Rumah mewah di tengah hutan yang di akui kepemilikan nya oleh sepasang suami istri , karena rumah mewah itu memiliki banyak kamar dan dekat dengan tempat wisata akhir nya mereka sewakan untuk para wisatawan yang ingin menginap dengan harga murah tapi pemandangan alam sekitar mampu memanjakan mata .
Tanpa di sadari sepasang suami istri itu jika tak gratis untuk bisa memiliki rumah mewah itu .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zulia Almanshur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35
Ada hawa yang tidak enak yang bisa di rasakan oleh kang Jalal di rumah itu akan tetapi kang Jalal tidak berani mengatakan pada pak Soni dan bu Wati apalagi mereka juga belum lama saling mengenal .
" Iya kang sebentar aku ambilkan " .
Pak Soni berjalan ke dapur mengambil air putih seperti yang di minta kang Jalal . Setelah mendapatkan nya pak Soni segera berjalan ke ruang tanu dan memberikan air putih itu pada kang Jalal .
" Istri ku tadi belum keluar lagi kang ? " .
" Aku tadi lihat mbak tu berjalan ke arah dapur kang " .
" Di dapur nggak ada kang , coba aku liat di kamar siapa tahu sudah masuk ke dalam kamar " .
Tidak lama pak Soni berjalan cepat keluar kamar , '' Kang istri ku nggak ada " . Pak Soni tampak panik .
" Coba kita cari lagi di dapur kang " .
Pak Soni melangkah cepat ke arah dapur di ikuti kang Jalal .
" Ada kang ? " .
" Nggak ada kang " .
" Akang tenang dulu , baca ayat kursi kang , kita cari mbak yu sama - sama " .
" Apa istri ku di sembunyikan makhluk tak kasat mata kang ? " . Pak Soni sudah sangat panik sampai lupa membaca ayat kursi seperti yang di anjurkan kang Jalal .
" Aku juga nggak tau kang " . Meskipun menjawab demikian , kang Jalal juga merasa kalau bu Wati telah di bawa oleh makhluk tak kasat mata .
HIHIHIHIHIHIHI !!
HIHIHIHIHIHIHI !!
Suara tertawa nyaring khas suara kuntilanak terdengar dari belakang rumah .
Pak Soni dan kang Jalal berlari ke pintu belakang dan membuka nya akan tetapi tidak ditemukan siapa - siapa .
HIHIHIHIHI !!
Terdengar lagi suara nyaring itu akan tetapi kali ini suara itu terdengar di depan rumah . Bergegas pak Soni menutup dan mengunci pintu belakang kemudian berlari mengikuti kang Jalal yang sudah terlebih dulu menuju pintu depan .
Akan tetapi sesampai nya pak Soni dan kang Jalal di teras rumah tidak ada siapapun di sana .
HIHIHIHIHI !!
Terdengar kembali suara tertawa itu dari samping rumah , akan tetapi seperti sebelum nya ketika di hampiri tidak ada siapapun di sana .
Hening , pak Soni dan kang Jalal saling berpandangan .
" Lingsir wengi , Sepi durung bisa nendra
Kagodha mring wewayang , Ngerindhu ati
Kawitane , Mung sembrana njur kulina ... "
Tiba - tiba terdengar nyanyian tembang jawa dari atas pohon .
" Astaghfirullahal'adzim " . Pak Soni dan kang Jalal sama - sama terkejut nya ketika mendongak ke atas ternyata bu Wati lah yang duduk di sana .
" Yaa Allah bu .. Istighfar bu ! " . Pak Soni meneriaki bu Wati supaya tersadar kembali .
Pak Soni tidak hanya takut dengan tubuh bu Wati yang telah di rasuki sosok lain akan tetapi juga takut bu Wati jatuh dari pohon yang begitu tinggi , sementara bu Wati melihat kebawah dengan terus tertawa .
HIHIHIHIHIHIHIHI !!
" Akang baca doa yang akan bisa kang , aku mau bantu mbak yu turun " .
Kang Jalal memejamkan mata kemudian entah membaca apa , mulut nya bergerak cepat tanpa bersuara .
PANAAAAS !! PANAAASSS !! BERHENTI KAMU MANUSIA B*DOH !!
AAAAARRRRRGGGHHH PANAS HENTIKAAAN !!!
" Keluarlah dengan cepat atau aku akan memaksa mu ! " . Kang Jalal meneriaki sosok yang ada di dalam tubuh bu Wati .
HIHIHIHIHI .. AKU SUKA PEREMPUAN INI , AKU JUGA SUKA DENGAN BAYI YANG ADA DALAM KANDUNGAN NYA ! HIHIHIHIHI ... !
" Turun dan keluarlah ! atau aku akan membuatmu semakin panas ! " .
HIHIHIHIHI ... PANAAA .. HIHIHIHI !!