Di hari ulang tahun nyonya yang ke 35, kedatangan jenderal menjadi kabar yang sangat membahagiakan.
Siapa sangka, bukan hadiah yang dia dapatkan. Namun kedatangan seorang wanita muda seusia putra sulungnya. Dan bukan ucapan ulang tahun yang jenderal katakan pada nyonya, tapi keinginannya menjadikan wanita itu sebagai istri keduanya.
Tanpa jenderal sadari, nyonya yang selama ini menciptakan hal-hal luar biasa untuk membantunya naik pangkat dan disegani itu, sama sekali tidak berasal dari tempat ini. Dia datang dari masa depan, dan karena jenderal telah berkhianat, sesuai janji mereka ketika menikah dulu, nyonya akan pergi meninggalkan jenderal.
Nama besar yang diperoleh atas dukungan nyonya, tidak mungkin akan bertahan ketika sang nyonya meninggalkannya bukan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12. Membangunkan Macan Tidur
Mei Huarin pergi ke paviliun Longtang. Kepala dagang terbesar di kerajaan ini tinggal di tempat itu.
"Nyonya, silahkan! sudah lama aku tidak bertemu nyonya. Nyonya terlihat baik! entah apa yang tuan jenderal lihat dari wanita bermarga Shen itu?" tuan Bei, tampak mendengus pelan.
Kabar cepat sekali memang menyebar. Apalagi tuan Bei, adalah seseorang yang dulu pernah sangat tidak di terima di tempat ini. Dulu, dia hanya seorang pedagang yang selalu di benci dan di kucilkan, karena memang dia selalu berpergian menggunakan kapal. Jadi orang-orang dan pejabat merasa dia mungkin pengkhianat, atau mata-mata dari wilayah barat atau kerajaan lain.
Namun Mei Huarin, berhasil meyakinkan pihak kerajaan untuk menjadikannya pedagang utama kerajaan. Karena Mei Huarin tahu, semakin perdagangan itu dilakukan secara luas. Semakin besar pula keuntungan dan cakupan ruang dagang mereka. Itu akan sangat menguntungkan kerajaan di banding dengan perdagangan lokal atau domestik saja.
Bahkan tak jarang, kerjasama internasional juga terjadi karena jalur perdagangan yang di lakukan oleh tuan Bei.
"Jangan bicarakan hal yang tidak penting tuan Bei. Aku kemari, ingin mengatakan sesuatu. Mulai saat ini, stempel utama serikat dagang kerajaan. Akan aku serahkan pada Yan'er..."
"Nyonya, kenapa? nyonya mau kemana?" tanya tuan Bei dengan wajah yang terlihat cemas.
Pria paruh baya itu seperti merasa akan kehilangan Mei Huarin. Sosok yang sudah dia anggap anaknya sendiri.
Mei Huarin tersenyum.
"Aku akan kembali ke tempat dimana aku berasal. Sudah waktunya. Namun, jangan khawatir. Yan'er sudah tahu semuanya. Aku sudah ajarkan semuanya padanya. Tuan Bei jangan cemas. Dia sebenarnya lebih pintar dariku dalam berbisnis. Ketika aku 16 tahun, aku belum sepintar Yan'er!"
"Itu karena pengajaran dari nyonya!"
Brukk
Tetua Bei tiba-tiba saja berlutut di depan Mei Huarin.
"Tuan Bei, apa yang kamu lakukan? bangunlah!"
"Nyonya, aku pria tua ini. Mengucapkan banyak terima kasih pada nyonya. Hamba tua ini, berjanji. Bahkan jika harus mengorbankan nyawa, hamba tua ini akan melindungi nona Yan'er sepenuh jiwa"
Mei Huarin menghela nafas lega. Dia menuntun tuan Bei untuk bangkit.
"Terima kasih banyak, Tuan Bei bisa tetap menyampaikan kabar apapun lewat Zhao Dong. Dia akan menjadi pengawal rahasia Yan'er. Dan Xueyao, dia juga akan menjadi orang kepercayaan Yan'er. Tuan Bei, ingat untuk jaga kesehatan. Sebentar lagi musim dingin, jangan lupa pakai pakaian yang tebal!"
"Nyonya!" Pria paruh baya itu hanya bisa meneteskan air mata sambil menunduk.
Ada banyak batasan antara pria dan wanita di jaman ini. Meski tuan Bei sudah menganggap Mei Huarin seperti anak.
Bahu pria paruh baya itu naik turun. Air matanya juga mengalir begitu deras. Sejak awal, Mei Huarin mengatakan kalau dia bukan berasal dari tempat ini. Tuan Bei, merasa sangat kehilangan. Salah seorang yang sangat berharga di dalam hati dan hidupnya.
**
Mei Huarin kembali dengan keretanya. Dia baru saja turun, ketika Yao Yao dengan gelisah menunggunya di depan pintu gerbang.
"Nyonya... nyonya Jenderal!"
"Ada apa Yao Yao?"
"Nyonya, tuan jenderal dan nyonya tua mengurung nona Yanzhi dan Xueyao di gudang!"
Wajah Mei Huarin menjadi sangat tegang sah serius.
"Kurang ajar!" pekiknya kesal dan segera berjalan dengan cepat masuk ke kediaman Jinxi.
Mei Huarin berjalan ke tengah kediaman, ternyata para tetua sudah ada di sana.
"Bagus sekali! seorang wanita yang bersuami, hampir tengah malam begini baru kembali!" sindir salah satu tetua berjanggut putih panjang dengan ekspresi wajah yang jelas dia adalah seseorang yang julid luar biasa.
Mei Huarin tidak fokus pada pria tua itu. Dia langsung berjalan ke hadapan jenderal, dengan wajah tegas itu.
"Kenapa kamu kurung putriku?" tanya Mei Huarin dengan suara tegas, lantang dan intonasi yang bahkan lebih tinggi dua oktaf dibandingkan dengan suara tetua yang tadi menegurnya.
Merasa di acuhkan tetua itu menjadi marah.
"Mei Huarin, kamu..."
Tetua itu diam, ketika tangan Mei Huarin menunjuk ke arah tetua itu dan menyuruhnya diam.
"Diam!"
"Kurang ajar!" nyonya tua memekik, "apa kamu tidak tahu kamu sedang bicara dengan siapa?" suara nyonya tua terdengar begitu keras, karena memang suara orang di malam hari cenderung terdengar lebih keras dari siang hari.
"Memangnya kalian siapa? beraninya berbuat seenaknya di kediaman Jinxi?" pekik Mei Huarin.
Memangnya hanya mereka saja yang bisa memekik? Mei Huarin juga bisa, bahkan lebih keras dari pada tetua yang usianya sudah menjelang senja itu.
"Nyonya..."
"Dimana putriku?"
"Kamu duduk dan dengarkan para tetua bicara!" kata nyonya tua Wang.
"Pengawal bayangan!" pekik Mei Huarin.
Satu persatu pria bertubuh besar dengan pakaian khusus pengawal bayangan dari istana kekaisaran muncul di depan Mei Huarin.
"Siap melaksanakan perintah nyonya!"
"Cari Yan'er dan Xueyao! bawa mereka dengan selamat kemari!"
"Baik nyonya!"
Wajah jenderal menjadi merah. Dia tampak sangat malu pada semua tetua yang memandang ke arahnya.
"Yan'er menampar Shen Meiren, dia harus mendapatkan hukuman untuk membuatnya jera!" jelas jenderal.
"Berapa tahun kamu kenal Yan'er? dan berapa tahun kamu kenal wanita bermarga Shen itu? apa kamu tidak bisa mengenali bagaimana sifat putrimu sendiri? Tidak mungkin Yan'er akan bersikap kasar kalau tidak diprovokasi!"
"Mei Huarin, aku perintahkan kamu duduk dan mendengarkan keputusan para tetua!" nyonya tua bicara sambil menghentakkan tongkat kayu ke lantai dengan keras.
Mei Huarin memalingkan pandangannya dari Jenderal ke arah nyonya tua.
"Nyonya tua yang mengundang para tetua, seharusnya nyonya tua sadar diri. Kediaman Jinxi, bukan kediaman keluarga Lu, harusnya kalau mau musyarawah keluarga, kalian lakukan di kediaman jenderal, bukan di kediaman Jinxi!" tegas Mei Huarin.
"Kau...!"
"Tidak sopan! tidak punya nilai seorang nyonya. Pantas saja jenderal ingin menikahi wanita lain menjadi istri setara!"
"Berlutut! kamu keterlaluan!"
"Cepat berlutut Mei Huarin!"
Tiga orang pria tua saudara nyonya tua Wang membuat Mei Huarin sangat kesal. Tapi dia harus memastikan Lu Yanzhi baik-baik saja.
Tak lama pengawal bayangan datang bersama dengan Lu Yanzhi dan Xueyao yang sudah dalam keadaan lemas.
"Ibu..."
"Yan'er, Yan'er"
"Nyonya, mereka berada di gudang kayu. Basah kuyup disiram air dingin!'' jelas pengawal bayangan.
Tangan Mei Huarin terkepal. Wajah nyonya tua masih santai. Sementara jenderal belum pernah melihat nyonya semarah itu wajahnya.
"Tidak ada yang menyiram mereka, aku hanya menyuruh pengawal mengurung mereka di gudang" jelas Jenderal Lu.
"Nyonya... nyonya, nona Yan'er di siram berkali-kali oleh pelayan dan pengawal dari kediaman jenderal!" adu Xueyao.
"Lu Yansheng!" pekik Mei Huarin.
***
Bersambung...
nanti aku pula lama naik tensi🤦🏻♀️🤦🏻♀️
kayaknya dia pengen mepet sawah terus🤭
Siapa yang mau di paksa..?
Mei Huarin yg bersujud pada kalian semua..?
Yang benar saja.. 🤭
Meski kalian yg bersujud pada nya, Mei Huarin tak kan luluh dengan air mata buaya.. 😏
Karena Mei Huarin sangat tau, kalian adalah orang² yg bermuka dua..
Jadi, buang jauh² mimpi mu Nyonya Tua.. 😝😏
Apalagi kalian memanjakan nya dgn manja² gak menentu, gak terdidik adab & akhlak nya.. habislah.. 🤣🤣
Karena apa yg kau tanamkan sejak dini, seperti itulah kelak anak² akan mencontoh perilaku orang tua nya..
Dan kau lu Yansheng, ortu mu itu ada kurang²nya kalau kulihat.. Seperti orang gila harta, makanya anak lelaki mu punya prinsip yang sama dengan nyonya tua.. 🤦🏻♀️