NovelToon NovelToon
Bayi Kesayangan Caelan

Bayi Kesayangan Caelan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Single Mom
Popularitas:627
Nilai: 5
Nama Author: Ann Soe

Amelia Cameron nekad mendatangi kantor Best Idea Design milik seorang arsitek terkemuka, Caelan Harrison, untuk menuntut hak keponakannya, Emi. Amelia percaya bahwa Caelan merupakan ayah biologis dari Emi, putri kecil dari adiknya, Olivia yang sudah meninggal. Namun, seperti sebelumnya ketika Olivia menuntut hal yang sama, Caelan menolak untuk bertanggung jawab. Caelan berkata dirinya bukan ayah Emi, bahkan belum pernah bertemu Olivia sebelumnya.
Amelia berkeras, karena memiliki bukti hubungan Olivia dan Caelan. Akan tetapi, Caelan sama kerasnya dan meminta bukti tes DNA. Sebelum tes DNA yang dijadwalkan dilakukan, Caelan muncul di pintu rumah Amelia, berkata ingin bertanggung jawab membesarkan Emi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ann Soe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 28

“Dari mana dia tahu alamat rumahku?” gumam Amelia sambil mengamati gerak-gerak Andrew dari monitor.

Bel terus berbunyi dan Amelia masih memerhatikan monitor dengan waswas. Ia ragu untuk membuka pintu, tapi bunyi bel dipadukan suara gedoran itu sangat mengganggu. Berkonfrontasi langsung dengan Andrew bukanlah hal mudah, tapi Amelia masih bisa mengatasinya. Namun, jika pria itu nekad dan berbuat hal yang tidak Amelia duga, maka bukan hanya dirinya, tapi Emi juga akan ada dalam bahaya.

Amelia mengambil ponsel dan menghubungi Caelan, tapi pria itu tidak menjawab. Sepertinya, Caelan sudah memulai rapat sehingga tidak bisa dihubungi.

Dengan jantung berdebar, Amelia menunggu apa yang dilakukan Andrew. Namun, Andrew hanya memencet bel dan menggedor pintu. Setelah melakukan hal itu tanpa mendapat respon, Andrew melangkah pergi keluar. Melewati pagar tanpa menutupnya.

Amelia mengingatkan dirinya sendiri agar selalu mengunci pagar setelah ini. Tadi pagi setelah menerima kurir yang mengantarkan paket milik Caelan, Amelia lupa mengunci pagar sehingga Andrew bisa masuk hingga ke pintu depan.

Amelia langsung membuka aplikasi yang terhubung dengan kamera CCTV di bagian depan rumah. Mengawasi Andrew yang masuk ke sebuah sedan hitam. Namun, pria itu tidak langsung pergi, tapi bertahan lebih dari lima belas menit, baru kemudian sedan hitam itu melaju.

Amelia bertanya-tanya bagaimana Andrew tahu alamat rumahnya? Apa tujuan Andrew datang hari ini. Apakah untuk meminta uang? Apakah seharusnya Amelia memberikan saja uang itu agar Andrew tidak mengganggu lagi?

Saat Amelia memikirkan hal itu, ponselnya berbunyi, panggilan masuk dari Caelan.

“Sayang, kenapa kau menelepon?”tanya Caelan setelah Amelia mengangkat telepon.

“Tadi Paman Andrew datang,” jawab Amelia.

“Apa?!”Caelan terkejut.

“Dia hanya sampai di pintu depan dan memencet bel berkali-kali, aku tidak membiarkannya masuk,” Amelia menjelaskan.

“Kalian baik-baik saja?”Suara Caelan terdengar khawatir.

“Aku baik-baik saja, Emi sedang tidur di kamar,” jawab Amelia. “Tapi aku tidak mengerti bagaimana Andrew tahu alamat rumah ini dan apa tujuannya datang.”

“Apa dia masih di sana?”

“Tidak, dia sudah pergi dengan mobil, tapi aku tidak tahu dia akan kembali atau tidak.”

“Begini saja, kau berkemas dan bawa Emi ke rumah orangtuaku. Kau bisa melakukannya?”

“Aku memang berencana seperti itu,” sahut Amelia sambil melangkah ke kamar. “Aku ingin tahu bagaimana cara kau menyelesaikan masalah dengan Andrew sebelumnya? Apa kau memberinya uang?”

Amelia tidak tahu bagaimana Caelan menyelesaikan masalah dengan Andrew. Namun, jika Andrew diberi uang sebelumnya, pasti kedatangannya kali ini untuk meminta hal yang sama.

“Tidak, aku tidak memberinya uang. Aku memasukkannya ke penjara,” jawab Caelan cepat.

Jawaban itu membuat Amelia terkejut. “Apa? Penjara? Bagaimana bisa?”

“Nanti kuceritakan,”kata Caelan. “Cepatlah berkemas dan pergi ke rumah orangtuaku. Jangan matikan teleponnya.”

Setengah jam kemudian, Amelia dan Emi sudah sampai di rumah mertuanya. Telepon dengan Caelan sudah diputus dan Amelia masuk ke rumah setelah Dena, salah satu ART, membukakan pintu.

Amelia berjalan ke dapur setelah Dena memberitahu kalau Anna berada di dapur. Amelia cukup terkejut ketika melihat Clara di dapur bersama Anna.

“Amelia, kalian datang lebih awal.” Anna terkejut melihat Amelia datang, tapi menyambut Amelia dengan senang. Anna memeluk dan mencium pipi Amelia dan langsung mengambil Emi dari gendongan Amelia. Anna sibuk berbicara dengan Emi yang penuh energi karena baru bangun tidur.

“Hai, Amelia, lama tidak bertemu. Bagaimana kabarmu?” sapa Clara. “Aku datang untuk membantu Anna membuat cookies.” Clara menjelaskan alasannya datang.

Namun, Amelia tidak peduli dengan kehadiran Clara, ada hal lain yang memenuhi kepalanya. Jadi, Amelia hanya menyahut seadanya, bahkan terkesan tidak peduli pada Clara.

“Ma, apa Papa ada di rumah?” tanya Amelia.

“Papa ada di ruang kerja,” jawab Anna.

“Aku ingin menemui Papa, titip Emi,” ujar Amelia seraya meninggalkan dapur tanpa menunggu jawaban Anna.

“Sepertinya, Amelia tidak ingin bertemu denganku.” Terdengar suara Clara yang berkata dengan nada sedih. “Dia tidak suka padaku.”

Amelia mengabaikan keinginan untuk membalas ucapan Clara, karena ada hal penting yang harus dilakukannya.

Setelah bicara dengan Simon, Amelia baru tahu kalau Andrew dijebloskan ke penjara setelah Caelan menemukan beberapa bukti kejahatan Andrew. Ada bukti penipuan investasi dan pencurian dana investor yang dilakukan Andrew. Bukti-bukti itu membuat Andrew harus menjalani persidangan dan mendapatkan hukuman 3 tahun penjara.

Namun, setelah 2 bulan mendekam di tahanan, Andrew bebas menggunakan jaminan. Hal ini baru Simon ketahui setelah menghubungi seorang teman yang bekerja di pengadilan.

“Seharusnya, dia mendekam lebih lama di penjara,” ujar Simon.

Amelia tidak menanggapi, pikirannya masih penuh dengan kekhawatiran. Amelia khawatir Andrew sengaja datang untuk membuat perhitungan.

“Tidak perlu khawatir, kami akan menjagamu. Orang itu tidak akan bisa menyentuhmu atau Emi. Kalian aman. Aku akan menempatkan penjaga …”

Simon terus berbicara mengenai penjagaan yang diperlukan agar Amelia dan Emi tetap aman. Namun, Amelia tidak bisa merasa aman. Ia khawatir Andrew akan datang lagi untuk mengganggu hidupnya.

Amelia ketakutan. Takut Andrew akan mencelakakan dirinya atau keluarganya.

Andai Caelan ada di sini, perasaannya pasti bisa lebih tenang.

Malamnya, Amelia tidak bisa tidur karena sibuk dengan pikiran yang berlarian ke mana-mana. Emi sepertinya juga merasakan kecemasan Amelia dan cukup rewel malam ini. Emi tidak mau ditinggal dan selalu menempel pada Amelia hingga akhirnya kelelahan dan tertidur.

Amelia membiarkan Emi tidur bersamanya malam ini, padahal sejak dua bulan lalu Amelia sudah mulai membiasakan Emi tidur terpisah di kamar anak. Namun, malam ini Amelia membuat pengecualian. Bukan hanya karena Emi rewel, tapi karena Amelia membutuhkan Emi untuk merasa tenang. Apalagi kecemasan Amelia bertambah, sebab Caelan tidak bisa dihubungi.

Terakhir kali, Caelan menelepon sebelum makan malam. Setelah itu, pesan-pesan Amelia tidak ditanggapi sama sekali.

Amelia hanya bisa berharap Caelan tidak menghubunginya karena sibuk, bukan karena ada masalah yang membuat suaminya itu sampai tidak bisa berkomunikasi dengannya.

Amelia tidak tahu jam berapa ia tertidur, tapi saat terbangun Amelia berada dalam pelukan Caelan. Amelia membenamkan wajahnya di dada Caelan dan memeluk erat suaminya, membuat Caelan terbangun.

“Hai, Cintaku,” sapa Caelan dengan suara serak.

“Maaf, membangunkanmu,” ucap Amelia.

Caelan mendekap Amelia lebih erat, sama sekali tidak mempermasalahkan hal itu.

“Kau pulang tanpa memberitahuku. Apa pekerjaanmu sudah selesai?” tanya Amelia.

“Belum. David akan melanjutkannya,” jawab Caelan.

“Seharusnya kau selesaikan pekerjaanmu dulu,” ujar Amelia. Meski senang Caelan pulang, tapi Amelia juga merasa bersalah karena mengganggu pekerjaan suaminya.

“Aku harus kembali, tugas utamaku adalah menjagamu,” sahut Caelan dengan entengnya.

“Semalam aku tidak bisa menghubungimu karena kau sedang di pesawat?”

Caelan mengubah posisi hingga duduk bersandar di kepala tempat tidur, Amelia pun mengikuti. Caelan meraih sesuatu dari nakas dan menyerahkannya pada Amelia. Benda itu adalah ponsel Caelan.

“Sebenarnya, ponselku jatuh saat keluar dari taksi, lalu terlindas ban troli bandara. Layarnya rusak.”

“Maaf,” ucap Amelia.

“Bukan salahmu.” Caelan merangkul Amelia. “Lagi pula, sudah saatnya aku punya ponsel baru.” Caelan mengambil ponsel rusak dari tangan Amelia dan mengembalikannya ke nakas, lalu kembali merangkul Amelia.

Amelia bersandar nyaman di dada suaminya untuk beberapa saat, lalu teringat sesuatu. Ia memutar tubuh, mencari keberadaan Emi.

“Emi di kamarnya. Tadi aku yang pindahkan. Ada Sandra yang menemaninya di sana.”

“Tadi Emi agar rewel,” ujar Amelia berusaha menjelaskan mengapa Emi tidur bersamanya.

“Aku mengerti,” sahut Caelan. “Dia cukup tenang saat kupindahkan. Lagi pula, Emi perlu menjauh darimu agar tidak menyerap energi negatif darimu.”

Amelia memukul Caelan. “Aku tidak menyebarkan energi negatif!”

“Kau cemas berlebihan hari ini, juga ketakutan. Emi bisa merasakannya.”

Amelia hanya bisa menghela napas, karena yang dikatakan Caelan benar. Ia bahkan memanfaatkan Emi agar bisa merasa tenang.

“Sini kupeluk, biar energi negatifnya hilang.”

Caelan meraih Amelia ke dalam pelukan dan mengecup kening Amelia. “Jangan takut. Aku akan menjagamu dan Emi.”

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!