Kisah seorang anak perempuan yang selalu mendapatkan ketidakadilan dari sang ibu. gadis itu sering di bandingkan dengan saudara saudara nya sendiri. karena tuntutan ibunya, Lusiana harus terjun menjadi wanita malam, di sebuah club ternama di kota.
bagaimana car gadis itu bertahan dari keras nya dunia. apakah gadis itu mampu bahagia, atau malah sebaliknya?? ikuti kisah Lusiana sekarang juga!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putrinw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.35
"Nyonya, apakah nyonya baik baik saja?" tanya bidan Inah yang langsung menghampiri nyonya nya itu.
Lusi menghembuskan nafas berat nya saat ini,kejadian tadi, benar benar membuat dada nya sesak. Wanita tadi, benar benar terobsesi dengan suami nya itu.
"Aku baik baik saja bibi, ayo kita masuk saja." ucap lusi tersenyum tipis ke arah bi ina, menandakan bahwa dia baik baik saja.
"Ayo nyonya, nanti siang kita akan ke rumah sakit, untuk memeriksa keadaan nyonya. Tuan sudah menitipkan nyonya kepada bibi, dan nyonya tenang saja, bibi akan menjaga nyonya!" ucap BI Inah yang berusaha menyakinkan.
"Terima kasih bi." ucap lusi yang tampak begitu terharu di kelilingi orang yang masih begitu perduli dengan nya.
"Sial!....dia benar benar cerdik. Aku tak akan membiarkan dia dengan kenan ku, lihat saja apa yang akan aku lakukan, untuk menyingkirkan gadis itu dari sisi Ken!" ucap Livia yang sudah begitu emosi saat ini.
Dia mengendarai mobil nya, menuju ke rumah kakek nya Ken. Dia akan menghasut kakek Albert untuk berpihak kepada nya.
Setelah beberapa menit di perjalanan, akhirnya Livia sampai di mansion kakek nya Ken. Tatapan nya begitu angkuh, membuat beberapa pelayan di Sana tak menyukai gadis itu. Tapi mereka tak bisa berbuat apa apa, sebab tuan mereka memilih Livia, sebagai calon mantu keluar bert.
"Aku tak menyukai nona Livia, tatapan nya angkuh dan sombong. Tak bisa aku bayangkan bahwa dia akan bersanding dengan tuan muda Ken." bisik para pelayan yang sedang bergosip bersama saat melihat kedatangan Livia ke mansion.
"Kau benar, dia benar benar mencari muka, kepada tuan besar. lihat saja, dia hadapan kita dia mengancam, dan berusaha berkuasa di mansion ini, sedangkan bersama tuan besar, dia menjadi wanita penurut, dan anggun. Dia benar benar licik."
"Kita harus berhati-hati dengan nya!"
"Aku lebih menyukai istri sah nya tuan Ken, dibandingkan dengan nona Livia."
"Kau benar, nampak nya dia gadis yang baik."
"Sudah sudah apa yang kalian gosipkan. Cepat kembali bekerja. Kalian disini di gaji untuk bergosip?" ucap kepala pelayan dengan tatapan datar memandang para pekerja di rumah ini.
"Maaf pak." ucap mereka serentak dan langsung bertugas menjalankan tugas nya masing masing
"Dimana kakek Albert?" tanya Livia dengan nada angkuh nya itu saat berbicara dengan orang kepercayaan kakek Albert, yaitu Jon.
"Beliau saat ini sedang ada di taman nona." ucap jon dengan menjawab datar pertanyaan dari wanita itu.
"Antarkan aku ke sana, aku ada perlu dengan kakek Albert!"
"Baik." karena terlalu malas basa basi, Jon langsung mengantarkan gadis itu menuju ke tuan besar nya. Dia tau, pasti gadis itu datang dengan tujuan yang akan membuat bos nya itu murka. Entah apa yang akan Livia katakan, dan membuat tuan besar nya setuju. Jon benar benar tak suka saat tuan besar nya, begitu membela Livia yang hanya memanfaatkan nya saja.
"Kakek!" ucap gadis itu yang langsung menyalami tangan keriput kakek nya kenan.
"Livia, ada apa. Kenapa wajah mu terlihat kesal hmmm...?" tanya Albert dengan wajah lembut nya.
Jon yang berada di belakang, hanya bisa memutar bola matanya dengan malas, tuan nya itu benar benar percaya dengan air mata gadis itu.
"Kakek, aku tadi ke rumah nya cucu kakek. Dan kakek tau, bahwa gadis kampung itu ada disana. Aku tak bisa menerima nya kakek. kenan adalah calon suami ku, aku tak bisa membiarkan mereka untuk tinggal bersama!" ucap Livia yang mengeluarkan unek unek nya itu.
Apa mgkin Lusi putri konglomerat yg di culik waktu bayi..