NovelToon NovelToon
Ambillah!

Ambillah!

Status: tamat
Genre:Pelakor / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Mafia / Tamat
Popularitas:451.6k
Nilai: 5
Nama Author: IAS

"Ambil, ambillah dia! Aku ikhlaskan dia untukmu."

Suara seorang wanita terdengar begitu nyaring ketika berada di depan rumah wanita yang menjadi selingkuhan suaminya.

Didepan keluarga besar sang pelakor dia tak gentar meski pun sendirian.

Hancur hati Arundari saat mengetahui bahwa gadis yang sudah dia anggap sebagai adiknya sendiri itu tega menjadi duri dalam daging pada biduk rumahtangganya.

Tampilannya yang religius sungguh tidak berjalan lurus dengan perbuatannya.

Tak ingin sakit hati terlalu lama, Arundari memutuskan untuk mengakhiri pernikahannya dengan Heri.

Apakah Arundari bisa kembali merasakan cinta setelah dirinya disakiti?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rasain! 22

"Run, ayo kita rujuk. Ayo kita kembali sama-sama ya. A-aku, a-aku bakalan jatuhin talak ke Jelita. Aku, aku masih cinta sama kamu, Run.'

Haaaa?

Hahahah

Tawa keras meluncur dari mulut Arundari. Ia bahkan langsung menutup mulutnya dengan cepat saat merasa bahwa apa yang dilakukannya tidak lah sopan.

Tapi bukan berarti Arundari berhenti tertawa. Wanita itu malah semakin keras tawanya sampai air matanya keluar.

"Run,"panggil Heri. Ia hendak menyentuh tangan Arundari.

Namun oleh Arundari, tangan miliknya langsung ditarik dari atas meja. Arundari juga menatap Heri dengan tatapan tajam yang menusuk lalu berkata, "Kita bukan mahrom lagi. Kita sudah cerai secara agama bahkan disaksikan oleh istri baru mu dan banyak orang. Jadi kamu nggak boleh nyentuh aku barang sedikit pun. Inget itu, Her. Haram!"

Heri hanya bisa diam. Wajahnya langsung masam. Ternyata ditolak oleh Arundari, membuat hatinya tidak karuan.

Sebelum ini, dia masih bebas menyentuh, memeluk, bahkan mencium wanita itu. Tapi sekarang, mereka sungguh terasa asing.

"Lalu soal ajakan ku tadi, Run?" Heri mengingatkan kembali tentang ajakan rujuk yang dia usulkan tadi kepada mantan istrinya itu.

"Nggak, aku nggak mau. Baik sekarang, nanti atau di masa depan, aku nggak bakalan mau rujuk sama kamu, Her. Udahlah, jangan pernah ngarep hal yang nggak mungkin. Luka yang kamu torehkan ke hatiku, beneran dalam banget. Dan aku nggak mau jadi orang yang bodoh, karena nerima kamu lagi buat jadi imamku. Hah, imam. Jujur saja aku nggak mau punya imam modelan tukang selingkuh kayak kamu. Sekarang lebih baik kamu pulang. Dan tunggu proses peradilan. Ingat Her, rasa sakit yang kamu berikan ini, akan aku balas dengan cara ku."

Setelah mengatakan hal tersebut, Arundari beranjak dari duduknya dan melenggang masuk ke rumah. Heri hanya diam, menatap kepergian Arundari dengan tatapan nanar.

Ternyata tujuannya malam-malam menyelinap pergi dari kediaman Jelita adalah untuk mendatangi Arundari dan mengajak rujuk. Sungguh di luar dugaan sekali pria ini. Dia baru saja menikah satu hari tapi sudah berniat untuk menceraikan istri barunya.

Apakah Heri ketakutan karena merasa akan kehilangan banyak hal?

Entahlah, tapi yang pasti pria semacam dia ini tidak bisa diberi kesempatan kedua.

Heri melenggang pergi pada akhirnya. Bukan kembali ke rumah Jelita melainkan ke HTU. Setidaknya masih ada beberapa klien yang menggunakan jasa agen travel miliknya, sehingga Heri masih bisa merasa tenang.

"Pak gawat, Pak!!"

Baru saja dirinya mendorong pintu HTU, salah satu karyawannya langsung berlari mendatanginya. Wajah orang itu pucat pasi bahkan tangannya tampak bergetar hebat.

"Ada apa?" tanya Heri enggan. Saat ini dia hanya ingin masuk ke ruangannya dan berisitirahat tanpa memikirkan banyak hal.

"Ini Pak, beberapa orang membatalkan rencana perjalanan umroh mereka dan meminta uang mereka dikembalikan."

APA?

Heri membelalakkan matanya. Dia yang awalnya merasa lesu dan malas untuk melakukan sesuatu, menjadi lebih bertenaga.

"Cuma satu orang kan? Atau satu keluarga?" tanya Heri penasaran. Dia mengambil ponsel milik karyawannya itu untuk memeriksanya langsung.

"Sayangnya tidak sedikit, Pak. Sekitar 20 orang menyatakan untuk mundur. Mereka mengatakan tidak masalah DP 15% hangus, tapi minta uang sisanya untuk segera dikembalikan."

Jegleeer

Seperti mendengar petir di siang hari bolong, Heri benar-benar tercengang. Dia juga berdiri terpaku, bahkan ponsel milik karyawannya hampir terlepas dari tangannya.

"Pak?" panggil si karyawan yang akhirnya menyadarkan Heri.

"Mari kita rapat. Apa Jelita sudah datang?"

Karyawan tersebut menggeleng, dan Heri sudah langsung tahu jawabannya.

"Sudahlah, sekarang panggil semuanya ke ruang rapat,"sambungnya.

Dengan perasaan yang tidak karuan ditambah dengan pikiran kusut, Heri memimpin rapat. Dia membahas tentang siapa saja yang membatalkan keberangkatan umroh.

Ternyata dua puluh orang itu masih bertambah. Bahkan selama rapat dijalankan, karyawan yang bertugas sebagai admin terus mendapat pesan.

"Sebenarnya kenapa mereka tiba-tiba batalin?" tanya Heri. Kepada siapa pria itu bertanya? Jawabannya adalah kepada dirinya sendiri.

"Maaf Pak Heri kalau saya lancang. Apa mungkin karena ini ya, Pak,"ucap Roby yang merupakan salah satu karyawan HTU juga. Selain sebagai karyawan HTU, Roby juga merangkap sebagai pemegang orgen ketika team gambus HTU tampil dan membuat konten di youtube.

"Ada apa memangnya?" tanya Heri tidak mengerti.

"Bapak coba buka saja akun instagram HTU. Anu, di sana banyak komen netizen yang ... ."

Roby tak melanjutkan ucapannya. Atau lebih tepatnya dia tidak berani untuk mengatakan apa yang dia lihat di akun resmi milik HTU.

Kening Heri berkerut ketika mendengar karyawannya tidak bicara dengan jelas. Dia akhirnya memilih untuk memeriksanya langsung. Pun dengan karyawan yang lain.

Betapa terkejutnya Heri beserta karwayan HTU yang lain ketika membaca komenan netizen.

"Travel umroh zalim."

"Iya dasar munafik. Bisa-bisanya selingkuh."

"Ah cewek gatelnya yang ini. Gila ya, atasnya kudung bawahnya warung."

"Kok tega ya sama-sama wanita, malah menyakiti."

"GIla, kurang baik apa Mbak Arun ma dia. Lihat postingan-postingan mereka, tuh deket banget. Eh ujung-ujungnya ngrebut lakinya."

"Cewek cowok gue yakin sama sih. Sama-sama kegatelan, dan nggak punya otak. Ih malu padahal sering nyanyi lagu islami, mana travel umroh lagi."

"Hueeeh cuiih najis-najis. Jangan sampe deh pake travel umroh yang isinya pelacur kek gini dan lakinya tukang selingkuh."

Semakin dibaca, semakin brutal saja komenan mereka. Heri mengusap wajahnya kasar lalu bergumam lirih, "dari mana mereka tahu?"

Dia menghempaskan tubuhnya di kursi dan rapat berhenti dengan sendirinya. Heri masih membaca dan mencoba menelusuri tentang hal terkait.

Betapa terkejutnya dia saat melihat foto dan video dirinya dan Jelita yang tengah bersama.

"D-dari mana mereka dapet ini?" ucapnya dalam hati.

Tak hanya itu, bahkan foto pernikahannya pun tersebar dan diunggah secara anonim. Keterangan yang tertulis dalam foto itu jelas sekali membuat orang mengetahui tentang apa yang terjadi dengan dirinya, Arundari dan Jelita.

"H-hapus semua komenan itu. Lalu batasi komen sekarang!" pekik Heri memberi perintah.

"B-baik Pak," jawab karyawan yang memegang media sosial milik HTU.

Setelah itu semua bubar. Heri belum memberi petunjuk terkait klien yang meminta uang mereka dikembalikan. Lalu para karyawan juga tidak bisa berbuat apa-apa. Mereka hanya bisa menunggu instruksi dari atasan.

"Kalau kayak gini, kayaknya nasih HTU bakalan nggak lama deh"ucap Roby saat dia berjalan menuju kursinya. Orang yang diajak bicara oleh pria itu adalah Anis. Tapi Anis hanya diam dengan wajahnya yang datar.

Rasain!

TBC

1
Suhadi
kayak Inara sama indanul yaa...
Lies Atikah
awas aja Adi asal dari main2 biasa nya suka jadi keterusan si Jelita hangat gak kaku biasa nya yang gini suka bikin kelepek2 kaya si Herri walau aghir nya hancur Arun belum move on dari herri hngga susah buka hti untuk Ady
Lies Atikah
ayo jeli keluarkan pesona mu si Arun mah sebaik seganteng apapun Ady yang di ada di hati nya tetap aja herri tercinta
Lies Atikah
selam janur kuning masih melengkung kesempatan masih ada Her
Lies Atikah
pantesan di selikuhin kamu terlalu kaku dan monoton jadi bikin jeunuh pasangan
Ika Yanti Unyil
meski alur lambat tapi cerita dikemas apik.jadi bisa dinikmati dan ada beberapa bab yang nenguras emosi.ikut greget,sedih tertawa dan juga ijut Happy
terimakasih atas bacaannya thor
terus semangat berkarya thor 🥰🥰🥰🥰
Lies Atikah
ayo Ady gaskeun lamar Arun nya jangan kelamaan nanti di ambil orang kalau sudah klik nunggu apa lagi biar Ady yunior cepet hadir nambah kebahagiaan kalian masa kalah sama si Jelitong
Lies Atikah
semoga kalian berjodoh
Reni Setia
selamat ya udah tamat karya novelnya
Lies Atikah
lega deh .nah gitu donk 👍
Lies Atikah
kalau gak ada keberanian mending nyerah aja Arun satu alu dua lobanng culup sana celup sini maunya si mokondo kan gitu suami mu udah mendua kan kamu masih tetap saja cinta kasian banget si jeita mah menang banyak nah kamu terpuruk sendirian
Lies Atikah
si Arun nya so kuat sendiri
Vie
makasih thor atas ceritanya yang selalu menarik dan selalu seru... aku juga lagi baca gio dan gia juga seru juga ceritnya.... tetap semangat berkarya thor... 👍👍👍
Faidah Ida
wah akak Thor tiba2 aja tamat, extra part lah yah Thor, masih kurang ini....
Esther
Aksa-Ainun 😍buah cinta dari Adyaksa dan Arundari.
Akhirnya Arundari menemukan kebahagiaannya.
Terima kasih thor.
Lies Atikah
baik iyeh tapi bodoh ogeb jangan dipeiihara
Lies Atikah
nah ini aku suka perempuan jaya gini dihianati bukan nangis di pojokan sambil meratap menyalah kan takdir sedih manusiawi tapi kalau sampai terpuruk salah kita terus sedh sementara selingkuhan bahagia bersinar dan kita meratapi kehancuran oh cian banget
Fahreziy
🖒🖒🖒🖒
Lies Atikah
hadir thor
dewi rofiqoh
Tiba tiba udah end, Tapi happy ending sih👍👍
Ditunggu karya terbarunya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!