NovelToon NovelToon
Brine Dan Marine Garis Takdir

Brine Dan Marine Garis Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mafia / Balas Dendam
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: istimariellaahmad

Di bawah langit Jakarta yang lembap dan aroma melati yang pekat, Nikolai Brine tidak pernah menyangka akan menemukan kelemahannya. Sang predator berdarah Dubai-Rusia ini datang ke Indonesia untuk menghancurkan musuh, namun ia justru terpaku pada Clara Marine.
Pertemuan tak terduga itu memicu obsesi liar yang membawa Clara dari hangatnya tanah tropis menuju dinginnya benteng baja di Moskow. Nikolai tidak hanya menculik seorang wanita; ia menculik takdirnya sendiri. Di antara dinding es Rusia, sang mafia yang kejam harus belajar bahwa satu-satunya cara memiliki Clara adalah dengan bertekuk lutut pada kelembutannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istimariellaahmad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sang penguasa yang bertekuk lutut

Di dunia bawah tanah Rusia, nama Nikolai Brine adalah sinonim dari kekejaman yang terukur. Ia bisa meruntuhkan bursa saham dalam satu jam atau melenyapkan musuh tanpa meninggalkan jejak. Namun, di dalam mansion-nya yang megah, kewibawaan itu runtuh seketika saat berhadapan dengan satu fenomena yang tak bisa ia kendalikan dengan peluru: ngidam.

Kehamilan Clara yang memasuki bulan kedua mengubah sang mafia besar menjadi pria yang, menurut Sebastian Reef, "sedikit bodoh" karena terlalu sibuk menuruti logika hormon istrinya.

Permintaan di Tengah Badai

Pukul dua dini hari. Moskow sedang dikepung badai salju hebat yang membuat jarak pandang hanya beberapa meter. Nikolai, yang biasanya tidur dengan satu tangan memegang senjata, terbangun bukan karena alarm keamanan, melainkan karena bisikan lembut di telinganya.

"Nikolai... aku ingin mangga muda," gumam Clara, matanya masih setengah terpejam, kepalanya bersandar di dada bidang suaminya.

Nikolai langsung terduduk tegak, kewaspadaannya mencapai level maksimal. "Mangga? Siapa yang mengirim mangga? Apakah itu kode dari musuh?"

"Bukan, Nikolai," Clara menguap kecil. "Aku ingin makan mangga muda yang asam. Seperti yang ada di Jakarta. Sekarang."

Nikolai terdiam sejenak. Otaknya yang biasanya memproses strategi perang kini harus memutar otak mencari buah tropis di tengah musim dingin Rusia pada jam dua pagi. Ia tidak membantah. Baginya, keinginan janinnya adalah titah yang lebih suci dari perintah presiden mana pun.

Logistik Mafia untuk Sebuah Buah

Sepuluh menit kemudian, Sebastian Reef terbangun karena telepon darurat. Ia mengira ada serangan dari klan Timur.

"Siapkan jet. Kirim tim ke gudang logistik di Thailand atau cari pemasok buah tropis di Eropa yang masih buka," perintah Nikolai tanpa basa-basi. "Aku butuh mangga muda dalam dua jam. Jika tidak ada, bakar pasar buah di Moskow pagi ini."

"Tapi Tuan, ini badai salju—"

"Aku tidak butuh alasan, Sebastian. Anakku ingin mangga."

Sifat obsesif Nikolai membuatnya tidak percaya pada layanan antar biasa. Ia bahkan memerintahkan dua pengawal bersenjata lengkap hanya untuk mengawal keranjang buah dari bandara ke dapur. Baginya, mangga itu sekarang adalah objek paling berharga di Rusia yang harus dijaga dari kontaminasi atau sabotase.

Penjagaan yang Melampaui Batas

Saat mangga itu akhirnya sampai (setelah Nikolai hampir meledakkan kepala seorang pemasok karena mangganya dianggap "kurang asam"), ia sendiri yang mengupasnya. Ia duduk di pinggir tempat tidur, mengamati Clara makan dengan tatapan yang begitu dalam dan posesif.

"Enak?" tanya Nikolai, tangannya yang penuh bekas luka kini dengan lembut menghapus setetes sari buah di sudut bibir Clara.

"Sangat enak. Terima kasih, Nikolai," jawab Clara.

"Mulai besok, aku akan membeli perkebunan mangga di Indonesia," ucap Nikolai tiba-tiba. "Aku tidak ingin kau menunggu dua jam lagi. Aku akan memastikan ada aliran buah tropis segar yang mendarat di atap rumah ini setiap pagi."

Clara tertawa kecil, menyadari betapa suaminya telah kehilangan akal sehatnya demi dirinya. "Kau terlalu berlebihan, Nikolai. Aku hanya ngidam, bukan sedang dalam ancaman."

"Bagi duniaku, apa pun yang membuatmu merasa tidak nyaman adalah ancaman," Nikolai menarik Clara ke dalam pelukannya, melingkarkan lengannya yang kokoh di perut Clara yang masih tampak rata. "Kau dan benih di dalammu adalah satu-satunya kelemahanku. Dan aku akan memastikan kelemahan itu terkunci dalam perlindungan yang paling mematikan."

Nikolai mencium kening istrinya lama. Sang mafia besar itu mungkin terlihat bodoh di mata bawahannya karena sibuk mencari buah atau kain sutra tertentu di tengah malam, namun bagi Nikolai, ini adalah perang barunya: memastikan bahwa ratunya tidak pernah merasa kekurangan satu hal pun, sekecil apa pun itu.

Happy reading sayang...

Baca juga cerita bebu yang lain...

Annyeong love...

1
Mega Maharani
lanjut thor ditunggu update bab selanjutnya
olyv
mampir thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!