NovelToon NovelToon
Transmigrasi Jadi Ayah

Transmigrasi Jadi Ayah

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Duda / Romantis
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Fiyaaa

apa jadinya jika seorang pemuda berumur 17 tahun transmigrasi ketubuh seorang duda berumur 36 tahun karena di seruduk oleh seekor domba?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fiyaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

Pukul 06.03. Apartemen Skyline.

Saga terbangun karena suara ribut di dapur. Matanya masih berat, tapi ia memaksa duduk. Kaos Arion yang ia pakai melorot sampai bahu.

“Ion?” panggilnya serak.

“Duduk aja,” sahut Arion dari pantry. “Aku bikin sarapan.”

Saga nyengir, lalu nyelonong ke dapur dengan kaki telanjang. Tanpa ba-bi-bu langsung meluk pinggang Arion dari belakang. “Pagi, Pacar~”

Arion tersedak udara. “Aga, aku lagi pegang pisau.”

“Biarin. Aga kangen. Semalem Ion tidurnya anteng banget, nggak meluk Aga.”

“Aga yang ngorok duluan.” Arion menaruh pisau, balik badan, lalu mencubit pipi Saga. “Mau nasi goreng apa roti?”

“Nasi goreng. Yang banyak telor. Suapin ya?”

“Aga.”

“Hehehe.”

Bel apartemen berbunyi keras tiga kali. Disusul teriakan, “PAAAA! BANGUN! KITA MAU KEMAH!”

Saga dan Arion kompak menoleh.

Langit.

Arion membuka pintu. Langit sudah berdiri dengan tas carrier segede badan, topi rimba, dan muka kaku. Di belakangnya, Revan nyengir sambil nyender di dinding.

“Om Ion,” sapa Langit datar. “Papa mana?”

“Di sini,” jawab Saga nongol dari belakang Arion, masih meluk pinggang. “Langit udah sarapan?”

Langit melot ke tangan Papanya yang melingkar di perut Om Ion. “Papa. Lepas. Malu.”

“Nggak mau. Aga pacarnya Ion sekarang.” Saga makin erat. “Kalian yang restuin di grup.”

Revan ketawa. “Iya sih, tapi ngeliat langsung beda, Pa.”

Langit masuk, menaruh carrier di lantai. “Papa mandi. Ganti baju. Lima menit. Kita ke basecamp Gilang jam delapan.”

Saga cemberut. “Langit galak banget. Kayak Rasya.”

“Karena Rasya yang nyuruh.” Langit melirik Arion. “Om Ion ikut?”

Arion mengangguk. “Aku antar sampai basecamp.”

“Antar aja. Nggak usah ikut kemah.” Langit natap Arion. “Papa belum siap tidur tenda bareng Om. Di rumah aja berduaan mulu.”

Saga menutup mulut, merah. “Langit!”

Revan udah ngakak. Arion cuma menghela napas. “Siap, Komandan.”

Pukul 09.30. Basecamp.

Saga turun dari mobil Arion dengan topi buntut, baju outdoor yang kelonggaran, dan ransel mini. Langit langsung narik tangan Papanya menjauh dari Arion.

“Pa, naik mobil Gilang aja ya. Biar nggak... lengket.”

Saga menoleh ke Arion dengan muka memelas. Arion mengedip. “Aga, kabarin kalau udah sampai lokasi kemah. Jangan kehujanan.”

“Siap, Ion~” Saga dadah genit, digeretur Langit masuk ke mobil lain.

Arion baru mau balik ke mobil saat ponselnya bunyi. Nomor tidak dikenal.

“Arion Prasetyo?” Suara berat. “Ini Edwin.”

Arion berhenti. “Ada perlu apa?”

“Jauh-jauh dari Saga. Dia milik saya. Kalau kau masih dekat-dekat dia, perusahaan milik anaknya, Rasya...” Edwin tertawa rendah. “...bisa hilang dalam semalam. Aku punya banyak koneksi, Ion. Jangan nantang.”

Telepon mati.

Di mobil, Saga bersin.

“Hah, siapa yang ngomongin Aga ya?”

Langit melirik. “Mungkin Om Ion. Dari tadi nggak lepas mantengin Papa.”

Pukul 13.00. Kantor Rasya.

Rasya: Ada yang mainin saham kita. Investor narik dana. Tiga proyek ditunda sepihak.

Revan: Dari siapa, Bang?

Rasya: Edwin.

Di apartemen, Arion menatap layar laptop. Email masuk dari tim legal. PT. Dirgantara Edwin mengajukan gugatan hak paten atas proyek energi Rasya.

Arion mengepalkan tangan. Ia menelepon Rasya.

“Rasya, kamu di kantor?”

“Iya, Om. Lagi beresin kekacauan.” Suara Rasya dingin, tapi tegang. “Edwin mulai main kotor.”

“Jaga Papa kamu baik-baik selama kemah. Aku urus Edwin di sini.”

“Om Ion,” potong Rasya. “Kalau sampai Papa kenapa-napa karena urusan ini...”

“Aku yang pasang badan,” jawab Arion tegas. “Dia kekasihku. Anakmu. Titipan kalian. Aku nggak akan biarin Edwin nyentuh sehelai rambutnya.”

Sambungan putus.

Di hutan, tenda sudah berdiri. Saga duduk di kursi lipat, dikelilingi anak SMA. Langit jagain di samping, galak ke siapa pun yang dekat-dekat Papanya.

Tiba-tiba ponsel Saga bunyi. Nama: Ion ❤️

Ion:Aga, di sana aman?

Aga: Aman. Langit galak banget. Aga nggak bisa kentut sembarangan.

Ion: 😅 Yang penting aman. Kangen.

Aga: Aga juga kangen Ion. Nanti pulang Aga minta gendong.

Ion: Selalu. Jaga diri, sayang.

Saga senyum-senyum sendiri. Langit ngelirik. “Papa, jangan senyum-senyum. Nanti disangka orang gila.”

“Biarin. Papa lagi jatuh cinta.”

Malamnya, di kantor Edwin, Edwin membanting gelas.

“Arion. Rasya. Saga.” Ia menyeringai. “Kalian pikir bisa menang dari saya? Kita lihat saja siapa yang nangis duluan.”

1
Mima D. S
semangat terus thor
Mima D. S
thank you thor udh update byk🤗
Hmmm;): iyee, capek tangannya ngetik muluu huaaa😭
total 1 replies
Mima D. S
menarik dan sangat seruu, tp update nya yg byk dong thor😁
Hmmm;): yeuuuu sabar atuhhh nunggu banyak yang baca hehehe
total 1 replies
Mima D. S
lanjutttt thorrr
Mima D. S
semangat thor💪
Mima D. S
update yg byk dong thor😭😭
Hmmm;): makasii hehe
total 3 replies
Mima D. S
lanjut kk
Hmmm;): iya dehh
total 1 replies
YunaD
mangkanya kambing itu disembelih biar engak kita yang dibunuh
Hmmm;): pantes ya pas hari Idul adha kambing disembelih🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!