NovelToon NovelToon
Duri Dalam Pernikahan

Duri Dalam Pernikahan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Diam-Diam Cinta
Popularitas:8.6k
Nilai: 5
Nama Author: Miss Ra

Apa yang paling menyakitkan dari pengkhianatan?

Bukan saat musuh menusukmu dari belakang, tapi saat orang yang kau anggap saudara justru merebut duniamu.

​Kinanti harus menelan kenyataan pahit bahwa suaminya, Arkan, telah menikahi sahabatnya sendiri yang bernama Alana, di belakang punggungnya. Kini, dengan kehadiran anak di rahim Alana, Kinanti dipaksa untuk berbagi segalanya.

​Tapi, Kinanti bukan wanita yang akan diam saja. Jika mereka ingin berbagi, Kinanti akan memastikan mereka menyesali keputusan itu.

Kita simak kisah selanjutnya di Cerita Novel => Duri Dalam Pernikahan.
By - Miss Ra.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Ra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 18

Lampu softbox yang terang benderang memenuhi ruang tengah kediaman Wiratama. Aroma bunga lili segar yang harganya jutaan rupiah per tangkai menyeruak, bersaing dengan wangi parfum maskulin mahal milik Arkan.

Pagi ini, rumah itu bukan sekadar tempat tinggal, melainkan panggung sandiwara yang disiapkan dengan presisi oleh sang sutradara tunggal - Kinanti.

Arkan berdiri di depan cermin besar, merapikan dasi sutranya yang terasa mencekik leher. Di belakangnya, dua penata rias sibuk memastikan tidak ada satu pun pori-pori atau gurat kelelahan yang tampak di wajah sang Direktur Utama.

"Tersenyumlah sedikit, Arkan. Majalah Global Business tidak ingin menampilkan sampul dengan pria yang terlihat seperti baru saja kehilangan separuh jiwanya," suara Kinanti terdengar dari arah pintu.

Kinanti melangkah masuk dengan anggun. Ia mengenakan gaun formal berwarna biru dongker yang memeluk tubuhnya dengan sempurna, memancarkan aura otoritas dan kemewahan yang tak tergoyahkan.

Di lengannya, ia menggendong Arjuna yang terbungkus kain kasmir putih bersih. Bayi itu tenang, seolah tahu bahwa ia sedang berada di tengah pusat perhatian.

Arkan menoleh, mencoba memaksakan sebuah kurva di bibirnya. "Aku hanya kurang tidur, Kin."

"Bagus. Karena hari ini, dunia harus melihat keluarga Wiratama yang legendaris. Keluarga yang tidak retak oleh apa pun," Kinanti mendekat, memperbaiki posisi pin emas di kerah jas Arkan. "Ingat, setiap jepretan kamera hari ini adalah investasi untuk masa depan Arjuna. Dan posisi Direkturmu."

Sesi pemotretan dimulai. Fotografer ternama itu terus berteriak memberikan arahan. "Sempurna! Ibu Kinanti, tolong sandarkan kepala di bahu Pak Arkan. Pak Arkan, tatap putra Anda dengan penuh kasih. Ya, seperti itu! Bayangkan masa depan cerah yang Anda bangun untuknya!"

Arkan menunduk, menatap wajah Arjuna yang tertidur pulas. Namun, saat matanya menangkap garis bibir mungil bayi itu, sebuah kilatan memori menghantamnya seperti palu godam.

Ia tidak melihat bayi di atas kain kasmir. Ia melihat wajah Alana yang pucat pasi di rumah kontrakan sempit sebulan yang lalu.

Ia teringat bagaimana Alana gemetar saat menyerahkan bayi ini, bagaimana matanya yang bengkak menatap Arkan dengan kebencian yang murni, dan bagaimana suara isakannya tenggelam oleh deru hujan malam itu.

"Pak Arkan? Fokus, Pak. Senyumnya mana?" tegur sang fotografer.

Arkan tersentak. Ia merasa mual. Kemewahan di sekelilingnya, terasa seperti barang curian. Ia merasa seperti pencuri yang merampas seorang bayi dari rahim ibunya hanya untuk dijadikan properti dalam sebuah majalah.

"Arkan," bisik Kinanti pelan, namun nadanya setajam silet. "Tersenyum..."

Arkan melebarkan senyumnya. Sebuah senyum yang sempurna di depan lensa, namun mengerikan di balik hati.

Setelah dua jam penuh kepalsuan, sesi pemotretan berakhir. Kinanti segera menyerahkan Arjuna kepada pengasuh berseragam. Ia kembali ke mode bisnis, memeriksa hasil foto di layar monitor fotografer dengan ketelitian seorang kurator seni.

"Pastikan editingnya halus. Aku ingin kesan keluarga bangsawan modern," titah Kinanti.

Arkan memilih untuk menyingkir. Ia butuh udara. Ia merasa sesak di dalam rumah yang kini terasa seperti penjara kaca. Ia berjalan menuju ruang ganti, tempat pakaian-pakaian lamanya disimpan di bagian paling belakang lemari sebelum Kinanti menggantinya dengan koleksi desainer baru.

Tanpa sengaja, tangannya menyentuh sebuah jas tua, jas yang ia pakai saat pertama kali membawa Alana kabur ke kontrakan sebelum Kinanti mengunci finansialnya. Jas itu tidak bermerek, kainnya mulai kasar, dan warnanya sudah sedikit pudar.

Ia merogoh saku jas itu. Jari-jarinya menyentuh sesuatu yang kecil dan bundar.

Sebuah tutup botol bedak bayi murah.

Arkan menarik benda itu keluar. Saat ia membukanya, aroma bedak tabur yang sangat menyengat menusuk hidungnya. Itu adalah bedak yang dibeli Alana dengan sisa uang recehnya demi menjaga kulit bayinya agar tidak lecet di rumah kontrakan yang panas.

Seketika, Arkan luruh. Ia duduk bersandar pada lemari kayu, menggenggam tutup botol plastik murahan itu dengan tangan gemetar. Bau bedak itu membawa kembali suara tawa kecil Alana saat harapan mereka masih sederhana, hanya ingin hidup tenang.

Di rumah ini, Arjuna memakai bedak cair impor yang tidak berbau. Di rumah ini, Arjuna tidak pernah merasakan panas karena AC sentral menyala 24 jam. Tapi di rumah ini, Arkan menyadari bahwa ia telah membunuh Arkan yang manusia demi menjadi Arkan sang Direktur.

"Kenapa kamu menangisi sampah plastik itu?"

Suara Kinanti membuat Arkan tersentak. Kinanti berdiri di ambang pintu, menatap suaminya yang bersimpuh di lantai dengan pandangan menghina.

"Ini bukan sampah, Kin. Ini...." suara Arkan serak.

Kinanti masuk, menutup pintu di belakangnya. Ia berjalan mendekat dan dengan gerakan cepat merampas tutup botol itu dari tangan Arkan, lalu membuangnya ke tempat sampah di sudut ruangan.

"Dengar, Arkan. Kamu lihat rumah ini? Kamu lihat asuransi pendidikan Arjuna yang bernilai triliunan?" Kinanti membungkuk, menatap mata Arkan dengan dingin. "Dia sudah membuang anak ini demi uang sepuluh juta yang aku berikan. Kamu ingin kembali ke kemiskinan itu? Kamu ingin Arjuna hidup di debu dan bau keringat?"

"Dia tidak membuangnya, Kin! Kamu yang memaksanya!" geram Arkan.

"Aku memberinya pilihan, dan dia memilih untuk menyerah. Sama seperti kamu sekarang," Kinanti berdiri tegak, merapikan pakaiannya yang tak bercela. "Keluar dari ruangan ini. Bersihkan wajahmu. Klien dari Singapura akan datang makan malam."

Malam harinya, perjamuan makan malam berlangsung mewah. Arkan duduk di kepala meja, memotong wagyu steak dengan gerakan mekanis. Ia mendengarkan Kinanti berbicara tentang ekspansi perusahaan dengan lancar.

Setiap kali ia menelan makanan mahal itu, rasanya seperti menelan duri. Ia melihat Arjuna di gendongan pengasuh di sudut ruangan, bayi itu terlihat seperti boneka pajangan yang sempurna.

Saat tamu-tamu tertawa, Arkan menyelipkan tangannya ke dalam saku jas barunya. Saku itu kosong. Tidak ada kenangan. Hanya ada kehampaan yang mahal.

Ia sadar, di balik semua kemilau emas dan lampu kristal ini, ada bayangan yang sangat gelap. Bayangan seorang wanita yang mungkin saat ini sedang menangis di bawah lampu jalanan, dan bayangan seorang pria yang telah kehilangan jiwanya sendiri demi sebuah jabatan.

Dan yang paling menakutkan adalah, Arkan tahu bahwa besok pagi, ia akan bangun dan melakukan sandiwara yang sama lagi. Karena baginya, pintu keluar dari penjara Kinanti telah dikunci dari dalam oleh keserakahannya sendiri.

...----------------...

To Be Continue .....

1
Siti Zaid
Apakah Arkan tidak pernah merasa bersalah kerana sudah menghianati kinanti dan dia juga yg sudah menbentuk sifat dan sikap kinanti seperti yg sekarang...
🥰Ary Ambar Kurniasari Surya🥰
kalau cerita kinan kalah brarti para istri sah mm nasibnya tertindas dan plakor pemenang, ayo thor bikin arkan mrs menang tp sebenarnya mlh hancur, dan bikin kinan menang, aq suka kl istri sah memegang kendali, bkn arkan bertekuk lutut dibawah kinan dan menyesal yg sgt dalam, masak pelaku dan pelakor menang, aq udh suka bgt sm crita in, bikin kinan merajai sgalanya
Siti Zaid: Kakak setuju dengan pendapat anda...
total 1 replies
Himna Mohamad
gagalkan ya thoor rencana arkan
Atjeh ponsel
ceritanya sangat menarik
Siti Zaid
Arkan seolah2 menyalahkan kinanti sepenuhnya..padahal dirinya yg selingkuh duluan..pun begitu juga Alana yg sudah sangat jahat pada kinanti😠
Himna Mohamad
hrs gagal thoor rencana arkan
Lee Mba Young
Waduh istri sah kalah dong nanti yg menang pelakor. jng sampai kl Arkan Dan Alana menang Aku akn berhenti Baca.
jng sampai pezina Dan pelakor menang. mereka hrs ttp di injak kinanti.

berarti yudha mendukung per selingkuh an dong, wah semoga ikut dpt karma km yudha.
Siti Zaid
Kinanti yg lemah lembut dan berhati malaikat telah mati disaat kamu selingkuh dan menikahi sahabat nya..Arkan!! kamu sendiri yg menjadikan Kinanti..wanita yg tidak memiliki perasaan..semuanya salah kamu dan Alana..😡
Herdian Arya
pembalasan yang sangat setimpal, tapi Kinanti juga mati hati nuraninya, dan yang paling kasian adalah bayi itu yangharus menanggung kesalahan orang tuanya.
Lee Mba Young
lagian Arjuna juga anak haram, hasil selingkuh kan. nnti kl dewasa pasti malu tu punya ibu kandung pelakor Dan bpk tukang selingkuh. masih bagus di urus kinanti 👍.
Lee Mba Young
Aku gk ngerti Jalan pikiran arkan, dia merasa bersalah ke pelakor tp gk merasa bersalah ke istri sah.
nnti kl Arjuna sdh besar Dan tau semua bilang saja ibu kandung mu Alana wanita murahan, ngangkang ma laki orang jd pelakor yakin lah Arjuna akn malu krn anak hasil zina 🤣 alias anak haram 🤣
Lee Mba Young
Arkan ki aneh bersujud kok nek pelakor, bersujud yo nek istri sah. utek e gk beres.
jelas kinanti dadi moster Wong koe selingkuh kr konco ne. Wong ra sadar diri.
Dew666
🎈🎈🎈🎈
Lee Mba Young
Pdhl arkan Dan Alana adlh pelaku tp merasa korban semua. aneh pas main kuda smp Alana hamil apa gk mikir sakit nya kinanti lah.
mkne kondosikan burung mu itu arkan jng masuk Goa pelakor.
Lee Mba Young
Syukurin mkne to Ojo selingkuh.
pingin Kaya Raya Dua istri.
Wes selingkuh tp gk ngroso Salah.
Lee Mba Young
Ya nikmati saja karma mu Arkan. Karma tak semanis Kurma.
Arkan itu ingine hidup mewah dng Istri sah Dan pelakor e iuhhh mnjijikkan.

Dan Satu lagi pelakor Alana juga gk tobat mlh ingin balas dendam. aneh pelakor kalah kok sakit hati.

Arkan Dan Alana itu ciri ciri manusia gk punya hati, dah selengki tp merasa korban waktu di balas kinanti. tp pas bhgia gk ingat nyakiti hati kinanti.
YuWie
ya harusnya kau rangkul bayik nya..walo dia adl bukti dr hasil penghianatan. klo kau kasih sayang spt ibu kandungnya kan nanti besarnya arjuna jg akan menyayangimu. cukun si al dan suamimu yg dendam padamu jgn si bayik..dan pembaca jg gak semakin ilfil sama kamu..masaknprotagonis tak punya hati.. atau jgn2 mmg kinanti adl tokoh antagonisnya 🙃
YuWie
protagonis tapi malah jadi antagonis kie si kinanti ya.. sama bayi aja tega gak bisa memisah sakit hati ke ortu dg si bayik
Lee Mba Young
Alana lo gk tobat Wes dadi pelakor. arkan juga gk merasa bersalah.
mnding hancurkan arkan Dan Alana sekarang drpd nnti membalas.
Lee Mba Young
Alana lo gk tobat Wes dadi pelakor. arkan juga gk merasa bersalah.
mnding hancurkan arkan Dan Alana sekarang drpd nnti membalas.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!