NovelToon NovelToon
SENI TRANSMUTASI TULANG PURBA

SENI TRANSMUTASI TULANG PURBA

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: 秋天(Qiūtiān)

Han jian merupakan seorang pemuda dari klan Han yang tidak dapat ber kultivasi sejak kecil sehingga menjadi bahan hinaan di klan Han, ia tidak dapat ber kultivasi dikarenakan ia tidak memiliki dantian seperti yang lain nya melain kan sebuah pusaran hitam yang di akibatkan karena dantian nya telah hancur, namun nasibnya berubah setelah menemukan sebuah fragmen tulang di makam ayahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 秋天(Qiūtiān), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 20: PENYUSUPAN DI ISTANA REMBULAN PERAK

Gerbang air di balik Tembok Emas membuka akses menuju kanal-kanal Ibukota Pusat yang megah. Naga Tulang Hitam segera disembunyikan di sebuah dermaga rahasia milik jaringan bawah tanah yang pernah dibina Han Shuo. Han Jian kini berdiri di tepian kanal, menatap menara-menara ibukota yang menjulang tinggi, masing-masing memancarkan aura kemewahan yang dibangun di atas penindasan.

"Pangeran Ketujuh, Han Xuan, adalah kolektor seni dan ahli strategi yang licik," ucap Han Shuo sambil memberikan sebuah jubah sutra abu-abu kepada putranya. "Dia baru saja kehilangan salah satu pengawal pribadinya dalam misi di perbatasan. Lencana Jenderal Raiden yang kau ambil bisa dimodifikasi untuk memasukkanmu ke dalam seleksi pengawal baru di Istana Rembulan Perak."

Han Jian menggunakan Seni Transmutasi Tulang untuk sedikit mengubah struktur wajahnya—membuat tulang pipinya lebih menonjol dan matanya tampak lebih sayu—sehingga ia terlihat seperti seorang prajurit veteran yang keras namun setia.

"Ingat, Jian-er," Han Shuo memperingatkan, "di Istana Dalam, kau tidak boleh menggunakan kekuatan penuhmu. Ada sensor Detektor Esensi Emas di setiap sudut. Gunakan kekuatan fisikmu seolah-olah itu hanya hasil dari kultivasi Qi tingkat menengah."

Istana Rembulan Perak adalah mahakarya arsitektur yang dikelilingi oleh kolam-kolam berisi air merkuri yang bercahaya di bawah sinar bulan. Han Jian, yang kini menyamar dengan nama samaran "Luo", berdiri di barisan kandidat pengawal. Di sekelilingnya adalah para jenius dari berbagai klan bangsawan yang semuanya memiliki basis kultivasi Transformasi Jiwa.

"Kandidat berikutnya, maju!" teriak seorang kasim dengan suara melengking.

Han Jian melangkah maju ke tengah arena pengujian. Di kursi tinggi di ujung arena, duduk seorang pemuda tampan dengan jubah ungu tua. Dialah Pangeran Ketujuh, Han Xuan. Matanya tajam, memindai setiap kandidat dengan tatapan yang seolah bisa menembus kulit.

"Namamu Luo?" tanya Pangeran Xuan, suaranya tenang namun mengandung otoritas. "Laporan dari Jenderal Raiden mengatakan kau adalah unit rahasia yang ia latih di perbatasan laut. Tunjukkan padaku mengapa aku harus mempercayai nyawaku padamu."

Ujiannya sederhana namun mematikan: bertahan dari serangan Boneka Perunggu Penghancur selama tiga menit. Boneka itu adalah artefak kuno yang gerakannya tidak terbaca dan serangannya sanggup meremukkan baja.

Saat boneka itu diaktifkan, ia melesat dengan kecepatan kilat. Han Jian sengaja tidak menggunakan Langkah Bayangan Tulang. Ia hanya menggunakan gerak kaki dasar, namun dengan perhitungan yang sangat presisi. Setiap kali tinju boneka itu hampir mengenainya, ia memiringkan tubuhnya hanya selebar rambut.

Bruk! Bruk! Bruk!

Tinju boneka itu menghantam lantai marmer hingga hancur, namun Han Jian tetap tenang. Ia tidak menyerang balik dengan energi emas; ia hanya menggunakan telapak tangannya untuk mengalihkan momentum serangan boneka tersebut. Di mata penonton, itu terlihat seperti teknik beladiri tingkat tinggi yang sangat halus.

"Cukup," Pangeran Xuan mengangkat tangannya. Boneka itu berhenti seketika. "Sangat menarik. Kau tidak sombong dengan Qi-mu, tapi tubuhmu memiliki insting bertahan yang luar biasa. Kau diterima sebagai pengawal kelas tiga."

Malam itu, Han Jian resmi bertugas di sayap timur istana. Kegelapan menyelimuti koridor-koridor panjang yang dijaga oleh patroli ketat. Sambil memegang tombak kayu standar istana, Han Jian memejamkan mata, membiarkan getaran dari Tulang Emas Abadi-nya menyebar ke lantai bangunan.

Setiap bangunan memiliki frekuensi unik, dan Han Jian mencari frekuensi yang paling padat—tempat di mana artefak tingkat tinggi disimpan.

"Di sana... di bawah paviliun teratai," bisik suara kuno dalam dirinya.

Han Jian bergerak dengan senyap. Ia melewati tiga pos penjagaan tanpa terdeteksi, berkat kemampuannya menyembunyikan detak jantung dan suhu tubuh melalui kontrol sumsum tulang. Saat mencapai Paviliun Teratai, ia melihat sebuah pintu rahasia yang dijaga oleh dua patung singa batu.

Ia tahu pintu itu dilindungi oleh formasi pengenal darah. Han Jian menyayat sedikit jarinya. Darah emasnya yang murni menetes ke mulut patung singa tersebut.

Krrrr...

Pintu batu itu terbuka perlahan. Di dalamnya terdapat sebuah ruangan kecil yang dipenuhi dengan gulungan-gulungan kuno. Di tengah ruangan, di dalam kotak kaca yang dilingkari oleh api abadi, terdapat sebuah peta yang terbuat dari kulit naga emas: Peta Makam Kaisar Pertama.

Han Jian mendekat, namun sebelum tangannya menyentuh kaca, sebuah suara terdengar dari balik bayang-bayang.

"Aku sudah menduga kau bukan sekadar pengawal biasa, Luo... atau haruskah aku memanggilmu Han Jian?"

Han Jian berbalik seketika. Di sana, duduk dengan tenang di atas kursi kayu, adalah Pangeran Ketujuh. Han Xuan tidak tampak marah; ia justru memegang cangkir teh dengan senyum kecil yang penuh teka-teki.

"Kau sangat berani," ucap Xuan. "Masuk ke jantung kekaisaran, menyamar di bawah hidungku, hanya untuk peta ini. Kau tahu bahwa peta ini hanyalah setengah dari bagian yang utuh?"

Han Jian menenangkan pendar emas di tangannya yang sempat muncul. "Kau sudah tahu identitasku sejak awal?"

"Jenderal Raiden mungkin bodoh, tapi lencana yang kau bawa memiliki tanda peringatan rahasia yang hanya bisa dibaca oleh keluarga kekaisaran," Xuan berdiri, mendekati Han Jian tanpa rasa takut meskipun ia tahu pemuda di depannya bisa membunuhnya dalam sekejap. "Tapi aku tidak memanggil penjaga. Kau tahu kenapa?"

"Katakan," desis Han Jian.

"Karena aku juga menginginkan runtuhnya kekaisaran ini," mata Pangeran Xuan berkilat dengan kebencian yang mendalam. "Ayahku, Sang Kaisar Abadi, telah hidup terlalu lama dengan memakan esensi dari anak-anaknya sendiri. Aku adalah pangeran ketujuh, tapi aku juga merupakan 'cadangan makanan' berikutnya saat dia mencapai batas umurnya."

Xuan menunjuk ke arah peta. "Peta ini adalah kunci menuju makam, tapi untuk membukanya, dibutuhkan darah dari seseorang yang memiliki Tulang Emas sejati—sesuatu yang selama ini dicari ayahku melalui eksperimen kejam pada ayahmu."

Han Jian menyipitkan mata. "Kau ingin bekerja sama denganku?"

"Aku memberimu peta ini, dan sebagai gantinya, kau membawaku masuk ke dalam makam. Di sana tersimpan Pedang Penumpas Langit, satu-satunya senjata yang bisa menembus pertahanan mutlak Kaisar," Xuan menawarkan tangannya. "Kau ingin dendammu tuntas, dan aku ingin kebebasanku. Kita memiliki musuh yang sama."

Han Jian menatap tangan pangeran itu, lalu menatap peta emas di depannya. Ia tahu ini bisa jadi jebakan yang sangat berbahaya, namun di dunia yang penuh konspirasi ini, terkadang musuh dari musuh adalah sekutu yang paling berguna.

"Jika kau mengkhianatiku," Han Jian berkata dengan suara yang sangat rendah, "aku tidak akan membunuhmu dengan Qi. Aku akan menghancurkan setiap inci tulangmu secara perlahan sampai kau memohon untuk mati."

Xuan tersenyum tipis. "Aku tidak meragukan itu."

Malam itu, di bawah cahaya rembulan perak, sebuah aliansi terlarang terbentuk. Han Jian kini memiliki peta menuju tujuan akhirnya, namun ia juga menyadari bahwa perang yang sesungguhnya bukan hanya melawan kekuatan fisik, melainkan melawan kelicikan para dewa yang haus akan keabadian.

1
Malik Junjung
critanya trlalu ringkas...
Malik Junjung
yach... mnurut sy sich drpd ikut ujian kdewasaan mnding klwr dri klan... drod pmer kekuatn....
angin kelana
bab selanjutnya semoga lebih seru lg..
秋天(Qiūtiān): di tunggu ya teman teman
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!