NovelToon NovelToon
NAMA KU QUEEN

NAMA KU QUEEN

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Dunia Masa Depan
Popularitas:642
Nilai: 5
Nama Author: Dewi ars

NOVEL PERTAMA, MAAF JIKA BANYAK TYPO.
Autor hanya ingin menulis bercermin dari kehidupan sehari-hari, jauh dari CEO atau lehidupan yang kaya raya. selamat membaca.

Queen! begitulah teman-teman dia sering memanggil, seorang gadis sederhana berusia 18 tahun yang baru lulus SMA. Tidak banyak impian gadis ini, hanya ingin segera mendapatkan pekerjaan, dan membantu ekonomi keluarganya.
queen memiliki kekasih sejak 1 tahun terakhir, tepat nya saat queen duduk di bangku kelas 3 SMA.

Bagaimana perjalanan cinta seorang queen, apakah dia bisa mewujudkan keinginannya membantu ekonomi keluarga??

Selamat membaca, saran dan kritik saya nantikan, jangan menghujad yang bisa meruntuhkan mental autor ya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi ars, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ABDI (+21)

Abdi, Pria berusia 22 tahun yang sudah 1 tahun menjalin kasih dengan queen, pria manis berkulit coklat itu sangat mencintai queen, meskipun queen keras kepala, tapi baginya queen adalah cinta pertama di tanah jawa.

" Asalamualaikum " Abdi mengetuk pintu rumah queen

Rumah sepi saat abdi datang, ibu dan bapak belum pulang dari kerja, queen membukakan pintu, dan mempersilahkan abdi masuk. Sesaat mereka berpelukan, abdi mencium kening queen, hidung, lalu turun ke bibir queen. Dia melumat bibir kekasihnya dengan lembut penuh kerinduan, 1 minggu mereka tidak bertemu.

" Aku buatkan minum dulu ya mas " ucap queen setelah melepas ciuman mereka.

" iya sayang, teh hangat saja" jawab abdi

Queen kedapur menyiapkan minum, tiba-tiba dari arah belakang abdi datang dan langsung memeluknya, queen tidak kaget, hanya saja karena tidak siap akhirnya teh hangat di dalam gelas tumpah ke bajunya. Queen hanya memakai kaos putih, tumpahan teh tersebut membuat cetakan dadanya terlihat jelas, Abdi laki-laki normal, melihat pemandangan di depannya membuat sesuatu di dalam dirinya bangkit.

Abdi mendekatkan menempelkan tubuhnya pada queen, lalu melumat bibir wanitanya, tangannya tidak tinggal diam, hasrat yang terpendam selama 1 minggu ini membuat dia ingin berlaku lebih.

"mas.... " queen yang diperlakukan seperti itu membekap mulutnya menahan hasrat.

abdi terus bermain di area sensitifnya, rumah sederhana queen yang terletak di belakang, di tambah dinginnya hujan yang turun, menambah suasana panas diantara 1 sejoli itu. abdi masih menenggelamkan wajahnya di dada queen, bermain main di area sensitifnya, queen menekan kepala abdi saat sesuatu di bawah sana akan meledak. abdi yang tahu keinginan kekasihnya, meneruskan permainan karena dia juga merasakan hal yang sama. Tetapi tiba-tiba, abdi menyudahi permainan mereka, dia memang bermain di atas tetapi dia sangat menjaga yang di bawah, dia ingin mengambilnya saat mereka sudah sah. Abdi sebenarnya ingin menikahi queen, tetapi queen selalu menolak karena ingin merasakan dunia kerja dulu. Queen ingin menikah saat umurnya 24 tahun.

" aaahmmm " nafas queen tertahan.

" aku ambilkan baju untuk mu" ucap abdi.

" biar aku ambil sendiri mas, mas bawa teh ini aja ke depan" abdi mengangguk mendengar perintah queen, dia kecup kening kekasihnya lalu beranjak ke ruang tamu.

Queen sudah rapi lagi dengan memakai baju lain. Dia duduk di samping abdi dan menyalakan TV, memutar upin ipin kesukaannya.

"ayo menikah dek, aku tidak akan bisa menahan hasrat ku lebih lama lagi. Aku mencintai kamu dan akan berusaha membahagiakan kamu" abdi berkata sambil mengenggam tangan queen.

queen tersenyum dan menjawab

" aku baru lulus mas, aku ingin kerja dulu, kamu juga harus mewujudkan keinginan orang tuamu, umur kita pun belum cukup. Aku tidak siap"

" tidak usah bekerja, kamu di rumah saja. Aku akan melakukan apapun untuk keluarga kita nanti. Aku tidak harus jadi polisi untuk bisa berpenghasilan" jawab abdi.

"tidak mas, aku masih ingin bekerja, aku masih ingin bebas, kalau kamu tetap ingin menikah, kita putus aja gimana?, kamu bisa mencari wanita lain yang siap kamu ajak nikah" queen berkata dengan nada kesala

"QUEEN!!!" abdi tanpa sengaja membentak.

Abdi emosi ketika queen tiba-tiba minta putus. Bagi dia menyentuh queen walau sebatas dada harus di pertanggung jawabkan. Dia laki-laki yang bertanggung jawab, mana mungkin dia mau meninggalkan queen yang sudah dia sentuh selama 1 tahun ini. Ya, abdi dan queen bermain dengan panas bukan 1 kali ini saja, mereka melalukannya sudah hampir 1 tahun. Tetapi abdi benar-benar tidak ingin mengambil keperawanan kekasih sebelum sah, jadi dia bermain sebatas wajah dan dada, itu saja sudah membuat abdi ketagihan dan merasa harus bertanggung jawab.

Queen menunduk dan menangis, hati nya sakit di bentak abdi. Dia juga mencintai abdi, tetapi keinginan dia untuk bekerja dan tidak terburu-buru menikah juga sangat kuat. Tidak ada dalam kamus nya menikah muda.

" maaf sayang, aku tidak bermaksud menyakiti mu. Aku hanya ingin segera menikah dengan mu, agar aku bisa menjaga mu, jangan menangis" abdi memeluk queen yang masih terisak. Menghapus air mata queen, lalu mencium kening...lama...., lalu turun melumat bibir ranum kekasihnya.

Queen tidak menolak, dia menikmati... Bahkan membalas lumatan kekasihnya, tangannya memegang bahu dan dada abdi, abdi tidak mau kalah, tangan satunya memegang tengkuk queen dan memperdalam ciuman mereka, bermain-main di mulut, saling bertukar saliva, saling membelit lidah.

Dada queen membusung, tanda dia menahan hasrat yang kembali menggelora. Jiwa muda nya meronta untuk di tuntaskan. Abdi tidak tahan melihat dada yang membusung itu, dia mer×××× lembut, hingga sang pemilik meregang dan men××××h. Satu persatu kancing baju di lepas pelan, tingga terlihat sesuatu yang indah di balik penutup. Dan yaaa begitulah...

Abdi mengancingkan baju pelan-pelan, dia tersenyum penuh kepuasan pada kekasihnya, lalu... Berbisik... " jangan minta berpisah, aku sungguh sangat mencintai kamu, aku akan tunggu sampai kamu siap"

" sudah dek ayo kita keluar beli makan, berada di dekat mu menjadikan aku ingin memakan mu saja" lanjut abdi

" iya mas, maaf ya... Aku benar-benar belum siap menikah sekarang" jawab queen.

" iya sayang, tidak apa-apa, tapi... Jangan berikan ini pada yang lain ya, ini dan ini hanya milikku" kata abdi sambil menunjuk 2 area sensitifnya.

Queen tersenyum. " iya iya..."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!