NovelToon NovelToon
Demi Sumpah Dan Cinta Matiku

Demi Sumpah Dan Cinta Matiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Mafia / Cintapertama
Popularitas:63
Nilai: 5
Nama Author: Shelly Husein

Laki-laki hanya mencintai satu kali, sisanya hanya menjalani hidup. Ada yang mengatakan seperti itu. Damien tidak tau apakah itu benar, namun perjalanan hidupnya kali ini benar-benar diluar prediksi dan rencana.
Dia kehilangan istri dan keluarga kecilnya juga terancam pecah, namun di saat yang hampir bersamaan, ternyata semua bencana yang dia alami mengantarkan dia bertemu kembali ke sosok wanita yang dulu sangat dia idam-idamkan sepenuh jiwanya untuk menjadi pasangan hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shelly Husein, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mama dimana ?

Bab 6

 

Clara mengirimkan file laporan keuangan kepada atasan nya, pak Dharma, selain mengirimkan via email, pak Dharma juga meminta utk di print agar ada 2 dokumen.  yang diperintahkan untuk “kirim ke ruangan saya” kata Bos nya tersebut.

Clara menghela nafas, setelah memastikan semua dokumen lengkap, dia berdiri merapihkan baju dan rok hitam yg tadi sedikit tersingkap saat dia duduk di ruang kerjanya. Atasan putih yg ditutupi jas hitam nya terlihat pas membentuk badannya yg indah, namun tidak bisa menutupi bentuk dadanya yg membusung bulat.

Dia merapihkan sedikit make up dan rambutnya nya yang tergerai indah sepanjang bahu. mengecek apakah terlihat luntur, lalu mengambil tisu wajah penyerap minyak dan sedikit menepuk pelan beberapa bagian wajah yg terlihat berminyak.

Dia sadar dia tidak terlalu cantik, tapi dia biasa mensiasatinya dengan berdandan full make up . Dan hey... Selain kulitnya yang putih bersih,tubuhnya adalah daya tarik utama dan sangat dia banggakan. Tinggi semampai, kaki yang jenjang, dengan buah dada yang membusung besar. Ditambah dengan suaranya yg rendah dan sangat enak didengar kan, dia sukses bekerja sebagai sekretaris di perusahaan tempat dia bekerja sekarang. B n G.

Pak Dharma langsung merekrut nya ketika mereka tidak sengaja bertemu di tempat Hiburan karaoke yang khusus hanya dinikmati oleh kaum Elit ibukota , saat itu dia hanya datang untuk menghadiri pesta ulang tahun temannya, yang di rayakan secara mewah di ruangan khusus Karaoke itu.

Pak Dharma sedang bersantai sambil bercengkerama dengan beberapa kliennya di lobby depan , ketika teman Clara yang sedang berulang tahun keluar dari ruangan tempat dia merayakan ulang tahunnya untuk menerima telpon sejenak, tak sengaja berpapasan dengan pak Dharma, dan langsung mengenali pak Dharma sebagai salah satu kenalan nya, lalu mengajak pak Dharma untuk datang sebentar ke ruangan dia.

Dan disana lah mereka bertemu. Clara dan pak Dharma saling berkenalan dan berbincang sebentar.

Kemudian pak Dharma meminta no hapenya. Clara mengiyakan.

Kejadiannya cukup cepat, mereka langsung merasa cocok satu sama lain. Pak Dharma tipe mapan dan royal, dan clara memang mencari tipe yang seperti itu..mereka udah mulai berkencan beberapa kali, dan Clara membujuk pak Dharma agar bisa memberikan dia pekerjaan, karena toh pada dasarnya yang dia butuhkan memang pekerjaan tetap agar bisa mendapatkanpenghasilan lebih. Dia tinggal sendiri,tidak punya  keluarga.

Clara pernah menceritakan kehidupannya saat berkencan dengan pak Dharma saat itu, kalau kedua orangtua meninggal berturut-turut dalam jangka waktu kurang dari setahun dalam peristiwa kericuhan nasional 1998 ... Clara  dengan raut muka sedih berkata kalau dia adalah anak tunggal lahir dari Ayah yang keturunan China , namun ikut Ibunya yang saat itu beragama Islam, sehingga dianggap tidak diakui oleh keluarga besar sang ayah.

Sementara ibunya juga lahir dari desa terpencil di daerah Jawa Tengah sana, yang setelah menikah, samar-samar Clara ingat pernah tinggal di desa tempat ibunya tinggal, namun kemudian  Clara sekeluarga pindah dari desa tempat mereka tinggal ke daerah jakarta bagian timur. Dan setelah itu mereka lost contact  dengan keluarga ibunya.

Clara mengaku tidak ingat daerah kelahiran ibunya, karena ibunya terlihat tidak mau mengingat daerah kelahiran nya sendiri.  Semua cerita itu membuat Pak Dharma merasa Iba.

Dan setelah sebulan berlalu, ketika akhirnya mereka bisa kembali bertemu untuk berkencan, pak Dharma dengan penuh senyum berkata kepada Clara kalau kebetulan dia sedang mencari sekretaris pribadi si kantornya.

 Clara terperangah, kegirangan mendapatkan jenis pekerjaan yang diberikan oleh pak Dharma, just like her dream come true!! . Untung nya Clara sempat bekerja di bagian administrasi selama 1 tahun lebih di tempat dia bekerja , sebelum bertemu dengan pak Dharma, jadi dirinya memang tidak asing dengan segala urusan kantor.

Dan disinilah dia sekarang, hampir 2 tahun bekerja di perusahaan B n G, menjadi sekretaris pribadi pak Dharma sekaligus menjalin hubungan gelap dengan nya.

Sambil berjalan menuju ruangan pak Dharma dengan sedikit menggoyangkan panggul nya, dia tersenyum mengingat beberapa Aset yang diam-diam sudah dibeli oleh pak Dharma untuk dirinya. Selain 1 kamar apartemen 2 kamar dan mobil SUV ,ada juga tabungannya yang kini mencapai hampir 350 juta rupiah.

 dia mengetuk pintu ruangan pak Dharma sambil berpikir, ‘sedikit lagi,semuanya selesai !’.

“Masuk”, terdengar pak Dharma menjawab ketukan Clara. Sambil tersenyum Clara masuk kesana, dengan membawa beberapa berkas yang sudah disiapkan untuk ditandatangani pak Dharma.

“Tutup pintunya”, seru pak Dharma kepada Clara. Clara mengangguk sambil menutup pintu ruangan.

BAB 7

Damien kini mengerutkan dahinya,dia sudah beberapa kali mencoba menelpon hape Lidya, namun entah kenapa tidak aktif.

Kini, sambil mencari kunci rumah yang dia simpan di dompet kecil disamping pinggang nya, dia kembali menelpon, kali ini menelpon telpon rumah nya sendiri, walaupun dia tau itu terlihat janggal. Kenapa ?? Karena gerbang rumahnya sendiri ternyata terkunci dari luar, seperti pada saat awal mereka meninggalkan rumah itu. Itu menunjukkan kalau  belum ada satupun penghuni yang datang sebelumnya selain Damien dan anak-anak sekarang.

Damien yang masih menelpon lalu memberikan kunci gerbang kepada Nunuk, “Mbak Nunuk, tolong buka kunci gerbangnya !”  ujar Damien kepadanya.

Nunuk yang masih menunggu di belakang tubuh Damien sambil membawa beberapa koper tampak sedikit kerepotan untuk menaruh koper-koper nya terlebih dahulu sebelum akhirnya meraih kunci gerbang yang diulurkan Damien kepadanya, lalu mencoba membuka kunci gerbang tersebut, sementara Morin dan Bayu tampak sudah tak sabar lalu mendekati pintu pagar rumah dan mulai memanggil-manggil mamanya.

“Maaah...maahhh, buka pintu doonngg” panggil Morin kedalam rumah, sementara Bayu malah mulai sibuk mengguncang-guncangkan pagar besi rumah sambil ikut berteriak memanggil mamanya, Hingga  Damien menjadi kesal dan langsung menegur kedua anaknya. “ Morin-Bayu... jangan berisik, mama lagi papa telpon. Nanti ga kedengaran suara mama di telpon !!”. Morin langsung diam, tapi Bayu masih mengguncang kan pagar besi rumahnya lagi, yang lalu di hentikan Nunuk. “ jangan Bayu, ini sudah dibuka kuncinya... yuk masuk “. Imbuh Nunuk sambil lalu  menggeser gerendel pintu gerbang hingga terlepas.

Segera kedua anak itu masuk sambil membawa koper mereka masing-masing, sementara Nunuk mengiringi dari belakang mereka.

Damien yang masih menelpon, langsung menyadari kalau rumah mereka terlihat sedikit berdebu, tidak terlihat ada tanda seseorang sudah masuk sebelumnya, dan lamat-lamat juga terdengar ada nada dering telpon rumah yang Damien tau itu berasal dari telpon rumah yang dia hubungi dengan memakai hape nya.

Dia langsung mematikan hapenya, lau bergegas menghampiri Nunuk dan juga anak-anak nya yg sudah ada di depan pintu rumah mereka. “Buka pintu nya, Nuk,” perintah Damien. Nunuk, yang mengetahui kunci rumah dan kunci pintu gerbang di tautkan bersama kemudian menggunakannya untuk membuka pintu rumah.

Kini pintu rumah terpentang lebar, dan Morin juga langsung berlari kedalam sambil memanggil-manggil mama nya . “Maaa..Mamaaa... mama dimana??”panggil Morin dan Bayu bersahut-sahutan. Namun tidak ada jawaban. Morin masih memanggil-manggil sementara Bayu menghampiri Damien sambil bertanya,”Mama dimana, pah ?? Kok ga ada ?? “.

 Damien belum menjawab. Dia berpaling ke Nunuk, “mbak, bantu anak-anak ke kamar sebentar, lalu telpon bu Sudi, bilang kita sudah sampai rumah, kok ini rumah keliatan kotor sih, memang ga sempat dibersihkan sama dia ?? Kan kunci rumah cadangan sudah dipegang dia..??” Damien langsung meluapkan kekesalannya.

Nunuk buru-buru memanggil Morin dan Bayu untuk mengantarkan mereka berdua ke lantai atas , tempat kamar mereka berdua berada. “iya pak..saya telpon bu Sudi” jawab Nunuk cepat.

Lalu mereka bertiga naik ke lantai atas, sementara Damien melihat ke sekeliling dalam rumah.

Sebenarnya rumah tidak terlihat berantakan, apalagi berdebu seperti diluar teras rumah... Tapi keheningan yang terasa membuat Damien tidak enak hati.

Istrinya ternyata belum pulang kerumah, juga tidak ada di kantor.

Jadi Lidya ada dimana ? Pikir Damien resah.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!