di tubuhnya dan mengepalkan tangannya.
"Alam Penempaan Tubuh, Tingkat Keempat!"
Hanya dalam satu pagi, dia telah melompat dari tingkat dua ke tingkat empat. Kecepatan kultivasi yang menakutkan ini akan membuat seluruh Klan Lin gempar jika mereka tahu.
Tapi Lin Feng tidak puas.
"Masih belum cukup."
Selama hari-hari berikutnya, Lin Feng menjalani rutinitas yang gila. Setiap pagi, dia akan bertemu dengan diaken di tempat yang telah ditentukan untuk mengambil jatah lima pilnya. Kemudian, dia akan segera kembali ke gua air terjunnya dan menghabiskan sisa hari itu dengan berkultivasi tanpa henti.
Lima pil sehari. Energi dari lima pil itu, jika digabungkan, cukup untuk membuat kultivator tingkat lima kewalahan. Tetapi Lin Feng menelannya setiap hari tanpa masalah.
Tubuhnya, yang ditempa oleh Teknik Tulang Naga, seperti jurang maut yang tak berdasar, mampu menahan energi apa pun. Dan Kitab Suci Kekacauan Abadi miliknya seperti binatang purba yang lapar, mengubah semua energi itu menjadi fondasi kekuatannya sendiri.
Hari ketiga... Alam Penempaan Tubuh, Tingkat Kelima!
Hari keenam... Alam Penempaan Tubuh, Tingkat Keenam!
Kecepatannya sedikit melambat saat tingkatnya semakin tinggi, tetapi itu masih merupakan kecepatan yang belum pernah terdengar. Pada hari keenam, tingkat kultivasinya sudah setara dengan Liu Xue'er. Namun, dengan kualitas Qi Kekacauan miliknya, pengalaman tempurnya yang tak terbatas, dan kekuatan fisiknya, kekuatan tempur sejatinya sudah jauh melampaui Liu Xue'er.
Pada hari kesepuluh, dia telah menghabiskan lima puluh Pil Pengumpul Roh. Dia sekarang berada di puncak tingkat enam, hanya selangkah lagi dari tingkat tujuh.
Di dalam gua, Lin Feng membuka matanya. Uap putih keluar dari mulutnya seperti seekor naga kecil. Dia bisa merasakan kekuatan yang melimpah di setiap sel tubuhnya.
"Hanya empat hari lagi menuju kompetisi," bisiknya. Dia melihat dua puluh pil yang tersisa di kantongnya. "Waktunya untuk melakukan terobosan terakhir."
Dia tahu bahwa Lin Hu, yang berada di tingkat tujuh, pasti akan menggunakan segala cara untuk melawannya di atas panggung, mungkin melalui murid lain yang lebih kuat .