NovelToon NovelToon
Anindia Dan Keanu: Indahnya Menikah Muda

Anindia Dan Keanu: Indahnya Menikah Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Keluarga / Romantis / Cintamanis
Popularitas:623
Nilai: 5
Nama Author: NdahDhani

🌺 Sekuel cerita "Suami Rahasia Anindia", disarankan untuk membaca S1 terlebih dahulu agar ceritanya lebih nyambung untuk dibaca, terima kasih:)

•••

Setelah lulus SMA, Anindia dan Keanu memutuskan untuk melanjutkan pendidikan mereka di Universitas Trisakti Jakarta. Mereka berdua memiliki impian besar untuk masa depan, dan mereka tahu bahwa pendidikan adalah kunci untuk mencapai impian tersebut.

Namun, kehidupan mereka tidaklah semudah yang mereka bayangkan. Mereka harus menghadapi tantangan baru sebagai orang tua muda, mengurus si kecil Shaka yang berusia 1 tahun. Anindia dan Keanu harus membagi waktu antara kuliah, mengurus Shaka, dan menjalani kehidupan sebagai pasangan muda.

Bagaimana Anindia dan Keanu akan menghadapi tantangan sebagai orang tua muda dan mahasiswa?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NdahDhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5: Kabar di ujung subuh

Tangisan Shaka masih memenuhi kamar, pecah di antara suasana malam yang sebelumnya hangat. Wajah kecilnya memerah, tangannya bergerak-gerak lincah di dalam box nya.

Anindia dengan sigap menghampiri. Tanpa banyak kata, ia langsung mengangkat tubuh mungil itu ke dalam pelukannya.

"Sshh... Iya-iya, bunda di sini," ujar Anindia lembut.

Tangisan Shaka mulai mereda. Tidak langsung berhenti, tapi perlahan berubah menjadi isakan kecil yang tersisa. Wajahnya yang tadi tegang, kini mulai rileks, kepalanya bersandar di bahu Anindia.

Anindia mengayun pelan tubuh Shaka, satu tangannya menepuk punggung kecil itu dengan ritme yang tenang. Shaka memang sering terbangun malam seperti ini, membuat Anindia sudah terbiasa.

"Anak bunda kebangun ya," ujar Anindia yang menirukan suara anak kecil. "Kenapa sayang?"

Keanu yang berdiri tak jauh dari sana memperhatikan dalam diam. Tatapannya melembut, hatinya terasa hangat melihat pemandangan itu.

Tangisan Shaka memang mereda saat berada dalam pelukan Anindia, tapi bayi itu belum benar-benar tenang. Nafasnya masih tersengal kecil, diikuti dengan rengekan seolah meminta sesuatu.

"Ba... Ba... Mm..." Oceh Shaka pelan, suaranya terdengar belum jelas.

Tangan Shaka yang mungil menggenggam baju Anindia. Tubuhnya bergerak gelisah, sementara tangan yang satunya terarah ke wajah Anindia.

Anindia menatap wajah kecil itu lebih dekat, nalurinya langsung paham.

"Anak bunda haus ya?" Gumamnya lembut.

Shaka kembali mengeluarkan ocehan kecil, seolah merespon. Rengekannya kembali terdengar, membuat Anindia memahami apa yang ia butuhkan.

Tanpa menunda, Anindia duduk di tepi tempat tidur. Ia mengatur posisi senyaman mungkin sebelum mulai memberikan asupan untuk putranya itu.

Keanu yang dari tadi memperhatikan, tatapannya tak beranjak sedikit pun. Tatapannya tertuju pada Anindia dan Shaka. Tanpa sadar, seutas senyum tipis terukir di wajahnya, melihat bagaimana istrinya begitu sigap dan lembut.

Tanpa berkata apa-apa, Keanu langsung melangkah mendekat. Ia duduk di samping Anindia, jaraknya begitu dekat hingga bahu mereka bersentuhan. Untuk beberapa detik, ia hanya memperhatikan dengan tenang.

Tanpa diduga, Keanu mengangkat tangannya. Perlahan, ia menarik kepala Anindia untuk bersandar di dadanya. Gerakannya sederhana, tapi penuh arti.

Anindia sedikit terkejut, tapi tidak menolak. Tubuhnya justru terasa lebih rileks saat bersandar pada dada Keanu. Kehangatan itu selalu sama, terasa menenangkan.

"Kamu gak harus sendirian," ujar Keanu lirih.

Suara Keanu terdengar rendah, lembut, seakan menyatu dengan kesunyian malam.

"Terima kasih, bee," ujar Anindia dengan seutas senyum.

Anindia kini menoleh pada Shaka yang kini sudah jauh lebih tenang dalam pelukannya. Keanu menoleh sedikit, dagunya hampir menyentuh pucuk kepala Anindia. Tatapannya beralih pada Shaka.

"Kalau butuh apa-apa, bilang ya sayang?" Ujar Keanu sembari mengusap lembut lengan Anindia. "Aku di sini."

Kata-kata yang keluar dari mulut Keanu terasa begitu hangat. Bukan sekedar kata-kata, tapi sesuatu yang benar-benar bisa dirasakan.

"Untuk saat ini gak ada, Mas," ujar Anindia sedikit mendongak. "Tapi, terima kasih sebelumnya."

Keanu hanya mengangguk singkat. Tanpa aba-aba, ia mendaratkan sebuah kecupan di kepala Anindia. Sebuah kebiasaan Keanu yang selalu saja membuat Anindia merasa dicintai.

Anindia menghela nafas pelan. Tubuhnya semakin bersandar nyaman, membiarkan dirinya tenggelam dalam rasa tenang yang diberikan oleh Keanu.

Perlahan, Shaka kembali terlelap. Nafasnya mulai teratur, tubuh kecilnya terlihat jauh lebih rileks. Keanu tersenyum tipis melihatnya. Shaka terlihat tampan meski dalam keadaan tidur.

"Shaka udah tidur," bisik Keanu.

"Iya Mas, udah kenyang sepertinya," ujar Anindia menimpali.

Tanpa sadar, Keanu memiringkan kepalanya sedikit, menyentuh ringan kepala Anindia. Tidak ada yang berbicara lagi.

Di tengah malam yang sunyi, dalam ruangan itu, ada kehangatan yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Keanu tidak pergi, Anindia tidak sendirian, dan Shaka mendapatkan kasih sayang yang cukup.

Beberapa menit berlalu, akhirnya Anindia memindahkan Shaka itu ke atas kasur. Tubuh mungil itu kini terlelap pulas di antara kedua orang tuanya, selimut tipis menutupi hingga dadanya.

Anindia belum terlelap. Ia berbaring miring, menghadap ke arah Shaka. Tatapannya lembut, tangannya sesekali menyentuh pipi anaknya dengan hati-hati, seolah takut membangunkannya. Wajah kecilnya begitu mirip dengan Keanu, dari garis alis, hidung, hingga ekspresi tidurnya.

Senyum tipis terukir di wajah Anindia. "Mirip banget," ujarnya pelan, nyaris tak terdengar.

Keanu sendiri juga belum tertidur. Ia berbaring terlentang, tapi matanya sesekali melirik ke arah Anindia. Ia memperhatikan istrinya yang masih terjaga, tanpa mengatakan apa-apa.

Beberapa menit berlalu. Perlahan, mata Anindia mulai terasa berat. Tangannya yang tadi berada di dekat Shaka, kini melemah. Nafasnya berubah lebih teratur. Tanpa sadar, ia akhirnya ikut tertidur, masih dengan posisi menghadap Shaka.

Keanu yang menyadari itu, menghela nafas pelan. Ia langsung bergerak perlahan, sangat hati-hati agar tidak membangunkan keduanya. Tangannya bergerak untuk menarik selimut ke arah Anindia.

Lalu, Keanu menggeser posisi Shaka sedikit, cukup untuk memastikan putranya tetap nyaman di tengah. Gerakannya lembut, terlatih, dan penuh perhatian. Arah pandangnya kembali ke arah Anindia. Tatapannya berubah, lebih dalam, lebih hangat.

Rambut Anindia yang sedikit menutupi wajahnya, langsung Keanu singkirkan pelan. Jemarinya menyapu lembut, nyaris seperti kebiasaan tanpa sadar.

"Istirahat yang nyenyak, ya," bisiknya sangat lirih.

Tidak ada jawaban. Keanu kemudian menggeser tubuhnya sedikit mendekat. Tangannya ia bentangkan di atas kepala Anindia, seolah melindungi Anindia. Posisi yang sederhana, tapi jelas refleks seseorang yang ingin menjaga.

Dua orang yang paling penting dalam hidupnya, kini tertidur tenang di sisinya. Keanu memejamkan mata sejenak, menarik nafas panjang. Semua rasa cemburu, semua kekhawatiran, perlahan mereda hanya dengan melihat keduanya seperti ini.

Beberapa saat kemudian, akhirnya Keanu ikut terlelap. Di tengah malam yang sunyi, keluarga kecil itu tertidur dalam kehangatan yang sama.

...✧✧✧✧✧✧✧✧✧✧...

Fajar mulai menyapa, langit masih warna kelabu kebiruan, dengan udara pagi terasa sejuk dan tenang. Suara azan subuh menggema pelan, masuk hingga ke dalam kamar.

Anindia membuka mata perlahan. Ia menarik nafas pelan, lalu refleks menoleh ke samping. Shaka masih tertidur pulas di tengah, posisi tidurnya berubah sedikit, tangan mungilnya terangkat di atas kepala. Senyum tipis terukir di wajahnya.

Namun saat ia mengalihkan pandangannya ke sisi lain, ia tidak menemukan Keanu di tempat. Ia mengerenyitkan sedikit keningnya.

Perlahan, Anindia bangkit sedikit, menyandarkan tubuhnya pada sandaran tempat tidur. Ia mengedarkan pandangannya, hingga akhirnya berhenti pada sosok yang tak jauh dari sana, Keanu.

Keanu sudah rapi dengan sarung dan peci hitam, dipadukan dengan kaos lengan pendek. Rambutnya masih sedikit basah, menandakan ia baru saja selesai mandi atau berwudhu.

Tanpa suara, Keanu sedang merapikan kamar. Mainan Shaka yang semalam sempat berserakan, kini satu persatu ia kumpulkan. Anindia terlihat kelelahan, hingga melupakan mainan Shaka di atas sofa.

Keanu memasukkannya ke dalam keranjang kecil di sudut ruangan. Gerakannya tenang, tidak tergesa-gesa.

Anindia terdiam, ada sesuatu dalam pemandangan itu yang membuat hatinya terasa hangat. Sederhana, tapi begitu penuh makna. Tidak ada kata-kata, tanpa permintaan, Keanu justru melakukan semuanya.

Tanpa sadar, Anindia tersenyum. Matanya tidak lepas dari sosok suaminya itu. Cara Keanu merapikan kamar, cara ia bergerak tanpa menimbulkan suara, semuanya terasa begitu menenangkan.

Keanu yang saat itu hendak meraih satu mainan kecil di dekat meja, tiba-tiba menyadari sesuatu. Ia berhenti sejenak, lalu menoleh. Dan benar saja, ia melihat senyum manis dari istrinya.

Tatapan keduanya bertemu, ada cinta yang tetap sama dari sorot mata keduanya.

"Udah bangun, sayang?" Ujar Keanu dengan seutas senyum, nada bicaranya rendah, seolah tidak ingin membangunkan Shaka.

"Udah, Mas," jawab Anindia lirih dengan anggukan singkat.

Keanu berjalan mendekat, langkahnya pelan. Ia terhenti di samping tempat tidur, lalu duduk di tepinya. "Maaf, kebangun ya?" Ujarnya lembut.

"Enggak, Mas... Aku kebangun karena azan," ujar Anindia dengan gelengan kepala. "Mas, udah sholat?" Tanyanya kemudian.

"Udah sayang, baru aja." Jawab Keanu, nada suaranya terdengar hangat.

Hening sejenak, Anindia menatap Keanu lebih lama dari biasanya. "Aku bangun malah liat kamu beres-beres, Mas," ujarnya merasa tidak enak.

Keanu terkekeh kecil, lalu mencolek hidung Anindia, suatu kebiasaan yang tak pernah berubah. "Biar kamu bangun gak liat kamar berantakan," jawabnya santai.

Anindia terkekeh kecil. Hatinya selalu tersa penuh dengan tindakan kecil dari Keanu. Ia menunduk sedikit, menatap Shaka yang masih tidur, lalu kembali menoleh ke arah Keanu.

"Mas?" Panggil Anindia pelan.

"Iya sayang," sahut Keanu.

"Terima kasih, ya," lanjut Anindia dengan seutas senyum.

Keanu menatapnya sejenak, lalu menghela nafas pelan dengan senyum tipis. "Mulai lagi?" Ujarnya sedikit bercanda.

"Gak usah sering-sering bilang makasih," lanjut Keanu sembari mengusap kepala Anindia. "Ini udah kewajiban aku, istriku."

Keanu menatap Shaka sejenak, lalu kembali menoleh ke arah Anindia. "Kalian itu tanggung jawab aku."

Anindia tersenyum lebih lebar. Hatinya dibuat jatuh untuk kesekian kalinya dengan suaminya sendiri, dengan cara yang berbeda-beda tentunya.

Keheningan pagi masih terasa hangat dalam kamar. Anindia masih menatap Keanu, senyumnya belum benar-benar hilang. Sementara Keanu, pandangannya kini teralihkan ke arah jam dinding, lalu kembali menatap Anindia.

"Sayang," panggil Keanu pelan.

"Iya, Mas," jawab Anindia.

"Subuhnya jangan kelewat ya?" Ujar Keanu sembari menyentuh jari Anindia, seolah sudah menjadi suatu kebiasaannya setiap kali ingin menyampaikan sesuatu dengan lembut.

Keanu tidak menggurui, tidak juga terdengar menyuruh. Namun, lebih seperti mengingatkan dengan penuh perhatian.

Anindia mengangguk, lalu ia bersiap beranjak menuju ke kamar mandi. Tangan Keanu terangkat, merapikan sedikit rambut Anindia yang masih acak-acakan.

"Ya udah, mandi dulu," ujar Keanu lembut. "Nanti aku jagain Shaka."

"Mas, gak capek?" Tanya Anindia pelan.

Keanu menggeleng santai. "Enggak," jawabnya singkat. Lalu, dengan sedikit senyum tengilnya, ia menambahkan. "Capeknya nanti aja, kalo kamu gak nurut."

"Mas!" Ujar Anindia sembari memanyunkan bibirnya.

Keanu terkekeh pelan, cepat-cepat ia menurunkan volumenya agar tidak membangunkan Shaka.

"Iya-iya, mandi dulu," ujarnya sembari mengarahkan dagunya ke arah kamar mandi.

Kini, Anindia benar-benar beranjak. Tanpa banyak kata, ia menuju ke kamar mandi. Keanu sendiri duduk di tempat tidur, menjaga anaknya yang masih terlelap. Tanpa sadar, sesekali pandangannya tertuju ke arah kamar mandi, memastikan istrinya baik-baik saja.

Air di kamar mandi terdengar mengalir pelan. Keanu sesekali menepuk lembut tubuh Shaka yang masih tertidur. Wajahnya tenang, matanya memperhatikan putranya dengan penuh kehangatan.

Ting!

Tiba-tiba suara notifikasi terdengar, memecah keheningan pagi. Keanu menoleh, melirik ponsel Anindia yang tergeletak di atas meja. Awalnya, ia tidak berniat membukanya. Namun, layar yang menyala memperhatikan nama pengirim yang membuat alisnya sedikit berkerut.

"Papa," Keanu membaca nama yang tertera di atas layar.

Perlahan, Keanu meraih ponsel tersebut. Jarinya membuka pesan yang masuk, matanya membaca pesan dengan cepat. Dan dalam beberapa detik, ekspresinya langsung berubah. Rahangnya mengeras, nafasnya tertahan untuk sesaat.

"Anindia, Mama masuk rumah sakit, kondisinya drop," begitu isi pesan dari ayah Anindia, mertua laki-laki Keanu.

Keanu terdiam, tangannya yang memegang ponsel sedikit menegang. Tatapannya terpaku pada layar, seolah memastikan apa yang ia baca itu benar adanya.

Pagi yang terasa tenang mendadak berubah. Ia menoleh ke arah kamar mandi, suara air masih terdengar. Anindia belum tahu apa-apa.

Keanu menghela nafas panjang, kali ini terasa lebih berat. Tangannya naik mengusap wajahnya pelan, mencoba untuk menenangkan diri.

Ia tahu, ini bukan kabar yang bisa disampaikan sembarangan. Keanu menunduk sejenak, menggenggam ponsel itu lebih erat. Bayangan wajah sedih Anindia muncul di benaknya.

Ceklekk!

Pintu kamar mandi terdengar terbuka. Keanu tidak langsung menoleh, seolah ada beban berat yang tiba-tiba menguasai dirinya.

"Mas, kok murung gitu?" Ujar Anindia yang menyadari ekspresi Keanu. Ia melangkah mendekat, lalu duduk di sampingnya. "Ada apa?"

^^^Bersambung...^^^

1
Fadillah Ahmad
Kok, sepi sih, yang baca? Padahal Tulisan di Sinopsis-nya bagus loh? Rapi lagi. Kok sepi banget, ya?

Kebetulan sekali, novel ini, muncul di beranda-ku kak 🙏😁
𝓘𝓷𝓭𝓪𝓱 𝓻𝓪𝓶𝓪𝓭𝓱𝓪𝓷𝓲: Terima kasih udah mampir, kak... Selamat membaca ya, semoga terhibur hehe😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!