NovelToon NovelToon
Figuran Yang Polos

Figuran Yang Polos

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Mafia
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: mejiku

Raisa adalah definisi "gadis di dalam botol". Hidupnya hanya seputar dinding rumah, perpustakaan pribadi, dan petuah-petuah manis ibundanya. Dunia luar yang kejam? Raisa tidak kenal. Dunia Dark Romance yang penuh darah dan obsesi? Raisa bahkan tidak bisa mengeja kata "toksik".
​Semua berubah saat ia meminjam sebuah novel bersampul hitam pekat milik temannya. Baru membaca bab pertama, Raisa sudah pusing tujuh keliling. Namun, saat ia memejamkan mata untuk tidur, dunianya berputar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mejiku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

di hukum lagi

"Jadi maksud lo Zela bohong?!" Arland berteriak tepat di depan wajah Anna, membuat gadis itu tersentak mundur.

​Dalam hati, Anna ingin menangis sekencang-kencangnya. Saat masih menjadi Raisa, ia adalah mutiara yang dijaga sangat ketat oleh orang tuanya karena trauma penculikan masa kecil akibat saingan bisnis sang Papa. Ia tidak pernah sekalipun dibentak, apalagi diperlakukan kasar seperti ini. Bagaimana bisa di dunia ini dia terus-menerus menjadi sasaran amarah?

​Air mata mulai menggenang di pelupuk matanya, membuat pandangannya kabur. "Aku... aku beneran nggak tahu..."

​"Halah! Sekarang lo harus dihukum!" Arland tidak peduli dengan raut wajah Anna yang ketakutan.

​Anna menggeleng kuat-kuat, mencoba melepaskan diri. Namun, tenaganya tidak sebanding dengan Arland. Pria itu sudah lebih dulu mencengkeram lengannya dan menyeretnya paksa keluar dari kantin.

​"Lepasin... aku mohon, sakit!" isak Anna sambil berusaha mengimbangi langkah lebar Arland yang penuh emosi.

​Arland menyeretnya menuju sebuah ruangan gelap di ujung lorong gedung lama yang jarang dilewati siswa lain. Rasa takut yang sama seperti saat Raisa kecil diculik kini kembali menghantui pikirannya. Tubuhnya bergetar hebat saat Arland menghempaskannya ke dalam ruangan dingin tersebut.

Anna terisak di dalam kegelapan ruangan itu, memeluk lututnya erat-erat sambil membisikkan keinginan untuk pulang. Namun, di tengah tangisnya, sebuah pemikiran melintas secara tiba-tiba.

​Kalau aku mati lebih cepat di sini, apa mungkin jiwaku bakal hilang dan kembali ke tubuh asliku?

​Ia menghapus air matanya dengan punggung tangan. Ide gila itu justru memberinya secercah harapan. "Iya, ini satu-satunya cara," gumamnya pelan, mencoba menguatkan diri sendiri. "Aku beneran harus nyelesain cerita ini sesuai alur dengan cepat."

​Ketakutan yang tadi melumpuhkannya kini berubah menjadi kepasrahan yang aneh. Sejak masuk ke dunia novel ini, ia merasa sangat lelah terus-menerus menjadi sasaran kemarahan.

​"Kalau nanti akhirnya aku dibunuh atau disiksa, ya sudah, pasrah saja," ucapnya dengan nada lelah namun penuh tekad. "Lagipula, aku sudah lelah menghadapi semua ini."

​Meskipun tubuhnya masih sedikit gemetar karena sisa rasa takut, Anna mencoba berdiri tegak di tengah kegelapan, menunggu hukuman apa yang akan diberikan Arland padanya, berharap ini adalah jalan pintas untuk mengakhiri mimpi buruk ini.

Malam semakin larut, dan suasana gang sempit itu terasa kian mencekam. Anna berjalan dengan langkah ragu karena sang sopir tak kunjung datang menjemput. Rasa was-was yang sempat hilang kini kembali menyelimuti hatinya.

​Tiba-tiba, matanya menangkap sosok yang sangat ia kenali sedang bersandar di dinding lembap.

​Kiel.

​Pria itu mengenakan hoodie hitam yang kini basah oleh noda merah pekat yang terus merembes dari perutnya. Meskipun tampak lemas, matanya masih menatap Anna dengan ketajaman yang mematikan.

​"Kamu... kamu gapapa?" tanya Anna dengan nada polos yang tertinggal dari sifat aslinya sebagai Raisa.

​Kiel mendesis, suaranya rendah namun penuh penekanan. "Pergi dari sini sebelum gua habisin elo," ucap sang mafia psikopat itu dengan tatapan mengancam.

​Anna terdiam sejenak. Alih-alih lari ketakutan, ia justru teringat misinya untuk segera menyelesaikan alur novel ini. Cepat atau lambat, aku juga akan mati di sini, pikirnya tenang.

​Tanpa memedulikan ancaman Kiel, Anna justru duduk bersimpuh di dekat pria itu. "Coba liat lukanya," ucap Anna lembut.

​Sret!

​Kiel menepis tangan Anna dengan kasar. "Gua bilang pergi!"

​Namun, Anna tidak menyerah. Bayangan masa lalunya yang terbiasa hidup teratur dan penuh perlindungan membuatnya tidak tega melihat luka separah itu. Dengan gerakan tenang, ia membuka tasnya dan mengeluarkan kotak P3K kecil yang selalu ia bawa.

​"Diem sebentar ya," gumam Anna sambil mulai membersihkan luka di perut Kiel, mengabaikan fakta bahwa pria di depannya ini bisa saja menghabisi nyawanya dalam sekejap.

Tangan Anna bergerak cekatan, meski jemarinya sedikit gemetar saat menekan kain kasa untuk menahan pendarahan hebat di perut Kiel. Di bawah temaram lampu gang yang remang-remang, wajah Anna terlihat begitu fokus dan tenang, menciptakan gurat kecantikan yang tampak tidak nyata di tengah suasana mencekam malam itu.

​Kiel hanya diam mematung. Dari posisinya yang bersandar, ia menatap wajah Anna dari atas. Ada desir aneh yang asing di dadanya—sebuah perasaan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya—namun dengan cepat ia menepis perasaan itu. Baginya, kelembutan adalah kelemahan yang tak boleh dimiliki seorang mafia.

​Setelah beberapa saat, Anna menghela napas lega dan merapikan sisa kasa. Ia mendongak menatap mata tajam Kiel.

​"Kamu... bisa berdiri sendiri?" tanya Anna lembut.

​Kiel tidak menjawab. Ia hanya terus menatapnya dengan tatapan datar yang sulit diartikan. Anna menganggap diamnya Kiel sebagai jawaban "bisa", lalu ia pun beranjak berdiri.

​"Hati-hati, ya. Jangan keluar malam-malam begini lagi," ucap Anna memberi pesan.

​Ia mengucapkan itu dengan sangat tulus, seolah lupa bahwa justru dirinyalah yang saat ini sedang dalam bahaya karena pulang sendirian di tengah malam tanpa jemputan. Anna memberikan satu senyum tipis terakhir sebelum akhirnya berbalik dan berjalan menjauh, meninggalkan Kiel yang masih terpaku menatap punggung kecilnya yang perlahan menghilang ditelan kegelapan malam.

"Akhirnya sampai," desah Anna lega saat kakinya menginjak lantai marmer rumahnya yang megah. Tubuhnya yang mungil terasa sangat berat karena kelelahan emosional yang luar biasa. Tanpa sempat mengganti pakaian dengan benar, ia merebahkan diri di atas kasur empuknya dan langsung terlelap dalam kegelapan malam.

​Keesokan Harinya

​Sinar matahari pagi menyambut Anna saat ia melangkah masuk ke dalam kelas. Namun, baru saja ia melewati ambang pintu, suasana tenang yang ia harapkan langsung sirna. Di depan meja guru, dua sahabat Kiel—Ezra dan Evan—sudah berdiri dengan seringai jahil yang sangat familiar.

​"Wah, wah! Liat siapa yang datang? Tuan putri kita yang paling cantik se-antero sekolah," seru Evan sambil bersandar di meja, menghalangi jalan Anna.

​Anna mencoba lewat, namun Ezra justru merentangkan tangannya dengan gaya sok cool. "Eits, jangan buru-buru, Na. Lo tahu nggak bedanya lo sama bangku sekolah ini?"

​Anna menghela napas, menatap Ezra dengan wajah polosnya yang sedikit bingung. "Apa?"

​"Kalau bangku ini buat didudukin, kalau lo buat diseriusin sampai pelaminan," gombal Ezra sambil mengedipkan sebelah matanya.

​Evan tak mau kalah, ia mendekat dan menatap mata Anna dalam-dalam, membuat Anna refleks mundur satu langkah. "Na, lo punya peta nggak? Soalnya gue baru aja tersesat di mata lo yang bening itu."

​Anna mengerutkan kening, merasa heran dengan perubahan sikap mereka yang biasanya hanya mengejek. "Kalian... kenapa sih? Minggir, aku mau duduk," ucapnya lembut namun penuh penekanan.

​"Duh, makin galak makin gemes ya, Van?" bisik Ezra yang masih bisa didengar satu kelas.

1
UMMI HABIBAH
lanjut thorrr
wahyu andria
suka karyanya. . .up yang bnyak thor
Teguh Aliyanto
up yg bnayak thorr jagan 1 satu aja
Teguh Aliyanto
semagat💪💪
Teguh Aliyanto
ug yg banyak thor😍😍
Teguh Aliyanto
lanjuth thorr😍
Teguh Aliyanto
lanjuttt🤭🤭
Teguh Aliyanto
lanjur thor😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!