NovelToon NovelToon
System Toko Sepuluh Ribu Alam

System Toko Sepuluh Ribu Alam

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Sistem / Ruang Ajaib
Popularitas:36.3k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Hao Qi hanyalah seorang mahasiswa yatim piatu miskin yang tercekik hutang rentenir dan selalu dipandang sebelah mata oleh orang-orang di sekitarnya.

Namun, nasibnya berubah drastis ketika ia tanpa sengaja mengaktifkan Sistem Toko Sepuluh Ribu Alam di ponsel bututnya. Melalui sistem rahasia ini, Hao Qi bisa menjual barang-barang murah sehari-hari seperti mi instan dan korek api gas ke berbagai dimensi lain dengan bayaran selangit berupa koin sistem, emas batangan, pil penempa tubuh, hingga teknik bela diri kuno.

Sambil menyembunyikan identitas dan kekuatan barunya, Hao Qi mulai melunasi hutangnya, menyadari keberadaan energi Qi di dunia modern, dan melangkah naik untuk menghancurkan para orang sombong yang dulu meremehkannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

"Hah..."

Hao Qi menghirup udara pagi dalam-dalam saat ia melangkah melewati gerbang utama Universitas Jiangjing. Udara terasa begitu segar. Beban hutang puluhan ribu Yuan yang selama bertahun-tahun menekan dadanya telah menguap seiring dengan hancurnya surat perjanjian di klub biliar tadi.

Ia berjalan menyusuri jalan setapak kampus yang dinaungi pohon-pohon rindang. Mahasiswa dan mahasiswi berlalu-lalang dengan pakaian modis. Biasanya, Hao Qi akan menundukkan kepalanya dalam-dalam saat berjalan di sini, merasa tidak pantas dan malu dengan kaus lusuhnya. Tapi hari ini berbeda. Ia berjalan tegak, dadanya membusung santai, dan sebuah senyum cerah menghiasi wajahnya.

"Kruyuk..."

Perut Hao Qi tiba-tiba berbunyi.

"Ah, aku belum sarapan sejak kemarin malam. Pantas saja perutku sampai protes seperti ini," Hao Qi tertawa pelan.

Ia mengarahkan langkahnya ke kantin kampus. Dengan uang enam belas ribu Yuan di rekeningnya dan sepuluh ribu Yuan tunai di tasnya, ia tidak perlu lagi menahan lapar.

"Bibi Chen! Pesan tiga bakpao daging besar, dua cakwe, dan satu mangkuk besar susu kedelai manis!" seru Hao Qi dengan nada riang saat sampai di stan makanan favoritnya.

Bibi Chen, wanita paruh baya penjual sarapan itu, sedikit terkejut melihat pesanan Hao Qi. Biasanya, pemuda ini hanya membeli satu bakpao sayur yang paling murah.

"Tumben sekali pesan makanan banyak, Xiao Qi? Ada perayaan apa hari ini?" tanya Bibi Chen sambil membungkus pesanan.

"Hehehe, tidak ada perayaan khusus, Bibi. Hanya saja aku baru mendapat rezeki kecil. Hari ini aku ingin makan sampai kenyang," jawab Hao Qi sambil memberikan selembar uang seratus Yuan.

"Kembaliannya ambil saja, Bibi!"

"Eh? Xiao Qi, ini terlalu banyak!"

Namun Hao Qi sudah berjalan menjauh sambil melambaikan tangannya, memakan bakpao daging hangat itu dengan lahap. Rasa daging yang gurih membuat senyumnya semakin lebar.

Beberapa menit kemudian, Hao Qi tiba di ruang kelas Ekonomi Bisnis di lantai tiga. Ruangan itu sudah cukup ramai.

"Kriet..."

Hao Qi mendorong pintu dan melangkah masuk.

Saat ia berjalan menuju kursi kosong di barisan tengah, beberapa teman sekelasnya menoleh. Mereka menatap Hao Qi dengan kening berkerut, seolah melihat sesuatu yang ganjil namun tidak tahu persis apa itu.

"Hei, Zhou Ming, coba kau lihat si Hao Qi. Bukankah dia kelihatan agak... berbeda hari ini?" bisik seorang siswi berambut pendek kepada teman sebangkunya.

Zhou Ming, seorang mahasiswa bertubuh gemuk berkacamata tebal, membetulkan letak kacamatanya dan menatap Hao Qi lekat-lekat.

"Iya juga. Biasanya dia datang dengan wajah kuyu dan mata panda. Kadang ada memar di pipinya. Tapi hari ini kulitnya bersih sekali, dan postur tubuhnya... wow, sejak kapan dia punya bahu setegap itu?" jawab Zhou Ming dengan nada heran.

Hao Qi mendengar bisikan mereka berkat pendengarannya yang kini jauh lebih tajam setelah memakan Pil Penempa Tubuh. Ia hanya membalas tatapan Zhou Ming dengan senyuman ramah dan anggukan kecil, lalu duduk di kursinya dengan tenang.

"Sistem ini benar-benar gila. Baru satu pil tingkat rendah saja sudah mengubah bentuk fisikku sejauh ini," batin Hao Qi sambil membuka buku catatannya.

"Brak!"

Tiba-tiba, suara gebrakan meja yang keras memecah ketenangan ruang kelas.

Seorang pemuda berpakaian trendi dengan rambut ditata rapi menggunakan gel, berdiri tepat di depan meja Hao Qi. Wajahnya menunjukkan ekspresi sombong dan kesal. Dua orang temannya yang bertubuh lebih besar berdiri di belakangnya seperti pengawal.

Dia adalah Lin Tao, putra dari seorang direktur perusahaan logistik di Jiangjing. Selama ini, Lin Tao selalu menjadikan Hao Qi sebagai pesuruh pribadinya, terutama untuk urusan tugas kuliah.

"Hao Qi! Telingamu tuli ya? Aku memanggilmu sejak dari lorong tadi!" bentak Lin Tao dengan suara keras, menarik perhatian seluruh isi kelas.

Hao Qi mendongak perlahan. Alih-alih merasa takut atau menunduk seperti biasa, senyum ramah justru mengembang di wajah cerianya.

"Pagi, Lin Tao. Maaf, aku tidak mendengarmu. Ada yang bisa kubantu?" tanya Hao Qi dengan nada santai.

Lin Tao mengerutkan kening. Ia merasa ada yang salah dengan sikap Hao Qi hari ini. Biasanya, pemuda miskin ini akan langsung berdiri dan meminta maaf dengan gemetar.

"Cih."

Lin Tao berdecih kesal.

"Jangan banyak alasan. Mana flashdisk berisi presentasi tugas kelompok kita? Kelas Profesor Wang akan dimulai sepuluh menit lagi. Kau sudah menyelesaikan bagianku dan bagian kedua temanku ini, kan?" tuntut Lin Tao sambil menengadahkan tangannya.

Hao Qi menatap tangan Lin Tao yang menengadah, lalu menatap wajah Lin Tao. Ia menggelengkan kepalanya pelan sambil tertawa kecil.

"Hahaha."

"Maaf, Lin Tao. Aku hanya mengerjakan bagianku sendiri. Bagian pendahuluan dan analisis pasar. Sisanya adalah tugas kalian bertiga. Aku tidak menyentuhnya sama sekali."

Ruang kelas mendadak hening. Zhou Ming yang duduk di seberang meja sampai menjatuhkan pulpennya. Semua orang tahu bahwa Hao Qi selalu mengerjakan tugas penuh kelompok Lin Tao karena diancam.

Mata Lin Tao melebar. Wajahnya langsung memerah karena marah.

"Apa kau bilang?! Kau berani melawanku sekarang? Kau lupa siapa yang sering memberikan uang sisa makan siang padamu bulan lalu? Kalau kau tidak menyerahkan tugas itu sekarang, aku akan memastikan kau tidak lulus mata kuliah ini, Yatim Piatu sialan!" teriak Lin Tao.

Hao Qi masih duduk dengan tenang. Senyum di wajahnya tidak memudar sedikit pun, namun tatapan matanya menjadi sedikit lebih dingin.

"Memberikan uang sisa? Maksudmu uang sepuluh Yuan yang kau lemparkan ke lantai dan menyuruhku memungutnya seperti anjing?" Hao Qi membalas dengan suara datar yang terdengar sangat jelas di kelas yang hening itu.

"Lagipula, Profesor Wang menilai berdasarkan persentase kerja di slide presentasi. Aku sudah mengirimkan file bagianku semalam langsung ke email Profesor. Kalau kalian tidak punya bahan untuk dipresentasikan hari ini, itu bukan urusanku."

"Kurang ajar!"

Lin Tao kehabisan kesabaran. Merasa dipermalukan di depan puluhan mahasiswa lainnya, ia langsung mengulurkan kedua tangannya untuk mencengkeram kerah kaus Hao Qi.

"Sret!"

Tangan Lin Tao berhasil mencengkeram kain kaus tersebut. Ia berniat menarik Hao Qi dan menjatuhkannya dari kursi.

1
Dell AliNka
lah pake beli vila kok masih sisa 5 jt
Hadi Hadi
sikat
Pecinta Gratisan
mantap💞 thor
Pecinta Gratisan
bantai thor
Pecinta Gratisan
mantap thor⚡🔨 cerita nya💞
Riyanganz
👍👍
Riyanganz
ceritanya menarik,semoga aja kedepannya ga monoton ceritanya
Orimura Ichika
nggak bisa nabung 🗿
Orimura Ichika: penasaran Thor sama lanjutannya🤭
total 2 replies
Gege
lucuan versi bogelnya jiuer ...🤣🤣
Aoooo: cute sekali /Drool/
total 1 replies
Aisyah Suyuti
good
Sebut Saja Chikal
yaah nunggu lg 😅
Hadi Hadi
up up up up up 😍😍😍
Gege
mantabbb...selalu apik dan epic updetannya
Orimura Ichika
oke juga
Manusia Biasa
nah itu berarti bakal ada kemungkinan perkembangan plot ke orang dunia lain, apa mc dapat Heroine dari dunia lain kayaknya lucu wkwk😂
Manusia Biasa
wkwkw nama saya adalah pemilik toko😭😭
Manusia Biasa
dan kalian gak tahu yang dihadapi itu MC🗿
Manusia Biasa
Menarik kak. karya ini punya potensi sih, semangat terus nulisnya
Manusia Biasa
itu senter mbak😂
Manusia Biasa
kalau ini dari dunia Isekai pasti🗿
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!