NovelToon NovelToon
Aku Jadi Villainess? Oh Tidaaaak!

Aku Jadi Villainess? Oh Tidaaaak!

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Fantasi / Time Travel / Masuk ke dalam novel / Fantasi Wanita / Mengubah Takdir
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Calista F.

Aku Jadi Villainess? Oh Tidaaaak!
Terseret masuk ke dalam novel dan menjadi Freya Valencia Vane? Bukan jadi pemeran utama wanita yang baik hati, tapi malah jadi Villainess kejam yang nasibnya pasti mati tragis di akhir cerita?
Demi menyelamatkan nyawaku, aku harus berubah total.
Di depan orang, aku jadi wanita paling suci, lembut, dan sopan sedunia.
"Tolong maafkan aku... aku tidak bermaksud begitu."
Tapi di dalam hati?
"Dasar tolol. Kalau bukan karena takut mati, udah gue hancurin muka lo dari tadi. Sabar Freya, sabar... demi nyawa gue."
Rencananya simpel: Jauhi Pangeran Zevian si algojo, lindungi Aria si Female Lead, dan hidup tenang.
Tapi kenapa semuanya berjalan salah?
Kenapa Zevian yang dulu benci aku malah natap aku begitu?
Kenapa Ares si sepupu tampan malah makin mendekat?
Oh Tidaaaak. Aku cuma mau hidup tenang kok.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Calista F., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 30

Mentari pagi menyinari mansion keluarga Vane dengan hangat.

Burung-burung kecil terdengar berkicau dari taman belakang, para pelayan mulai sibuk membawa teh dan sarapan, sementara suasana mansion secara keseluruhan terlihat damai.

Terlalu damai.

Dan karena itulah… Freya curiga. Freya berdiri di depan pintu kamarnya sambil menyipitkan mata kecil. "...Aku punya firasat buruk."

Crimson Valkyrie melayang malas di dekat langit-langit kamar. "Itu karena hidupmu memang tragedi komedi."

"Itu bukan sesuatu yang menenangkan."

"Kau juga bukan sesuatu yang menenangkan."

Freya menghela napas panjang sambil mulai berjalan keluar kamar.

Semalam ia benar-benar sulit tidur. Bukan karena mimpi buruk. Justru sebaliknya. Ia terus memikirkan Zevian, perkataan Cassius, rasa familiar aneh di mansion, dan kalimat "Aku tidak membencimu."

DEG.

Freya langsung memegangi dadanya sendiri. "...Astaga."

"Kau baru bangun lima menit dan sudah kena serangan mental."

'DIAM.'

Namun tepat saat Freya menuruni tangga utama mansion... Ia membeku.

DEG.

Karena di ruang makan... Zevian sudah ada di sana.

Putra mahkota itu duduk tenang sambil meminum teh pagi seolah mansion Vane memang rumahnya sendiri.

Mantel hitam kerajaannya sudah dilepas, menyisakan pakaian formal hitam sederhana yang justru membuatnya terlihat lebih berbahaya.

Dan masalah terbesar Freya sekarang adalah, 'Kenapa dia tetap tampan sih pagi-pagi begini?'

Crimson Valkyrie langsung mendesah panjang. "Kau benar-benar tidak punya harapan."

Freya buru-buru mencoba terlihat normal. "S-Selamat pagi, Yang Mulia."

Tatapan biru gelap Zevian langsung terangkat ke arahnya.

DEG.

"Pagi."

Simple. Pendek. Namun jantung Freya langsung tidak kooperatif lagi.

Dan situasi makin buruk karena...kursi kosong tepat di sebelah Zevian adalah kursi Freya.

Hening kecil muncul. Freya perlahan mulai panik internal. 'AKU DUDUK DI MANA?'

Namun sebelum tragedi sosial terjadi...

TOK.

Cassius masuk ke ruang makan sambil membawa beberapa dokumen. Dan tatapan tajam Duke Vane langsung jatuh ke posisi duduk Zevian.

Hening. Lalu dengan sangat tenang...Cassius memindahkan setumpuk dokumen ke kursi di sebelah Zevian.

"Kursi itu dipakai."

DEG.

Seluruh ruangan langsung diam.

Freya membeku.

Ares yang baru masuk hampir tersedak apel.

Ophelia perlahan mulai tersenyum seperti iblis sosial yang menemukan hiburan baru.

Silas langsung memijat pelipis.

Sedangkan Zevian... Diam beberapa detik sebelum akhirnya berkata tenang, "...Begitu."

Lalu ia pindah kursi.

Freya sekarang benar-benar berkeringat dingin. 'AYAH BARUSAN MENGUSIR PUTRA MAHKOTA SECARA HALUS.'

Crimson Valkyrie tertawa tanpa ampun. "Keluargamu benar-benar menarik."

Ares duduk santai sambil menggigit apel. "Aku suka pagi hari di mansion ini."

"Itu karena kau psikopat sosial."

"Terima kasih."

Freya buru-buru duduk di kursinya sendiri sambil berusaha menghindari kontak mata dengan siapa pun.

Namun hidup jelas membencinya. Karena Ophelia langsung membuka mulut. "Wah...Duke Vane terlihat protektif sekali pagi ini."

Silas langsung lelah secara spiritual. "Ophelia."

"Apa? Aku hanya observasi."

"Itu ancaman diplomatik."

"Itu cinta keluarga."

Cassius tetap minum tehnya dengan tenang seolah baru saja tidak melakukan tindakan berbahaya terhadap pewaris tahta kerajaan.

Sedangkan Freya... 'AKU INGIN MENGHILANG.'

Untungnya Seraphina masuk sebelum Freya benar-benar mati mental. "Selamat pagi semuanya."

Freya langsung terkena healing emosional otomatis. "Pagi, ibu..."

Seraphina tersenyum lembut sambil duduk di dekat Cassius.

Dan tepat saat para pelayan mulai menyajikan sarapan... Freya refleks mengambil cangkir tehnya.

Teh itu sedikit dingin. Tanpa sadar...mana crimson tipis mengalir kecil di ujung jarinya.

FWOOSH.

Teh itu langsung menghangat sempurna.

Hening.

DEG.

Freya perlahan berkedip kecil. "...Eh?"

Seluruh ruangan diam.

Felix yang baru saja masuk langsung berhenti di tempat.

Cassius mengangkat kepala perlahan.

Seraphina membeku kecil.

Bahkan Zevian terlihat memperhatikan tangannya sekarang.

Freya mulai panik. "...Apa?"

Ares akhirnya membuka mulut santai, "Itu kontrol mana yang bagus."

Freya melirik cangkir tehnya. Lalu membeku lagi. Karena biasanya... mana miliknya selalu tidak stabil.

Sedangkan tadi... ia melakukannya secara alami. Tanpa ledakan. Tanpa kehilangan kontrol.

Crimson Valkyrie memperhatikannya diam-diam. Dan untuk sepersekian detik... artefak itu terlihat puas. "...Tubuhmu mulai mengingat."

Freya langsung menoleh cepat. 'Apa maksudmu?'

Namun Crimson Valkyrie langsung kembali mode malas. "Kau tidak separah biasanya. Selamat."

'HEY.'

Tidak ada jawaban dan itu membuat Freya makin curiga sekarang.

Sarapan pagi tetap berjalan.

Atau lebih tepatnya... mencoba berjalan normal. Karena sekarang suasana meja makan menjadi aneh secara maksimal.

Cassius beberapa kali memperhatikan Freya diam-diam.

Seraphina tampak tersenyum kecil sendiri.

Felix terlihat sangat curiga terhadap dunia.

Sedangkan Zevian...masih memperhatikan Freya terlalu sering.

DEG.

Freya yang sadar hal itu langsung makin salah tingkah. Dan Ares jelas menikmati penderitaannya.

"Wajahmu merah lagi."

"DIAM."

"Itu bukan penolakan."

"Itu ancaman."

Ophelia tertawa kecil sambil menyesap teh. "Anak muda memang menyenangkan."

Silas langsung terlihat ingin pensiun dari kehidupan sosial.

Namun sebelum kekacauan makin parah... Cassius akhirnya membuka mulut.

"Freya."

Freya langsung tegak refleks. "...Ya?"

"Kau mulai latihan Crimson Flame hari ini."

Hening.

Lalu, "...Hah?" Freya berkedip kosong.

Ares perlahan mulai menyeringai.

Felix langsung menoleh cepat ke arah Cassius.

Seraphina terlihat sedikit khawatir.

Sedangkan Freya... "AYAH AKU BARU SEMBUH."

"Kau tidak akan berkembang kalau terus menghindar."

"Tapi mana-ku bisa meledak."

"Itu sebabnya kau harus belajar mengendalikannya."

Freya langsung ingin menangis spiritual. Karena jujur saja...ia masih takut.

Insiden Crimson Flame sebelumnya benar-benar mengerikan.Panas membakar tubuhnya. Mana lepas kendali. Rasa sakit.

Ketakutan kehilangan diri sendiri.

Ia belum benar-benar melupakan semuanya.

Dan mungkin Cassius menyadarinya. Karena suara pria itu melunak sedikit. "Kau tidak sendirian kali ini."

DEG.

Freya perlahan diam. Kalimat itu sederhana.

Namun entah kenapa membuat dadanya terasa hangat.

Felix akhirnya ikut bicara,

"Aku juga akan ada di sana."

Ares menggigit apel santai. "Aku datang untuk menonton ledakan."

"Itu bukan dukungan."

"Itu hiburan."

Ophelia ikut tersenyum.

"Kalau mansion hancur, setidaknya jangan ke arah kamarku."

"DUCHESS BLACKWOOD."

Silas memijat pelipis. "Kenapa aku menikah denganmu..."

"Karena aku cantik."

"...Itu memang benar."

Hening.

Freya langsung menoleh cepat.

Ares perlahan menatap ayahnya dengan jijik bercampur hormat. "Astaga. Ternyata ayah juga bisa romantis."

Silas terlihat langsung menyesal telah berbicara.

Dan untuk pertama kalinya pagi itu...Freya tertawa lepas.

Beberapa jam kemudian...Area latihan keluarga Vane mulai dipersiapkan.

Tempat itu berada di bagian belakang mansion, jauh dari bangunan utama.

Pilar-pilar batu putih besar berdiri mengelilingi arena latihan. Lingkaran sihir kuno menyala samar di lantai, sementara barrier mana transparan mulai aktif perlahan.

Freya berdiri di tengah arena sambil mengalami krisis hidup. "...Aku merasa seperti akan dieksekusi."

Crimson Valkyrie melayang santai di atas kepalanya. "Akhirnya kau sadar."

"Itu bukan dukungan."

"Itu realita."

Di pinggir arena, Cassius berdiri tenang

Seraphina terlihat khawatir kecil

Felix mode kakak protektif

Ares membawa apel lagi

Ophelia terlihat terlalu antusias

Silas kehilangan harapan hidup

Aria berdiri diam sambil memegang botol air

Dan... Zevian juga ada di sana.

DEG.

Freya langsung makin gugup. 'KENAPA DIA IKUT MENONTON?'

Crimson Valkyrie menjawab datar, "Mungkin karena dia tertarik."

'DIAM.'

Cassius akhirnya mulai bicara. "Freya."

"...Ya?"

"Jangan mencoba mengeluarkan terlalu banyak mana."

Freya mengangguk cepat.

"Fokus pada aliran kecil dulu."

"...Oke."

Freya menarik napas panjang perlahan. Lalu mengangkat tangannya.

Hening. Mana crimson mulai muncul kecil di sekitar jarinya.

Sedikit. Hangat. Namun tidak stabil.

DEG.

Freya langsung mulai panik. 'OKE INI BURUK.'

"Tenang." Suara Zevian tiba-tiba terdengar pelan dari pinggir arena.

Freya refleks menoleh.

Tatapan biru gelap itu tertuju lurus padanya sekarang. "Jangan melawan mana-mu."

DEG.

Entah kenapa... suara itu membuat Freya sedikit lebih tenang.

Ia mencoba fokus lagi.

Mana crimson perlahan berkumpul di telapak tangannya.

Sedikit lagi...

Sedikit...

DUARRR.

Ledakan kecil terjadi.

"Asdfghjkl!" Freya langsung terduduk panik.

Asap kecil memenuhi arena.

Hening.

Lalu...Ares mulai tertawa. "Wah. Itu bahkan belum cukup untuk memanggang ayam."

"DIAM."

Ophelia mengangguk penuh penilaian. "Lumayan untuk pemula."

"Itu tetap ledakan."

"Semua penyihir hebat pernah meledakkan sesuatu."

Silas langsung berkata datar, "Itu bukan fakta yang menenangkan."

Freya memegangi wajahnya sendiri. "...Aku gagal."

Dan untuk sesaat... rasa frustrasi itu benar-benar muncul.

Karena ia sadar bahwa dirinya lemah. Mana-nya tidak stabil. Mentalnya gampang panik. Dan ia bahkan tidak yakin kenapa kekuatan ini memilihnya.

Namun tepat saat pikirannya mulai kacau... Seseorang berjalan mendekat.

Aria.

Gadis itu membawa botol air kecil lalu duduk di samping arena. Tatapan lembutnya tertuju pada Freya. "Tidak apa-apa pelan-pelan."

DEG.

Freya perlahan diam.

Aria tersenyum kecil. "Kau sudah jauh lebih baik dibanding sebelumnya."

"...Benarkah?"

Aria mengangguk pelan. "Api tadi tidak liar."

Hening kecil muncul. Dan anehnya...kata-kata sederhana itu benar-benar membuat Freya sedikit tenang.

Crimson Valkyrie memperhatikan mereka diam-diam. "...Menarik."

Freya menarik napas panjang lagi. Lalu berdiri perlahan. "Oke."

Ares mengangkat alis. "Kau belum menyerah?"

Freya menyipitkan mata kecil. "Aku keras kepala."

"Itu baru Freya."

DEG.

Zevian sedikit membeku kecil. Karena kalimat itu... terdengar familiar. Sangat familiar.

Freya kembali mengangkat tangannya perlahan.

Kali ini...ia tidak memaksa. Tidak panik. Tidak mencoba mengendalikan semuanya sekaligus.

Ia hanya fokus pada satu hal. Hangat. Perasaan hangat kecil di dadanya.

DEG.

Mana crimson mulai bergerak lagi. Lebih pelan dan lebih stabil.

Api kecil perlahan muncul di telapak tangannya.

FWOOSH.

Hening total.

Karena kali ini...tidak ada ledakan, tidak ada mana liar.

Hanya api crimson kecil yang menyala lembut di telapak tangan Freya.

Indah. Hangat. Dan stabil.

DEG.

Freya sendiri membeku. "...Aku berhasil?"

Seraphina langsung menutup mulut kecil.

Mata wanita itu mulai sedikit basah.

Cassius diam. Namun tatapannya jelas melunak.

Felix terlihat benar-benar lega.

Bahkan Silas mengangguk kecil penuh pengakuan.

Sedangkan Ares... "Wah. Monster kecil akhirnya berevolusi."

"ARES."

Ophelia tertawa kecil. "Lucu sekali."

Namun di antara semua orang, yang paling diam adalah Zevian.

Tatapannya tertuju lurus pada api crimson itu. Lalu sebuah memori kecil muncul lagi.

Bertahun-tahun lalu.

Freya kecil berdiri di taman istana. Api merah kecil menyala di tangan mungilnya. "Aku berhasil."

Senyumnya terang sekali.

Zevian kecil menatapnya diam beberapa detik sebelum akhirnya berkata pendek, "...Bagus."

Dan Freya kecil langsung tertawa bahagia.

Kembali ke masa sekarang.

DEG.

Zevian perlahan mengernyit kecil. Karena senyum Freya tadi... Sama persis.

Malam harinya... Mansion akhirnya kembali tenang.

Freya berdiri sendirian di balkon kamarnya sambil memperhatikan api crimson kecil di telapak tangannya.

FWOOSH.

Api itu bergerak lembut mengikuti mana-nya. Dan untuk pertama kalinya... Freya tidak takut lagi. "...Aku benar-benar bisa melakukannya ya."

Crimson Valkyrie muncul di sampingnya. "Kau memang selalu bisa."

Freya melirik artefak itu kecil. "...Kau aneh akhir-akhir ini."

"Aku selalu aneh."

"Itu benar."

Freya tertawa kecil. Lalu menatap api crimson itu lagi. Hangat. Tidak menakutkan. Tidak liar. Seolah kekuatan itu... akhirnya mengenalinya lagi.

Freya memejamkan mata perlahan. "...Mungkin aku memang bisa hidup di dunia ini."

Dan tanpa ia sadari... Dari koridor luar balkon, seseorang sedang memperhatikannya diam-diam.

Zevian berdiri dalam hening. Tatapan biru gelapnya tertuju pada Freya yang tersenyum kecil di bawah cahaya bulan.

Dan sekali lagi...perasaan familiar itu muncul terlalu kuat. Seolah... ia akhirnya menemukan seseorang yang telah lama hilang.

1
aku
lagi 😁
aku
😭😭 alasan nmr 83 😭😭 🤣🤣🤣no.1 nya cembokurr 🤣🤣
aku
mulai mekar kah bunga asmara pangeran?? 😁
aku
🤣🤣🤣🤣 jlebbb 🤣🤣🤣
aku
aduduh,ngabrut 🤣🤣🤣 seminar ekonomi 🤣🤣🤣
aku
jangan2 si ares kyk emaknya 🤣
frina ayu: faktor genetik kak 😭
total 1 replies
paijo londo
lyra dulu meninggal karena TDK ada yg membantu untuk menutup gerbangnya hingga mengambil nyawanya sedangkan Freya mulai banyak yg munyukainya hingga tanpa ragu berani mengorbankan nyawanya untuk Freya 💪freya
paijo londo
celetukan Freya bikin Ares suka ketawa
paijo londo
frey lucu ya kalo ngumpat dalam hati kita yg baca jadi ketawa ngakak 🤣🤣
aku
kok kesian sm monster2 nya 😭😭
aku
res, lu lama2 gue gibeng jg. bkin reader kepo maksimal. 😭😭 agk curiga tp jg menghibur 🤣
aku
ceileeeehhh terkesimo kah kau frey 😌😌
aku
ares, lama2 kau makin mengerikan 😭😭
aku
selamatkan jantungmu frey 🤣🤣
aku
bnr, tidak fantassttt ish ish ish 😌😌🤣🤣
aku
ceplas ceplos dn bar bar kah aslinya ra??? 🤣🤣🤣
frina ayu: asbun kak dia🤣
total 1 replies
aku
heh 🤣🤣 nyukurin yg asli mati duluan 🤣🤣 astagaa
frina ayu: takutnua kalo gak dimatiin nanti rebutan tubuh kak😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!