NovelToon NovelToon
"Aku Kangen, Tapi Tuhan Tau "

"Aku Kangen, Tapi Tuhan Tau "

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Romansa Fantasi / Penyelamat
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Andri Yuliantina

Indry gadis religius yang lembut dan terlalu baik pada semua orang.

Zaki lelaki yang selalu hadir dan memberi namun perbedaan keyakinan selalu menjadi tembok pemisah yang tak terlihat diantara mereka.

pertemuan di stasiun tegal setelah 15 Tahun berpisah, menjadi awal dari kisah yang entah apa ujung nya.

tawa kecil, telfonan larut malam dan rasa nyaman pelan pelan berubah jadi kangen dan terbiasa.

tapi bagaimana jika cinta saja tak cukup?
bagaimana kalau Tuhan punya rencana lain....
dan satu keputusan yang harus dipilih,
melanjutkan.... atau melepaskan....


karna kadang, kangen terbesar adalah kangen yang hanya Tuhan yang tau....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andri Yuliantina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep 35 : PISAH SEJENAK, RINDU SEHARIAN

*Ep 35 : PISAH SEJENAK, RINDU SEHARIAN*

*Pagi. Rumah Berkat Karawaci. 06.00 WIB*

Alarm Zaki bunyi jam 5. Tapi dia udah bangun jam dr jam 3.Nular kebiasaan Indry. Doa bersama.Indri abis doa tidur lagi, nyenyak kalo dipeluk Zaki.

Zaki malah Nggak bisa tidur nyenyak.

Hari ini dia balik ke Tegal.

Ada beberapa berkas yang harus diurus sendiri: surat pengantar RT/RW, surat keterangan belum menikah dari kelurahan.

Ibu juga udah nelpon 3 kali sejak kemarin. “Pulang dulu ya, Nak. Kumpul keluarga buat bahas resepsi. Nggak enak kalau cuma lewat telepon.”

Zaki duduk di pinggir kasur, liat Indry masih tidur miring, selimut ditarik sampai dagu.

Rambutnya berantakan, tapi wajahnya tenang.

“Ndri…” panggil Zaki pelan.

Indry nggak bangun. Cuma mendengus kecil.

Zaki senyum. 15 tahun kenal Indry, baru sekarang dia liat sisi ini.

Indry yang biasanya tegar, mandiri, nggak pernah minta tolong. Sekarang jadi nempel kayak perangko.

Sejak tunangan, Indry berubah. Nggak banyak, tapi kerasa.

Kalau Zaki mau pergi ke kamar mandi aja dia nanya, “Lama nggak?”

Kalau Zaki nggak bales chat 10 menit, dia kirim stiker ngambek.

Zaki heran. Ternyata cewek yang ngurus 3 adik sendirian, kerja dari umur 17, bisa semanja ini kalau merasa aman.

 

*07.00 WIB. Ruang Tamu*

Koper Zaki udah di depan pintu. Isinya nggak banyak. Baju 3 stel, dokumen penting, sama oleh-oleh buat keluarga di Tegal.

Indry duduk di sofa, kaki ditekuk, dagu ditaruh di lutut.

Diem. Bibirnya manyun.

Zaki jongkok di depan dia. “Kenapa mukanya kayak kucing kehujanan?”

Indry nggak jawab. Cuma ngelirik.

Zaki ketawa. “Aku balik Tegal 4 hari doang, Ndry. Nggak lama,sayangku.”

Indry akhirnya ngomong. Pelan banget. “Tahu. Tapi berat.”

Zaki kaget. “Berat gimana?”

Indry narik napas. “Berat pisahnya. Baru 2 minggu kita deket gini, terus kamu pergi lagi. Rasanya kayak… balik ke 15 tahun yang lalu. Sendiri lagi.”

Zaki diem. Dadanya sesak denger itu.

Dia pegang kedua tangan Indry. “Sayang dengerin aku. Aku nggak ninggalin kamu. Aku cuma pulang bentar buat nyiapin masa depan kita. Biar pas nikah nanti, nggak ada yang kurang.”

Indry angguk pelan. Mata udah berkaca.

Zaki ngusap pipinya. “Kamu kuat banget selama ini. Tapi sekarang kamu nggak perlu kuat sendirian lagi. Ada aku. Ada Meta. Ada Ogah. Ada semua orang.”

Indry akhirnya nangis. Nggak heboh. Cuma air mata yang jatuh pelan.

Zaki peluk dia lama. “Aku sayang kamu. Nanti tiap malam kita VC ya. Kalau kangen, telepon aja. Aku angkat.”

Indry mengangguk di pelukan Zaki. “Jangan lama-lama ya.”

“Janji. 4 hari doang.”

 

*08.00 WIB. Stasiun Pasar Senen*

Zaki berangkat naik Grab, terus kereta jam 10 ke Tegal.

Sebelum masuk kereta, Zaki nelpon Meta.

“Met, gue titip Indry ya. Dia agak sensi hari ini.”

Meta di seberang ketawa. “Tenang. Gue culik dia sekarang. Malam ini bobo bareng gue.”

Zaki lega. “Makasih, Met. Jangan bikin dia nangis lagi ya.”

“Insya Allah. Gue bikin dia ketawa sampai perut sakit.”

Zaki Vidio Call Indry

"sayaaangg... aku berangkat ya, Ni uda di kereta. gak lama kok, ntar aku kabari lagi kalo sampai... kapanpun kangen telfon ya sayang. I love u 💕sayang.... "

Indry senyum manis sambil lambai tangan.... tapi mata nya terlihat sedih.

"Iya mas Zaki. Tuhan memberkati Perjalanan mu. Love u 💕too"

 

*Siang. Apartemen Meta*

Meta jemput Indry jam 12.

“Yuk, pulang ke kandang gue. Nggak boleh di rumah sendirian. Nanti kepikiran mulu,” kata Meta sambil narik koper kecil Indry.

Indry ikut aja. Nggak ada tenaga buat nolak.

Sampai apartemen, Meta langsung buka kulkas. “Mau makan apa? Gue pesen. Gue traktir. Anggap uang perpisahan sama Zaki.”

Indry ketawa kecil. “Lebay.”

Malamnya mereka beneran bobo bareng di kamar Meta.

Kasur queen size muat berdua, tapi tetap aja mereka tidur nempel kayak kalung hati dari Mr Bule yang nangkring di masing masing leher mereka.

“Ndry, lo inget nggak waktu kita kabur dari kos buat nonton konser di Senayan? Terus ketahuan Ibu kos, disuruh bersihin kamar mandi seminggu,” kata Meta sambil ngak.

Indry ikut ketawa. “Gue yang disuruh ngepel. Lo yang nyanyi-nyanyi di kamar mandi.”

Mereka ngobrol ngalor-ngidul sampai jam 1 malam.

Curhat kerjaan, curhat keluarga, curhat Zaki yang tiba-tiba jadi suami idaman.

Jam 1:30, Indry tiba-tiba duduk.

“Met… gue pengen rujak.”

Meta nganga. “Rujak jam segini?”

“Iya. Rujak Kalimantan. Yang asem banget. Pake cuka. Nggak ada manis-manisnya. Pedes nampol.”

Meta garuk kepala. “Gue cari GoFood ya. Kalau ada yang buka gue pesen 10 porsi.”

Ajaibnya, ada. Warung rujak 24 jam di Pasar Lama Tangerang.

Jam 2 pagi, rujak datang.

Indry makan lahap. Mata berair karena pedes, tapi ketawa terus.

Meta cuma makan 3 suap. “Gue nggak kuat, Ndry. Ini rujak apa siksaan.”

Indry nggak peduli. “Enak! Kangen banget rasa ini.”

Meta curiga.

"Ndry, lo Tek Dung Sha la la ya...? "

"apaan Tuh, ZaMet? "..

"Lu aneh banget doyan Rujak malem malem, ganas banget lagi selera Lu" "Zaki dah Jebolin Gawang Lu ya? " "Udah Wek Wek Lu, kagak Original lagi? "

"Fix gue curiga ama lu"

"Ya Tuhan, Meta Otak lu kotor banget...baru kangen doang udah dikira Hamidun. "

" Meta... mulut lu kek gerbong kereta bocor.... kagaaaakkk.... masih Ori onderdil gue. Lu kalu gak caya ma gua Lu gak Caya ma Zaki? "

"Ya gua lebih Percaya ma Anak Pesantren modelan Zaki daripada Elu, tapi kan lu tidur Rapet mulu tiap malam, emang Tahan tu si Zaki? "

"Met,,,, aku pernah boong ma lu? mungkin bawaan persiapan Rahim Gue kali makanya pengen Rujak sebelum ngidam, "

" Ilmu biologi lu perasaan 100 mulu, kok sekarang kagak Lu pakai, Ndry "

Kedua nya ngakak berjamaah.

 

Sambil makan rujak, Meta VC-an sama Mr Bule.

Mr Bule baru pulang entah dari mana. Pakaian masih rapi.

“Hello ladies! Why you eat at 2 AM? Crazy!” kata Mr Bule.

Meta nunjuk Indry. “Lihat nih, calon istri Zaki makan rujak pedes jam 2 pagi. Gila kan?”

Indry lambaikan tangan sambil mulut penuh rujak. “Hi, Mas Alex!”

Mr Bule ketawa. “Hello, Indry. You look happy. Good.”

Indry jadi geli denger cara Meta ngomong sama Mr Bule.

“Met, lo panggil dia ‘sayang’ tadi kan? Gue denger lho.”

Meta langsung tutup kamera. “Diem lo! Malu!”

HP Indry getar. Zaki Vidio Call.

Indry buru-buru angkat, wajahnya masih belepotan sambal.

“Zaki!”

“Ndri! Kok mukanya belepotan? Lagi makan apa jam segini?”

Meta langsung nyelonong masuk frame. “Zaki! Lapor! Sahabat gue ngidam rujak Kalimantan jam 1 pagi! Asem, pedes, pake cuka! Gila kan?”

Zaki ketawa di seberang. “Rujak jam 1 pagi? Ndry, lo ngidam beneran apa gimana?”

Indry malu-malu. “Iya. Tiba-tiba pengen banget. Kangen.”

Zaki ngangguk pelan, matanya lembut. “Udah makan belum? Jangan cuma rujak doang. Perut lo kuat nggak?”

Indry angguk. “Udah makan nasi goreng tadi sore. Ini cuma nyemil.”

“Jangan bohong ya. Kalau mules jangan salahin aku.” Meta Nimbrung lagi. Nasi goreng gak dimakan sama sekali sama Indry.

Meta nyahut lagi “Tenang Zaki, gue yang jagain. Kalau dia mules, gue yang antar ke RS.”

Zaki ketawa. “Oke, Met. Makasih ya udah jagain dia. Aku titip ya.”

Indry cemberut. “Aku bisa jaga diri sendiri.”

Zaki senyum. “Iya aku tahu. Tapi sekarang kamu boleh manja. Sama aku, sama Meta.”

Mereka ngobrol 20 menit. Zaki nanya perasaan Indry hari ini, kangen nggak, tidur enak nggak.

Indry jawab semua. Suaranya pelan, tapi lega.

Sebelum tutup, Zaki gurau.

“Kayaknya dedenya online deh, Ndry. Makanya ngidam rujak malam-malam. Padahal kita baru tunangan.”

Indry langsung mukul layar HP. “Ihhh Zaki! Ngaco!”

Meta ngakak di samping. “SETUJU! Fix dedenya udah proses jadi sebelum diadon!”

Zaki ketawa puas. “Ya udah, makan pelan-pelan ya. Aku tidur dulu. Besok nelpon lagi.”

Indry angguk. “Oke. Hati-hati ya di Tegal. Kangen.”

“Aku juga, sayang. Met, jagain dia ya.”

“Siap komandan!”

VC ditutup. Indry masih senyum-senyum sendiri.

 

Mereka ngakak sampai perut sakit.

keseruan lanjut sampai jam 3 pagi. Curhat, ngakak, saling ejek.

Indry bener ngerasain banget rasanya punya sahabat yang bisa diajak gila-gilaan tanpa mikir beban hidup.

 

*Pagi. 05.00 WIB. Apartemen Meta*

Indry kebangun karena suara berisik dari kamar mandi.

“Met? Lo ngapain?”

Nggak ada jawaban. Cuma suara muntah.

Indry buru-buru ke kamar mandi. Meta duduk di lantai, muka pucet, keringetan.

“Met?! Kenapa?!”

“Mules… Ndry… perut gue… kayaknya rujak itu…”

Indry langsung panik. Dia nelpon Mr Bule.

“Mas Bule! Meta sakit! Cepet ke sini!”

Mr Bule datang 20 menit kemudian. Pakai kaos oblong, celana pendek, rambut acak-acakan.

Nggak peduli baju. Mukanya panik setengah mati.

“Meta! Are you okay?”

Meta cuma ngangguk lemah di atas kasur.

Mereka bawa Meta ke Rumah sakit. Diagnosa: keracunan makanan ringan. Mungkin dari rujak yang nggak bersih.

padahal Indry yang makan banyak. kok Meta yang sakit. Indry merasa bersalah.

Indry duduk di ruang tunggu, nahan nangis.

Mr Bule duduk di sebelahnya, pegang bahunya.

“It’s okay. She will be fine. She strong like you.”

Indry angguk. “Maaf ya, Mas Alex. Gara-gara gue ajak makan aneh-aneh.”

Mr Bule senyum. “No sorry. It’s my fault too. I should stop her.”

Jam 7 pagi, dokter bilang Meta udah stabil. Cuma harus rawat inap 1 hari buat observasi.

Indry langsung masuk kamar. Duduk di pinggir ranjang Meta.

“Maaf ya ZaMet....kamu sakit gara gara aku...😭😭😭”

Meta cuma bisa senyum kecut. “Worth it, Ndry. Rujaknya enak banget.”

Mereka berdua ketawa pelan.

Mr Bule berdiri di pintu, liat adegan itu. Dia nggak masuk. Cuma senyum.

 

*Siang. 12.00 WIB. Kamar RS*

Zaki nelpon. .

“Ndry! Meta Dia kenapa, sakit?!”

Indry jelasin semua.

Zaki narik napas panjang. “Syukur nggak apa-apa. kamu juga gak pa pa kan sayang? sabar ya aku belum ke sana. Berkas di Tegal belum kelar.”

Indry mengerti. “Iya. Urus aja dulu. Di sini ada aku dan Mas Bule.”

Zaki diem sebentar. “semoga Meta lekas sembuh ya sayang...jangan lupa makan sayang.”

Indry senyum. “Sama kamu juga. Cepet balik ya. Kangen.”

“Iya, sayang. 2 hari lagi aku pulang.” "O ya salam dari Ibu, katanya ga sabar kamu datang sini sayang, kangen katanya, salam buat Ogah juga. "

Telepon ditutup. Indry ngerasa dadanya anget.

 

*Sore. 16.00 WIB*

Meta udah bisa duduk. Nggak pucet lagi.

Indry beliin bubur ayam buat dia.

“Lo tau nggak, Met. Gue baru sadar,” kata Indry sambil nyuapin Meta.

“Sadar apa?”

“Gue nggak sendiri lagi. Dulu kalau sakit, gue yang urus diri sendiri. Sekarang ada kamu. Ada Zaki. Ada Mas Bule. Rasanya… bahagia. dan lengkap.”

"sekarang aku yang suapin kamu gini. Met, kita romantis sampai tua ya.... " Ngakak lagi.

Meta makan pelan. “Gue juga, Ndry. Dulu gue pikir gue kuat sendirian. Ternyata punya keluarga itu enak.” "Apalagi punya kamu, Ndry... Super sekali... "

Mr Bule masuk bawa jus. “For you, my queen.”

Meta langsung cemberut. “Gue nggak mau jus. Gue mau rujak.”

Semua ketawa.

Meta suruh Indry pulang aja, kasian Ogah sendirian besok kerja, Ogah juga perlu sarapan.

Mo berduaan sama Mr Bule juga katanya...

Indry gak tega ninggalin Meta tapi Meta Kekeh Indry istirahat di rumah aja.

Indry sebenarnya masih pengen nemenin, tapi liat Meta uda ngantuk banget, dia akhirnya ngalah.

 

*Malam. 21.00 WIB. Rumah Berkat*

Indry pulang ke rumah. Ogah udah nunggu di depan.

“Kak! Kak Meta gimana?!”

“Udah mendingan. Besok pulang kok.”

Ogah lega. “Syukur. Gue takut Kak Meta kenapa-napa.”

Malam itu Indry tidur di kamar sendiri.

Sepi. Nggak ada Zaki. Nggak ada Meta.

Tapi nggak senyepi Tahun tahun lalu.

Dia buka chat sama Zaki. Kirim foto Meta yang lagi tidur di RS.

Zaki bales cepat. “Makasih udah update. Tidur ya, sayang. Besok aku nelpon lagi.”

Indry bales. “Iya. Cepet pulang. Kangen.”

Zaki bales lagi. “Aku juga, sayang. Tidur ya.”

Indry matiin HP. Pejamkan mata.

Di luar hujan turun pelan.

Dia nggak takut lagi pisah sama Zaki.

Karena sekarang dia tahu, pisah itu cuma sementara.

Dan ada banyak orang yang jagain dia pas Zaki nggak ada.

 

*Epilog. 23.30 WIB*

Zaki duduk di kamar kos lamanya di Tegal.

Di depan dia ada tumpukan berkas.

Tapi pikirannya ada di Karawaci.

Dia buka foto Indry yang lagi nyuapin Meta di RS.

Zaki senyum sendiri.

“Cepet ya, Ndry. 2 hari lagi aku pulang.”

Dia bisik pelan.

Di Karawaci, Indry juga nggak bisa tidur.

Dia pegang gelang emas pemberian Zaki. Putar-putar di pergelangan tangan.

“Cepet pulang ya, Mas Zaki.”

Dua orang. Dua kota.

Satu hati yang nggak sabar ketemu lagi.

Gak pernah sendiri. Tuhan tau.

 

1
Aiko Yuki
air mataku ikut netes kak 😭
AnYu: terima kasih sudah membaca... ini karya pertama ku... masih tahap nulis blm d revisi mungkin masih banyak typo
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!