NovelToon NovelToon
Sistem Harem Putri Mahkota Iblis

Sistem Harem Putri Mahkota Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Fantasi / Sistem
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Kend 13

Seorang pria remaja mendapatkan kekuatan dari aura ghaib Putri Mahkota Bangsa Iblis. Yang membuat perubahan seratus delapan puluh derajat dari kehidupan sebelum nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kend 13, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lena, Lani, Luna, Lina dan Leni

Brom broom brooom

Dari arah belakang mobil sport berwarna hitam melaju dengan kecepatan tinggi, menyalip begitu saja motor yang di kendarai Jay.

(Disini, author tidak akan menyebutkan merek mobil atau pun motor secara signifikan, hanya jenis dan warna nya saja).

"Eh! Itu kan mobil sport nya Anggota Shadow." Ujar Shiva yang berada di boncengan.

"Kakak kenal?" Tanya Jay ingin tahu.

"Semua orang di kampus mengenal mereka, tapi mungkin mereka nggak mengenali gue." Balas Shiva dengan tersenyum masam.

"Apa mereka bertiga begitu populer?"

"Bertiga?" Shiva mengernyit. "Mereka itu kembar lima loh!" Lanjut nya membenarkan.

"Waktu di kampus tadi, gue liat cuma ada tiga." Timpal Jay mengatakan jumlah mereka saat di lingkungan kampus tadi.

"Masa sih?" Tanya Shiva yang masih meragukan perkataan Jay. Seingatnya, anggota Shadow selalu bersama, dan mereka berjumlah lima orang.

Jay mengangguk menanggapi ucapan Shiva.

"Mereka ngapain ya, ke arah sini? Apakah mereka menjalankan tugas dari senseinya?" Gumam Shiva berargumen sendiri.

"Mungkin mereka mau jalan-jalan kepantai." Terka Jay sekenanya.

"Nggak mungkin, Dengan laju mobil seperti itu, pasti mereka lagi menjalankan misi." Sengit Shiva.

"Baiklah, coba kita liat nanti." Ucap Jay sembari menambah laju kecepatan motor yang di kendarainya.

Sontak Shiva kembali mengeratkan pelukan nya ke pinggang pemuda itu.

Lima belas menit kemudian, di jalan yang sangat sepi, dari kejauhan mereka bisa melihat mobil sport berwarna hitam itu terparkir di pinggir jalan.

"Ini kan tempat kemaren, Jay!" Bibir Shiva bergetar ketika mengingat kejadian kemaren.

Jay memberhentikan laju motor nya tepat di belakang mobil tersebut. "Seperti nya mereka lagi bertarung deh kak." Ucap nya menduga, melihat ada beberapa unit motor juga terparkir disana.

"Ayo kita lihat! Bukan kah itu motor preman kemaren.?" Tunjuk Shiva pada satu unit motor berkopling yang ikut terparkir disana.

"Benar." Jay turun dari motor matic nya, pandangan nya mewaspadai area sekeliling. Di kejauhan terdengar teriakkan beberapa suara pria.

"Kayaknya disana!" Shiva sedikit berlari mengikuti arah asal suara itu.

Di jalanan setapak itu mereka berdua berlari mengikuti jalur arah jalanan yang mungkin saja sudah ditempuh oleh orang-orang. Sesekali mereka berhenti untuk memastikan arah jalan yang benar.

"Eh!" Shiva terkesiap melihat beberapa tubuh pria dewasa terkapar berlumuran darah. Sekitar dua puluh orang terbaring secara acak di tengah jalan yang mereka lalui.

"Apakah Anggota Shadow itu yang membunuh mereka semua?" Tanya Jay setelah memastikan orang-orang yang tergeletak itu tak bernyawa lagi.

"Bisa jadi." Shiva mengangguk pelan. Lalu gadis itu menendang-nendang salah satu kepala orang yang sudah tergeletak itu.

Jay yang melihat itu jadi melongo dan langsung mendekati gadis itu. "Ada apa?"

"Nih orang yang mau lecehkan gue kemaren." Tunjuk nya dengan menggunakan tangan kiri nya, kemudian kembali menendang tubuh yang tak bernyawa itu lagi dengan brutal.

Jay langsung menghentikan nya dengan memeluk erat gadis itu. "Sudah! Dia sudah mati. Semesta telah memberikan hukumannya." Ucapnya sembari mengelus-elus punggung Shiva untuk menenangkan.

Shiva mencoba memberontak, namun Jay tak melepaskan nya. Setelah upayanya merasa tak berhasil, akhirnya gadis itu pun membalas dekapan Jay.

"Ayo! kita telusuri jalan ini! Sepertinya pertempuran mereka belum berakhir." Ucap Jay yang sayup-sayup masih mendengar teriakkan beberapa orang tak jauh dari tempat mereka sekarang.

Merasa sudah bisa menenangkan diri, Shiva mengangguk pelan. Matanya menatap wajah pemuda itu, sementara tangannya masih melingkar pada tubuh Jay.

Jay mengusap wajah cantik Shiva yang terkena lelehan air mata. "Udah merasa lebih baik?" Tanya Jay menatap pupil mata gadis itu.

Shiva kembali mengangguk kan kepala nya yang di dekap pemuda itu. Wajah mereka berdua begitu dekat. Ingin sekali rasanya dia mengulang kembali kejadian mereka kemaren.

"Ehem!"

"Kalian berdua! Ada perlu apa disini?"

Shiva berserta Jay jadi gelagapan, lima orang gadis yang sangat mirip melangkah mendekat dengan waspada kearah mereka. Dua diantaranya terlihat dalam keadaan luka parah.

"Ehm, anu. Kita nggak sengaja datang kesini, kak!" Ucap Jay kikuk.

Salah satu dari lima gadis itu menyipitkan matanya kearah Jay. "Mau ngapain kesini?" Tanya nya penuh selidik.

"Kak Luna, Kita berdua tadi liat mobil kakak terparkir disana. Karena pacar gue penasaran, makanya gue kesini." Jawab Shiva menjelaskan pada gadis yang bertanya itu.

"Lu kenal gue?" Kembali gadis yang tadi bertanya.

Shiva tersenyum canggung sembari menganggukkan kepala nya. "Kita kuliah di kampus yang sama."

"Jurusan apa?" Gadis yang memasang wajah lebih ramah itu pun ikut bertanya.

"Manajemen Akuntansi kak Lan." Ucap Shiva dengan jujur.

"Semester berapa?" Gadis yang terluka itu pun ikut menimpali.

"Baru semester lima kak Lena."

"Berarti lu senior kita dong!" Gadis yang terluka satu nya lagi pun ikut menimpali.

"Eh!" Shiva jadi canggung lagi, karena mengungkapkan status nya terlalu jujur pada gadis kembar lima itu.

"Cowok lu keliatan nya masih SMA kak!" Gadis yang sedari tadi hanya diam pun ikut angkat bicara.

"Benar, kak Lin." Jawab Shiva malu-malu.

"Nggak usah panggil kita kakak lagi lah! Kita aja masih semester satu, sedangkan lu udah semester lima. Kan nggak lucu.!" Ketus Luna, gadis pertama yang bertanya tadi.

"Sepertinya lu mengenal dengan baik tentang kita, kak! Sampe tau nama kita masing-masing." Ujar Lani, gadis yang menampilkan wajah ramahnya sedari tadi.

"Sedikit Lani." Shiva tersenyum malu-malu, "Sedikit lebih kepo pada kalian berlima yang kembar identik." Lanjut nya dengan kekehan kecil.

Lena yang di papah oleh Luna melangkah lebih mendekati Shiva. "Kakak sudah kenal sama kita. Sungguh tidak sopan jika yang muda ini tak tahu dengan benar nama kakak beserta pacar nya." Ucapnya sambil mengulurkan tangannya.

Melihat uluran tangan Lena, Shiva melirik Jay sekilas, pemuda itu hanya mengangguk pelan. "Nama gue Shiva Wilhelm." Ucapnya menjabat uluran tangan Lena.

Setelah Shiva melepaskan tangan nya, Lena pun kembali mengulurkan tangannya ke hadapan Jay.

"Gue Jay Pradana Kak, masih kelas dua SMA." Ucap Jay memperkenalkan diri sembari menjabat uluran tangan Lena.

"Gue Lena, Putri pertama dari Anggota kembar Shadow." Ucap Lena memperkenalkan diri. Gadis itu memiliki rambut paling panjang di antara mereka. Dia hanya memakai bando agar rambut panjang nya terlihat tak berantakan.

"Gue Luna Shadow, putri ke tiga." Ucap gadis berambut kuncir kuda dengan nada datar sambil menjabat tangan Shiva dan Jay bergantian.

"Sepertinya Kak Shiva tau nama gue kan?" Ucap Lani juga ikut berjabat tangan dengan Shiva dan Jay. Gadis itu memiliki rambut yang sama panjang dengan rambut Luna. Namun Lani mengikat rambutnya hanya sebagian atasnya saja. Sangat berbeda dengan Luna, yang. mengikat keseluruhannya.

"Yup! Lani Shadow, Putri kedua." Ucap Shiva tersenyum kecil.

"Gue Leni Kak, yang paling bontot." Ucap Gadis terluka yang satunya lagi. Gadis itu berambut pendek berpotongan blonde, terlihat imut untuk membingkai wajah nya yang agak bulat.

Sementara yang memapah Leni sudah dipastikan putri ke empat. "Gue Lina Kak." Ucap gadis berkepang dua itu sambil menjabat tangan Shiva dan Jay secara bergantian.

Selama perjalanan menuju tempat kendaraan mereka terparkir, mereka berbincang banyak.

Si kembar lima menjelaskan bahwa Lena dan Leni di sekap oleh rombongan preman yang telah berurusan dengan Shiva kemaren. Si sulung dan si bungsu dibius sewaktu mereka lengah, dan kejadian itu tidak di ketahui oleh tiga saudari lainnya.

Cecilia, salah satu ras Elf kenalan mereka mendapatkan informasi mengenai penculikan terhadap dua saudari kembar itu, langsung mengabarkan pada tiga saudari lainnya lokasi preman yang terlibat dalam penculikan.

"Apakah Cewek yang berkerudung tadi kak? Yang bernama Cecilia?" Tanya Jay pada Lani yang berjalan bersebelahan dengan nya.

"Yup, dia kenalan kita. Bahkan sebagian preman di markas sudah dilumpuhkan nya sebelum kedatangan kita." Jawab Lani menjelaskan.

"Seperti nya kalian mampu menghabisi semua nya kan? tanpa bantuan?" Ucap Jay menerka-nerka.

Lani menggeleng. "Jumlah mereka terlalu banyak. Sandra nya pun tidak sedikit."

"Seberapa banyak?"

"Mungkin ada tiga ratusan."

"Terus, sandranya?"

"Dibawa Cecilia sama teman-temannya." Jawab Lani sembari menekan tombol remot kontrol mobil nya.

Bib bib.

"Jalanan ini sudah aman dari pembegalan, jangan kasih informasi apapun pada pihak berwajib mengenai kejadian ini." Ucap Luna yang memapah Leni yang memasuki mobil.

"Benar, kita semua sangat anti sama para aparat keparat itu." Imbuh Lina ikut menimpali.

Sebelum duduk di kursi kemudi, diam-diam Lani mengedipkan mata nya pada Jay tanpa sepengetahuan Shiva dan yang lain nya.

"Kita duluan ya!" Ucap Lani setelah menyalakan mesin mobil Sport yang akan di kemudikan nya itu.

Brom, Broom. Brooooom.....

Dengan dua kali injakkan pedal gas, mobil itu dengan mulus berbalik arah dan langsung meluncur dengan kecepatan tinggi. Meninggalkan Shiva yang masih berdiri disana bersama Jay.

"Kita juga pulang, yok!" Ajak Jay menarik tangan Shiva dengan lembut.

*****

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!