NovelToon NovelToon
Berbagi Suami Dengan Saudara Sepupu

Berbagi Suami Dengan Saudara Sepupu

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan
Popularitas:9.1k
Nilai: 5
Nama Author: peony_ha

Kyai Rasyid adalah pengasuh pesantren yang dikenal bijaksana dan disegani. Bersama istrinya, Hanifah, ia membesarkan dua gadis dengan penuh kasih: putri kandungnya, Zareen Qonitat, dan keponakannya sendiri, Raihana Aleesa, yang telah yatim piatu sejak kecil. Meski tumbuh dalam rumah yang sama, Zareen dan Raihana memiliki kehidupan yang sangat berbeda. Zareen tumbuh menjadi gadis modern, cantik, dan berpendidikan tinggi yang memilih melanjutkan kuliah di luar kota. Sementara Raihana mengabdikan hidupnya di pesantren, membantu Kyai Rasyid mengurus para santri dengan segala kesederhanaan dan kelembutan hatinya. Hingga sebuah amanah lama kembali mengetuk kehidupan mereka. Sebelum meninggal dunia, sahabat Kyai Rasyid, Haidar, pernah berwasiat agar putra semata wayangnya, Reyhan Pradipta, menikahi salah satu putri keluarga Kyai Rasyid. Namun di antara dua gadis yang sama-sama telah dianggap anak sendiri, Kyai Rasyid tak sanggup memilih. Keputusan itu pun mengubah segalanya. Kyai Rasyid meminta Reyhan menikahi kedua putrinya sekaligus. Reyhan menolak. Bukan karena tak menghormati amanah ayahnya, melainkan karena ia takut tak mampu berlaku adil. Namun jauh di lubuk hati, Reyhan diam-diam telah menaruh rasa pada Zareen—gadis cantik dengan pesona modern yang sejak awal memikat matanya. Sedangkan Raihana… hanyalah gadis sederhana yang lebih sering menunduk dalam diam. Tak ada yang tahu, pernikahan yang awalnya hanya dianggap sebagai amanah justru perlahan membuka luka, kecemburuan, pengorbanan, dan cinta yang tumbuh di tempat yang tak pernah diduga. Sebab terkadang, hati tidak jatuh pada mereka yang paling bersinar… melainkan pada mereka yang paling tulus menetap di sisi kita.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon peony_ha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lahirnya Sang Putra

Pesawat sudah terbang dengan sempurna, menampilkan langit-langit yang masih terlihat gelap, bintang-bintang masih bergelayut manja kerlap-kerlip seolah menggoda untuk tetap di tatap oleh mata.

Di kursi pesawat Rey menatap langit-langit yang masih terlihat gelap. Hari ini dia akan terbang, meninggalkan segala rasa sakit dan kecewa pada istri yang selama ini ia cintai. Rey akan mengurus dan mengepakkan bisnisnya di london negeri orang.

Rey membuka ponselnya, menggulir semua foto pada geleri ponselnya kemudian menghapus semua kenangan nya bersama Zareen. Tapi ada satu foto yang ragu untuk Rey hapus, foto pernikahannya bersama Hana. Pada kayar tersebut Rey menatap lekat wajah Hana saat mereka akan melakukan ijab kabul. Hana yang menunduk dan yang terlihat hanyalah, bulu mata hana yang lentik serta hidung Hana yang lancip dan bangir.

Deg.

Ada sesuatu yang berdenyut nyeri dalam dada Rey, namun kemudian dengan cepat ia menepisnya. Karena Rey menyangkal kalau dia memang tidak mencintai Hana, pernikahannya dengan Hana terpaksa walaupun itu adalah wasiat dari mendiang ayah nya.

Rey menutup ponselnya, kemudian ia menyandarkan tubuhnya pada kursi pesawat, sejenak menarik nafas kemudian memejamkan matanya.

Hatinya kian berdenyut nyeri, ada bayangan wanita yang kini menguasai fikirannya.

Abanggggg.

Rey membuka matanya, telinga nya mendengar teriakan kencang, teriakan itu seperti nyata ditelinga nya. Teriakan Hana yang terdengar seperti kesakitan.

Rey lagi-lagi mengusap dadanya, kemudian cepat menggelengkan kepalanya.

Sial kenapa bayangan wanita itu terus menghantuiku. Rey berdecak dalam hatinya

****

Sudah sembilan jam lebih Hana berjuang menahan kontraksinya, Hana menangis kala kontraksi kuat itu mulai menyerangnya. Didalam ruangan hanya ditemani umi Hanifah dan sahabatnya Munaroh. Sesekali Hana mengeluh kerena kontraksi itu sangat menyakitkan.

“Umi… ini sangat sakit.”

“Tetap berdzikir na. Minta pertolongan pada Allah.” Ucap umi Hanifah sambil mengusap-ngusap punggung Hana.

Peluh mengucur membasahi wajahnya yang mulus, Hana kini berbeda. Walaupun sedang hamil tapi penampilan Hana makin terlihat menarik dan cantik.

Munaroh membantu mengusap keringat yang membasahi dahi Hana, sahabatnya itu mempersiapkan handuk kecil untuk mengompres kepala Hana agar tetap dingin.

Sementara diluar ruangan gus Fahri dan Wangsa asistennya tetap setia menunggu diluar ruangan, ikut mengikuti ketegangan yang terjadi diruangan tempat Hana bersalin.

“Suaminya kemana?” Wangsa berbisik pada gus Fahri, asistennya itu memang kepo dan kocak. Dengan kepala botak plontos makin mendalami peran kekocakannya.

“Mana saya tau.” Ucap Rey singkat.

“Jangan-jangan putri umi itu janda ditinggal suaminya?” Dengan polosnya Wangsa bertanya.

“Gus kesempatan nih kalau memang wanita itu janda heheh. Eh tapi jika itu putri kyai Rasyid berarti dia adik Gus Fahri, cuman beda ibu dong?” Tambah wangsa lagi. Kepalanya mulai mengepulkan asap, karena banyaknya pertanyaan yang mencokol di otaknya.

“Bukan. Dia bukan putri abah, tapi keponakan abah sepertinya. Adik satu bapak saya entah dimana keberadaanya sekarang, dan saya pun baru pernah melihatnya pada layar ponsel saja waktu abah memperkenalkan pada saya bahwa itu adik satu bapak dengan saya.” Jelas Gus Fahri.

“Oh berarti posisi wanita itu adalah sepupu Gus Fahri ya. Tapi bisa loh gus, lagian hukumnya halal loh sepupu menikah.”

Gus Fahri mengusap dahinya yang berkeringat, pria manis dan gagah itu terlihat sangat tegang.

“Ngawur sampean ni. Hukumnya memang boleh dan sah secara hukum dan agama. Tapi budaya di indonesia pernikahan dengan sepupu itu masih dianggap tabu.”

“Hehe berarti gus berharap banyak ya pada wanita cantik itu?. Cantik loh gus, walaupun lagi hamil tapi aura kecantikannya itu terpancar. Tadi saya lihat gus natap wanita itu sampe tidak berkedip beberapa detik, seperti sedang terpesona dengan kecantikan luar dan dalamnya”

Bukannya merespon perkataan dari wangsa asisten nya, Fahri malah mematung terdiam, seolah mengiyakan perkataan yang diucapkan oleh wangsa.

Satu dokter dan dua perawat mulai memasuki ruangan tempat bersalin Hana.

“Pembukaannya sudah lengkap bu, silahkan posisinya mau jongkok atu bersandar seperti itu juga boleh. Senyamannya ibu Hana saja.” Ucap dokter cantik dan ramah itu.

“Untuk ibu bisa tunggu di luar karena ini untuk kenyamanan pasien bersalin.” Seorang perawat mengantar umi Hanifah dan Munaroh ke luar.

“Bapak suaminya bu Hana, silahkan ditemani di dalam karena bu Hana akan segera melahirkan.” Seorang perawat bertanya pada Fahri yang sedang duduk dikirsi tunggu.

“Bu bukan sus, saya bukan suaminya.” Ucapn Fahri gugup, tiba-tiba di todong sebagai suami Hana.

“Ayo bu Hana kepalanya sudah terlihat.” Ucap sang dokter cantik sambil memberi semangat pada Hana yang hampir menyerah. Hana cukup kesusahan untuk mengeluarkan kepala bayi.

“Jalan lahir kaku.” Ucap sang dokter cantik itu.

“Susah dok…”

“Sabar ya bu… sebentar lagi kok adeknya akan segera lahir. Ini kepalanya sudah terlihat. Ayok bu Hananya semangat, sebentar lagi akan jadi ibu yang hebat.”

Hana memejamkan matanya sambil mengatur nafas, ia hampir ingin menyerah. Berjuang berjam-jam untuk melahirkan sang buah hati itu ternyata tidak mudah. Satu tetes air mata mulai membasahi pipi Hana.

Han abang yakin kamu pasti bisa.

Entah bisikan dari mana, Hana mendengar suara Rey disebelah telinganya. Bisikan itu seolah penyemangat Hana. Pada akhirnya Hana kembali mendorong dengan kuat, satu kali dorongan kuat kepala bayi itu keluar.

“Alhamdulillah,” tangisan bayi kencang memenuhi ruangan bersalin. Hana tersenyum sambil meneteskan air mata.

Bersambung.

Jangan lupa like ya readers 💗

1
Sam sam
Pakah si Rey sedang bermimpi?baru sadar dia bahwa dia meninggalkan istri yg sedang hamil,ahir nya dalam mimpi pun anak nya Ndak mau menerima ayah nya
Sam sam: di tunggu up nya ya Thor jadi makin penasaran ini semangat💪
total 2 replies
Zainuddin -
semangat nulisnya author💪💪💪
fsf
yg kuat ya Hana, jangan lg pedulikan suami bodohmu itu
Azzahra Sevita Hanum Dimitry
parah ya zareen sekelas nasab kyai tapi murahan. gus Fakhri jodohkan sama Hana aja
roses: tunggu aja ya kak
total 1 replies
falea sezi
awas aja balik ke rey🤣 di jadiin doank. ban serep. saat zaremm ketauan borok nya🤣 jangan mau abis lahiran gugat cerai🤣
Zainuddin -
belum lanjut ya, semangat author
roses: Belum kak, diusahakan up hari ini
total 1 replies
falea sezi
bkin cerai ma rey najis amat berbagi batangan rey yg bekas zi zaremm
falea sezi
bkin Hanna pergi jauh lahh😒
falea sezi
kyai rasyid bangke🤣🤣 demi anak jalang hana menderita egois lu kiyai titel doank kiyai otak lu otak oon😒
roses: Kak 😭😭😭
total 1 replies
Zainuddin -
awal yang menarik
falea sezi
abah egois anak jalang di kasih ke rey😒 buat cerai aja dan hana pergi jauh biar nyesel si rey uda cinta mati. ke pelacur😕
Zainuddin -
👍👍👍
Zainuddin -
semangat tuk author💪, jangan buat hana jadi gadis yang gampang di tindas
falea sezi
bkin si Rey cerai in hana thor🤭 biar mampus si Rey dpet anak. hasil. rame2 dr si zareemmm🤣
falea sezi
zareen🤣ini lacur kayaknya makanya longgar sumpah jijik q kasian hana😒 takut kena penyakit berbagi batangan nya si Rey yg bekas zareen
falea sezi
🤣bkin. cerai lah nasib hana apes dpet batangan sisa Thor berbagi suami itu menjijikkan
falea sezi
minta cerai ngapain berbagi batangan😒
fsf
hiiii....ogah banget punya suami kayak gitu 😡 ngak ada belas kasihan sama sekali.
jalang aja habis digarap masih di kasih uang lah ini istri sendiri digarap pertama kali masih disuruh jd babu
roses: kita bikin menderita kak suaminya
total 1 replies
fsf
kalau aku jd Hana ogah banget nyerahin diri sama laki2 pecundang walaupun itu suami sendiri dan dengan dalil pahala
fsf
kalau mau istri nya cantik itu dirawat dimodali jangan cuma enaknya doang 😡
roses: setuju bgt kak….lanjut luapkan kekesalannya!😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!