NovelToon NovelToon
Tuan Putri Manja Dan Dua Pangeran Penakluk Hati.

Tuan Putri Manja Dan Dua Pangeran Penakluk Hati.

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat / CEO
Popularitas:142
Nilai: 5
Nama Author: Nakorang

Zinnia, putri cantik yang manja dari keluarga kaya cavendish. Yang jadi kesayangan semua orang, selalu mendapat apa yang ia mau. Di kenal tak suka di kekang dan sudah banyak menolak banyak lamaran lelaki muda kaya raya. Suatu ketika dia mengincar perhiasan dari batu langka di sebuah pelelangan, namun dua perhiasan yang ia incar justru jatuh ke tangan dua pengusaha muda yang langsung membuatnya kesal. Ternyata pertemuan singkat mereka kala itu adalah cerita pembuka untuk cinta segitiga di antara mereka di masa depan. Kecantikannya yang luar biasa memikat kedua pengusaha kaya itu, tanpa ia sadari. Dan perlahan kedua cowok tersebut dapat meruntuhkan tembok pertahanan yang selama ini ia buat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nakorang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17 : Kejutan Romantis.

Esok harinya, sinar matahari sudah mulai masuk menerangi seluruh ruangan, melalui celah kamar. tapi Zinnia baru saja membuka matanya, bangun dari tidurnya dengan rambut berantakan dan mata masih sayu. Dia kemudian mandi, menganti pakaian dan berdandan seperlunya. Mulai bersiap-siap turun ke ruang makan untuk sarapan. Sama sekali tak menyangka ada kejutan yang menunggunya disana.

Saat kakinya menginjak lantai ruang makan, langkahnya terhenti seketika, matanya membelalak tak percaya. Disana, Rion berdiri di samping meja makan besar, memakai kemeja santai dan celana panjang, lengan bajunya digulung sampai siku, dan dia sedang membantu Bi Ijah mengatur piring dan mangkuk di atas meja, bahkan dengan sengaja membuatkan Sarapan untuk Zinnia secara khusus.

" Sudah bangun ya.. " sapa Rion begitu melihat kekasihnya muncul, dia mulai meletakkan pancake di atas piring, lalu menoleh menatapnya dengan senyum lembut.

" Rion?! Kamu.. sejak kapan datang? " tanya Zinnia masih terkejut, dia tak mendengar suara apapun, tak ada yang memberitahunya, seolah lelaki ini masuk diam-diam.

" Baru saja, ayo duduk. kamu mau sarapan kan? " jawab Rion santai, lalu menarik kursi di ujung meja dan menepuk permukaannya, mempersilahkan Zinnia duduk disana.

" Ya. "

Zinnia duduk, matanya langsung tertuju pada tumpukan pancake yang terlihat lezat dengan madu di atasnya. di hadapannya, dia mengambil garpu dan memotong sedikit, untuk kemudian memasukkannya ke mulutnya. Rasanya manis pas, lembut dan enak, bahkan lebih enak dari buatan koki di rumahnya.

" Ini kamu yang buat? " tanya Zinnia sambil terus mengunyah.

" Ya. " jawab Rion singkat sambil menuangkan susu segar ke gelasnya.

Seketika sifat manja dan usilnya muncul. Dia menoleh menatap Rion dengan tatapan setengah menggoda setengah menguji.

" Ini Enak.. Tapi, apa Kamu datang kesini gak bawain aku hadiah ya? " Ucap Zinnia sambil memasang wajah pura-pura bete.

Rion tertawa kecil mendengar pertanyaan itu, dia menggeleng-geleng kepala tak habis pikir.

" Eh kata siapa. Bawa kok, ada di mobil nanti kamu tahu sendiri aku bawain kamu apa. "

" Benarkah? " mata Zinnia langsung berbinar terang, antusiasme terpancar jelas dari wajahnya.

" Ya, habiskan sarapannya terus bersiap, kita akan pergi ke suatu tempat. "

" Kemana? "

" Nanti juga tahu. "

" Yasudah. " Zinnia pasrah, tahu kalau lelaki ini tak akan mau bilang sebelum waktunya.

Setelah selesai makan, Zinnia langsung berlari kembali ke kamarnya untuk bersiap-siap. Dia tak mau tampil biasa saja, dia mau terlihat paling cantik, paling menarik, mau membuat lelaki di bawah sana makin terpikat padanya.

Dia memilih mini dress tulle berwarna navy, modelnya bahu terbuka yang memperlihatkan kulit putihnya, dan di bagian pinggang ada pita besar yang diikat cantik membuat bentuk tubuhnya makin terlihat indah. Sebagai pelengkap dia memakai sepatu heels dengan hiasan kupu-kupu warna senada yang berkilau saat terkena cahaya, rambut bergelombangnya disisir rapi dan di biarkan tergerai indah. Juga sedikit make up natural yang membuat wajahnya makin berseri.

Sementara di bawah, Rion sudah menunggu cukup lama. Sudah hampir satu jam dia duduk di ruang tamu, sambil sesekali bermain handphone. Tapi tak ada sedikitpun ekspresi kesal atau jengkel di wajahnya, dia hanya sabar menunggu, sia tahu kekasihnya itu memang lama jika sedang dandan.

Padahal semua orang tahu, kalau ada pelayan atau stafnya yang membuatnya menunggu bahkan hanya lima menit saja, dia sudah langsung memarahi bahkan memecat orang itu dengan satu kalimat dingin tanpa ampun. Tapi untuk Zinnia? Berjam-jam pun dia rela.

Akhirnya langkah halus terdengar dari atas tangga. Rion langsung menoleh, dan seketika napasnya terhenti.

Zinnia berjalan turun memijak satu per satu anak tangga, dressnya berkibar lembut mengikuti gerakan tubuhnya, sepatu heelsnya mengeluarkan suara tak tak tak yang merdu. Cahaya matahari yang masuk lewat jendela menyinari tubuhnya, membuatnya terlihat seperti putri dongeng yang baru keluar dari cerita.

Rion berdiri tegak, matanya tak berkedip menatap dari ujung rambut sampai ujung kaki, tenggorokannya terasa kering seketika. Dia melangkah cepat mendekat sampai berdiri tepat di depan gadisnya, lalu membungkuk sedikit mendekatkan mulut ke telinga Zinnia, berbisik dengan suara rendah dan berat.

" Jadi ini hasilnya. Membuatku menunggu lama, tapi hasilnya sepadan. "

Setelah berkata begitu, dia menegakkan tubuhnya kembali, menatap wajah cantik di hadapannya, lalu mencium pipi gadis itu sekali, singkat tapi penuh rasa memiliki.

" Kamu cantik banget hari ini. "

" Ayo berangkat. " ajak Zinnia dengan ekpresi manja khasnya.

Zinnia meletakkan tangannya di telapak tangan besar itu, dan Rion langsung menggenggamnya erat.

" Tentu.. Ratuku duluan.. " ucapnya dengan nada sopan dan lembut, membukakan pintu dan mempersilahkan gadisnya melangkah lebih dulu.

Zinnia melangkah beriringan dengan lelaki itu, bibirnya terus terangkat membentuk senyum manis yang tak bisa ditahan. Setiap tindakan, setiap kata, setiap tatapan Rion padanya... semuanya membuat hatinya hangat dan penuh rasa bahagia. Dia tahu betul bagaimana sifat asli lelaki ini, bagaimana dia kejam, dingin dan tak kenal ampun pada orang lain, tapi di hadapannya? Dia berubah jadi orang yang paling lembut, paling sabar dan paling perhatian di dunia.

Dan itu membuatnya sadar dia benar-benar dicintai, lebih dari apa yang pernah dia bayangkan.

***

Begitu pintu mobil terbuka dan Zinnia hendak masuk ke dalam, matanya langsung membelalak lebar dan mulutnya terbuka tak percaya. Di jok belakang sudah tersusun rapi buket bunga mawar merah segar yang ukurannya hampir sebesar tubuhnya, dan di sampingnya ada boneka beruang coklat besar yang tinggi hampir menyentuh atap mobil, empuk dan terlihat sangat menggemaskan.

Zinnia langsung melompat girang, berbalik dan memeluk erat leher Rion, tubuhnya menempel penuh pada lelaki itu, lalu mencium pipinya sekilas dengan cepat dan manis. Setelah itu dia langsung menarik boneka beruang itu masuk ke pelukannya, memeluknya erat seolah itu harta paling berharga.

" Aku mau ini sejak lama.. tapi belum sempat beli. Terima kasih Rion.. " ucapnya dengan suara manja dan bahagia, matanya sampai berkaca-kaca karena senang.

" Ya sama-sama. Aku senang melihat kamu bahagia. " jawab Rion sambil mengusap kepala gadisnya lembut, senyum puas terukir jelas di bibirnya.

" Kapan kamu siapkan semuanya? " Tanya Zinnia penasaran.

" Itu Rahasia.. Yang paling penting kamu suka kejutannya kan.. "

" Ya, suka banget !! "

" Kalau suka mana hadiah untukku? " Goda Rion sambil menatap ke arah Zinnia dengan tatapan agak usil.

" Bentar.. " Ucap Zinnia sambil menaruh boneka beruang besar itu di jok belakang tempat tadi dia berada.

Setelah itu, ia berbalik ke arah kekasihnya, dan Cup.. Mengecup pipi Rion sebentar sambil mengalungkan kedua tangannya di bahu lebar kekasihnya itu.

" Apa itu cukup? " Tanya Zinnia manja.

" Masih kurang, sayang.. " Balas Rion sambil menarik pinggang Zinnia, seketika membuat tubuh gadis itu menempel di dada bidangnya. Membuat Zinnia sedikit terkejut.

Dan tanpa berkata apa-apa lagi, Rion mulai menarik lembut wajah Zinnia hingga bibir keduanya bersentuhan. Awalnya lembut dan perlahan, namun semakin lama semakin panas bergairah, penuh tuntutan dan rasa kepemilikan. Mereka melakukan hal itu, seakan dunia hanya milik mereka berdua saja.

***

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!