NovelToon NovelToon
Buronan Cinta 'Pak Komisaris'

Buronan Cinta 'Pak Komisaris'

Status: sedang berlangsung
Genre:Dark Romance / Cinta Terlarang / Enemy to Lovers
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Elprasco

Kehidupan Rafan sebagai komisaris polisi menjadi kacau balau setelah bertemu dengan gadis cantik bernama Myra.

Kriminal kejam yang selama ini ia cari, tak sengaja datang ke hadapannya menjelma bagai malaikat.

Bagaimana Rafan menahan diri agar tidak terseret pada kegilaan semata?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elprasco, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penyusup

"Apa yang membawanya ke sini?" Myra menyipitkan mata, menatap layar monitor yang menampilkan rekaman CCTV secara real-time.

Salah satu kamera yang ia tanam di sudut tersembunyi menyorot paras pria itu dengan sangat jelas. "Wajah ini... aku tidak pernah melihatnya." Myra mengernyit,

"Apa dia seorang polisi? Atau cuma sekedar tamuku."

Myra bersedekap, jemarinya mengetuk lengan perlahan. "Tapi dia cuma sendirian. Biarkan saja,"

"Kalau dia berani mendobrak, satu peluru sudah cukup untuk menghabisinya."

Myra menarik handuk yang melilit rambut basahnya, berusaha bersikap tak acuh dan berjalan menuju meja rias.

Ia meraih sisir, mulai merapikan rambut panjangnya yang masih lembab setelah mandi. Belum sadar jika pintu rumahnya sedikit merenggang, terbuka secara tak sengaja sejak Sukma keluar tadi.

Di luar, Rafan melangkah masuk dengan hati-hati. Mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan. Sofa empuk, meja yang tertata rapi, vas bunga, hingga sapu di sudut ruang, semuanya tampak normal.

"Pintunya tidak dikunci dan rumah ini terlalu sepi," gumam Rafan. "Apa orang yang Andre maksud sedang tidak ada di rumah?"

Tatapan Rafan terhenti pada pintu kamar yang tidak tertutup rapat. Keheningan menyelimuti rumah, memancing insting detektifnya untuk melangkah lebih dalam. Siapa tahu ada petunjuk di sana,

Rafan mendekat. Celah pintu itu hanya memperlihatkan ranjang kosong.Tanpa ragu, ia mendorong pintu itu hingga terbuka lebar.

BRAK!

Rafan membeku. Dunianya seolah berhenti berputar.

Seorang gadis berkulit sawo matang berdiri di sana. Rambut hitamnya terurai basah, membingkai wajah dengan manik cokelat yang menawan.

Namun yang membuat napas Rafan tertahan adalah kenyataan bahwa gadis itu berdiri tanpa busana. Tubuh langsingnya dengan lekuk proporsional terekspos sempurna di bawah cahaya lampu kamar.

"Aaa!!" Myra menjerit histeris.

Refleks meringkuk, mendekap tubuhnya sendiri berusaha menutupi apa yang seharusnya tak terlihat. Matanya terpejam rapat, menahan rasa malu yang membakar seluruh kulitnya.

Rafan tersentak. Dengan wajah memerah, ia segera menutup pintu dan berbalik memunggungi kamar.

Jantungnya berdegup kencang. "Bagaimana bisa... ada wanita di tempat ini?" desisnya berusaha menjernihkan pikiran yang kacau.

"Ssst, Andre! Lihat, ada yang datang!" bisik petugas lain, menyikut pundak temannya dengan keras.

Andre melirik spion mobil. Sebuah jeep hitam tampak melaju mendekat dari kejauhan. "Sial, jangan-jangan itu anggota kelompok mereka."

Andre menoleh ke arah rumah dengan cemas. "Kenapa Pak Rafan belum kembali juga? Gawat, aku harus menyusul ke dalam sebelum terjadi apa-apa!"

Andre berlari menerobos pintu rumah yang terbuka. Mendapati Rafan berdiri mematung di depan sebuah kamar dengan wajah syok.

"Ada yang datang, Pak! Kita harus segera pergi!" teriak Andre panik.

"Tunggu dulu, aku harus memastikan sesuatu---"

"Tidak ada waktu lagi, Pak! Saya belum mau mati, saya belum menikah!" rengek Andre sambil menarik paksa lengan atasannya.

Rafan mengalah. Mereka berhasil masuk ke mobil dan meluncur pergi tepat sebelum jeep tadi sampai ke pekarangan.

"Pak, tim kita sudah mendapatkan salinan rekaman CCTV dari klum malam," lapor Andre begitu mereka sudah agak menjauh.

"Benarkah? Ada petunjuk?" Rafan kembali bersemangat.

"Ada dua pria mencurigakan yang terekam. Anggota sudah menunggu di kantor untuk menunjukkan rekamannya pada Anda."

"Bagus. Kembali ke kantor sekarang!" tegas Rafan.

...----------------...

Flashback,

Di area parkir yang luas dan sunyi, hawa dingin terasa menusuk kulit. Rila perlahan menekuk lutut, mengulurkan tangan ke arah tubuh besar yang terbaring lemas di aspal.

"Pak! Bangun, Pak!" Rila mengguncang bahu pria itu cukup keras. "Hh, sepertinya dia benar-benar tak sadarkan diri."

Tiba-tiba suara langkah kaki terdengar mendekat. Rila menoleh dan mendapati dua pria bertubuh kekar berpakaian serba hitam berdiri di belakangnya. Salah satu dari mereka menarik paksa pergelangan tangan Rila hingga gadis itu terhuyung.

"Baju apa yang kamu pakai?!" bentak pria bernama Dimas, menatap tajam gaun mini yang dikenakan Rila.

"Lepaskan!" seru Rila mencoba memberontak.

"Lihat dirimu! Kamu sengaja memamerkan tubuhmu pada pria tua ini?" Dimas menekan Rila ke tubuhnya, matanya menyala penuh amarah dan kecemburuan.

"Cih, jangan menyentuhku!"

Rila melawan namun tubuhnya dipaksa bersandar pada mobil di belakang.

"Kamu melarang tunanganmu sendiri, tapi membiarkan bajingan tua itu menyentuhmu?" suaranya merendah terdengar menakutkan.

"Yang berhak atas tubuh ini cuma suamiku! Dan kamu belum jadi suamiku!" balas Rila sengit.

"Kalau begitu, kita akan menikah sekarang juga!"

Dimas kehilangan kesabaran. Ia merenggut pinggul Rila dan mengangkat tubuh gadis itu ke atas bahunya seperti barang jarahan.

"Sial! Turunkan aku, Dimas! Lepas!" Rila memukul punggung lebar pria itu berkali-kali.

PLAK!

Dimas menepuk bokong Rila dengan keras agar dia berhenti meronta. Lalu menoleh ke arah rekannya, Roi, yang sedang mengurus tubuh politikus tua tadi.

"Cepat bawa pria itu ke mobil. Kita pergi sekarang!"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!