“Demi ibu, apa pun akan kulakukan!”
Dianggap sampah oleh ayahnya sendiri karena tak memiliki bakat kultivasi, Shan Luo hidup dalam hinaan. Demi melindungi ibunya, ia memilih pergi meninggalkan segalanya.
Takdirnya berubah saat ia menemukan sebuah gua misterius yang menyimpan warisan terlarang: Sabit Jiwa Kegelapan.
Dengan kekuatan itu, Shan Luo bersumpah
“Aku akan membalas semua yang menghina aku dan ibuku!”
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27: Laba-laba
Langkah mereka terhenti tepat di jantung Lembah Patahan Naga, wilayah tak bertuan yang memisahkan Benua Tiandi yang hijau dengan hawa panas menyengat Benua Binghuo.
Udara di sini tidak stabil; kadang sedingin es, namun dalam sekejap bisa berubah menjadi badai debu yang membakar paru-paru.
"Sst ..." Shan Luo mengangkat tangannya, memberi isyarat agar Han Xiao dan Mo Huang berhenti.
Tanah di bawah kaki mereka bergetar. Bukan getaran gempa biasa, melainkan denyut nadi dari sesuatu yang sangat besar di bawah lapisan kerak bumi.
Tiba-tiba, tanah di depan mereka meledak, melemparkan bongkahan batu raksasa ke udara.
Dari balik debu yang membubung, muncul sesosok makhluk mengerikan: Laba-Laba Kerak Neraka.
Ukurannya sebesar rumah bangsawan, dengan delapan kaki yang terbuat dari batuan obsidian tajam yang dialiri larva merah menyala.
Matanya yang berjumlah delapan bersinar seperti lampion berdarah di tengah kegelapan lembah.
"Wah ... wah ... Itu bukan sekadar monster biasa," Han Xiao bersiul rendah, meski tangannya sudah mencengkeram belati dengan erat. "Itu sudah mencapai puncak ranah ke-5. Lihat punggungnya, ada kristal api murni yang harganya bisa membeli satu kota kecil!"
Mo Huang mendengus, aura ungunya meledak. "Kristal itu miliku. Aku butuh energinya untuk memoles bilah sabitku!"
Monster itu melengking, suara yang merobek gendang telinga, lalu menyemburkan jaring yang terbuat dari serat api cair.
"Menghindar!" teriak Shan Luo.
Shan Luo melesat ke udara, pedang cendana hitamnya bersinar dengan es kegelapan. Ia menebas jaring api itu hingga membeku dan pecah berkeping-keping.
Namun, Laba-Laba Kerak Neraka itu sangat cepat. Salah satu kaki obsidiannya menghantam tanah tempat Shan Luo berdiri sebelumnya, menciptakan kawah sedalam tiga meter.
TRANG! TRANG!
Han Xiao bergerak seperti kilat kuning, menyerang sendi-sendi kaki monster itu. Namun, kulit batu obsidian itu terlalu keras. Belatinya hanya meninggalkan percikan api tanpa luka berarti.
"Kulitnya terlalu tebal! Luo'er, kita butuh serangan dari dalam!" teriak Han Xiao sambil salto menghindari tusukan kaki monster.
Shan Luo mengangguk. Ia memanggil Manifestasi Rohani: Kaisar Pemanen Jiwa.
Sosok roh raksasa itu muncul, mencengkeram dua kaki depan monster tersebut dengan tangan bayangannya yang masif.
Terjadi adu kekuatan yang luar biasa. Tanah di sekitar mereka amblas, dan pepohonan kering di sekitar lembah tumbang akibat gelombang energi yang dihasilkan.
Mo Huang tidak tinggal diam. Ia berubah menjadi pusaran kabut ungu yang tajam, masuk ke celah-celah zirah batu di perut monster itu.
Monster itu melengking kesakitan, tubuh raksasanya berguncang hebat mencoba menghempaskan Mo Huang.
Pertarungan berlanjut selama hampir dua jam. Energi Shan Luo mulai terkuras, peluh membasahi dahinya. Laba-laba itu semakin gila, menyemburkan bola-bola lava ke segala arah hingga lembah itu berubah menjadi lautan api.
"Sekarang!" Shan Luo melihat celah saat monster itu membuka mulutnya untuk menyemburkan api lagi.
Shan Luo melesat masuk ke dalam jangkauan maut monster itu. Ia menusukkan pedang cendana hitamnya tepat ke bagian bawah kepala yang tidak terlindungi batu.
Es kegelapan meledak dari ujung pedangnya, membekukan aliran lava di dalam tubuh monster tersebut secara instan.
KRAAAK!
Suara retakan besar terdengar. Tubuh Laba-Laba Kerak Neraka itu mulai membeku dari dalam hingga ke luar.