NovelToon NovelToon
WHISPERS OF THE HEART

WHISPERS OF THE HEART

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Duda / Dunia Masa Depan
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Oviamarashiin

Davika Ovwua Mwohan adalah siswi kelas 3 SMA yang tidak hanya berpenampilan memikat layaknya boneka hidup dengan tubuh *gitar spanyol* yang seksi, tetapi juga memiliki kepribadian paling random dan kocak di antara teman-temannya. Di balik tingkah ajaibnya, Davika adalah koki andalan rumah yang jago menyulap segala jenis masakan mulai dari jajanan pasar hingga kuliner barat menjadi hidangan favorit keluarga, teman, hingga tetangga.

Keseharian Davika dipenuhi dinamika hubungan persaudaraan yang seru dan penuh warna. Ia terlibat hubungan ala "Tom and Jerry" dengan kakak pertamanya, Mas Gara, pria cuek dan berotot yang selalu bersedia menjadi ATM berjalan demi menuruti hobi makan dan tingkah acak Davika. Sementara itu, Mbak Nara, kakak keduanya yang cantik dan manis, turut melengkapi kehangatan dan keseruan lika-liku kehidupan masa muda Davika di dalam keluarganya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Oviamarashiin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kepulangan yang Sempurna

Suasana di dalam rumah utama keluarga Mwohan yang bernuansa *Modern Luxury* terasa begitu menenangkan saat berkas cahaya matahari pagi mulai menembus tirai-tirai tipis setinggi langit - langit. Pindahan data taktis di layar komputer sudut ruangan telah meredup, menandakan seluruh sistem keamanan telah kembali ke mode siaga normal.

Gus Zayyad masih berdiri di samping sofa beludru, menatap Davika yang mendengkur halus dalam balutan selimut abu-abu. Detak jantungnya yang sempat berpacu gila sepanjang malam kini telah melambat, menyisakan rasa lega yang mendalam.

*Drrrt... Drrrt...*

Ponsel di saku kemeja Zayyad bergetar lembut. Sebuah pesan teks masuk dari nomor tak dikenal, namun kode enkripsinya langsung dikenali sebagai jalur milik logistik Al-Anwar.

"Gus, SUV hitam yang membawa Mbak Nara dan Pak Handoko sudah memasuki gerbang tol dalam kota. Mereka dijadwalkan tiba di rumah utama dalam waktu lima belas menit. Area perimeter bersih dari pengejaran."*

Zayyad mengembuskan napas panjang. Ia memasukkan kembali ponselnya, lalu melangkah menuju cermin besar berbingkai emas yang terletak di lorong ruang tengah. Ditatapnya pantulan dirinya sendiri. Tanpa sisa *cushion* dan *liptint peach* buatan Davika, ia kembali menjadi Gus Zayyad yang dikenal dingin, kaku, dan memegang teguh muruah pesantren. Hanya saja, robekan di bahu kemeja hitamnya serta simpul pita imut buatan Davika yang masih bertengger di sana menjadi bukti tak terbantahkan bahwa ia baru saja selamat dari sebuah malam yang paling absurd dalam hidupnya.

...----------------...

Tepat lima belas menit kemudian, suara deru halus mesin SUV hitam terdengar berhenti di pelataran depan. Pintu rumah utama terbuka, dan langkah kaki yang tergesa-gesa terdengar menggema melewati selasar marmer.

"Davika ?! Gus Zayyad ?!"

Nara muncul dengan khimar abu-abunya yang tampak kusut, matanya yang bulat jernih dipenuhi gurat kecemasan yang masif. Di belakangnya, Bapak Handoko melangkah dengan napas yang masih memburu, namun wajah tuanya langsung melembut begitu melihat Gus Zayyad berdiri tegak di tengah ruangan.

"Nara, Pak Handoko," sapa Zayyad dengan suara baritonnya yang tenang dan berwibawa, menundukkan kepalanya sedikit sebagai bentuk penghormatan. "Semua sudah aman. Kamil sudah diamankan oleh pihak berwajib di Jombang atas perintah Abah Kyai dan bantuan dari Kapten Sagara."

Nara menutup mulutnya dengan kedua tangan, air mata kelegaan spontan mengalir membasahi pipinya yang polos tanpa riasan. Beban berat yang menghimpit dadanya sejak draf pernikahan itu dimanipulasi seketika runtuh.

"Gus... terima kasih banyak. Saya... saya tidak tahu harus berkata apa," bisik Nara parau, suaranya bergetar hebat.

"Terima kasih, Gus Zayyad. Kamu benar-benar putra mahkota Al-Anwar yang sesungguhnya," timpal Bapak Handoko dengan mata yang berkaca-kaca, menepuk pundak Zayyad dengan tangan tuanya yang kasar.

Zayyad tersenyum tipis sebuah senyuman tulus yang sangat jarang ia perlihatkan kepada orang luar. "Ini semua berkat kerja sama keluarga kita, Pak. Terutama... berkat taktik gila dari putri bungsu Bapak."

Zayyad melirik ke arah sofa. Akibat suara bising dari reuni keluarga tersebut, tubuh mungil Davika mulai menggeliat di balik selimut abu-abu. Gadis remaja itu mengucek matanya yang seindah boneka, lalu perlahan mendudukkan dirinya dengan rambut hitam lurus barunya yang mencuat acak-acakan ke segala arah.

"Eungh... Mbak Nara? ayah ?" Davika menguap lebar tanpa memedulikan estetika wajah dewasanya yang masih menyisakan garis eyeliner cat-eye tipis. Begitu kesadarannya pulih seutuhnya, sifat random-nya langsung meledak kembali. "Mbak Nara! Davika semalam habis jadi pembalap internasional! Terus Oppa Zayyad mukanya Davika bedakin pakai *cushion* sampai glowing kayak artis Shanghai! Keren banget kan?!"

Nara yang semula menangis terharu seketika melotot, menatap adiknya dengan tatapan jengkel yang khas. "Davika! Kamu ini ya, situasi lagi bahaya malah main salon-salonan!"

Bapak Handoko hanya bisa tertawa terkekeh-kekeh melihat kedegilan putri bungsunya, sementara Gus Zayyad berdeham kaku, menyembunyikan semburat merah yang mendadak muncul di tulang pipinya saat mengingat kembali sentuhan jemari mungil Davika pada bibirnya semalam.

Di bawah siraman cahaya pagi Jakarta yang hangat dan aman, labirin takdir yang sempat kusut oleh dendam masa lalu kini telah terurai sempurna. Aliansi dua benua telah menuntaskan tugasnya, membuka jalan bagi sebuah awal yang baru dan bersih bagi pernikahan yang akan segera digelar di bawah langit Al-Anwar.

1
Sriati Rahmawati
maaf Thor buku biologi bukan kitab
selalu bilangnya kitab😄😄😄
Protocetus
Mampir ya ke novelku Remontada
Manman
it so good
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!