NovelToon NovelToon
Aku Jadi Villainess? Oh Tidaaaak!

Aku Jadi Villainess? Oh Tidaaaak!

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Fantasi / Time Travel / Masuk ke dalam novel / Fantasi Wanita / Mengubah Takdir
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Calista F.

Aku Jadi Villainess? Oh Tidaaaak!
Terseret masuk ke dalam novel dan menjadi Freya Valencia Vane? Bukan jadi pemeran utama wanita yang baik hati, tapi malah jadi Villainess kejam yang nasibnya pasti mati tragis di akhir cerita?
Demi menyelamatkan nyawaku, aku harus berubah total.
Di depan orang, aku jadi wanita paling suci, lembut, dan sopan sedunia.
"Tolong maafkan aku... aku tidak bermaksud begitu."
Tapi di dalam hati?
"Dasar tolol. Kalau bukan karena takut mati, udah gue hancurin muka lo dari tadi. Sabar Freya, sabar... demi nyawa gue."
Rencananya simpel: Jauhi Pangeran Zevian si algojo, lindungi Aria si Female Lead, dan hidup tenang.
Tapi kenapa semuanya berjalan salah?
Kenapa Zevian yang dulu benci aku malah natap aku begitu?
Kenapa Ares si sepupu tampan malah makin mendekat?
Oh Tidaaaak. Aku cuma mau hidup tenang kok.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Calista F., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29

Mentari pagi masuk perlahan melalui jendela besar mansion keluarga Vane, menyelimuti ruang makan dengan cahaya keemasan yang hangat.

Dan di tengah suasana damai itu…Freya sedang mengalami penderitaan mental.

Ia duduk diam di kursinya sambil memegang cangkir teh terlalu erat.

DEG.

DEG.

DEG.

Crimson Valkyrie melayang malas di dekat tirai jendela sambil memperhatikan Freya seperti menonton drama murahan favoritnya.

"Kau terlihat seperti penjahat yang sedang menunggu hukuman mati."

Freya langsung menatap artefak itu dengan mata kosong. "Aku tidak tidur semalaman."

"Itu jelas sekali."

"KENAPA JANTUNGKU MASIH DEG-DEGAN TERUS?"

"Karena otakmu lemah."

"Itu penghinaan."

"Itu observasi."

Freya memegangi wajahnya sendiri perlahan. Semalam benar-benar kacau. Ia benar-benar mengatakan, "Jangan-jangan aku mulai menyukai dia?"

Dan sekarang dirinya sendiri tidak tahu harus bersikap bagaimana saat bertemu Zevian lagi.

Yang lebih buruk…Putra mahkota itu masih berada di mansion Vane pagi ini.

'Aku rasanya ingin pindah dimensi.'

"Sayangnya ini memang duniamu."

'DIAM.'

TOK.

Suara langkah kaki terdengar dari arah koridor.

Freya langsung refleks duduk tegak.

Dan beberapa detik kemudian… Ares masuk ke ruang makan sambil menggigit apel seperti biasa.

"Hm."

Freya langsung curiga. "Kenapa kau melihatku begitu?"

Ares duduk santai di kursi seberangnya. "Aku hanya memastikan kau masih hidup setelah kemarin."

"Itu bukan perhatian. Itu hinaan."

"Sedikit keduanya."

Freya menyipitkan mata kecil kesal.

Namun beberapa detik kemudian Ares tiba-tiba berkata santai, "Wajahmu masih merah."

DEG.

Freya langsung hampir tersedak teh. "APA?"

Ares terlihat makin terhibur. "Jadi memang benar."

"Kau sedang memancing kematian."

"Dan kau sedang panik."

"AKU TIDAK PANIK."

"Suaramu naik dua nada."

Freya benar-benar mulai mempertimbangkan tindak kriminal.

Untungnya sebelum pembunuhan terjadi, Ophelia masuk ke ruang makan dengan energi chaos seperti biasa.

"Oh? Pagi-pagi sudah flirting?"

"DUCHESS BLACKWOOD..."

Silas yang berjalan di belakang istrinya langsung memijat pelipis perlahan.

"Ophelia…"

"Apa? Aku hanya observasi."

"Itu bukan observasi. Itu teror sosial."

Freya sekarang benar-benar mengerti kenapa Duke Blackwood terlihat lelah setiap hari.

Sementara itu Seraphina masuk dengan senyum lembut sambil membawa teh baru.

"Selamat pagi."

"Pagi, ibu…"

Freya langsung terkena healing emosional otomatis.

Dan tepat saat Seraphina hendak duduk, Freya tanpa sadar mengambil strawberry kecil dari piring sarapan, lalu mulai menyusunnya di atas pancake membentuk bunga kecil.

Hening.

DEG.

Freya perlahan berkedip. "…Kenapa semuanya diam?"

Seraphina membeku sepersekian detik. Tatapan wanita itu jatuh pada pancake Freya.

Cassius yang baru masuk ke ruang makan perlahan mengangkat kepala dari dokumen di tangannya.

Felix juga ikut berhenti bergerak kecil.

Freya mulai merinding sendiri. "...Apa?"

Hening kecil terasa aneh. Lalu Seraphina tersenyum lembut sekali. "Tidak apa-apa."

Namun nada suaranya terdengar berbeda. Lebih pelan dan lebih emosional. Hal itu membuat Freya langsung bingung total.

Crimson Valkyrie memperhatikan semuanya diam-diam dari dekat jendela. Dan untuk pertama kalinya di pagi itu… artefak itu tidak bercanda.

Sarapan tetap berlanjut. Atau lebih tepatnya… berusaha berlanjut normal.

Freya mulai merasa semua orang sedikit aneh.

Cassius lebih sering memperhatikannya diam-diam.

Seraphina tampak beberapa kali tersenyum sendiri.

Bahkan Felix yang biasanya datar terlihat beberapa kali menatapnya cukup lama.

Freya perlahan mulai curiga secara spiritual. "…Kenapa semua orang melihatku seperti aku tiba-tiba berubah jadi naga?"

Ares menggigit apel santai. "Siapa tahu."

"tu jawaban paling tidak membantu sedunia."

"Terima kasih."

Aria yang duduk di dekat Freya tertawa kecil.

Dan melihat Aria tertawa membuat suasana jadi sedikit lebih normal. Sedikit.

Namun Freya masih merasa ada sesuatu yang aneh, karena semakin lama tinggal di mansion ini…semakin semuanya terasa terlalu familiar.

Ia hafal letak lorong tertentu, aroma teh Seraphina, suara langkah pelayan lama, bahkan jalan tercepat menuju taman belakang. Padahal seharusnya tidak.

'…*Aneh*.'

Crimson Valkyrie tiba-tiba berkata pelan, "Memang seharusnya familiar."

Freya langsung menoleh cepat. "…Apa maksudmu?"

Namun artefak itu hanya menyeringai tipis lalu diam lagi.

'*HEY*.'

Tidak ada jawaban.

Freya makin curiga sekarang.

Beberapa jam kemudian…diskusi soal abyss kembali dilakukan di ruang kerja Cassius.

Dan Freya yang tidak tahan suasana politik akhirnya kabur ke perpustakaan. Ia duduk di dekat jendela besar sambil membaca buku dengan setengah fokus. Karena pikirannya masih kacau.

Tentang Zevian, mansion, perasaan familiar aneh, dan semua orang yang bersikap mencurigakan, "…Aku benar-benar merasa seperti karakter utama novel sekarang."

"Kau memang karakter utama."

Freya mendesah panjang. Lalu beberapa detik kemudian…

TOK.

Suara langkah kaki terdengar pelan. Freya mengangkat kepala. Dan langsung membeku kecil.

Zevian berdiri di depan pintu perpustakaan.

DEG.

"...Yang Mulia."

"Hm."

Pria itu berjalan masuk perlahan.

Aura dingin khasnya tetap ada. Namun entah kenapa sekarang tidak terasa menakutkan lagi.

Justru membuat Freya makin gugup. 'Ini lebih buruk.'

Crimson Valkyrie tertawa kecil dari jauh.

Zevian berhenti di dekat rak buku besar. Tatapan biru gelapnya perlahan jatuh pada buku di tangan Freya. "Kau suka sejarah?"

"Ah… lumayan."

"Kau dulu membencinya."

DEG.

Freya langsung membeku sepersekian detik. "…Hah?"

Zevian sendiri tampak sedikit terdiam setelah mengatakan itu.

Karena tanpa sadar… ia baru saja membandingkan Freya sekarang dengan Freya dulu lagi.

Hening kecil muncul. Lalu Freya buru-buru mencoba tertawa kecil. "Orang bisa berubah."

"Ya."

Jawaban Zevian pendek. Namun tatapannya masih tertuju padanya. Dan entah kenapa, itu membuat Freya makin tidak tenang.

Ia buru-buru mengambil cangkir teh di meja kecil samping sofa. Lalu tanpa sadar…Freya meniup teh itu pelan sebelum meminumnya.

DEG.

Zevian langsung diam. Potongan memori kecil muncul begitu saja.

Taman istana kerajaan. Bertahun-tahun lalu.

Freya kecil duduk di bangku batu sambil memegang cangkir teh yang terlalu besar untuk tangannya.

Ia meniup tehnya dengan sangat serius. Lalu tetap meminumnya terlalu cepat.

"…Panas..."

Zevian kecil menatapnya datar. "Bodoh."

Freya kecil langsung marah. "Ini salah tehnya."

Kembali ke masa sekarang.

Zevian sedikit mengernyit kecil karena gerakan tadi… terlalu familiar.

Dan Freya melakukannya tanpa sadar.

Freya yang tidak tahu apa-apa mulai panik internal karena Zevian diam terlalu lama.

"…Yang Mulia?"

"…Tidak ada."

Namun sekarang Zevian justru makin memperhatikannya.

Dan itu sangat berbahaya untuk kesehatan mental Freya.

Sementara itu…

Di taman belakang mansion.

Cassius, Seraphina, Silas, dan Ophelia sedang duduk di gazebo batu putih jauh dari para pelayan.

Suasana jauh lebih tenang dibanding biasanya. Dan jauh lebih serius.

Angin sore bertiup pelan melewati taman bunga. Hening cukup lama muncul. Lalu Ophelia akhirnya membuka mulut duluan. "...Dia benar-benar kembali."

DEG.

Seraphina perlahan menunduk kecil. Tatapan wanita itu terlihat lembut. Dan sedikit sedih.

Silas menyender pelan di kursinya. "Aku juga mulai yakin."

Cassius tetap diam beberapa detik sebelum akhirnya berkata pelan, "Freya kecil dulu selalu menyusun strawberry seperti itu."

Hening kembali muncul.

Ophelia menghela napas kecil. "Tatapan matanya juga berbeda."

"Dan caranya tertawa..." tambah Seraphina lirih. Suara wanita itu mulai sedikit bergetar. "Freya kecil selalu tertawa seperti itu…"

DEG.

Cassius perlahan menggenggam tangan istrinya di bawah meja.

Untuk pertama kalinya dalam bertahun-tahun… mereka akhirnya berani berharap.

Karena selama ini mereka tahu.

Anak mereka… sudah lama "tidak ada."

Bertahun-tahun lalu.

Setelah insiden jatuh dari kuda, Freya berubah total.

Terlalu obsesif. Terlalu emosional. Terlalu berbeda.

Orang lain mungkin tidak sadar. Namun keluarganya sadar. Sangat sadar.

Karena mereka pernah mengenal Freya asli. Anak kecil yang hangat, ceria, keras kepala, dan selalu tersenyum terang. Bukan gadis asing yang perlahan kehilangan dirinya sendiri.

Seraphina memejamkan mata perlahan. "...Aku sudah tahu sejak lama."

Silas mengangkat pandangan.

Seraphina tersenyum kecil sedih. "Seorang ibu tidak mungkin tidak menyadarinya."

DEG.

Ophelia yang biasanya paling ribut pun ikut diam sekarang.

Cassius menatap taman di depan mereka cukup lama sebelum akhirnya berkata, "Namun aku tidak menyangka dia benar-benar kembali."

Hening. Angin sore bertiup pelan. Lalu Silas berkata rendah, "Jiwa asing itu akhirnya pergi."

Dan suasana langsung terasa jauh lebih berat.

Di sisi lain mansion… Freya masih berada di perpustakaan bersama Zevian.

Dan suasana sekarang terasa awkward secara maksimal.

Freya mencoba membaca buku tapi gagal. Karena Zevian duduk tepat di depannya sekarang.

DEG.

'KENAPA DIA MASIH DI SINI?'

Crimson Valkyrie menjawab santai, "Mungkin karena dia ingin bersamamu."

'DIAM.'

Lalu tiba-tiba Zevian membuka mulut. "…Kau masih takut padaku?"

DEG.

Freya langsung membeku. Pertanyaan itu terlalu tiba-tiba. Dan terlalu tepat sasaran.

Memori lama muncul lagi di kepalanya.

Pesta kerajaan. Tatapan dingin Zevian. Suara rendah pria itu. "Jangan mendekat lagi".

Dadanya terasa sedikit sesak. Freya buru-buru menggeleng. "Tidak."

Dan kebohongan itu buruk sekali.

Zevian memperhatikannya dengan diam beberapa detik. "Kau selalu tegang di dekatku."

'KARENA AKU GUGUP. OKE...'

Namun tentu saja Freya tidak mungkin mengatakan itu. "Aku hanya… belum terbiasa."

"Padahal dulu kau sangat berani."

DEG.

Freya langsung terdiam lagi. Karena itu benar. Freya lama memang selalu mengejar Zevian tanpa takut sedikit pun.

Sedangkan dirinya yang sekarang... Ia sendiri tidak tahu harus bersikap bagaimana.

Hening kecil kembali muncul. Lalu Zevian berkata pelan, "…Aku tidak membencimu, Freya."

DEG.

Freya membeku total. Jantungnya berdetak keras. Karena selama ini… ia selalu percaya Zevian muak padanya. Dan sekarang pria itu berkata langsung, "Aku tidak membencimu".

Tatapan biru gelap itu juga tidak terlihat dingin. Justru terlalu lembut. Dan itu jauh lebih berbahaya.

Freya perlahan menunduk kecil. "…Oh."

Jawaban paling gagal sedunia.

Crimson Valkyrie tertawa tanpa ampun.

Malam harinya… Suasana mansion mulai tenang.

Para pelayan sibuk membereskan ruang makan sementara sebagian besar penghuni mansion sudah kembali ke kamar masing-masing.

Namun di ruang kerja Cassius…lampu masih menyala. Ruangan besar bernuansa hitam-keemasan itu terasa jauh lebih berat dibanding biasanya.

Cassius berdiri dekat jendela.

Silas duduk diam sambil menyilangkan tangan.

Ophelia akhirnya tidak bercanda.

Dan Seraphina…tatapannya terlihat paling sedih.

Hening cukup lama muncul. Lalu Silas berkata rendah, "Kalau Freya asli benar-benar kembali…"

Cassius menutup mata perlahan. "Maka ramalan itu juga mulai bergerak."

DEG.

Ophelia menyender pelan. "Lilith pasti akan merasakannya cepat atau lambat."

Seraphina langsung menggenggam cangkir tehnya sedikit lebih erat. "…Aku tidak ingin menyeretnya lagi ke dalam semua itu."

Suara wanita itu lirih sekali. Dan untuk pertama kalinya… terdengar benar-benar seperti seorang ibu yang takut kehilangan anaknya lagi.

Cassius berjalan mendekat perlahan. Tatapan pria itu melunak sedikit. "Untuk sekarang…" "Biarkan Freya hidup tenang dulu."

Hening.

Silas menghela napas kecil. "Tidak mudah."

Ophelia tersenyum tipis. "Setidaknya sekarang mansion ini jauh lebih hidup."

Seraphina perlahan tersenyum kecil juga. "...Untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun…aku merasa putriku benar-benar kembali."

DEG.

Ruangan langsung diam. Bahkan Ophelia tidak bercanda kali ini. Karena semua orang di ruangan itu tahu…betapa lama Seraphina menunggu kalimat itu.

Jauh di tempat yang bahkan cahaya tidak mampu menjangkaunya.

Hening. Gelap. Dan dingin.

Rantai mana kuno memenuhi ruangan besar menyeramkan itu.

Di tengahnya… Sesosok wanita duduk diam di atas singgasana hitam retak.

Rambut panjang gelapnya menjuntai berantakan.

Kulit pucat. Dan aura mengerikan yang membuat udara terasa mati.

Hening. Lalu perlahan… Mata merah gelap itu terbuka.

DEG.

Api hitam mulai menyala pelan di sekeliling ruangan.

Dan untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun…wanita itu tersenyum tipis.

"…Aku merasakanmu."

KRAK.

Salah satu rantai segel retak perlahan. Dan jauh di suatu tempat, takdir mulai bergerak sekali lagi.

1
aku
lagi 😁
aku
😭😭 alasan nmr 83 😭😭 🤣🤣🤣no.1 nya cembokurr 🤣🤣
aku
mulai mekar kah bunga asmara pangeran?? 😁
aku
🤣🤣🤣🤣 jlebbb 🤣🤣🤣
aku
aduduh,ngabrut 🤣🤣🤣 seminar ekonomi 🤣🤣🤣
aku
jangan2 si ares kyk emaknya 🤣
frina ayu: faktor genetik kak 😭
total 1 replies
paijo londo
lyra dulu meninggal karena TDK ada yg membantu untuk menutup gerbangnya hingga mengambil nyawanya sedangkan Freya mulai banyak yg munyukainya hingga tanpa ragu berani mengorbankan nyawanya untuk Freya 💪freya
paijo londo
celetukan Freya bikin Ares suka ketawa
paijo londo
frey lucu ya kalo ngumpat dalam hati kita yg baca jadi ketawa ngakak 🤣🤣
aku
kok kesian sm monster2 nya 😭😭
aku
res, lu lama2 gue gibeng jg. bkin reader kepo maksimal. 😭😭 agk curiga tp jg menghibur 🤣
aku
ceileeeehhh terkesimo kah kau frey 😌😌
aku
ares, lama2 kau makin mengerikan 😭😭
aku
selamatkan jantungmu frey 🤣🤣
aku
bnr, tidak fantassttt ish ish ish 😌😌🤣🤣
aku
ceplas ceplos dn bar bar kah aslinya ra??? 🤣🤣🤣
frina ayu: asbun kak dia🤣
total 1 replies
aku
heh 🤣🤣 nyukurin yg asli mati duluan 🤣🤣 astagaa
frina ayu: takutnua kalo gak dimatiin nanti rebutan tubuh kak😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!